Berita Terkini

65

DIVISI SDM DAN PARMAS KPU TRENGGALEK : BANYAKNYA PEMBERITAAN MENCERMINKAN BANYAKNYA KEGIATAN

Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek menilai bahwa banyaknya berita yang diterbitkan di laman KPU Kabupaten Trenggalek mencerminkan kinerja yang bagus. “Artinya, semakin banyak diberitakan, memang kegiatannya juga banyak”, tegas Nurani komisioner yang membidangi divisi tersebut. Nurani mengatakan bahwa logikanya berita dibuat berbasis pada kenyataan sebagai bahan yang  diberitakan. Semakin banyak kegiatan yang dilakukan, semakin banyak bahan  yang bisa diberitakan. “Sebab berita itu bicara fakta, beda dengan opini yang dalam banyak hal hanya bicara konsep dan teori”, tegas pria yang sudah punya dua anak ini. Hal itu dipaparkan dalam rakor Divisi SDM dan Parmas yang dipimpinnya pada hari ini (Selasa, 20/09/2016). Komentar itu disampaikan untuk menilai adanya  prestasi yang dicapai KPU Kabupaten Trenggalek sebagai KPU Kabupaten yang websitenya paling  produktif dalam melakukan pemberitaan, dengan tingkat produktivitas tertinggi se-Jawa Timur. Nurani menuturkan analisanya bahwa volume kinerja di KPU Kabupaten Trenggalek semakin meningkat sejak ada instruksi bahwa para komisioner baik ketua dan anggota KPU Kabupaten Trenggalek harus bekerja penuh waktu (full-time). Sejak saat itu masing-masing divisi melakukan pengawalan kinerja melalui rapat. Di mana tiap minggu masing-masing divisi harus melakukan rakor untuk mengevaluasi  kinerja dan menyusun perbaikan untuk seminggu ke depannya. Belum lagi rapat harian yang mengontrol kinerja harian semua pegawai. Nurani mencontohkan, misalnya divisi yang membidangi anggaran, selalu ada  evaluasi tentang anggaran apa saja yang masih ada dan kegiatannya belum terlaksana. “Itu kinerja yang berbasis anggaran, sedangkan yang tidak berbasis anggaran juga dipacu terus, misalnya pendidikan politik baik dalam posisi KPU yang mengadakan atau misalnya juga yang diundang ngisi acara”, papar Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
63

KPU TRENGGALEK KEMBALI TERLIBAT DALAM VERIFIKASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENGAJUAN DANA PARPOL

KPU Kabupaten Trenggalek kembali ikut terlibat dalam verifikasi kelengkapan persyaratan administrasi pengajuan dana bantuan keuangan untuk partai politik. Hal itu terjadi  hari ini (Selasa, 20/09/2016) di kantor badan Kesatuatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek. Dari pihak KPU Kabupaten Trenggalek diwakili oleh Nur Huda, Komisioner yang membidangi Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik. Dalam pembukaan kegiatan ini, kepala Kesbangpol Widarsono mengatakan bahwa kegiatan verifikasi dilakukan terhadap Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hendak  rangka memenuhi persyaratan agar bisa segera mengakses  bantuan untuk partai politik hal ini diberlakukan sama dengan parpol yang lain. Dana bantuan untuk parpol tersebut  bersumber dari APBD Tahun 2016. Verifikasi baru dilakukan karena PPP baru memenuhi kelengkapan administrasi terutama legalisir dari struktur yang atas yakni DPP/DPW. Menurut Nur Huda, dalam verifikasi  ini dilakukan cek kelengkapan proposal pengajuan banpol yang meliputi, antara lain  Surat permohonan pengajuan banpol dari pengurus parpol tingkat Kabupaten;  Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Politik yang memetapkan Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Partai Politik diringkat Kab/Kota;  Foto copy surat keterangan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);  Kwitansi penerimaan bermeterai 6000 yang ditanda tangani oleh Ketua dan bendahara parpol;  Surat keterangan autentifikasi hasil penetapan perolehan kursi dan suara partai politik hasil pemilihan umum DPRD Kab/Kota yang telah dilegalisir oleh Ketua/Sekretaris KPU kab/kota;  Nomor rekening kas umum Partai Politik;  Rencana Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik; Laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran bantuan keuangan yang bersumber dr APBD tahun anggaran sebelumnya yang telah diperiksa oleh BPK. Perlu diketahui  bahwa bantuan keuangan untuk PPP Trenggalek di Tahun Anggaran 2016 ini sebesar 23.390.000. Penggunaan bantuan keuangan untuk Partai Politik 60% digunakan untuk pendidikan poltik, 40% digunakan untuk operasional parpol. “Penggunaan bantuan parpol ini sesuai dengan juknis dalam Permendagri Nomor  77 Tahun 2015 dan Perbup No. 7 Tahun 2015”, kata Nur Huda. [Hupmas]


Selengkapnya
59

ASN KPU TRENGGALEK IKUT UPACARA HARI OLAHRAGA NASIONAL DAN HARI PERHUBUNGAN NASIONAL

Hari ini (Senin, 19/09/2016) para pegawai KPU Kabupaten Trenggalek mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional yang ke-33 dan Hari Perhubungan Nasional. Upacara dilakukan di alun-alun Trenggalek dimulai pada sekitar pukul 07.00. Acara ini diikuti bersama seluruh aparat sipil negara (ASN) dari satuan kerja pemerintah daerah lainnya yang ada di Kabupaten Trenggalek. Memakai seragam korpri, para pegawai KPU Kabupaten Trenggalek mengikuti acara ini dengan penuh kidmad dari awal hingga akhir.  Dalam pelaksanaan upacara ini, berlaku sebagai pembina upacara adalah Wakil Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin yang mewakili Bupati Trenggalek yang tak bisa hadir karena sedang sakit. Sedangkan sebagai perwira upacara adalah Sigid Agus Hari Basoeki selaku kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten  Trenggalek.  Sementara itu sebagai pemimpin upacara adalah Suyoto, juga dari dinas yang sama. Upacara berakhir pada sekitar pukul 09.30. Kemudian para pegawai KPU Kabupaten Trenggalek datang ke kantor kembali untuk melakukan aktivitas kerja harian. Salah satunya adalah melakukan rapat Pleno mingguan yang diikuti oleh sekretaris, para kasubag, para komisioner, dan notulen. [Hupmas]


Selengkapnya
73

PENYELENGGARAAN DEMOKRASI SEKOLAH DI SMAN 1 KARANGAN

Hari ini (Senin, 19/09/2016) diselenggarakan pemilihan ketua dan wakil Ketua OSIS di SMAN 1 Karangan Kabupaten Trenggalek. Hal ini diketahui setelah perwakilan panitia datang ke KPU Kabupaten Trenggalek untuk meminjam kotak suara untuk dijadikan alat pencoblosan. “Metode pemilihannya ya demokratis, melibatkan seluruh warga sekolah yang menjadi pemilih. Ini pembelajaran demokrasi dan kepemiluan yang bagus sekali”, komentar Nurani anggota KPU Kabupaten Trenggalek divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas). Kemudian ia mencoba memantau pelaksanaan pemilihan tahapan pemilihan tersebut. Nurani menceritakan, pagi tadi dua orang panitia datang ke KPU kabupaten Trenggalek untuk mengambil kotak suara yang dipinjam secara resmi melalui surat permohonan pinjam alat kotak suara. Panitia yang terdiri dari pengurus OSIS saat ini (periode 2015-2016) dan anggota Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) menjadi penyelenggara utama proses pemilihan ini. Ada tahapan kampanye yang dilakukan oleh dua pasang calon, yang dilakukan di hadapan seluruh warga sekolah  di atas mimbar setelah dilakukan upacara bendera hari senin. Kemudian juga diadakan sosialisasi tentang tata cara pemilihan oleh panitia dengan masuk ke dalam kelas. Sementara itu, panitia masuk membawa kotak suara dan kertas suara dan anggota kelas secara bergiliran mencoblos, selama proses dikawal oleh pengawas termasuk pembina (guru-guru). Dilihat dari ini, menurut Nurani, cukup efektif ketika proses pemungutan suara tidak ditempatkan di satu titik. “Yang penting di sini adalah partisipasi bisa maksimal. Semua yang jadi warga sekolah bisa mencoblos, kecuali yang tak masuk sekolah untuk siswa dan yang tak mengajar untuk guru”, tambah Nurani. Nurani mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh SMAN 1 Karangan tersebut merupakan sebuah kemajuan. Tata cara pemilihan demokratis dengan melibatkan tiap anggota sekolah menggunakan hak pilihnya adalah salah satu cirinya. “Partisipasi calon yang melakukan kampanye juga dilakukan, sehingga siapa yang akan dipilih memang diketahui apa visi-misi dan program yang akan dilakukan dan yang ditawarkan oleh warga sekolah terutama oleh murid-murid”, tambah Nurani. Sebagai tambahan informasi, beberapa minggu sebelumnya KPU Kabupaten Trenggalek juga diberi kesempatan untuk melakukan sosialisasi  tentang demokrasi dan kepemiluan di SMAN 1 Karangan dengan peserta sekitar 300-an. Pimpinan sekolah menengah negeri yang terletak tidak jauh dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek tersebut memang rajin sekali menggalakkan partisipasi siswanya melalui berbagai kegiatan bagi murid-muridnya. [Hupmas]


Selengkapnya
64

KPU TRENGGALEK “SUPPORT” PEMILOS SMAN 1 KARANGAN

Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dilakukan di tiap sekolah. Dan selalu saja KPU Kabupaten Trenggalek memberikan support atau dukungan pada sekolah yang melakukan penyelenggaraan momentum demokrasi di sekolah tersebut. Kali ini pemilu sekolah dilakukan oleh SMAN 1 Karangan Trenggalek, sekolah yang tidak jauh letaknya dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Senin pagi (19/09/2016), panitia pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dari sekolah tersebut datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Mereka mengambil dua kotak suara yang telah disepakati setelah sehari sebelumnya pihak kepala sekolah mengajukan permohonan pinjam kotak suara untuk kegiatan tersebut. Surat permohonan yang dengan nomor surat 020/1484/406.023.108/2016 yang ditandatangani oleh Dra. Reny Tulis Wiyanti, M.Pd selaku kepala sekolah tersebut langsung disetujui oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto. Menurut Suripto, hal itu adalah bagian dari dukungan atau support KPU Kabupaten Trenggalek terhadap kegiatan berdemokrasi di masyarakat, termasuk di kampus. “Sebab majunya budaya demokrasi di masyarakat, termasuk di sekolah, akan jadi modal awal bagi kemajuan demokrasi di negeri ini”, kata Suripto. Suripto menambahkan bahwa KPU Kabupaten Trenggalek memang lumayan aktif berinteraksi dengan pihak sekolah untuk menyebarkan demokrasi dan wawasan kepemiluan. Yang terakhir hari Sabtu kemarin (17/09/2016), anggota KPU kabupaten Trenggalek dari divisi SDM dan Parmas juga menjadi salah satu narasumber dalam diklat kepemimpinan dengan materi tentang Manajemen Organisasi di SMAN 2 Trenggalek. “Selain itu, kami juga terus menjalin kerjasama dengan sekolah-sekolah yang mau untuk diajak menyosialisasikan wawasan demokrasi dan kepemiluan”, tambah ayah dari dua anak ini. [Hupmas]


Selengkapnya
119

KPU TRENGGALEK KOMPILASIKAN DATA ANGGOTA DPRD HASIL PEMILU 2014

Untuk memenuhi layanan informasi dan dokumen kepada publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik, KPU Trenggalek melakukan kompilasi data anggota DPRD Kabupaten Trenggalek hasil pemilu tahun 2014 yang lalu. Disamping untuk keperluan layanan PPID dan E-PPID dalam bentuk soft copy/hard copy di internal KPU Trenggalek, data tersebut juga akan di kirimkan ke KPU Republik Indonesia seperti telah diinstruksikan melalui surat 509/KPU/IX/2016 Perihal Pengumpulan Data Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Hasil Pemilu Tahun 2014 tertanggal 14 September 2016. Menurut Puguh Budi Utomo Kasubag Teknis dan Hupmas, KPU Trenggalek sebenarnya sudah memiliki kompilasi data lengkap anggota DPRD Trenggalek hasil Pemilu 2014 yang dicetak dalam sebuah buku. Dimana dalam buku tersebut dilengkapi dengan Photo, parpol pengusung, nomor urut, daerah pemilihan, Curriculum Vitae, alamat, contact person dan posisi jabatan di DPRD. Tetapi karena data yang diminta KPU hanya sebatas nama, parpol, nomor urut, dapil .dan jenis kelamin, maka KPU Trenggalek justru sangat mudah memenuhi kebutuhan data tersebut, kata Puguh. Menurut Suripto Ketua KPU Trenggalek berdasarkan data PPID, dari  12 partai politik yang menjadi peserta pemilihan umum legeslatif 2014, ada 435 calon anggota legeslatif (caleg) yang berkontestasi  untuk memperebutkan 45 kursi DPRD Trenggalek, yaitu: Partai Nasdem 44 Caleg; PKB 41 Caleg; PKS 45 Caleg; PDIP 43 Caleg; Partai Golkar 45 Caleg; Partai Gerindra 45 Caleg; Partai Demokrat 42 Caleg; PAN 45 Caleg; PPP 19 Caleg; Partai Hanura 45 Caleg; PBB 5 Caleg; dan PKPI 16 Caleg. Selanjutnya Ripto menambahkan bahwa partai politik yang berhasil memenangkan kursi anggota DPRD Trenggalek adalah sepuluh parpol, sedangkan yang dua parpol yaitu Partai Nasdem dan PPB gagal memperoleh kursi.  Adapun parpol dan perolehan kursi DPRD Trenggalek  dalam pemilu legislatif 2014 yang lalu, yaitu PKB 9 kursi; PDIP 9 kursi; Partai Golkar, PKS dan Partai Demokrat masing-masing memperoleh 5 kursi; Partai Gerindra 4 kursi; Partai Hanura dan PAN masing-masing  3 kursi; PKPI dan PPP keduanya sama-sama memperoleh 1 kursi. Komposisi 45 anggota DPRD Trenggalek hasil pemilu 2014 memiliki latar belakang yang bermacam-macam, bukan hanya didominasi oleh politisi, tetapi justru banyak yang memiliki back ground non politisi,  ada yang berasal dari pengusaha konstruksi, guru, pedagang, dan kepala desa. Menurut penuturan Nurani terdapat 26 anggota DPRD yang merupakan pendatang baru, 19 orang petahana yang terpilih kembali dan yang menarik adalah terpilihnya 14 orang yang memiliki latar belakang mantan kepala desa. Sedangkan komposisi kursi anggota DPRD Trenggalek terpilih dari 45 orang tersebut mayoritas didominasi laki-laki  sebanyak 40 orang dan perempuan hanya 5 orang, kata Nurani.


Selengkapnya