Berita Terkini

73

DIVISI SDM & PARMAS KPU TRENGGALEK : RAPAT JUGA BUTUH MANAJEMEN

Keberadaan rapat-rapat juga merupakan bagian dari manajemen organisasi, bahkan juga merupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia. Demikian dikatakan Nurani komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas). “Dan hal itu sebenarnya sudah dilakukan, yang awalnya dipimpin terus oleh ketua KPU, sejak seminggu lalu sudah mulai digilir moderator rapatnya”, kata  Nurani. Ditemui di ruang kerjanya pagi ini (Rabu, 28/09/2016)  Nurani mengatakan bahwa dari sisi itu sebenarnya secara otomatis upaya mengubah manajemen rapat telah dilakukan dengan sendirinya. “Waktu itu, bermula dari usulan bahwa agar moderator rapat analisa dan evaluasi harian digilir, agar tidak ketua KPU terus biar tidak monoton”, tegas pria berkepala botak ini. Nurani menambahkan, penggiliran moderator rapat itu selain agar tidak monoton juga disepakati sebagai upaya untuk meningkatkan SDM atau semacam pelatihan berbicara.  Harapannya, agar pemimpin rapat juga mempersiapkan diri dan belajar. Memimpi rapat butuh teknis.  Keefektifan dalam memimpin rapat penting karena ini adalah langkah pertama moderator rapat dalam memanajemen informasi kepada rekan-rekan kerja  dan mengkoordinasi langkah-langkahnya. “Pengarahan, pengawasan, dan evaluasi kinerja bersama merupakan produk penting dari sebuah rapat”, tambahnya. [Hupmas]


Selengkapnya
88

BUKU DATA DAN INFOGRAFIK PILEG DAN PILPRES 2014

Hari ini (Rabu, 28/09/2016) sekitar pukul 09.00, seorang petugas pos datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek mengantarkan sebuah paketan. Dari sampul terbaca dari mana pihak pengirimnya, yaitu dari KPU RI yang beralamatkan Jl. Imam Bonjol No 29 Jakarta. Setelah dibaca oleh Minuk Wijayanti, salah seorang pegawai, ternyata isinya adalah satu eksemplar buku berjudul “Data and Infographics Book 2014 Legislative and Presidential Elections” terbitan KPU RI. Buku itu langsung diantarkan ke ruang kerja ketua  KPU Kabupaten Trenggalek Suripto. Suripto mengatakan bahwa dirinya merasa senang atas kiriman ini karena buku tersebut akan sangat bermanfaat. Apalagi, buku infografis yang akan membantu pembaca di KPU Kabupaten Trenggalek untuk lebih mudah memahami isinya. “Pasti dengan buku yang didesain secara infografis seperti ini memudahkan kita memahami bagaimana tahapan penyelenggaraan hingga hasil pemilu 2014 lalu”, paparnya. Perlu diketahui bahwa istilah “Infographics” merupakan singkatan dari Information + Graphics. Jadi,  ia adalah bentuk visualisasi data yang menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan cepat. Proses pembuatan infografis disebut ‘data-visualization’, ‘information design’, atau ‘information architecture’.  Manfaat infografis adalah bahwa penyampaian  informasi secara visual memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan teks, karena manusia dapat jauh lebih cepat menangkap informasi yang disampaikan. Salah satu alasannya adalah informasi yang ditangkap secara visual akan diproses sekaligus oleh otak, berbeda dengan informasi yang disampaikan via teks, dimana informasi akan diproses secara linear (dari awal kalimat hingga ke ujung kalimat). Karena itulah, Suripto mengatakan bahwa pembuatan buku infografis seperti yang dibuat KPU RI bisa menjadi contoh untuk bisa dibuat di KPU propinsi maupun KPU Kabupaten/Kota, termasuk Trenggalek. Sebab, menurutnya, ketika orang ingin mengetahui data dan info tentang pelaksanaan pemilihan umum, infografik bisa menyuguhkan pemahaman yang lebih mudah daripada buku laporan yang selama ini dibuat yang isinya kebanyakan teks dan tabel yang kurang menarik. Mengingat pentingnya pentingnya arsip dan data yang memberikan informasi yang seringkali dibutuhkan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan informasi sebagai hak publik, maka desain laporan infografis semacam itu akan lebih bermanfaat. Suripto yakin kemampuan mendesain buku semacam itu bisa dilakukan di daerah termasuk KPU Kabupaten Trenggalek. Tetapi memang, tambahnya, biaya cetaknya  lebih mahal. “Jadi tergantung apakah anggarannya ada atau tidak, seharusnya harus dianggarkan biar kita bisa menggarap buku semacam ini”, imbuhnya. [Hupmas]


Selengkapnya
81

PENULIS SKRIPSI TENTANG PILKADA TRENGGALEK 2015 BERKUNJUNG KE KPU

Reta Dia Alfrista, mahasiswi cantik dari Universitas Brawijaya Malang jurusan Ilmu Pemerintahan, beberapa bulan lalu beberapa kali datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Waktu itu ia datang untuk melakukan wawancara dengan ketua KPU Kabupaten Trenggalek dan memohon bantuan data tentang Pilkada Trenggalek yang terselenggarakan pada tahun 2015 lalu. Dia juga minta nomer kontak dan dihubungkan  dengan para ketua partai politik yang ada di Trenggalek untuk melakukan wawancara. Ternyata proses riset dan penulisan skripsi tersebut sudah rampung. Dan hari ini (Rabu, 28/09/2016) mahasiswi ini datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek untuk menyerahkan hasil karyanya, yaitu satu bendel skripsi yang menandai bahwa ia hasil penelitiannya telah lulus sidang dan akan menghantarkannya menjadi sarjana yang akan diwisuda sekitar akhir Oktober 2016 nanti. Reta ditemui Divisi SDM dan Parmas, Nurani, bersama beberapa staf di ruang rapat KPU Kabupaten Trenggalek.  Reta datang selain untuk memberikan satu bendel skripsi hasil karyanya, juga ingin menyampaikan terimakasih pada KPU Kabupaten Trenggalek yang telah membantu kelancaran proses penelitian baik data maupun riset di lapangan. “Kalau tidak ada KPU Kabupaten Trenggalek, bisa dipastikan saya tak mendapatkan  data-data yang saya butuhkan dan kesulitan ketemu orang-orang yang menjadi informan”, papar Reta. Nurani mengatakan bahwa dirinya mewakili KPU Kabupaten Trenggalek juga mengucapkan terimakasih karena Reta menggunakan data KPU Trenggalek yang memang bisa diakses oleh siapa saja. “Apalagi untuk kepentingan yang cukup baik dan membawa manfaat, kami juga mengucapkan terimakasih termasuk untuk bendelan skripsi yang bisa menambah data dan dokumen di kantor kami”, jawab Nurani. Nurani menambahkan, selanjutnya bendelan skripsi itu akan bisa menambah koleksi dokumen dan buku di perpustakaan KPU Kabupaten Trenggalek, yang juga ingin didesain jadi bagian dari Rumah Pintar Pemilu. “Kami akan memanfaatkan skripsi 148 halaman ini,  kami yakin manfaatnya banyak sekali”, tambah Nurani.  [Hupmas]


Selengkapnya
74

KPU TRENGGALEK SIAP MEMAKSIMALKAN DAN MENJADWAL LAGI PENDIDIKAN PEMILIH, MESKI TANPA ANGGARAN

Menanggapi instruksi KPU Republik Indonesia agar KPU Kabupaten/Kota melaksanakan pendidikan pemilih secara intensif, massif, dan berkesinambungan kepada berbagai kelompok masyarakat, KPU Kabupaten Trenggalek siap melaksanakan instruksi tersebut, meskipun tidak ada anggaran untuk pelaksanaan pembiayaannya. Nurani, selaku divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) yang memang punya tugas pokok untuk bidang kegiatan itu, menyatakan siap melaksanakan instruksi yang tertuang dalam Surat Nomor 525/KPU/IX/2016 yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI Juri Ardiantoro pada tanggal 21 September 2016 itu. “Kami siap, dan kami memang sudah melakukan sejak beberapa bulan lalu ketika KPU menginstruksikan agar komisioner bekerja full time dan tidak double-job, yang maknanya waktu itu kami terjemahkan dengan memaksimalkan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing meskipun tak ada instruksi dari KPU pusat”, tegas Nurani. Pria yang juga dikenal dengan aktivis literasi ini memang sudah melakukan kegiatan pendidikan pemilih dengan memanfaatkan berbagai forum dan lembaga yang bisa dimasuki, antara lain lewat kegiatan sekolah, komunitas, juga memanfaatkan media seperti radio. Nurani menambahkan, meskipun tidak ada biaya untuk kegiatan, tapi dengan memanfaatkan kerjasama dengan pihak lain kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih bisa dilakukan. Untuk itu, menurut pria berkepala botak ini, KPU Kabupaten Trenggalek tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan dan mengikuti arahan KPU RI yang menginstruksikan untuk membuat jadwal kegiatan. Arahan lainnya adalah bahwa kegiatan pendidikan pemilih harus tetap menjaga independensi lembaga KPU. Dalam kaitan dengan hal itu, menurut Nurani, KPU Kabupaten Trenggalek juga sudah membuat jadwal pendidikan pemilih meskipun baru kegiatan siaran dan talk show di radio. “Kami sudah menjadwalkan siaran dan talkshow di dua radio” yakni di Radio Fortuna FM dan RKPD Trenggalek, papar Nurani. Oleh karena itulah, menurutnya, KPU Trenggalek akan  memaksimalkan kegiatan dengan menggandeng pihak lain. Salah satu pihak yang diajak kerjasama adalah dinas pendidikan, agar mau menginstruksikan agar dari KPU Kabupaten Trenggalek kembali diberi kesempatan untuk menyampaikan penyadaran pada  pelajar lewat upacara hari Senin dalam posisi sebagai pembina upacara. “Kami sudah menyiapkan surat, dan insyaallah minggu ini kami akan ‘sowan’ ke kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Trenggalek seperti sebelum-sebelumnya”, kata Nurani.   [Hupmas]


Selengkapnya
76

KETUA KPU TRENGGALEK : TANPA ADA INSTRUKSIPUN KITA HARUS TINGKATKAN KINERJA

Seperti biasanya, rapat analisa dan evaluasi (Anev) harian digelar setiap pukul 15.00, kecuali hari Jumat yang digelar pukul 15.30. Meskipun sebelumnya sempat terdengar isu bahwa ada pegawai yang mengatakan bahwa rapat-rapat menjenuhkan, tetapi hal itu sudah disikapi dalam rakor divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) kemarin siang (Selasa, 27/09/2016). Artinya rapat Anev harian akan tetap dilaksanakan, bersamaan dengan rapat-rapat lain sebagaimana sebelumnya. Peserta yang datang sore ini justru adalah seperti biasanya. Beberapa informasi tentang kegiatan harian diinformasikan oleh Ketua KPU yang memberi pengantar rapat, sebelum menyerahkannya pada moderator yang  mendapatkan giliran memimpin rapat, yang kali ini adalah Gembong Derita Hadi (Divisi Program dan Data KPU Kabupaten Trenggalek). Salah satu informasi yang disampaikan adalah tentang instruksi KPU RI agar KPU propinsi dan Kabupaten/Kota melakukan kegiatan pendidikan pemilih dan sekaligus melakukan penjadwalannya. Jadwal tersebut juga harus segera dilaporkan. Hal itulah yang membuat Suripto mengatakan bahwa intinya meskipun tanpa ada anggaran, kegiatan harus tetap dilakukan dan kinerja komisioner beserta seluruh pegawai KPU sebagai lembaga publik harus terus dimaksimalkan sesuai tupoksinya masing-masing. “Jadi, peningkatan kinerja itu memang sudah melekat sebagai tugas kita sebagai pegawai yang digaji negara, yang uangnya dari rakyat yang membayar pajak, tugas kita adalah melayani masyarakat dan memang terus harus meningkatkan kinerja tanpa menunggu instruksi”, tegas Suripto. Dari sinilah Suripto menegaskan lagi bahwa rapat-rapat yang dilakukan di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek dilakukan karea tujuannya adalah mengawal dan mengontrol kinerja yang bahkan harus tampak pada tiap hari. “Kinerja harian ini ya kita jembatani dengan rapat harian, di sini akan ketahuan apa yang kita lakukan hari ini dan apa yang akan kita lakukan besok”, tambah Suripto. Ia mengingatkan lagi, bahwa rapat harian ini juga bisa dimaknai sebagai salah satu bagian dari kerja yang juga bisa dilaporkan dalam time-sheet harian tiap-tiap pegawai. Dengan membiasakan seperti ini, tambah Suripto, tiap pegawai akan terbiasa dengan kinerja  secara team work yang bagus, terencana dan dievaluasi setiap saat. [Hupmas]


Selengkapnya
69

SERAPAN ANGGARAN KEGIATAN KPU TRENGGALEK 2016 KEMBALI DIBAHAS

Masalah serapan anggaran memang menjadi bahasan yang tak mungkin dihindari ketika bicara kinerja di sebuah lembaga negara yang menggunakan anggaran negara. Biasanya lembaga yang tidak bisa menghabiskan anggaran karena kegiatan tak bisa dilaksanakan, akan mendapatkan sorotan atau kritikan. Karena itulah, rapat Pleno hari Senin pagi kemarin (26/09/2016) juga kembali melakukan analisa terhadap realisasi anggaran untuk tahun 2016. Sebagaimana dilaporkan Wiratno, sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek,  untuk akhir Agustus realisasi  anggaran adalah mencapai 60,85% dengan asumsi bahwa anggara DIPA ditambahi dengan sisa dana hibah Pilkada 2015 yang ditambahkan pada awal tahun 2016. “Jika acuannya adalah DIPA murni, maka serapan anggaran sudah mencapai 72,57 persen”, kata Wiratno. Wiratno yakin, serapan anggaran di akhir tahun 2016 nanti akan lebih besar mengingat memang dari jumlah anggaran yang tersisa ada pos-pos rutin yang mengeluarkan anggaran seperti uang kehormatan komisioner, gaji pegawai, tunjangan kinerja, tunjangan makan pegawai, pemeliharaan kendaraan, dan alat tulis kantor (ATK). Sementara itu ada beberapa pos anggaran yang kemungkinan besar tidak bisa terserap seperti anggaran untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Trenggalek. Selain itu, kegiatan laporan hasil review keuangan, evaluasi LAKIP, kegiatan rapat kordinasi dengan propinsi merupakan anggaran biaya perjalanan dinas. “Sehingga, penyerapannya tergantung pada apakah propinsi mengadakan acara tersebut, agar anggaran terserap”, kata Wiratno. Menurut divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas), Nurani, karena ini adalah bulan September akhir, masih ada sekitar tiga bulan bagi KPU kabupaten Trenggalek untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang berbasis anggaran. Meskipun, kata Nurani, sebenarnya banyak sekali kegiatan yang tak berbasis anggaran yang sudah dilakukan. “Seperti misalnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, pengelolaan PPID da e-PPID, pendidikan pemilih melalui pengenalan demokrasi dan Kepemiluan, talkshow di radio, dan kegiatan-kegiatan lainnya”, papar Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya