Berita Terkini

57

KPU TRENGGALEK TERUS MENGONTROL KINERJA

Kinerja KPU Trenggalek  sampai dengan bulan Agustus 2016 mencapai 66,47. Nilai tersebut dapat dilihat pada aplikasi SMART (Sistem Monitoring dan Evaluasi Kinerja Terpadu) Kementerian Keuangan. Nilai tersebut tergolong cukup untuk pencapaian kinerja dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2016. Menurut Wiratno, Sekretaris KPU Trenggalek, capaian tersebut cukup signifikan dibandingkan dengan capaian kinerja bulan lalu yaitu 50,63%. “Ini cukup baik, kenaikannya cukup signifikan”, kata Wiratno di ruang kerja  Sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Wiratno memaparkan bahwa capaian kinerja tersebut terdiri atas 75,33% realisasi kegiatan, dan 58,55% capaian serapan anggaran, dengan konsistensi atas RPD awal dan revisi sebesar 100%. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa efisiensi anggaran sampai dengan bulan Agustus tahun anggaran 2016 adalah 20%. “Efesiensi ini artinya penghematan, jadi kita tidak boros menggunakan anggaran tetapi kegiatan juga berlangsung dengan maksimal”, tambah Witarno. Menyikapi hasil tersebut, dalam rapat harian kemarin (Senin, 05/09/2016), Suripto, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, mengapresiasi kinerja seluruh komisioner bersama dengan sekretaris, kasubbag, dan Staf KPU Trenggalek. Menurut Suripto, kinerja harus terus ditingkatkan melalui penegakan disiplin yang dimulai dari sadar atas tugas dan pemberian tunjangan  kinerja secara proporsional serta pengawasan yang baik. “Harus proporsional... Artinya, kalau memang itu hak pegawai diberikan, sehingga tidak ada lagi istilah malas kerja, karena tunjangan kinerja itu untuk memacu kinerja.....jadi tidak ada malas-malasan, sadar tugasnya itu yang terpenting”, ujar Suripto. Untuk itu, Suripto meminta kepada seluruh komisioner, sekretaris, kasubbag, dan staf KPU Trenggalek untuk memacu kinerjanya agar tercapai target kinerja tahunan yang telah ditetapkan KPU RI.   [Woro]


Selengkapnya
65

KPU TRENGGALEK KERJASAMA SOSIALISASI DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN BULANAN DI RADIO

Kunjungan KPU Kabupaten Trenggalek  ke Radio Fortuna FM berbuah manis. Dari perbincangan antara pihak KPU Kabupaten Trenggalek dengan pimpinan radio, Malik Fajar, sepakat untuk kerjasama siaran bertema demokrasi dan kepemiluan. “Pihak Radio Fortuna FM sepakat untuk membuat acara talkshow on air dengan pemateri dari KPU Kabupaten Trenggalek, yang tujuannya adalah pendidikan para calon pemilih dengan tema seputar demokrasi dan kepemiluan”, papar Nurani ketika ditemui setelah pulang bersama rombongan dari kunjungan media tersebut. Kunjungan ke radio Fortuna FM hari ini (Selasa, 06/09/2016) dilakukan oleh KPU kabupaten Trenggalek yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto. Datang sekitar pukul 10.00, KPU Kabupaten Trenggalek bukan hanya diterima dengan “obrolan” yang hangat. Tetapi juga diberi waktu untuk siaran on air dengan dipandu langsung oleh Malik Fajar yang dikenal sebagai penyiar yang handal di Trenggalek. Selama sekitar 20 menit perbincangan atau dialog interaktif on air ini berhasil memberikan informasi pada pendengar bahwa KPU Kabupaten Trenggalek  dari hari kehari terus meningkatkan kinerja meskipun tahun ini tidak ada jadwal penyelenggaraan pemilu. Melalui siaran ini, Suripto tak ingin kehilangan kesempatan untuk menyampaikan fakta bahwa KPU Kabupaten Trenggalek justru semakin disiplin karena secara formal instruksi maksimalisasi kinerja  penuh waktu (‘full time’) dijalankan dengan maksimal. “Kami ada program harian, mingguan, bulanan, yang dikawal dengan rapat yang juga dilakukan tiap hari, tiap minggu, dan tiap bulan. Sedangkan kerja-kerja pemutakhiran data pemilih dilakukan berkelanjutan, dan pendidikan pada pemilih terus pula kami lakukan”, papar pria berasal dari Kecamatan Watulimo ini. Siaran tersebut menandai kerjasama siaran dengan pemateri KPU Kabupaten Trenggalek yang akan dilaksanakan setiap bulan. “Hal ini tentunya akan memberikan kesempatan pada KPU untuk bisa semakin banyak menyampaikan informasi dan melakukan penyadaran lewat media yang ada, termasuk radio”, kata Nurani Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat  KPU Kabupaten Trenggalek.  [Hupmas]


Selengkapnya
54

JUMLAH DAN KUALITAS BERITA WEBSITE KPU TRENGGALEK MENGALAMI PENINGKATAN

 Jumlah berita di laman KPU Kabupaten Trenggalek dari bulan ke bulan mengalami peningkatan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal itu diakui oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto, dalam rapat harian akhir pekan, Jumat 03 September 2016. “Produktivitas dan kualitas berita website kita meningkat, berdarsarkan laporan update berita lembaga kita ke KPU Propinsi untuk bulan Agustus, jumlah berita 54”, kata Suripto. Hal tersebut dikatakan setelah sebelumnya melakukan kordinasi dengan divisi SDM dan Parmas yang merupakan divisi yang menangani pengelolaan website. Suripto menambahkan, memang jumlah berita di laman KPU Kabupaten Trenggalek tidak berada di peringkat pertama. Hal itu mengacu pada laporan bulan sebelumnya di mana lama KPU Kabupaten Trenggalek ada di bawah KPU Kota Blitar dan KPU Kabupaten Lumajang. Tetapi, Suripto menilai, meskipun jumlah berita di bawah sedikit yang teratas dalam soal produktivitas, setidaknya kualitas tulisan baik dari segi tema yang diangkat maupun gaya penulisan KPU Kabupaten Trenggalek lebih baik dari yang lainnya. Suripto menambahkan, “Tapi bagaimanapun produktvitas harus tetap dimaksimalkan, kalau sudah tulisan bagus dan jumlahnya paling banyak kan kita malah bangga karena kinerja kita bagus”, tegas pria alumnus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. Sementara itu Divisi SDM dan Parmas, Nurani, mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memaksimalkan penulisan berita di laman. Hal itu dilakukan dengan cara mengaktifkan peran sekretariat untuk menjadi juru pencari berita baik tulisan maupun foto. Selain itu, menurutnya, pihaknya akan menambah variasi tema tulisan. “Misalnya kami upayakan agar sabtu minggu tetap bisa update berita atau tulisan, dengan tema ringan seperti sekilas sejarah kepemiluan Trenggalek—meskipun kadang masih sulit dilakukan. Tapi kami akan tarus berusaha”, kata Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
66

ANGGOTA KPU TRENGGALEK DIVISI SDM DAN PARMAS JADI PEMBICARA BEDAH BUKU “MENDIDIK PEMENANG BUKAN PECUNDANG”

Minggu, 04 September 2016. Nurani anggota KPU Kabupaten Trenggalek Divisi SDM dan Parmas menjadi salah satu pembicara dalam acara  bedah buku bertema pendidikan. Acara yang diikuti 200-an orang yang terdiri dari praktisi pendidikan, mahasiswa, aktivis literasi, pelajar dan umum ini dimulai pukul 08.30 dan berakhir ada sekitar pukul 12.00. Acara tersebut digelar oleh komunitas literasi bernama Quantum Litera Center (QLC) yang selama ini juga sering menjadi mitra KPU Kabupaten Trenggalek dalam beberapa acara. Dalam hal ini, Nurani didapuk untuk mengulas buku berjudul “Mendidik Pemenang Bukan Pecundang” yang ditulis oleh J Sumardianta atau yang dikenal dengan nama Pak Guru Sumar, dari Yogyakarta. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Bentang Yogyakarta tahun 2016. Selain Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek dan penulis buku, pembicara lainnya adalah Saiful Mustofa dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Para peserta yang mayoritas adalah para guru (praktisi pendidikan) sangat semangat mengikuti jalannya acara karena penulis yang hadir kali ini adalah salah satu instruktur Kurikulum 13, yang namanya sudah dikenal luas karena karya-karyanya. Termasuk sudah beberapa kali diundang di acara TV seperti acara Kick Andy, Rumah Perubahan Renal Khasali di TVRI, dll. Menurut nurani dalam ulasannya, buku “Mendidik Pemenang” bukan hanya mengulas tentang dunia sekolah, tapi adalah tentang bagaimana mempersiapkan generasi yang tangguh di era yang berubah secara tepat. Buku tersebut menawarkan pendidikan nilai yang harus dipegang oleh guru maupun semua stake holder di bidang pendidikan dan pengembangan generasi. “Ada gap yang harus diatasi antara guru-guru yang lahir dari era jaman lama, dengan murid era kini yang hidup di era Gadget.. Dan buku ini berposisi memberikan masukan agar para pendidik harus mampu mengatasi gap itu”, kata Nurani. Nurani tak ketinggalan untuk berbicara tentang pendidikan politik yang berbasis pada pengembangan nilai-nilai kebenaran. Ia mengulas salah satu sub-bab buku yang bertema “orang yang kasmaran belajar”. Nurani mengajak menganalisa apa saja yang membuat orang malas belajar, salah satunya  kana tak percaya pada kebenaran sebab nilai-nilai kebenaran  terjungkal. Dicontohkan pada kasus pemilihan. “Orang banyak tak mau memilih  calon jika tak dikasih uang, karena mereka tak percaya pada kebenaran pada calon yang ada. Karena mereka tak percaya  bahwa calon yang nantinya terpilih akan memperjuangkan mereka. Mereka sering dikhianati. Jadi orang melakukan sesuatu bukan karena hati nurani. Ini karena orang tak percaya pada nilai-nilai. Di sinilah pentingnya pendidikan nilai”, papar pria yang juga menulis banyak buku itu.  [Hupmas]


Selengkapnya
69

RAKOR DIVISI TEKNIS DISKUSI TENTANG MASALAH PENCALONAN

Rakor mingguan divisi terus berjalan. Rakor ini dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman  terhadap masalah tahapan pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Tujuannya agar dalam pemilu legeslatif nantinya para pegawai dan staf bisa mendapatkan pemahaman tentang teknik pencalonan dan pada praktek pencalonan bisa menghadapi berbagai dinamika politik yang berkembang, terutama dari para calon dan partai politik. Diskusi yang dimulai sekitar pukul 10.30 setelah rapat pleno ini dipandu langsung oleh Divisi Teknis yang sekaligus Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto, diikuti oleh beberapa komisioner, pegawai, dan staf. Suripto mengatakan bahwa diskusi ini akan bermanfaat  untuk memperbaiki kinerja KPU ke depan ketika KPU diharapkan untuk melakukan proses pelayanan terhadap peserta pemilu, sekaligus penting untuk melihat kelemahan-kelemahan yang dilakukan pada pileg sebelum-sebelumnya (terutama Pileg 2014). “Mari kita coba mendiskusikan apa yang menjadi masalah di pencalonan waktu itu, dan apa kira-kira yang harus kita benahi di masa mendatang”, kata Suripto. Dari diskusi ini, setidaknya ada beberapa isu krusial yang layak untuk dijadikan pembelajaran. Salah satunya, misalnya, memastikan bahwa yang mendaftarkan calon dan melakukan perbaikan adalah partai politik, dan bukan masing-masing calon. Di Pileg 2014, tampaknya masih ada individu calon yang masih datang sendiri tanpa melalui partai. Menurut Suripto, hal ini harus disikapi secara tegas dan komunikasi lewat sosialisasi harus dimaksimalkan. Sementara itu Patna Suni, anggota KPU Kabupaten Trenggalek dari Divisi Hukum mengangkat isu konflik  internal partai politik yang harus dipantau sejak sekarang, seperti saat ini berpotensi terjadi misalnya pada partai PKPI. Biasanya konflik internal semacam ini, menurut Patna Sunu, fenomeanya antara lain pecat-memecat dan kemenduaan pengurus. “Maka nantinya  yang harus kita pastikan adalah melakukan konfirmasi di pengurus atasnya, apakah propinsi atau pusat, harus membaca AD/ART partai, dan lain-lain... Kalau dulu kita kan cuek”, papar Patna Sunu. Juga  masalah ijazah calon, yang seringkali menimbulkan masalah karen antara nama di kartu identitas kependudukan dan ijazah tidak sama. Juga apakah ijazah asli atau bukan. Dalam hal ini yang bisa dilakukan adalah memastikan peraturannya harus tegas. Sedangkan untuk masalah otentifikasi ijazah aspek legalitasnya harus ditekankan secara tegas ke dinas pendidikan, tentu dengan melihat aturan yang nanti dibuat. Diskusi tentang teknis pencalonan ini memang bisa dikatakan hanya sebatas peningkatan pemahaman saja. Pada praktiknya nanti, tetap harus menyesuaikan dengan undang-undang dan peraturan baru. Meski demikian, beberapa hal yang dibahas dalam diskusi ini juga menyangkut bagaimana menghadapi berbagai fenomena yang seringkali terjadi dan bisa disikapi dengan menegaskan sikap-sikap tertentu. Nurani, divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini malah menjadi sarana yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan KPU kabupaten Trenggalek. “Mendiskusikan teknis-teknis pemilu adalah sarana untuk terus memperbaiki diri agar ke depan kinerja KPU Trenggalek semakin baik, profesional dan berintegritas”, kata Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
106

JUM’AT SEHAT : KPU TRENGGALEK MENDAKI GUNUNG KUNCUNG

Jumat Sehat sebagai program kegiatan “cari keringat” di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek semakin ajeg dan kompak pelaksanaannya. Seperti kali ini, kegiatan Jumat sehat  masih menempuh kegiatan Jalan Sehat menaiki gunung. Setelah Jumat minggu lalu KPU Trenggalek sudah menakhlukkan puncak Gunung Jaaz yang punya pemandangan indah sepanjang perjalanan dan ‘view’ yang bisa dilihat dari puncaknya, kali ini para komisioner dan pegawai yang semakin mencintai gunung ini menaiki Gunung Kuncung. Gunung Kuncung adalah salah satu gunung di kota Trenggalek, letaknya di sebelah barat utara Gunung Jaaz. Rute yang harus ditempuh untuk naik gunung ini di awal perjalanan adalah sama. Hanya saja setelah masuk ke perkampungan penduduk Dukuh Cengkong Desa Tamanan, para pendaki harus mengambil arah kiri lalu ke utara. Beda dengan Gunung Jaaz yang ke timur. Jalan menaiki gunung Kuncung memang tak seekstrim jalan menaiki Gunung Jaaz seperti minggu lalu. Tingkat kenaikannya tidak terlalu curam. Sehingga, perjalanan yang ditempuh juga bisa relatif cepat. Keindahan yang paling dahsyat adalah ketika sudah mulai turun setelah menakhlukkan puncak, karena melewati jalan setapak yang ada di tebing. Kanan adalah bagian punggung gunung, sedangkan kiri adalah jurang yang di kejauhannya menghamparkan pemandangan indah perkampungan dan gunung-gunung lain di seberang kecamatan. Seperti sebelumnya, di puncaknya, para pendaki dari KPU Kabupaten Trenggalek beristirahat sebentar. Sambil selfi-selfi. Sambil menikmati sejuknya udara yang dihasilkan oleh suasana, dengan pohon-pohon yang daunnya lumayan banyak. Pohon-pohon tumbuh agak jarang. Sedangkan di bawahnya tanah gembur yang dari tandanya baru ditanami Ketela yang sudah dipanen oleh penduduk sekitar. Sementara bagian tanah lainnya banyak ditumbuhi Kenikir, tanaman yang daunnya bisa dijadikan bahan sayuran yang lezat. Tidak lama istirahat di puncak, hanya sekitar 15 menitan, kemudian “pasukan” KPU Kabupaten Trenggalek memutuskan untuk turun. Jalan turun ini cukup asyik karena melintasi jalan setapak yang kanan kirinya adalah tanah yang dijadikan kebun singkong oleh para penduduk. Sekitar 20 menit, perjalanan turun sudah tiba di rumah pertama yang  ada. Dengan sampainya rumah pertama itu, artinya telah sampai di Desa lain dan kecamatan lain. Yang awal naiknya adalah Desa Tamanan Dukuh Cengkong, kini turun di Desa Ngentrong Kecamatan Karangan. Artinya perjalanan yang ditempuh tadi adalah melingkar ke kiri. Rumah pertama sebenarnya masih daerah pegunungan karena adalah salah satu rumah dari beberapa rumah yang berada dikaki gunung. Dari situ ternyata untuk menuju kantor KPU tidak terlalu jauh. Kira-kira, setengah jam kemudian baru sampai kantor KPU Trenggalek. Lilis, pegawai honorer KPU Kabupaten Trenggalek, merasa puas dengan rute jalan sehat kali ini. “Sebab dibanding yang kemarin, relatif tak berat tetapi pemandangan yang dilalui tak kalah indahnya”, kata perempuan yang tinggal di Desa Salamrejo Kecamatan Karangan itu. [Hupmas]


Selengkapnya