Berita Terkini

68

LAGI, KPU TRENGGALEK JUMAT SEHAT NAIK GUNUNG

Meskipun tidak semua komisioner dan pegawai ikut bergabung, Jumat Sehat di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek tetap terlaksana pada pagi ini (Jumat, 14/10/2016). Jumat Sehat kali ini diisi dengan kegiatan Jalan Sehat naik gunung. Menurut, Ali Imron salah satu pegawai KPU Kabupaten Trenggalek, olah raga jalan kaki naik gunung memang seringkali ditempuh karena hal itu adalah yang paling cepat untuk mengeluarkan keringat. “Tidak perlu joging lari-lari, upaya menempuh jalan setapak yang naik cukup menguras tenaga dan memompo keringat”, kata Imron. Selain itu, tambah Imron, pemandangan di daerah pegunungan amat indah dan bisa melihat bagaimana perkampungan di bawah gunung. “Selain udaranya juga segar dan dengan lewat jalan yang di kanan-kiri penuh pohon dan tanaman, seakan ada suasana baru yang menyehatkan”, tambah pria yang kebetulan rumahnya di dekat gunung yang seringkali dinaiki dalam acara Jumat Sehat itu. Imron juga seringkali berperan sebagai penunjuk jalan. Seperti jalur baru yang pagi ini dilalui, Imron juga berjalan paling depan. Kebetulan ini adalah jalur baru, meskipun tetap pada lingkar gunung yang sama. “Gunung Cilik”, kata Imron. Sebuah bukit yang terletak di   barat Gunung Jaaz dan Gunung Kuncung. Kedua gunung ini letaknya di barat pusat kota Trenggalek, masih masuk wilayah kecamatan Trenggalek. Pohon-pohon besar tampak banyak tumbuh. Daunnya lebat. Juga tanaman di bawahnya. Salah satunya karena memang ini adalah musim hujan. Sayangnya memang tidak semua ikut bergabung. Hanya 10-an orang yang ikut. Yang lain tampaknya juga olahraga sendiri, sebagian kecil sibuk di kantor. Dimulai sekitar pukul 08.00 berangkat dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek, rombongan jalan sehat jalan ke arah utara. Memang, banyak pegunungan dan buki yang indah tepat arah utara kantor KPU, kira-kira jaraknya sekitar 2 kilometer. Dari barisan gunung itu, kantor KPU Kabupaten Trenggalek kadang dari titik tertentu juga kelihatan dari atas. [Hupmas]


Selengkapnya
61

BIMBINGAN TEKNIS PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH

Untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik sesuai bidangnya, Komisi Pemilihan Umum terus meningkatkan kapasitas pegawainya. Kali ini dilakukan dengan cara mengadakan Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, yang diadakan oleh KPU Propinsi Jawa Timur. Tak ketinggalan, KPU Kabupaten Trenggalek juga  mengirimkan staffnya untuk mengikuti diklat tersebut. Acara yang dimulai pada Hari Selasa (11/10/2016) lalu dan bertempat di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya ini diikuti para peserta yang merupakan   utusan Staff KPU Propinsi dan Kabupaten/Kota se Jawa Timur. Dari KPU Kabupaten Trenggalek yang ikut diklat ini adalah Hanes Mustika Hadi yang merupakan staf di Subag Hukum. Hanes akan didiklat selama  4 hari, terhitung mulai 11 sampai dengan 14 oktober 2016. Menurut Wiratno Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek, acara diklat ini amat penting karena bisa meningkatkan kapasitas pegawai yang nantinya akan mendukung kegiatan pengadaan barang dan jasa di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek.  Wiratno menambahkan,   peserta yang lulus dalam diklat ini nantinya akan memperoleh  sertifikat sebagai pengakuannya dalam keahliannya dalam pengadaan barang dan Jasa. “Hal ini akan penting untuk diikuti karena sebagai lembaga Negara, pengadaan barang dan jasa ada aturan yang jelas yang harus dipatuhi”, tegasnya. Hari ini (Kamis, 13/10/2016) sudah masuk hari ketiga dari acara diklat tersebut. Acara diklat ini sdudah dimulai sejak selasa dengan pembukaan acara dimulai  sekitar jam  13.00 WIB siang ini. Ada sekitar 40 peserta yang ikut. Mereka merupakan utusan dari KPU Propinsi Jawa Timur dan KPU Kabupaten/Kota Sejawa Timur. Setelah dibuka oleh Komisioner KPU Propinsi Jawa Timur, acara langsung diisi oleh para pemateri dari Lembaga Pengadaan Barang/Jasa  Pemerintah (LKPP). [Hupmas]


Selengkapnya
61

PENDIDIKAN DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN MENJELANG PEMILIHAN KETUA OSIS

Untuk kesekian kalinya, KPU Kabupaten Trenggalek masuk sekolah  untuk memperkenalkan wawasan demokrasi dan kepemiluan. Kali ini tim  pendidikan pemilih dari KPU Kabupaten Trenggalek masuk di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kampak, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek. Menurut Nurani komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas), kali ini acara agak berbeda karena bukan hanya memperkenalkan wawasan demokrasi dan kepemiluan. Sebab, menurut Nurani, materi yang kali ini disampaikan juga lebih teknis dalam kaitannya dengan teknik penyelenggaraan pemilihan di sekolah. “Akan ada pemilihan ketua OSIS, sehingga kami juga mendiklat  dengan memperkenalkan cara yang paling demokratis di sekolah untuk memilih ketua OSIS-nya”, papar Nurani. Selain Nurani, hadir dalam acara ini dari KPU Kabupaten Trenggalek antara lain Ketua KPU Kabaten Trenggalek, Nur Huda komisioner Divisi Keuangan dan Logistik, dan Atok Kris Supanto staf subagian teknis dan hupmas. Tim dari KPU Kabupaten tiba di MTsN Kampak sekitar pukul 08.45 WIB. Setelah berbincang-bincang dengan kepala madrasah, Bapak Agung Suyoto dan beberapa guru di ruangnya, acara kemudian dimulai sekitar pukul 09.10. Acara dibuka oleh Kepala Madrasah, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Trenggalek yang langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Nurani da Nur Huda. Peserta acara ini terdiri dari para guru dan 125 siswa mewakili pengurus OSIS, Majelis Permusyawaratan Kelas, dan perwakilan kelas. Acara berakhir sekitar pukul 12.00 WIB. [Hupmas]


Selengkapnya
62

KPU TRENGGALEK KAWAL PEMILU SEKOLAH DI MTsN KAMPAK

Kehadiran KPU Kabupaten Trenggalek di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kampak ternyata telah membuahkan kerjasama lebih lanjut, bukan hanya berhenti pada kegiatan Diklat Pemilu Sekolah hari ini saja. Tapi, pihak sekolah melalui Kepala Madrasah juga menginginkan agar KPU Kabupaten Trenggalek juga mengawal da medampingi proses demokrasi sekolah yang akan berlangsung hingga terpilih dan dilantiknya Ketua OSIS di sekolah tersebut. Hal itu disampaikan oleh Agung Suyoto, Kepala Madrasah MTsN Kampak di sela obrolan di ruang kerjanya sebelum acara diklat dimulai. Kemudian ia mempertegas lagi dalam sambutan pembukaan acara Diklat tersebut. “Kami harapkan KPU juga setelah ini masih mau mengawal hingga ketua OSIS terpilih, jadi hari ini bukan kedatangan pertama dan terakhir”, demikian papar Agung Suyoto. Hal ini langsung disambut oleh KPU Kabupaten Trenggalek. Setelah acara selesai, pihak KPU Kabupaten Trenggalek siap mendampingi proses berlangsungnya pemilihan Ketua OSIS, termasuk akan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kualitas partisipasi dan pengawalan aturan dan teknis pemilihan. KPU Kabupaten Trenggalek bahkan akan diberi waktu lagi untuk melakukan sosialisasi untuk memotivasi siswa MTsN Kampak, dengan melalui arahan sebagai pembina upacara pada besok hari Senin (16/10/2016). Selain itu, dari pihak KPU juga akan sering datang ke MTsN Kampak untuk melakukan pengawalan dan pendampingan. Sebagaimana dikatakan Nur Huda, pihak KPU Kabupaten Trenggalek juga menawarkan fasilitasi kotak suara agar pihak sekolah tak perlu repot-repot mencari peralatan  tersebut. “Intinya, untuk fasilitasi, kita siap  dimanfaatkan apa-apa yang kita mampu da kita punya, sebab ini momentum luar biasa untuk pendidikan demokrasi bagi pelajar”, tegas Nur Huda kepada Kepala Madrasah.  [Hupmas]


Selengkapnya
75

KPU TRENGGALEK MAKSIMALKAN DIALOG INTERAKTIF DI RADIO

Sejak siaran terjadwal perdana di radio dalam rangka menyosialisasikan demokrasi dan kepemiluan di masyarakat, KPU Kabupaten Trenggalek berusaha untuk memaksiamalkan agar siaran tersebut juga diikuti oleh dialog interaktif antara pemateri dengan publik (pendengar) melalui saluran telfon yang ada. Salah satu cara yang dilakukan adalah membuat undangan partisipasi interaktif yang didesain dalam bentuk gambar yang akan debarkan lewat media sosial seperti facebook, WhatsApp, twitter, dan lain sebagainya. Menurut Divisi Sumber Daya Manusia dan Partipasi Pemilih (SDM&Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek Nurani, siaran pertama di Radio Fortuna FM yang on air pada Selasa 04 Oktober lalu sudah mulai ada partisipasi dari pendengar. “Meskipun jumlahnya tiga orang, saya pikir ini sudah luar biasa, makanya harus ditingkatkan lagi”, tegas pria berkepala botak ini. Nurani mengatakan, jika belum ada sosialisasi saja sudah ada yang berpartisipasi interaktif, harapannya jika nanti undangan lewat media dan pemberitahuan “getok tular” lewat jejaring komunikasi sudah dilakukan, barangkali akan bisa lebih banyak yang berpatisipasi. Sebab, menurut Nurani, pendidikan pemilih sebagai sebuah bentuk komunikasi akan lebih baik jika terjadi secara dua arah. “Efek komunikasi dua arah lebih besar dan kuat, dibanding satu arah”, tambahnya. Dengan diberinya jadwal KPU Kabupaten Trenggalek untuk siaran di dua radio yang sudah sepakat untuk memfasilitasi, yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa jadwal tersebut bisa diketahui khalayak. “Sehingga mereka tahu jadwalnya dan tahu bahwa KPU Trenggalek sedang  siara dan mereka akan bisa bertanya tentang hal-hal yang ingi diketahui sekitar pemilu dan demokrasi”, tambah Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
63

TINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH : KPU RI ADAKAN LOMBA FILM PENDEK

Dalam upayanya meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengadakan Festival Film Pendek berhadiah total Rp 50 juta. Tema acara ini adalah “Dari Keluarga Untuk Indonesia Memilih”. Sebagaimana disampaikan oleh Ferry Kurnia Rizkiansyah  anggota KPU RI, acara ini memang dimaksudkan untuk meningkatkan partipasi pemilih sebab partisipasi yang meningkat dalam pemilu merupakan legitimasi dari pemilu itu sendiri. ‘’Untuk itu, partisipasi masyarakat harus terus didorong dengan kreasi dan strategi yang menarik. Salah satu upaya yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah menggelar Festival Film Pendek”, ’ ujar Ferry sebagaimana dikutip dari website KPU RI. Ferry menjelaskan bahwa film merupakan karya seni yang banyak diminati masyarakat lintas usia, juga sebagai alat untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak melalui media cerita. ‘’Film pendek dipilih karena biaya produksi yang rendah, durasi yang singkat, dan dapat dibuat oleh tim kecil. Diseminasi film pendek juga dapat dilakukan melalui berbagai media elektronik dan media sosial,’’ katanya. Sementara itu, anggota KPU RI lainnya, Sigit Pamungkas, mengatakan bahwa dipilihnya tema “Dari Keluarga Untuk Indonesia Memilih” berkaitan dengan tujuan agar peserta nantinya bisa mengeksplorasi drama keluarga dalam partisipasi aktif tentang nilai-nilai demokrasi dan proses kepemiluan. Keluarga adalah unit kecil di masyarakat yang penting untuk sosialisasi nilai-nilai  demokrasi dan kepemiluan. Festival film pendek ini  terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia dan bersifat gratis atau tidak dipungut biaya.  Peserta dapat mendaftar perorangan atau kelompok dengan mengisi formulir yang dapat diunduh di www.kpu.go.id mulai tanggal 7 Oktober 2016 dan dikirim ke alamat email ffpkpu@gmail.com paling lambat 1 Desember 2016 atau batas akhir pengiriman hasil karya festival. Penentuan dan penganugerahan pemenang akan dilakukan pada tanggal 9 Desember 2016. Syarat lainnya adalah bahwa film pendek yang dibuat peserta adalah film non-dokumenter dengan durasi 5-10 menit. Tema dan isi film  bersifat non-partisan, tidak mengandung unsur SARA, pronografi, dan hal-hal lain yang bertentangan dengan etika, norma, dan hukum yang berlaku.  Juga dipersyaratkan bahwa  apabila ide film ini berasal dari adaptasi karya sastra atau pengalaman hidup, harus disebutkan sumbernya. Musik ilustrasi juga hendaknya karya orisinal, apabila karya pihak lain, harus menyertakan surat izin. Dewan juri yang akan menilai karya film pendek yang dikirimkan tidak tanggung-tanggung. Mereka adalah Mathias Muchus (Pemain/Sutradara), Marcella Zalianty (Produser), Wulan Guritno (Pemain film), dan Avesina Soebli (Kreator dan Produser), serta Komisioner KPU RI. Pemenang festival ini akan mendapatkan trophy, sertifikat, dan hadiah uang tunai yaitu Pemenang Terpuji Rp. 25.000.000, Pemenang Favorit Rp. 15.000.000, dan Pemenang Terinspiratif Rp. 10.000.000.  [Hupmas]


Selengkapnya