Berita Terkini

55

RADIO PUBLIK SIAP FASILITASI KPU TRENGGALEK SIARAN SOSIALISASI

Upaya KPU Kabupaten Trenggalek untuk   melakukan pendidikan politik terus dimaksimalkan. Sehingga kerjasama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan. Salah satunya adalah bekerjasama dengan media, termasuk media audio seperti radio. Setelah beberapa waktu lalu Radio Furtuna FM telah bersepakat untuk memfasilitasi KPU Kabupaten untuk talkshow dengan tema demokrasi dan kepemiluan, ada satu lagi Radio yang siap memfasilitasi siaran sosialisasi, yaitu Radio RKPD Praja Angkasa. Radio ini adalah radio publik atau milik pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek. Radio yang bermarkas di pojok barat-selatan Alun-alun Trenggalek tersebut siap telah menjadwalkan waktu siaran oleh KPU Kabupaten Trenggalek untuk tahap awal, yaitu kurun waktu bulan Oktober hingga Desember 2016. Surat tentang jadwal Siaran dikirimkan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Trenggalek dengan Nomor Surat 045/1169/406.009/2016 yang ditandatangani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan  Sekretariat Daerah Ir. Agung Sujatmiko, M.Si. Berdasarkan jadwal siaran yang dilampirkan dalam surat tersebut, untuk Bulan Oktober, KPU Kabupaten Trenggalek mendapatkan jadwal siaran pada Hari Rabu, 26 Oktober 2016 pukul 10.00-11.00. Untuk bulan November, Hari Rabu tanggal 23 November 2016  pukul 10.00-11.00 dan Hari Rabu 30 November 2016 pukul 10.00-11.00. Sedangkan untuk bulan Desember ada tiga jadwal siaran, yaitu: Hari Rabu 14 Desember 2016 pukul 10.00-11.00, Hari Rabu 21 Desember 2016 pukul 10.00-11.00, Hari Rabu 28 Desember 2016 pukul 10.00-11.00. Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Trenggalek mengatakan bahwa pihaknya juga akan segera menyusun pembagian dan penjadwalan petugas sosialisasi dari KPU Kabupaten Trenggalek.  Ia berharap kegiatan yang tak menggunakan anggaran ini bisa maksimal. “Yang diperlukan adalah mempersiapkan materi agar penyampaiannya bisa maksimal dan menarik”, tegas Puguh. [Hupmas


Selengkapnya
58

MENDISKUSIKAN CARA MEMPERBAIKI POLA RAPAT-RAPAT DI KPU TRENGGALEK

Menindaklanjuti beberapa keluhan beberapa pegawai  di kantor KPU Kabupaten Trenggalek tentang pola rapat-rapat yang dianggap  menjenuhkan, kemarin (Selasa, 28/09/2016) diadakan rapat evaluasi dalam rapat kordinasi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas). Rapat itu dilakukan karena ada beberapa “suara” yang mengatakan bahwa terjadi kejenuhan akibat banyaknya rapat atau rapat-rapat yang sifatnya monoton. Karena itulah, rakor divisi SDM&Parmas KPU Kabupaten Trenggalek mengagendakan secara khusus untuk membahas tentang manajemen rapat. “Karena ini berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia dan bagaimana organisasi difungsikan, maka harus kita bahas dalam rapat khusus ini”, papar Nurani Divisi SDM&Parmas saat memulai rapat dalam posisinya sebagai moderator. Dalam rapat tersebut, tercurah dari pendapat salah satu pegawai bahwa dia pernah mendengar curhatan dari beberapa teman pegawai bahwa rapat-rapat sifatnya monoton, dan karena itu ia mengusulkan agar pola rapat diubah. Hal ini juga diakui masing-masing peserta rapat. Tetapi rapat menyepakati bahwa keberadaan rapat-rapat yang ada tidak bisa dikurangi frekuensinya. Sebagaimana ditegaskan ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto, rapat-rapat yang ada bermanfaat untuk melakukan kontrol kolektif terhadap kegiatan-kegiatan dengan maksud baik untuk memperbaiki kinerja, mulai rapat pleno mingguan tiap hari senin, rapat harian (analisa dan evaluasi  harian), hingga rapat masing-masing divisi bersama subag tiap hari minggu. Ditambahkan Suripto, bahwa keputusan  tentang pelaksanaan dan penjadwalan rapat-rapat yang dilaksanakan tersebut juga telah diputuskan dalam rapat pleno. “Sehingga, untuk merubah  pelaksanaan rapat, tentunya harus diputuskan dalam rapat pleno”, tegas Suripto. Diskusipun berfokus pada upaya memperbaiki pola-pola tiap rapat. Salah satu hal yang disoroti adalah soal partisipasi rapat. Nurani divisi SDM&Parmas mengatakan bahwa meskipun tidak sering terjadi, tapi kadang juga banyak yang tak hadir rapat tepat waktu atau bahkan tak datang. Menanggapi hal ini, Patna Sunu, divisi Hukum, mengatakan bahwa sebaiknya dikembalikan pada kesadaran masing-masing karena bagaimanapun kita tak bisa mengatur-ngatur orang sebab dasar kegiatan ini bukanlah “reward and punishment”. “Saya pikir kembalikan pada kesadaran masing-masing, nantinya akan sungkan sendiri. Jika rapat sudah saatnya mulai, ya dimulai saja”, tegas Patna Sunu. Sedangkan Gembong Derita Hadi, divisi program dan data, mengusulkan agar tidak monoton. Bahasa-bahasa rapat bisa lebih nyantai dan tidak terlalu formal pelaksanaannya. “Mungkin juga tempat rapat bisa diubah-ubah, juga sambil minum kopi juga bisa biar pikiran bisa ‘fresh’ dan nyantai”, kata Gembong. [Hupmas]


Selengkapnya
56

DIVISI SDM & PARMAS KPU TRENGGALEK : RAPAT JUGA BUTUH MANAJEMEN

Keberadaan rapat-rapat juga merupakan bagian dari manajemen organisasi, bahkan juga merupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia. Demikian dikatakan Nurani komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas). “Dan hal itu sebenarnya sudah dilakukan, yang awalnya dipimpin terus oleh ketua KPU, sejak seminggu lalu sudah mulai digilir moderator rapatnya”, kata  Nurani. Ditemui di ruang kerjanya pagi ini (Rabu, 28/09/2016)  Nurani mengatakan bahwa dari sisi itu sebenarnya secara otomatis upaya mengubah manajemen rapat telah dilakukan dengan sendirinya. “Waktu itu, bermula dari usulan bahwa agar moderator rapat analisa dan evaluasi harian digilir, agar tidak ketua KPU terus biar tidak monoton”, tegas pria berkepala botak ini. Nurani menambahkan, penggiliran moderator rapat itu selain agar tidak monoton juga disepakati sebagai upaya untuk meningkatkan SDM atau semacam pelatihan berbicara.  Harapannya, agar pemimpin rapat juga mempersiapkan diri dan belajar. Memimpi rapat butuh teknis.  Keefektifan dalam memimpin rapat penting karena ini adalah langkah pertama moderator rapat dalam memanajemen informasi kepada rekan-rekan kerja  dan mengkoordinasi langkah-langkahnya. “Pengarahan, pengawasan, dan evaluasi kinerja bersama merupakan produk penting dari sebuah rapat”, tambahnya. [Hupmas]


Selengkapnya
71

BUKU DATA DAN INFOGRAFIK PILEG DAN PILPRES 2014

Hari ini (Rabu, 28/09/2016) sekitar pukul 09.00, seorang petugas pos datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek mengantarkan sebuah paketan. Dari sampul terbaca dari mana pihak pengirimnya, yaitu dari KPU RI yang beralamatkan Jl. Imam Bonjol No 29 Jakarta. Setelah dibaca oleh Minuk Wijayanti, salah seorang pegawai, ternyata isinya adalah satu eksemplar buku berjudul “Data and Infographics Book 2014 Legislative and Presidential Elections” terbitan KPU RI. Buku itu langsung diantarkan ke ruang kerja ketua  KPU Kabupaten Trenggalek Suripto. Suripto mengatakan bahwa dirinya merasa senang atas kiriman ini karena buku tersebut akan sangat bermanfaat. Apalagi, buku infografis yang akan membantu pembaca di KPU Kabupaten Trenggalek untuk lebih mudah memahami isinya. “Pasti dengan buku yang didesain secara infografis seperti ini memudahkan kita memahami bagaimana tahapan penyelenggaraan hingga hasil pemilu 2014 lalu”, paparnya. Perlu diketahui bahwa istilah “Infographics” merupakan singkatan dari Information + Graphics. Jadi,  ia adalah bentuk visualisasi data yang menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan cepat. Proses pembuatan infografis disebut ‘data-visualization’, ‘information design’, atau ‘information architecture’.  Manfaat infografis adalah bahwa penyampaian  informasi secara visual memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan teks, karena manusia dapat jauh lebih cepat menangkap informasi yang disampaikan. Salah satu alasannya adalah informasi yang ditangkap secara visual akan diproses sekaligus oleh otak, berbeda dengan informasi yang disampaikan via teks, dimana informasi akan diproses secara linear (dari awal kalimat hingga ke ujung kalimat). Karena itulah, Suripto mengatakan bahwa pembuatan buku infografis seperti yang dibuat KPU RI bisa menjadi contoh untuk bisa dibuat di KPU propinsi maupun KPU Kabupaten/Kota, termasuk Trenggalek. Sebab, menurutnya, ketika orang ingin mengetahui data dan info tentang pelaksanaan pemilihan umum, infografik bisa menyuguhkan pemahaman yang lebih mudah daripada buku laporan yang selama ini dibuat yang isinya kebanyakan teks dan tabel yang kurang menarik. Mengingat pentingnya pentingnya arsip dan data yang memberikan informasi yang seringkali dibutuhkan oleh siapa saja yang ingin mendapatkan informasi sebagai hak publik, maka desain laporan infografis semacam itu akan lebih bermanfaat. Suripto yakin kemampuan mendesain buku semacam itu bisa dilakukan di daerah termasuk KPU Kabupaten Trenggalek. Tetapi memang, tambahnya, biaya cetaknya  lebih mahal. “Jadi tergantung apakah anggarannya ada atau tidak, seharusnya harus dianggarkan biar kita bisa menggarap buku semacam ini”, imbuhnya. [Hupmas]


Selengkapnya
67

PENULIS SKRIPSI TENTANG PILKADA TRENGGALEK 2015 BERKUNJUNG KE KPU

Reta Dia Alfrista, mahasiswi cantik dari Universitas Brawijaya Malang jurusan Ilmu Pemerintahan, beberapa bulan lalu beberapa kali datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Waktu itu ia datang untuk melakukan wawancara dengan ketua KPU Kabupaten Trenggalek dan memohon bantuan data tentang Pilkada Trenggalek yang terselenggarakan pada tahun 2015 lalu. Dia juga minta nomer kontak dan dihubungkan  dengan para ketua partai politik yang ada di Trenggalek untuk melakukan wawancara. Ternyata proses riset dan penulisan skripsi tersebut sudah rampung. Dan hari ini (Rabu, 28/09/2016) mahasiswi ini datang ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek untuk menyerahkan hasil karyanya, yaitu satu bendel skripsi yang menandai bahwa ia hasil penelitiannya telah lulus sidang dan akan menghantarkannya menjadi sarjana yang akan diwisuda sekitar akhir Oktober 2016 nanti. Reta ditemui Divisi SDM dan Parmas, Nurani, bersama beberapa staf di ruang rapat KPU Kabupaten Trenggalek.  Reta datang selain untuk memberikan satu bendel skripsi hasil karyanya, juga ingin menyampaikan terimakasih pada KPU Kabupaten Trenggalek yang telah membantu kelancaran proses penelitian baik data maupun riset di lapangan. “Kalau tidak ada KPU Kabupaten Trenggalek, bisa dipastikan saya tak mendapatkan  data-data yang saya butuhkan dan kesulitan ketemu orang-orang yang menjadi informan”, papar Reta. Nurani mengatakan bahwa dirinya mewakili KPU Kabupaten Trenggalek juga mengucapkan terimakasih karena Reta menggunakan data KPU Trenggalek yang memang bisa diakses oleh siapa saja. “Apalagi untuk kepentingan yang cukup baik dan membawa manfaat, kami juga mengucapkan terimakasih termasuk untuk bendelan skripsi yang bisa menambah data dan dokumen di kantor kami”, jawab Nurani. Nurani menambahkan, selanjutnya bendelan skripsi itu akan bisa menambah koleksi dokumen dan buku di perpustakaan KPU Kabupaten Trenggalek, yang juga ingin didesain jadi bagian dari Rumah Pintar Pemilu. “Kami akan memanfaatkan skripsi 148 halaman ini,  kami yakin manfaatnya banyak sekali”, tambah Nurani.  [Hupmas]


Selengkapnya
59

KPU TRENGGALEK SIAP MEMAKSIMALKAN DAN MENJADWAL LAGI PENDIDIKAN PEMILIH, MESKI TANPA ANGGARAN

Menanggapi instruksi KPU Republik Indonesia agar KPU Kabupaten/Kota melaksanakan pendidikan pemilih secara intensif, massif, dan berkesinambungan kepada berbagai kelompok masyarakat, KPU Kabupaten Trenggalek siap melaksanakan instruksi tersebut, meskipun tidak ada anggaran untuk pelaksanaan pembiayaannya. Nurani, selaku divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) yang memang punya tugas pokok untuk bidang kegiatan itu, menyatakan siap melaksanakan instruksi yang tertuang dalam Surat Nomor 525/KPU/IX/2016 yang ditandatangani oleh Ketua KPU RI Juri Ardiantoro pada tanggal 21 September 2016 itu. “Kami siap, dan kami memang sudah melakukan sejak beberapa bulan lalu ketika KPU menginstruksikan agar komisioner bekerja full time dan tidak double-job, yang maknanya waktu itu kami terjemahkan dengan memaksimalkan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing meskipun tak ada instruksi dari KPU pusat”, tegas Nurani. Pria yang juga dikenal dengan aktivis literasi ini memang sudah melakukan kegiatan pendidikan pemilih dengan memanfaatkan berbagai forum dan lembaga yang bisa dimasuki, antara lain lewat kegiatan sekolah, komunitas, juga memanfaatkan media seperti radio. Nurani menambahkan, meskipun tidak ada biaya untuk kegiatan, tapi dengan memanfaatkan kerjasama dengan pihak lain kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih bisa dilakukan. Untuk itu, menurut pria berkepala botak ini, KPU Kabupaten Trenggalek tinggal melanjutkan apa yang sudah dilakukan dan mengikuti arahan KPU RI yang menginstruksikan untuk membuat jadwal kegiatan. Arahan lainnya adalah bahwa kegiatan pendidikan pemilih harus tetap menjaga independensi lembaga KPU. Dalam kaitan dengan hal itu, menurut Nurani, KPU Kabupaten Trenggalek juga sudah membuat jadwal pendidikan pemilih meskipun baru kegiatan siaran dan talk show di radio. “Kami sudah menjadwalkan siaran dan talkshow di dua radio” yakni di Radio Fortuna FM dan RKPD Trenggalek, papar Nurani. Oleh karena itulah, menurutnya, KPU Trenggalek akan  memaksimalkan kegiatan dengan menggandeng pihak lain. Salah satu pihak yang diajak kerjasama adalah dinas pendidikan, agar mau menginstruksikan agar dari KPU Kabupaten Trenggalek kembali diberi kesempatan untuk menyampaikan penyadaran pada  pelajar lewat upacara hari Senin dalam posisi sebagai pembina upacara. “Kami sudah menyiapkan surat, dan insyaallah minggu ini kami akan ‘sowan’ ke kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Trenggalek seperti sebelum-sebelumnya”, kata Nurani.   [Hupmas]


Selengkapnya