Berita Terkini

49

SIARAN KEPEMILUAN DI RPKT MEMBAHASA PENDIDIKAN PEMILIH

KPU Kabupaten Trenggalek kembali melakukan siaran kepemiluan di radio. Kali ini (Rabu, 14/12/2016) juga masih dilakukan di Radio RPKT Trenggalek yang merupakan radio pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek. Siaran interaktif yang dipandu Penyiar, Raras, dimulai sejak pukul 10.10 hingga 11.05. Dari KPU Kabupaten Trenggalek yang menjadi pemateri kali ini adalah Nurani, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat. Tema yang diangkat adalah tentang pendidikan pemilih. Dimulai dengan menjawab pertanyaan pemandu kenapa pendidikan pemilih  itu penting, Nurani menjelaskan bahwa   keberadaan pemilih merupakan suatu yang tak terpisahkan dari demokrasi itu sendiri. Pemilih adalah elemen pemilihan yang menentukan bagi kualitas pemilu, selain peserta pemilu maupun  pelaksana pemilihan itu sendiri. Ditambahkan oleh Nurani, jika pemilih ditingkatkan kualitasnya, maka kualitas demokrasi dan pemilihan meningkat. Tetapi, menurut pria berkepala botak ini, memang kualitas pemilih itu bukan hanya dilihat dari konteks penyelenggaraan pemilu, tapi juga bagaimana mereka bersikap terhadap hasil pemilu. “Mengawal wakil rakyat atau pemegang jabatan dari hasil pemilihan  amat penting, sebab di situlah pejabat yang kita pilih akan menunjukkan tingkahlakunya dalam menjalankan kekuasaan yang diberangkatkan oleh pemilu dan suara pemilih”, tegasnya. Tak lupa Nurani menjelaskan bahwa saat ini KPU se-Indonesia ditugasi untuk melakukan pendidikan pemilih sesuai dengan kemampuan dan kreativitas masing-masing di tengah tiadanya anggaran untuk kegiatan ini. Tiadanya anggaran bukan merupakan hambatan, tetapi harus dilihat sebagai tantangan. Dalam diskusi ini juga dibahas tentang siapa pemilih yang menjadi prioritas pendidikan pemilih. Pemandu acara juga menanyakan  beda antara pendidikan pemilih yang dilakukan KPU dengan pendidikan politik yang dilakukan partai politik. Selain menjelaskan hal tersebut, Nurani juga menginformasikan bahwa pendidikan politik yang dilakukan partai politik juga dibiayai oleh negara melalui bantuan keuangan untuk partai politik yang mendapatkan kursi di DPR RI dan DPRD. Bantuan itu minimal 60% harus digunakan untuk kegiatan pendidikan politik. Acara diskusi talkshow di radio ini dibagi menjadi tiga sesi, dengan selingan iklan komersil dan iklan layanan masyarakat. Meskipun tidak ada penanya yang berinteraksi lewat telfon, acara berjalan dengan lancar. [Hupmas]


Selengkapnya
49

LAPORAN KINERJA BULAN NOVEMBER KPU TRENGGALEK SUDAH DIKIRIM

Laporan kegiatan merupakan bentuk perewujudan akuntabilitas lembaga untuk mempertanggungjawabkan apa yang diembannya sebagai tugas. Juga bisa dilihat sebagai upaya untuk menunjukkan adanya keterbukaan tentang apa saja yang telah dilakukan. Karena itulah, tiap bulan KPU Kabupaten Trenggalek selalu berusaha membuat laporan kinerjanya secara tepat waktu dan sistematis. Laporan kinerja bulan Nomber pun juga sudah dikirimkan tepat waktu pada Hari Rabu (07/12/2016) kemarin. Laporan bulanan untuk Bulan November  2016 ini  memuat serangkaian kegiatan apa saja yang dilakukan KPU Kabupaten Trenggalek selama satu bulan di bulan ke-11 tahun 2016 ini. Di dalamnya memuat kelanjutan dari kegiatan bulan sebelumnya yang belum selesai, atau memuat kegiatan-kegiatan baru yang telah dilakukan selama bulan September. Yang dilaporkan di sini adalah baik kegiatan yang menggunakan anggaran DIPA 2016 ataupun kegiatan yang tidak berbasis pada anggaran. Menurut Woro Wikan Maheswari staf di subagian Teknis dan Hupmas yang menjadi salah satu tim laporan kinerja, secara umum dilihat dari laporan kinerja bulan November, KPU Kabupaten Trenggalek masih menjaga langgam kerjanya seperti sebelumnya yang lumayan baik. “Kinerjanya  tetap bagus, masing-masing divisi dan subagian juga tetap produktif”, papar Woro. Hingga November 2016, upaya meningkatkan kapasitas SDM masih terus konsisten dikawal dengan evaluasi harian dan mingguan melalui rapat. Dalam hal ini Komisioner terutama Ketua KPU kabupaten Trenggalek selalu melakukan motivasi pada para pegawai di rapat harian, mingguan, dan bulanan. Juga masih ada  rapat untuk peningkatan kapasitas, misalnya diskusi tentang tahapan pemilu yang dilakukan Divisi Teknis. Juga kelanjutan kegiatan asesment pegawai oleh Divisi SDM dan Parmas, dengan pemateri masih kelanjutan divisi Hukum, Organisasi, dan SDM. KPU Kabupaten Trenggalek juga meningkatkan kapasitas dengan mengikuti Bimtek di Propinsi, antara lain: Diklat Sistem Pengendalian Internal Pemerintah, 04 November 2016, Aula KPU Jawa Timur; Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknis Peliputan Pemberitaan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kepemiluan dan Pemilihan. Acara berlangsung selama 2 hari di Bojonegoro, mulai Selasa-Rabu, 08-09 November 2016; dan Bimtek Dokumen Teknis Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, serta Pilkada Rakor Divisi Teknis KPU Se-Jatim, Selasa 29 November, di Aula KPU Jawa Timur. Untuk kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan untuk bulan November juga terus dilakukan. Setelah  pada bulan Oktober ada MoU antara KPU RI dengan Kementerian Dalam Negeri, ada rasa percaya diri dari personil KPU Kabupaten Trenggalek untuk terjun ke desa untuk mencari data.  Dalam bulan November juga ada kordinasi dengan Dinas Sosial untuk meminta data pemilih yang menyandang difabel, meskipun hingga saat ini data belum diperoleh (masih dijanjikan). Di bulan November 2016 KPU Kabupaten Trenggalek kembali terlibat dalam kegiatan sosialisasi terkait tema sosial-politik di Trenggalek. Acara sosialisasi melalui upacara di mana dari petuga sosialisasi KPU Kabupaten Trenggalek menjadi pembina (inspektur) upacara. KPU Kabupaten Trenggalek selama bulan november masuk menjadi pembina upacara di tiga sekolah, yaitu SMK Muhammadiyah Trenggalek, SMPN 1 Pule, dan SMAN 1 Karangan. Sementara itu pengawalan demokrasi sekolah melalui Pemilihan Ketua OSIS juga dilakukan di MTsN Panggul. Kegiatan pada hari Rabu tanggal 23 November tersebut  termasuk momen luar biasa karena secara penuh KPU kabupaten Trenggalek masuk untuk memberikan arahan melalui ceramah pada panitia, dan pengawalan praktik pemilihan yang amat disambut baik pihak sekolah. [Hupmas]


Selengkapnya
114

KAPOLRES “GANTENG” DAN KENANGAN PILKADA TRENGGALEK 2015

Pindah tugas merupakan hal yang wajar bagi mereka yang menjabat sebagai anggota Polri. Demikian juga bagi AKBP I Made Agus Prasatya, S.I.K. M.Hum yang memang harus menjalankan tugas negara sebagai polisi muda yang kariernya masih panjang. Dari Trenggalek, ia dipindahtugaskan ke Kabupaten Madiun, tentu dapat dikatakan sebagai bagian dari  perjalanan kariernya yang akan menanjak lagi. Menurut Nurani Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Trenggalek, Made (begitu ia menyebutnya) merupakan sosok polisi yang banyak disukai masyarakat. “Bukan hanya karena terkenal ganteng, tapi memang sosoknya cerdas dan akrab dengan berbagai kalangan mulai dari kalangan pejabat hingga aktivis lsm dan aktivis facebook”, papar Nurani. Nurani teringat bagaimana saat ia diajak Ketua KPU Trenggalek Suripto dan sempat ngobrol panjang soal Trenggalek. Menurut Nurani, Made adalah sosok muda yang  cerdas. “Wawasannya luas dan lumayan suka membaca untuk menambah wawasan,  bisa dipastikan kariernya akan cemerlang karena ia tipe polisi intelek”, tegas Nurani. Sosok Made bagi KPU Kabupaten Trenggalek memang cukup dekat. Salah satunya karena adanya momen Pilkada 2015. Momen politik elektoral itulah yang mendekatkan  lembaga kepolisian dan KPU Kabupaten Trenggalek. Para komisioner dan pejabat KPU Kabupaten Trenggalek sering sekali bertemu dalam berbagai kesempatan, baik acara formal maupun informal. “Bahkan tak segan-segan ia datang ke kantor KPU untuk melihat persiapan pemilu, beberapa kali hal itu dilakukan”, kenang Nurani. Pilkada Trenggalek 2015 yang merupakan ajang kompetisi bagi dua pasangan calon, yaitu pasangan Emil Elestianto-Muchammad Nur Arifin dan pasangan Kholik-Priyo Handoko, berada dalam situasi yang lumayan panas suhu politiknya dibanding tahapan pemilihan sebelum-sebelumnya. Karena calonnya hanya dua pasang secara “head to head”. Di sini Made bertindak secara sigap sejak awal. Dengan memetakan situasi dan kekuatan, serta memantau terus perkembangan informasi di bawah dan di kalangan tim sukses, iapun bisa membuat situasi berjalan secara kondusif. Pertentangan dan manuver-manuver politik  segera dicegah agar tidak mengarah pada situasi chaos yang membawa dampak negatif bagi masyarakat Trenggalek. Trenggalek, kota dengan seribu keindahan sejuta kedamaian, begitu AKBP I Made Agus Prasatya, S.I.K. M.Hum menyebutnya ketika memasuki gerbang Mapolres sebagai Kapolres Trenggalek pertengahan bulan Maret 2015 yang lalu.  Di bawah pimpinannya, kepolisian Trenggalek banyak melakukan kegiatan-kegiatan baik yang berupa penegakkan hukum terhadap  kejahatan, pencegahan, hingga melakukan aksi sosial, pelestarian  lingkungan hidup, terjun ke lahan pertanian, hingga sosialisasi pada masyarakat termasuk pada pelajar. Di bawah kepemimpinannya, angka kriminalitas  yang berhasil diselesaikan kepolisian cukup tinggi, mencapai 80 % dari total 350 kasus.   Oleh karenanya, setelah dilantik oleh Kapolda Jatim sebagai Kapolres Trenggalek, hal pertama yang ia lakukan adalah “audit organisasi”. Ia ingin mengetahui kekuatan, kelemahan dan potensi yang dimiliki oleh organisasi. Audit organisasi memang jamak dilakukan oleh perusahaan atau korporasi besar untuk memaksimalkan potensi yang ada guna meningkatkan produktifitas kerja. Bukan hal mudah sebenarnya, karena audit organisasi membutuhkan campur tangan banyak pihak yang tentu saja objektivitasnya perlu ditanyakan mengingat “pihak” disini adalah anggota Polres Trenggalek sendiri yang memiliki keterkaitan erat dengan satuan yang selama ini dinaunginya. Guna mewujudkan kehadiran negara di masyarakat, Polres Trenggalek telah menggelar beberapa program inovasi dan kreasi yang pada dasarnya adalah mengoptimalkan semua potensi yang ada agar keberadaan Polri semakin dirasakan oleh masyarakat. Nama Trenggalek memang sudah tak asing lagi di telinga Made Agus. Ia  pernah menjabat sebagai Kasat lantas Polres Tulungagung ketika berpangkat Ajun Komisaris Polisi yang secara geografis berdekatan dengan Trenggalek. [Hupmas]


Selengkapnya
51

KASUBAG HUKUM KPU TRENGGALEK HADIRI PEMBEKALAN CALON PURNA TUGAS PNS

Pensiun dari tugas sebagai pegawai pemerintah bukanlah hal yang mudah.  Pensiun artinya tidak punya jabatan resmi lagi di pemerintahan, juga tidak mendapat gaji lagi, serta akan kehilangan aktivitas rutin dalam keseharian. Oleh karena itu, pensiunan atau mereka yang purna tugas harus mempersiapkan diri menghadapi kondisi kehidupan baru. Oleh karena itulah, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Trenggalek hari ini (Selasa, 06/12/2016) mengadakan kegiatan pembekalan PNS Calon Purna Tugas TMT 01-01-2017 s/d 01-12-2017.  Ada 52 peserta dalam acara yang diadakan di Aula BKD Kabupaten Trenggalek mulai pukul 08.00 sampai 11.00 ini. Salah satunya adalah Herman Suhargo Kasubag Hukum KPU Kabupaten Trenggalek. Menurut pengakuan Hargo (panggilan akrabnya) yang disampaikan dalam rapat Harian sore ini,  acara ini dibuka oleh Dra. Eko Yuniati, MM selaku sekretaris BKD yang mewakili kepala BKD yang tak bisa hadir. Acara setelahnya  antara lain pembekalan menjelang dan setelah pensiun yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Trenggalek. Ada juga sosialisasi dari Bank Mandiri Taspen Pos (Bank Mantap) yang berkaitan dengan penyaluran dan pegelolaan uang pensiunan. Ada juga siraman rokhani dari guru agama SMAN 1 Trenggalek. Herman Suhargo yang sekarang menjabat sebagai Kasubag Hukum KPU Kabupaten Trenggalek akan pensiun per 1 November 2017 nanti. Melalui pembekalan ini, ia mengakui bahwa memang harus ada sesuatu yang dipersiapkan untuk menghadapi masa pensiun. “Segala sesuatunya mesti dipersiapkan, sebab situasi baru memang kadang membutuhkan adaptasi”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
55

RAPAT SATUAN TUGAS SPIP KPU TRENGGALEK

Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Satgas SPIP) KPU Kabupaten Trenggalek sudah terbentuk. Tetapi baru hari ini diadakan rapat kordinasi untuk melakukan pengarahan tentang rencana ke depan dari keberadaan satuan tugas ini. Dikordinasi oleh Patna Sunu divisi Hukum KPU kabupaten Trenggalek, pembahasan tentag Satgas SPIP dilakukan sekitar pukul 11.00, setelah rapat Pleno awal pekan. Pembentukan satuan tugas ini memang  merupakan  tindak lanjut pengarahan KPU Provinsi Jawa Timur dalam rakor beberapa waktu sebelumnya. Dan  sesuai dengan Peraturan Pemerintah 60 Tahun 2008 Tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) serta PKPU 17 Tahun 2012 bahwa setiap Instansi Pemerintah Wajib membentuk satgas SPIP. Persamaan arah dan persepsi bagi penyelenggaraan SPIP itu perlu dilakukan, sehingga perlu pembahasan dan kordinasi pula pada level KPU Kabupaten Trenggalek. Maka dalam rapat ini, Patna Sunu menegaskan bahwa anggota satuan tugas SPIP yang telah ditetapkan harus punya fungsi yang riil dan bukan hanya catatan di atas kertas. “Anggota satuan tugas itu adalah  sebagai aparat pengawas terhadap kinerja dan tingkahlaku pegawai”, tegas Patna Sunu. Karena ini merupakan rapat awal, maka dalam rapat ini muncul rekomendasi, di antaranya adalah agar para pegawai KPU Trenggalek bersama komisioner melakukan review PKPU nomor 17 Tahun 2012 tentang Sistem Pengawasan Intern Pemerintah di lingkungan KPU. Juga disepakati akan diadakan rapat kordinasi lagi, rencananya hari Rabu minggu depan. Sementara itu beberapa personil yang sudah masuk satgas SPIP juga harus melengkapi persyaratan sebagai aparat pengawas, antara lain  harus menandatangani pakta integritas; menyerahkan Pas poto 4x6; dan  Poto Copy ijasah terakhir. Juga diputuskan untuk mengirim surat ke Sekjen KPU RI, untuk minta manual book, juknis pengawasan Intern di lingkungan KPU. [Hupmas]


Selengkapnya
147

SEJARAH PEMILU TRENGGALEK DALAM BINGKAI

Pentingnya data perolehan hasil pemilihan baik pemilihan legeslatif, pemilihan presiden dan wakil presiden, maupun pemilihan kepala daerah (propinsi dan kabupaten) tak terbantahkan lagi. Oleh karena itulah, menjelang habisnya tahun 2016 ini, Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Trenggalek melakukan pembingkaian data hasil pemilu tersebut. Data berisi tentang rekapitulasi perolehan suara hasil pemilihan, calon yang berkompetisi, hingga perolehan suara, dan calon yang terpilih dari tiap pemilu sejak tahun 2004. Data itu dijadikan lima bingkai. Untuk pemilihan umum legslatif 2004, 2009, 2014 dijadikan satu bingkai. Dalam bingkai ini, bisa dilihat perolehan suara untuk tiap  partai di 14 kecamatan dan tingkat kabupaten. Ditambah dengan siapa saja  calon terpilih dari masing-masing daerah pemilihan. Dari bingkai ini yang melihat bisa tahu bahwa dalam Pileg 2014 misalnya ada 24 partai politik yang memperoleh suara di kabupaten Trenggalek. Untuk Pemilu 2009 ada 44 partai politik, dan untuk Pileg 2014 ada 12 partai politik. Sedangkan ada bingkai data pemilihan presiden dan wakil presiden 2004, 2009, 2014. Selain itu, juga data pemilihan kepala daerah mulai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sejak tahun 2008 dan 2013. Calon yang berkontestasi dalam Pilgub 2008 ternyata ada lima pasangan calon, antara lain pasangan Hj. Khofifah Indar Parawansa—Mudjiono, pasangan Ir. H. Sutjipto—Ir. HM. Ridwan Hisjam, pasangan Dr. H. Soekarwo, M.Hum—Drs. H Saifullah Yusuf, pasangan Drs. H. Soenaryo, M.Si—Dr. KH. Maschan Moesa, M.Si, dan pasangan Drs. Achmady, M.Si, MM—H. Suhartono, SH. Uniknya data dalam bingkai ini menunjukkan bahwa ada dua putaran dalam pemilihan Gubernur 2008. Pasangan calon  yang bertarung di putaran kedua adalah pasangan Hj. Khofifah Indar Parawansa—Mudjiono dan Dr. H. Soekarwo, M.Hum—Drs. H Saifullah Yusuf. Perolehan suaranya di 14 kecamatan dan akumulasinya tingkat kabupaten Trenggalek juga bisa dilihat dalam data yang dibingkai ini. Selanjutnya adalah data Pilgub 2013 yang di dalamnya memuat data perolehan suara tiga pasangan calon yang bertarung, antara lain pasangan Dr. H. Soekarwo—Drs. H. Saifullah Yusuf, pasangan Dr. H. Eggi Sudjana, SH, M.Si—Drs. Moch Sihad, dan pasangan Khofifah Indar Parawansa—H. Herman S. Sumawiredja. Tak kalah pentingnya adalah data pilkada di Trenggalek sendiri. Ada satu bingkai yang menyajikan data pemilihan bupati dan wakil bupati Trenggalek mulai tahun 2005, 2010, hingga 2015 kemarin. Diketahui bahwa dalam Pilkada 2005 ada  dua pasangan calon yang bertarung, yaitu pasangan Hamas (Soeharto-Mahsun Ismail) dan MWR—JOS (Mulyadi-Joko Irianto). Pemilihan ini dimenangkan oleh pasangan HAMAS. Sedangkan pemilihan bupati dan wakil bupati Trenggalek 2010 diikuti oleh tiga pasanga calon, antara lain pasangan H. Soeharto—H. Samsuri, pasangan H. Mahsun Ismail, S.Ag, MM—Ir. Joko Irianto, M.Si, dan pasangan Dr. Ir. Mulyadi, MMT—Kholik, SH, M.Si. pilkada 2010 dimenangkan oleh pasangan Mulyadi-Kholik (MK).  Berikutnya adalah Pilkada 2015 yang diikuti pasangan calon Kholik-Priyo Handoko dan Emil Dardak—Muhammad Nur Arifin, yang dimenangkan secara telak oleh pasangan Emil-Arifin (Pemimpin). Menurut Puguh Budi Utomo, pendokumentasian dan pembingkaian data tersebut bertujuan untuk menyematkan data dan menyajikan data agar mudah dilihat. “Jika ada data yang terpajang dalam bingkai da dipasang di tembok ruangan, lebih mudah melihatnya  dan tak usah mencari dalam file komputer”, tegas Puguh. [Hupmas]


Selengkapnya