Berita Terkini

73

PROFIL MUHAMMAD ILHAM YUSUF ROSYIDI, KETUA PANITIA PILKOSIS MTsN PANGGUL YANG JAGO PIDATO BAHASA INGGRIS

Menyelenggarakan suatu pemilihan tidak mudah karena berkaitan dengan mengorganisir banyak orang dan aktivitas berkaitan dengan bagaimana suatu aturan dan teknis diterapkan dan membutuhkan kecakapan komunikasi menggerakkan seluruh sumber daya yang ada. Tapi mungkin bagi Muhammad Ilham Yusuf Rosyidi, Ketua Panitia Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di MTsN Panggul kemarin (Senin, 23/11/2016). Ia adalah ketua OSIS periode 2015-2016, yang posisinya sudah diganti dengan terpilihnya pasangan Ayu dan Dicka sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS baru (periode 2016-2017). Website KPU Trenggalek tertarik untuk mengangkat profil Ketua Panitia ini setelah hadirin termasuk Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat dan staf yang hadir dalam acara Pilkosis tersebut merasa terpesona dengan pidato sambutannya yang luar biasa. “Wah, anak ini luar biasa sambutannya, mengena sekali dan wawasannya luas”, kata Suripto Ketua KPU Kabupaten Trenggalek pada Kepala Madrasah yang berada di sebelahnya. Dalam pidatonya, Muhammad Ilham Yusuf Rosyidi, selain mengucapkan terimakasih pada teman-teman panitia dan pihak pembina, juga bicara layaknya seorang dewasa. Ia menjelaskan tentang apa itu demokrasi dan kenapa demokrasi sekolah harus ada. Bahkan ia juga menjelaskan dan menilai demokrasi yang sedang berjalan di Indonesia. Juga bicara soal Donald Trump dan pemilu Amerika Serikat (AS) yang baru aja berlalu. “Untuk ukuran anak seumur gitu, ia kelewat maju”, komentar Nurani Divisi SDM dan Parmas KPU Trenggalek. Lalu tim Hupmas KPU Kabupaten Trenggalek mencoba menggali infomasi tentang sosok remaja yang sekarang duduk di kelas VIII tersebut. Bahkan tim Hupmas sempat melakukan wawancara dengannya. Di tengah kesibukannya pindah-pindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya untuk mengawal anak buahnya di kepanitiaan,mulai TPS 1-3 hingga kordinasi dengan guru-guru pembina, tim Hupmas sempat  bertanya beberapa hal. Ilham adalah Ketua OSIS yang setahun sebelumnya sebenarnya terpilih dengan beda suara yang cukup tipis, tapi dia memang telah membawa  banyak kegiatan di sekolah. Prestasinya lumayan luar biasa. Ia dikenal dengan kemampuannya berpidato Bahasa Inggris dan memenangkan berbagai lomba bidang tersebut. Kemampuannya berbahasa Inggris disebabkan karena lingkungan keluarganya. Bapaknya, Saekoni, adalah tutur Bahasa Inggris di lembaga kursus bahasa Inggris Yaspa English Training Panggul yang punya murid lumayan banyak. Sedangkan Ibunya, bu Nurrofik Kartika Wati juga seorang guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Panggul. Dari pasangan pria asal Desa Semarum-durenan, Saekoni alumni BEC (Basic Engglish Course) Pare-Kediri dan Kartikawati, Ilham adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Kakak pertamanya sedang menempuh Pendidikan Profesi Dokter dan kakak keduanya juga masih kuliah. Sedangkan adiknya masih kecil. Ilham yang kelahiran 31 Agustus 2002 ini  mengaku tidak banyak ikut organisasi, ia hanya ingin fokus di akademik dan organisasi yang tak terlalu banyak. OSIS adalah organisasi pilihannya dan di kelas IX ini ia ingin fokus untuk belajar menghadapi ujian dan mempersiapkan jenjang pendidikan selanjutnya. [Hupmas]


Selengkapnya
52

PROSES PENCALONAN PILKOSIS MTSN PANGGUL

Momentum demokrasi sekolah yang dilakukan MTsN Panggul memang layak diapresiasi. Meskipun tahapannya tidak persis pemilihan umum pada level negara, setidaknya kita bisa melihat bagaimana kreativitas panitia di bawah arahan para  guru dan pembimbing yang ada. Yang menarik untuk dilihat di Pilkosis di MTsN Panggul salah satunya adalah proses pencalonannya. Menurut Nurani Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek, dari beberapa sekolah level MTS yang dipantau dan dikawal KPU Trenggalek, ternyata MTsN Panggul satu-satunya sekolah yang menerapkan sistem calon paket. Artinya, kata Nurani, pemilih yang terdiri dari para pelajar saja disuguhi satu pasangan Calon, yaitu Calon Ketua dan Wakil Ketua. “Dengan demikian, pemilih sudah jelas tahu siapa saja wakil ketuanya, dua orang yang berpasangan menjadi pertimbangan bagi pemilih”, kata Nurani. Sedangkan untuk penjaringan para calon, yang ditempatkan sebagai calon Ketua adalah yang kelas VIII dan Wakilnya kelas VII. Para calon dijaring dari masing-masing kelas. Demokratisnya adalah bahwa masing-masing kelas mengirimkan masing-masing calon dipilih oleh warga kelas, dikawal oleh guru wali kelas. Nama-nama kandidat calon dari masing-masing kelas (kelas VIII untuk kandidat calon Ketua dan kelas VII untuk kandidat calon wakil ketua) diverifikasi dan diasesmen oleh tim dari panitia. Panitia pemilihan adalah dari pengurus OSIS lama. Dari hasil asesment inilah akhirnya ditentukan tiga pasangan calon. Dari sisi ini, menurut Nurani, memang peran tim dan panitia untuk menentukan pasangan calon yang akan berkompetisi cukup besar. Akan tetapi tentunya tidak akan mengurangi objektivitas dalam melihat siapa pasangan calon yang akan “bertanding”. “Apalagi, ini demokrasi sekup kecil, di mana kedekatan  antara calon dan pemilih, antara tim yang menilai dengan para kandidat juga besar, termasuk tak ada kepentingan-kepentingan seperti elit politik. Semua warga sekolah hanya fokus pada keinginan untuk kemajuan sekolah”, papar Nurani. Para pasangan calon yang sudah ditetapkan oleh panitia akan membuat visi dan misi untuk disosialisasikan baik secara tertulis maupun lisan. Profil dan visi-misi tersebit dipasang di masing-masing depan kelas agar tiap warga kelas memungkinkan untuk mengetahui siapakah para pasangan calonnya. Kemudian para calon juga menyampaikan visi-misi melalui lisan dalam pidato yang berpuncak pada hari yang sama dengan pemungutan dan penghitungan suara, yaitu sebelum pemungutan dimulai, diselingi beberapa sambutan-sambutan, yang di antaranya adalah sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek yang memberikan arahan dan masukan, sambutan Kepala Madrasah, dan sambutan Ketua Panitia. [Hupmas]


Selengkapnya
63

INILAH TIGA PASANG KANDIDAT YANG BERKOMPETISI DALAM PILKOSIS MTsN PANGGUL

Demokrasi sekolah di MTsN Panggul berbeda dengan madrasah lainnya, seperti di MTsN Kampak dan MTsN Model yang dilakukan beberapa minggu lalu. Bedanya, pemilih yang terdiri hanya dari pelajar memilih satu paket pasangan, calon Ketua dan wakilnya. Sedangkan di MTsN Kampak dan MTsN Model lalu hanya memilih ketuanya saja, yang akan melengkapi wakilnya setelah terpilih. Sama-sama ada tiga kandidat. Tiga pasangan calon yang berkompetisi diatur oleh panitia, yaitu calon Ketua dari kelas VIII dan wakilnya dari kelas VII. Ada tiga pasang kandidat yang berkompetisi. Pasangan dengan nomor urut 1 adalah Frestian Danuarta, dari kelas VIII-D. Pria kelahiran 07 April 2003 ini berpasangan dengan calon wakil ketua OSIS Maghfira Maulida yang berasal dari kelas VII-D dan lahir pada 02 Mei 2004. Visi pasangan ini adalah: Bertaqwa, bekerja, dan berjiwa sosial untuk kemajuan madrasah. Visi tersebut diturunkan menjadi 7 misi, antara lain: (1) Menjadikan iman dan taqwa sebagai landasan penting bagi seluruh siswa; (2) Berkarya dan berprestasi di semua bidang termasuk kesenian dan olahraga; (3) Mengajak siswa menumbuhkan jiwa sosial dengan ikut berorganisasi dan ikut serta dalam semua kegiatan; (4) Menghindarkan siswa dari hal negatif; (5) Mengajak siswa mencintai lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar; (6) Mengajak siswa untuk menggunakan barang bekas menjadi bermanfaat; dan (7) Mengajak hidup bersih. Di nomor urut 2 ada pasangan Widya Ayu Ratnaningrum dan Dicka Widya Purnama. Calon Ketua adalah gadis kelahiran 11 September 2003 dan dari kelas VIII-D. Sedangkan si calon wakil adalah seorang pemuda bertubuh bongsor dari kelas VII-D dan kelahiran 22 Juli 2003. Keduanya mengusung visi, yaitu: Terciptanya siswa MTs pintar yang kreatif, inovatif,  aktif, dan tanggungjawab dalam mengembangkan budaya bangsa dan tanggap terhadap kemajuan IPTEK yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Visi pasangan Widya-Dicka diturunkan menjadi 11 misi, antara lain: (1) Menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pembinaan rokhani dan keagamaan; (2) Menghasilkan kader yang mampu menunjukkan identitas dan eksistensi dalam akademik maupun keorganisasian; (3) Memperbanyak kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan IMTAQ dan peduli terhadap lingkungan; (4) Meningkatkan kedisiplinan siswa dalam berbagai kegiatan; (5) Menegaskan kembali peraturan yang berkarakter seperti cara berpakaian; (6) Meningkatkan kembali kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekolah; (7) Mengembangkan kreativitas, bakat, minat, dan potensi siswa melalui kegiatan-kegiatan kurikuler, ekstrakuriluler, dan berbagai organisasi yang ada; (8) Mengoptimalkan fungsi dan perana OSIS, serta meningkatkan kinerja dan kerjasama khususnya dalam organisasi siswa; (9) Melanjutkan program OSIS sebelumnya yang belum terselesaikan atau yang belum dilaksanakan; (10) Memajukan madrasah untuk lebih berprestasi di segala bidang melalui semua program yang akan dibuat maupun program OSIS sebelumnya; dan (11) Mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, dan terhindar dari sampah maupun jajan di kantin yang sembarangan. Sementara itu pasangan nomor urut 3 adalah Naela Rukhamaul Asna dan Jiro Adra Widura. Naela adalah calon ketua yang berasal dari kelas III-D, kelahiran 07 November 2002. Sedangkan calon wakil ketuanya, Jiro, adalah dari kelas VII-D yang lahir pada 01 Juli 2003. Pasangan ini mengusung visi, yaitu: Menjadikan MTsN yang berkualitas, berprestasi, aktif, inovatif, dan bertanggungjawab serta dilandasi oleh iman dan taqwa. Visi tersebut di-“break-down” menjadi 3 misi, antara lain: (1) Menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan YME melalui (a) pembinaan rokhani, dan (b) kegiatan keagamaan; (2) Meningkatkan kedisiplinan siswa dalam berbagai kegiatan di sekolah maupun luarsekolah; (3) Meneruskan program OSIS yang sudah baik dan meningkatkan mutu “kesiswaan”. Profil ketiga pasangan calon disosialisasikan baik secara tertulis dengan ditempel di tempat-tempat strategis tiap depan kelas, disertai dengan visi dan misinya. Sedangkan penyampaian pidato visi-misi dilakukan juga pagi tadi (Rabu, 23/11/2016) sebelum pemungutan suara dilakukan. [Hupmas]


Selengkapnya
55

KPU TRENGGALEK MENERBITKAN SURAT AUTENTIFIKASI UNTUK PARTAI AMANAT NASIONAL UNTUK URUS DANA PARPOL

Kemarin (Senin, 21/11/2016) KPU Kabupaten Trenggalek memberikan Surat Keterangan Autentifikasi perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) Trenggalek dalam  Pemilihan Umum Legeslatif 2014. Surat ini akan digunakan untuk melengkapi persyaratan administrasi pencairan bantuan dana untuk partai politik oleh pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek. Menurut Gatot Subagtiono salah satu pengurus PAN yang meminta surat tersebut, Partai Amanat Nasional (PAN) Trenggalek termasuk partai paling lambat dalam rangka mengurus pencairan bantuan keuangan untuk partai politik dibanding lainnya karena berkaitan dengan mekanisme organisasi. Gatot mengatakan bahwa partainya memang baru saja melengkapi  kepengurusan baru setelah sebelumnya melakukan reorganisasi dalam musyawarah partai tingkat kabupaten. “Setelah pengurus lengkap, kami langsung gerak cepat untuk melengkapi persyaratan dan akan segera diajukan karena tahun anggaran 2016 akan segera habis”, paparnya. KPU Kabupaten Trenggalek mengeluarkan surat keterangan autentifikasi untuk Partai Amanat Nasional (PAN) Trenggalek melalui surat Nomor 500/KPU-Kab.014329914/XI/2014 yang ditandatangani oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto. Perlu diketahui bahwa berdasarkan Berita Acara Nomor 66/BA/V/2014 Tentang Penetapan Perolehan Suara dan Kursi serta Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek Hasil Pemilihan Umum Tahun 2014, Partai Amanat Nasional (PAN) Trenggalek mendapatkan 3 kursi dan 25.434 suara. Berdasarkan ketetapan yang sudah diatur, Partai Amanat Nasional (PAN) Trenggalek mendapatkan bantuan keuangan sebesar Rp 68.112.252. Hal itu dihitung dari jumlah perolehan suara dikali dengan harga tiap suara yang diperoleh (Rp 2.678 per suara). Bantuan tersebut sesuai aturan harus digunakan untuk kegiatan pendidikan politik sebesar 60 persen. [Hupmas]


Selengkapnya
45

RAPAT KORDINASI MEMBAHAS TIM REFORMASI BIROKRASI DAN AGEN PERUBAHAN

Gema dari semangat pemerintah untuk melakukan Reformasi Birokrasi di segala lembaga negara dan pemerintahan terus berlanjut. Meskipun agak terlambat, KPU Kabupaten Trenggalek juga melakukan pembahasan tentang rencana membentuk Tim Reformasi Birokrasi setelah Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU) RI menginstruksikan semua KPU daerah untuk membentuk Tim Reformasi Birokrasi dan Tim Agen Perubahan. Instruksi yang tertuang dalam Surat Nomor 1368/SJ/X/2016 sebenarnya sudah direspon dengan membentuk tim yang dimaksud. Tetapi untuk melihat sejauh mana hasil pembentukan tim reformasi birokrasi tersebut, KPU Kabupaten Trenggalek belum pernah mengadakan rapat khusus untuk membahas hal itu. Karena itulah para rapat kordinasi yang diadakan oleh Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) pada hari Selasa (22/11/2016) ini, pembahasan terhadap Reformasi Birokrasi dilakukan. Dalam membuka rapat ini, Nurani Divisi SDM&Parmas KPU Kabupaten Trenggalek membuka wacana tentang niat KPU RI untuk berkomitmen melakukan reformasi birokrasi dan konsekuensi dari diberikannya tunjangan kinerja yang merupakan tambahan pendapatan bagi pegawainya. KPU RI sudah membuat Road Map Reformasi Birokrasi untuk 2015-2019. “Tahapan pelaksanaan reformasi birokrasi harus ditindaklanjuti, dan sekarang sudah masuk  tahun kedua dari tahapan pelaksanaannya”, kata Nurani. Suripto Ketua KPU Trenggalek menambahkan bahwa dalam Road Map tersebut sudah ada arahan dan landasan apa saja yang mesti dilakukan. Rapat mengusulka agar road map tersebut digandakan dan dibaca oleh seluruh jajaran komisioner dan pegawai agar bisa memahami apa yang dimaksudkan. Sedangkan, instruksi untuk membentuk Tim Reformasi Birokrasi dan Tim Agen Perubahan harus dilakukan segera. “Sebab tim inilah yang nantinya akan mengawal proses, jadi jangan hanya sampai di atas kertas saja”, tegas Suripto. Johanes Mustika Hadi, staf subagian Hukum, melapokan bahwa susunan SK dan penempatan personil untuk Tim sudah mulai dibuat. “Yang tim Agen Perubahan sudah jadi, yang Reformasi Birokrasi masih menunggu kordinasi dengan sekretaris dan komisioner untuk menindaklanjutinya”, paparnya. [Hupmas]


Selengkapnya
46

KPU TRENGGALEK SOSIALISASI DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN SERENTAK DI TIGA SEKOLAH

Hari Senin awal mengawali hari minggu terakhir bulan November. Beberapa tim sosialisasi dari KPU Kabupaten Trenggalek harus bangun pagi-pagi sekali karena mereka tidak boleh datang terlambat melampaui waktu upacara bendera. Karena tiga orang komisioner yang diberi tugas menjadi inspektur ucapara akan menyampaikan materi tentang demokrasi dan kepemiluan. Sebagaimana sudah direncanakan, tiga sekolah harus dimasuki. Nur Huda, anggota KPU Kabupaten Trenggalek  harus bangun lebih pagi karena ia harus mengisi materi di SMPN 1 Pule, yang letaknya  di kecamatan yang paling jauh. Kecamatan pinggiran dan paling barat Trenggalek ini sudah berbatasan dengan Ponorogo. Sedangkan Nurani anggota KPU Kabupaten Trenggalek divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat mengisi di SMK Muhammadiyah Trenggalek, sebuah sekolah swasta yang letaknya di sisi barat alun-alun, tepat sebelah selatan Majid Agung Trenggalek. Sementara itu, Suripto sebagai Ketua KPU Kabupaten Trenggalek juga tak kalah untuk tiba paling pagi di kantor. Meski ia harus mengisi di sebuah sekolah yang letaknya tak sampai 50 meter barat kantor KPU Kabupaten Trenggalek, ia tetap berangkat pagi-pagi. Sayang sekali, ia tak jadi menyampaikan materi di SMAN 1 Karangan tersebut karena sekolah membatalkan  kegiatan upacara. Karena lapangan yang biasa digunakan upacara bendera tiap senin kali ini tergenang air hujan yang disebabkan hujan deras tanpa henti mengguyur  hampir seluruh wilayah Trenggalek. Akhirnya sosialisasi hari ini sosialisasi hanya dilakukan di dua sekolah. Di SMPN 1 Pule, Nurhuda menyampaikan wawasan tentang demokrasi bagi kaum muda dan pelajar. Selain memperkenalkan apa pemilu dan bagaimana peran KPU sebagai lembaga pengawal demokrasi, Nurhuda juga mengenalkan pentingnya kesadaran pemilih. Sementara itu, di SMK Muhammadiyah Trenggalek, Nurani memberikan informasi bahwa kegiatan pengenala wawasan demokrasi dan kepemiluan penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi kaum muda dan meningkatkan kualitas pemilih. Nurani menyinggung peran yang bisa dimainkan anak-anak muda termasuk pelajar di luar tahapan pemilu. Menurutnya, ikut pemilu adalah bentuk tanggungjawab  kita sebagai warga, tapi di luar tahapan pemilu seperti Pilkada, aspirasi, suara, dan partisipasi aktif anak-anak muda juga harus disalurkan untuk mewarnai arah gerak masyarakat, termasuk pemerintah daerah yang  telah terpilih melalui pemilu yang demokratis. “Demokrasi bukan hanya soal memilih, tapi juga mengawal apa yang sudah dipilih”, tegas Nurani. Selanjutnya, KPU Kabupaten Trenggalek akan masuk ke MTsN Panggul untuk mengawal  Demokrasi Sekolah  berupa pemilihan Ketua OSIS yang akan dilaksanakan pada Hari Rabu, 23 November 2016.


Selengkapnya