Berita Terkini

47

KETUA KPU TRENGGALEK HADIRI FGD EVALUASI PILKADA 2015

Mulai kemarin hingga hari ini (Selasa-Rabu, 27-28 Desember 2016) perwakilan KPU Kabupaten/Kota Se-Jatim bersama KPU Propinsi Jawa Timur berkumpul di Quest Hotel, Jalan Ronggolawe Surabaya. Mereka sedang melakukan diskusi kelompok terarah atau FGD (focus group discussion) tentang tahapan Pencalonan, Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Tahun 2015, serta Proyeksi Kesiapan Pilkada Tahun 2018. Kemarin, acara dimulai dengan seremonial pembukaan pada pukul 15.00-15.30 diawali menyanyikan lagu Indonesia raya, lalu laporan dari sekretaris KPU Propinsi Jawa Timur HM. Eberta Kawima. Lalu dilanjutkan dengan acara pembukaan dan pengarahan dari Ketua KPU Jatim Eko Sasmito. Acara seremonial ditutup dengan doa. Untuk memulai diskusi, selanjutnya disampaikan paparan pengantar diskusi kelompok yang disampaikan oleh Divisi Teknis KPU Jatim Mohammad Arbayanto. Bukan hanya dari KPU  se-Jawa Timur saja yang hadir pada acara diskusi ini. Tetapi juga datang komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawasl Propinsi Jawa Timur, dari  Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Tiur, Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Propinsi Jawa Timur, Badan Eksekutif Mahasiswa, mantan anggota KPU Jawa Timur, dari  DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur, dan LSM  Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA). [Hupmas]


Selengkapnya
49

TERUS BERTEKAD TINGKATKAN KINERJA, KPU TRENGGALEK MENCERMATI DIPA 2017

Upaya meningkatkan kinerja telah menjadi komitmen di kalangan pegawai  KPU Kabupaten Trenggalek. Salah satu ukuran kinerja adalah mengetahui  rencana kegiatan di masa mendatang dan mendiskusikan kemampuan sumber daya, sumber dana, dan merencanakan kegiatan agar dalam pelaksanaannya bisa maksimal. Berikutnya, ukuran keberhasilan kinerja secara formal dikaitkan dengan sejauh mana serapan anggaran dan pelaksanaan kegiatannya. Karena itulah, meskipun tahun anggaran 2017 belum tiba,  KPU Kabupaten Trenggalek melakukan pencermatan terhadap anggaran dan rencana kegiatan berdasar DIPA 2017. Nur Huda Divisi Keuangan dan Logistik KPU Kabupaten Trenggalek  dalam membuka rapat mengajak masing-masing divis dan kasubag untuk mencermati apa saja kegiatan yang ada di DIPA. “Monggo kita cermati bareng-bareng berdasarkan divisi dan bagian masing-masing”, ajak Huda. Masing-masing peserta rapat kemudian mencermati berbagai akun dan item kegiatan dan jumlah anggarannya. Hasil pencermatan secara umum tidak ada yang baru, masih seperti tahun 2016. Anggaran total sejumlah 2.517.197.000 masih didomonasi oleh kegiatan rutin. Meski demikian, menurut Puguh Budi Utomo, Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Trenggalek, untuk tahun 2017 ada kegiatan PPID dan Pusat Pendidikan Pemilih yang menurut kabar dari rakor Divisi Sumber Daya dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) beberapa hari sebelumnya adalah pos anggaran utuk pendirian Rumah Pintar Pemilu (RPP) dan dua paket kegiatan fasilitasi. Meskipun demikian, untuk memastikan jenis kegiatan dan pelaksanaannya, KPU Kabupaten Trenggalek masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan dan anggaran yang biasanya datang awal tahun. “Untuk lebih jelasnya, akan kita tunggu petunjuk teknis nanti”, tegas Nur Huda saat menutup Rapat.   [Hupmas]


Selengkapnya
48

KPU TRENGGALEK HADIRI LAUNCHING RUMAH PINTAR PEMILU

Partisipasi pemilih dalam pemilu merupakan elemen penting  dalam demokrasi elektoral. Menigkatkan  jumlah pemilih dan kualitas pemilih  dalam setiap momen pemilihan (pemilu legeslatif, pemilu presiden dan wakil presiden, pilkada) menjadi suatu kegiatan yang terus dilakukan. Berbagai desain dan kreativitas kegiatan terus saja dibuat oleh KPU sebagai  penyelenggara pemilu. Salah satu desain kegiatan untuk meningkatkan partisipasi pemilih yang akhir-akhir ini dicanangkan oleh KPU adalah pendirian Rumah Pintar Pemilu (RPP). Kegiatan ini sudah dimulai di beberapa daerah. Meskipun hanya beberapa daerah yang menjadi proyek percontohan kegiatan ini dengan didukung anggaran dari DIPA KPU RI, setidaknya kegiatan ini bisa menjadi inspirasi bagi semua KPU daerah untuk mengupayakan hal yang sama. KPU Propinsi Jawa Timur adalah salah satu KPU yang beruntung karena telah menjadi lembaga yang menjadi salah satu yang mendapatkan dukungan anggaran untuk program ini. Setelah beberapa bulan berupaya mendesain dan membangun Rumah Pintar Pemilu (RPP), maka pada Hari Kamis kemarin (22/12/2016) KPU Propinsi Jawa Timur melaunching RPP tersebut. Acara launching ini dihadiri oleh Ketua KPU RI, Juri Ardiantoro yang ditemani satu Komisioner KPU RI lain, Arif Budiman. Para undangan yang menyaksikan acara ini adalah dari perwakilan ormas dan parpol, jurnalis, mahasiswa, pelajar. Dan tentunya Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) dari KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur juga hadir. Termasuk dari KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Ketua KPU RI mengatakan bahwa keberadaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) adalah sebagai upaya untuk mendekatkan pemilu pada masyarakat, mulai dari menyediakan informasi dan wawasan tentang demokrasi, politik, dan kepemiluan, hingga melakukan penyadaran. Sebab, kata Juri, tantangan yang ada di hadapan mata adalah kecenderungan apatisme masyarakat terhadap politik dan pemilu. “Rumah pintar harus banyak dikunjungi agar pemilu menjadi hal yang biasa dan bukan yang asing bagi masyarakat”, kata Juri. Selain melaunching Rumah Pintar Pemilu, KPU Propinsi  Jawa Timur juga mengukuhkan komunitas Relawan Demokrasi (Korelasi) yang baru saja dibentuk beberapa minggu lalu. Relawan ini diharapkan menjadi agen-agen pendidikan pemilih di kalangan masing-masing, baik sektor perempuan, kalangan agama, pemilih pemula, masyarakat pinggiran, maupun kelompok disabilitas. [Hupmas]


Selengkapnya
50

KETUA DAN SEKRETARIS KPU TRENGGALEK HADIRI RAPIMNAS

Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2016, KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dan KPU Propinsi Jawa Timur mengadakan Rapat Pimpinan. Acara berlangsung  di Quest Hotel Surabaya Pada tgl 22-23 Desember 2016. Rangkaian acara dimulai kemarin pada Pukul 14.00 diawali dengan  menyanyikan lagu Indonesia Raya, Laporan dari Sekretaris KPU Jatim H.M. Eberta Kawima, Sambutan Ketua KPU Jatim H. Eko Sasmito dan Pengarahan sekaligus membuka acara oleh Ketua KPU RI. Dr. Juri Ardiantoro. Turut hadir dibarisan depan pada acara pembukaan tersebut Arief Budiman, seluruh komisioner KPU Jatim, Ketua san Sekretaris KPU Kab/Kota Se-Jatim. Setelah acara pembukaan selesai,  diteruskan dengan penjelasan kegiatan rapim selama 2 hari yang dipandu lasngsung oleh Ketua KPU Jatim. Sesi pertama  diakhiri pukul 17.30 karena harus masuk waktu istirahat untuk sholat dan makan. Kemudian agenda kegiatan dilanjutkan pada malam harinya mulai pukul 19.00-23.00. Pada kesempatan tersebut secara bergilir dilakukan penyampaian laporan tentang: hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, realisasi anggaran, pemetaan SDM, dan hasil pelelangan bekas surat suara dari 20 KPU Kabupaten/Kota. Pada kesempatan tersebut Suripto Ketua KPU Trenggalek melaporkan bahwa hasil pemutakhiran data pemilih berkelanjutan telah dilakukan dng hasil meninggal 1539, pindah masuk 1031, pindah keluar 1222, purna tugas TNI 21, purna Polri 24 dan data disabilitas sebanyak 2824. Sedangkan berkaitan dengan pelelangan sisa logistik pemilu, bekas surat suara sebanyak 33.180 Kg dengan owner estimete harga 7 Rp 49.000 telah berhasil dilelang olek KPKNL Malang dengan pemenang harga tertinggi Bagus Prasetyo dari Banyuwangi seharga Rp 80.090.981. Berkaitan dengan serapan anggaran dan kinerja, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek melaporkan bahwa realisasi anggaran dari pagu sebesar Rp. 3.189.626.000 sampai tgl 21 Desember 2016 kemarin telah terealisasi Rp 2.556.831.762 (80,16%). Sisa sebesar 632.794.238. Hal ini, menurut Suripto, terjadi karena adanya beban hibah Pilkada dari APBD 2016 yang sebenarnya sudah dikembalikan ke khas daerah tetapi dalam dipa masih muncul. Adapun soal  pemetaan SDM di KPU Trenggalek, Suripto melaporkan bahwa  saat ini  lembaga yang dipimpinnya memiliki 16 PNS yang terdiri dari PNS Organik sebanyak 8 dan PNS perbantuan pemda 8. Dari pegaswai tsb pada awal 2017 ada 1 pegawai memasuki purna tugas dan pada 2018 ada 2 orang. Suripto menguraikan bahwa beberapa waktu yang lalu KPU Kabupaten Trenggalek  juga mendapat pengajuan mutasi pegawai atas nama Yuyun Dwi Puspitasari dari KPU Ponorogo dan sudah diterima tetapi SK-nya belum diterbitkan dari Sekretaris KPU Jatim. Acara dilanjutkan hingga hari ini untuk menyelesaikan pemaparan laporan dari 18 KPU Kab/Kota dan diakhiri dengan penutupan acara oleh ketua KPU Jatim.[Hupmas]


Selengkapnya
54

KPU KEMBALI SIARAN DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN DI RADIO RPKT TRENGGALEK

Menjelang akhir tahun 2016, KPU Kabupaten Trenggalek masih terus melakukan sosialisasi tentang demokrasi dan kepemiluan, khususnya di radio. Seperti kali ini (Rabu, 21/12/2016), siaran kembali di lakukan di Radio RPKT Trenggalek dengan mengusung topik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. Acara yang dimulai pukul 10.00  dan berakhir pukul 11.00 ini tetap dipandu oleh penyiar Raras. Hadir dari KPU Kabupaten Trenggalek sebagai narasumber adalah Gembong Derita Hadi, Divisi Perencanaan dan Data. Gembong hadir ditemani oleh Atok Kris Supanto dari staf sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam uraiannya, Gembong menjelaskan tentang tujuan kenapa pemutakhiran data berkelanjutan dilakukan. Salam satu tujuannya, menurutnya, adalah untuk melakukan aupdate data secara terus menerus agar dinamika pemilih bisa terdata untuk mendukung validasi data pemilih di pemilihan berikutnya. Gembong menjelaskan bahwa dinamika penduduk terbilang cukup cepat, mulai berkurangnya jumlah penduduk yang mengurangi pemilih, masuknya usia 17 tahun yang yang menambah pemilih, pindah datang dan pindah pergi yang harus didata, berkurangnya pensiunan TNI/Polri yang membuat mereka punya hak pilih, dan lain sebagainya. “Intinya, dinamika status dan posisi kependudukan tersebut menjadi basis bagi dinamika pemilih yang sejak awal harus dikawal”, tandas pria asal Kecamatan Dongko ini. Ditambahkan oleh Gembong bahwa KPU Kabupaten Trenggalek juga memberikan perhatian khusus pada kalangan rentan seperti penyandang disabilitas. Kelompok tersebut punya hak pilih yang sama dengan yang lainnya tetapi memiliki keterbatasan untuk memilih. Karena itulah, menurut Gembong, KPU Kabupaten Trenggalek mulai mendata keberadaan kaum disabilitas dengan kerjasama dengan Dinas Sosial dan yayasan yang menaungi kelompok tersebut. Gembong juga menyampaikan harapan agar masyarakat pro-aktif untuk mengurus identitas kependudukan, termasuk juga melakukan apa yang diamanatkan oleh peraturan. Karena identitas kependudukan juga berkaitan dengan hak-hak masyarakat itu sendiri ketika harus berhadapan dengan masalah administrasi. Termasuk adalah hak-hak politik warga sebagai pemilih. [Hupmas]


Selengkapnya
44

LAGI, DIVISI SDM DAN PARMAS KPU TRENGGALEK JADI NARASUMBER LITERASI UNTUK PRA-PEMILIH

Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek kembali jadi narasumber  dalam acara pencerdasan generasi muda. Kali ini menjadi fasilitator acara Jambore Anak Trenggalek dalam sesi Literasi untuk Anak dan Remaja untuk Kampanye Hak Anak. Acara Jambore Anak adalah acara tahunan yang diadakan oleh Forum Anak Trenggalek. Kali ini acara  berlangsung mulai kemarin hingga hari ini (Rabu, 21/12/2016). Nurani menjadi faslitator sekitar 2,5 jam, antara pukul 08.30 hingga pukul 11.00. Acara berlangsung di Aula Sekretariat Pemerintah Daerah Trenggalek. Peserta acara ini adalah 700an anak yang diambil dari siswa SMP/MTsN dan SMA/SMK. Dalam acara ini, anak-anak ini didiklat dengan metode yang menyenangkan tanpa menghilangkan substansi keseriusannya. Setelah kemarin anak-anak tersebut mendapatkan materi tentang perlindungan anak dari kekerasan dan mereka diajak berkomitmen untuk menjadi pelopor pelapor kasus-kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan mereka, maka kali ini Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek melakukan “brainwash” tentang hak partisipasi dan literasi. “Hak partipasi dijamin oleh UU Perlindungan Anak, dan Forum Anak Trenggalek harus siap menjadi kekuatan sosial yang kritis untuk menyuarakan hak-hak anak agar pemerintah memberikan perhatian serius pada masalah-masalah yang dialami oleh anak, termasuk kita dan teman-teman kita”, kata Nurani pada peserta. Materi tentang hak partisipasi dan literasi dimaksudkan untuk memberikan ketrampilan pada anak untuk mampu berkomunikasi menyuarakan hak-hak mereka dengan dibekali kecerdasan literasi. Menulis dan bicara, setelah didukung budaya membaca, amat dibutuhkan agar Forum Anak Trenggalek bisa berpartipasi maksimal dalam bidang sosial dan politik sesuai umurnya dan hak-haknya. Forum ini dimanfaatkan Nurani untuk menjelaskan pentingnya partipasi anak dan remaja yang penting untuk pengembangan diri mereka di masa mendatang. Separuh dari waktu yang diberikan, simanfaatkan Nurani untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang menulis. Sisa setengah jam dimanfaatkan untuk praktik menulis bagi peserta. Tema yang diberikan adalah seputar hak-hak anak dalam berbagai bidang. Tindak lanjut acara ini adalah workshop tingkat lanjut dan penerbitan buletin anak yang akan dikelola langsung oleh pengurus dan redaksi dari Forum Anak. [Hupmas]


Selengkapnya