Berita Terkini

84

KEBUT PELAPORAN “SIMAK” SEMESTER I TAHUN 2016

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID. Dalam rangka pelaporan barang milik negara pada semester 1 Tahun Anggaran 2016, KPU Kabupaten Trenggalek harus segera “mengebut” laporan agar bisa segera  selesai. Untuk menyelesaikan tugas tersebut, pada hari ini, Kamis (21/07/216), dipimpin langsung oleh Wiratno, sekretaris dan sekaligus sebagai KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) didampingi bendahara dan operator melakukan rekonsiliasi SIMAK BMN (Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara) dan SIMAN (Sistem Informasi Aset Negara) ke KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) Malang sebagai Kantor Wilayah DJKN (Direktur Jenderal Kekayaan Negara).    “Setelah dilakukan  rekonsilisasi dari semua data persediaan semua barang milik negara di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek yang sudah diinput, kami yakin bahwa  tidak akan ada masalah”, kata  Wantik selaku Petugas Unit Pengelola Barang KPU Kabupaten Trenggalek. SIMAK BMN (Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara)  merupakan sebuah aplikasi untuk pendataan serta pencatatan barang milik negara yang ada di Satuan Kerja KPU Kabupaten Trenggalek, yang bersumber dari APBN, yang outputnya berupa hard copy. Sementara untuk pelaporan secara online digunakan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN). Dengan sistem ini diharapkan adanya tertib administrasi untuk pencatatan dan pemeliharaan barang milik negara, sehingga dapat di-inventarisir dengan baik dan sesuai dengan kondisi yang ada. Sementara untuk asset milik pemerintah daerah, tetap dilaporkan dalam SIMAK, tetapi tidak dilaporkan dalam SIMAN. [HUDA]


Selengkapnya
105

MEDIA VISITING KPU TRENGGALEK KE RADAR TULUNGAGUNG (JAWA POS-GROUP)

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID. Untuk meningkatkan tali silaturahmi dan menigkatkan kapasitas di bidang  media, KPU Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan ke dapur redaksi Harian Radar Tulungagung (Jawa Pos-Group) pada Hari Kamis (21/07/2016). Kegiatan ini dikordinir oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pegembangan Informasi (SP3I) dan diikuti oleh Kasubbag Teknis da Hupmas beserta staf dan awak media www.kpu-trenggalekkab.go.id. Komisioner yang ikut acara ini ada tiga orang,  yaitu Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Divisi SP3I, Divisi Data dan Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Menurut Nurani, komisioner Divisi SP3I KPU Kabupaten Trenggalek, kegiatan ini merupakan upaya menjalin kerjasama dengan media massa . Karena penyelenggara pemilu sebagai lembaga publik  membutuhkan hubungan yang erat dengan media agar bisa membantu membagikan informasi tentang kegiatannya. “Tidak hanya itu, tapi juga menjadi alat kontrol bagi KPU yang harus disoroti kinerjanya oleh masyarakat termasuk media sebagai sarana penyampai pesan”,  tambah pria yang pernah mengajar Ilmu Komunikasi di sebuah universitas swasta di Blitar ini. Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto mengatakan bahwa kegiatan ini juga punya tujuan untuk meningkatkan citra KPU yang baik di mata masyarakat. Pasalnya, selama ini KPU dianggap sebagai lembaga yang “nganggur” alias tidak ada kegiatan jika tidak ada tahapan pemilu (Pileg, Pilpres, Pilkada). “Kami ingin mengabarkan berbagai bentuk kegiatan yang tetap kami lakukan tahun ini meskipun Pilkada 2015 sudah usai dan Pilkada untuk memilih Gubernur baru aka dilaksanakan tahun depan”, kata Suripto. Ditambahkan bahwa kegiatan-kegiatan rutin di lembaganya harus diketahui  publik agar masyarakat tak menganggap KPU hanya lembaga yang bekerja ketika ada tahapan pemilu. Dia memberikan contoh, misalnya, tiap hari semua divisi di KPU Kabupaten Trenggalek bekerja untuk melakukan kegiatan yang mendukung berbagai persiapan di pemilu  berikutnya dan  peningkatan kinerja pegawai. Misalnya, pada saat ini  sedang melakukan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan untuk menyiapkan data pemilu berikutnya agar maksimal dalam menjamin hak-hak konstitusional warga sebagai  pemilih. KPU Kabupaten Trenggalek, ditambahkan oleh Suripto, juga harus mengupdate websitenya tiap hari. Selain itu, kegiatan pendidikan pemilih dan calon pemilih di pemilu berikutnya juga akan terus dilaksanakan. “Kita mengajak komunitas masyarakat untuk  belajar nilai-nilai demokrasi, seperti yang kita lakukan akhir-akhir ini di sekolah-sekolah untuk mengenalkan demokrasi dan kepemiluan”, kata pria yang pernah jadi aktivis pemberdayaan masyarakat ini. [HUPMAS]


Selengkapnya
82

SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN POLITIK, SAMBIL BAGI-BAGI BUKU

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID. Untuk kedua  kalinya, KPU Kabupaten Trenggalek  melakukan sosialisasi di kalangan remaja dan generasi muda  untuk mendiseminasikan nilai-nilai demokrasi dan membagi wawasan seputar kepemiluan. Kali ini, Rabu 20 Juli 2016, di SMK Wahid Hasyim Trenggalek. Seperti sehari sebelumnya yang hadir di SMAN 1 Karangan, kali ini KPU Kabupaten Trenggalek juga mengusung topik yang sama dan dengan sasaran yang secara usia juga sama. Mereka adalah siswa-siswa baru yang baru masuk sekolah lanjutan atas dan sekola menengah kejuruan, yang sedang mengkuti acara Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) atau yang dulunya dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Sekolah). Hal yang tak bisa ditinggalkan adalah bagi-bagi doorprice berupa buku. Kenapa buku? “Buku adalah barang yang mahal, tak semua remaja Trenggalek bisa menyentuhnya”, ujar Nurani Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi KPU Kabupaten Trenggalek. Ditambahkan oleh Nurani bahwa tidak sembarang buku yang dibagikan, tapi adalah buku yang ditulis oleh para penulis Trenggalek sendiri. Buku-bukunya juga mengangkat tema-tema lokal. Seperti buku yang dibagikan dua hari ini, buku yang berjudul “Rengkek-Rengkek: Senarai Kisah (Per)jalan(an) di Kota Trenggalek”, terbitan Quantum Litera Center (QLC) yang kebetulan merupakan komunitas literasi  yang dijalankannya bersama para penulis Trenggalek. Menurut pengakuannya, tradisi membagi buku sudah dijalankan sejak ia menjadi anggota KPU Kabupaten Trenggalek, terutama ketika melakukan sosialisasi di kalangan pemilih pemula dan para remaja. Hal itu dilakukannya karena tradisi membaca sebagai bagian dari tradisi literasi adalah sebanding dengan upaya KPU sebagai lembaga negara untuk mencerdaskan pemilih dan calon-calon pemilih. [HUPMAS]


Selengkapnya
105

VOTER EDUCATION DI SMK WAHID HASYIM TRENGGALEK

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID. Hadirnya pemilih pemula yang cerdas, sadar pilih dan kritis dalam pemilu merupakan salah satu segmen strategis yang perlu mendapat perhatian serius. Apabila penyelenggara pemilu mampu mengelola segmen ini dengan menghadirkan serangkaian program  voter education, maka kualitas pemilu dan demokrasi di Indonesia pasti akan semakin meningkat. Momentum Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di tahun ajaran bari 2016/2017 dimanfaatkan KPU Kabupaten Trenggalek untuk mengenalkan demokrasi dan kepemiluan bagi siswa-siswi baru SMA dan SMK di Kabupaten Trenggalek. Sebagaimana telah dilakukan sebelumnya, pada hari ini sosialisasi wawasan demokrasi dan kepemiluan disampaikan KPU Kabupaten Trenggalek di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Whid Hasyim Trenggalek.  Acara yang  digelar sekolah beralamat  di Jl. Ki Mangun Sarkoro No. 17 B Trenggalek tersebut diikuti oleh  82 siswa-siswi baru kelas  satu.  Bertindak sebagai pemateri dari KPU Kabupaten Trenggalek adalah dua orang komisioner, yaitu Nur Huda dan Nurani, masing-masing sebagai  Divisi Perencanaan, Keuangan dan Logistik dan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi. Ketika mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan materinya, Nur Huda menyampaikan peran penting KPU sebagai lembaga penyelenggra pemilu  yang bersifat nasional, tetap dan mandiri. Nasional artinya keberadaan KPU merupakan lembaga yang ada di tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Adapun tetap memiliki pengertian bahwa kelembagaan  KPU bersifat permanen, meskipun masa jabatan komisioner setiap periode dibatasi selama lima tahun. Sedangakan Mandiri artinya KPU dalam kapasitasnya sebagai penyelenggara pemilu memiliki kemandirian dan tidak berada dibawah kendali organisasi, partai dan struktur birokrasi pemerintah apapun, tutur Huda. Selanjutnya alumni STAIN Tulungagung ini juga menambahkan bahwa disamping KPU yang memiliki struktur di tingkat pusat, provinsi hingga Kabupaten/Kota, juga masih ada dua lemabaga tetap penyelenggara pemilu lainnya yaitu Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Bedanya kalau Bawaslu strukturnya hanya  ada di tingkat pusat hingga Provinsi, sedangkan DKPP hanya ada di tingkat pusat. Akan tetapi ketiga lembaga tersebut posisinya sama-sama sebagai penyelenggara pemilu.  KPU bertindak sebagai  penyelenggara pemilu dalam bidang tahapan, Bawaslu bertugas sebagai penyelanggara pemilu di bidang pengawasan dan DKPP adalah penyelenggara pemilu dalam bidang peegakan kode etik penyelenggara, urai  Huda menegaskan. Paparan materi demokrasi dan kepemiluan mendapat sambutan yang sangat antusias dari para siswa yang didominasi laki-laki ketika Nurani mendapat giliran menyampaikan materinya. Pada kesempatan tersebut bapak dua anak ini memberikan motivasi diselingi dengan joke-joke segarnya. Ia mengawali paparannya dengan  menguraikan konsep demokrasi dan kepemiluan dari perspektif historis dan pengalaman praktis sebagai penyelenggra pemilu. Menurut Nurani, demokrasi meminjam istilah Abraham Lincoln adalah goverment of the people, by the people, for the people (pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat). Karenanya demokrasi hingga saat ini dianggap sebagai sistem pengelolaan tata pemerintahan modern yang dianggap paling baik diantara sistem yang ada. Dalam kontek ini setiap negara yang menganut paham demokrasi pasti menyelenggarakan pemilu, tetapi tidak setiap pemilu berjalan secara demokratis, tegas Nurani meyakinkan. Selanjutnya komisioner yang meniti karier sebagai penyelenggara pemilu diawali sebagai Ketua PPS dan kemudian menjadi anggota Panwascam ini mengajak kepada para pelajar agar berpartisipasi aktif dalam setiap proses tahapan pemilu dengan menjadi pemilih cerdas dan kritis.  Keikutsertaan para pemilih pemula dalam pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 dan Pemilu Legislatif-Pilpres tahun 2019 nanti, akan dapat meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilu di Indonesia. Adapun ciri-ciri pemilih yang cerdas dan kritis  adalah pemilih yang didalam menentukan pilihannya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional atas pencermatan visi, misi dan program, bukan lagi atas pertimbangan prakmatis lainnya yang bersifat sesaat.  Saya yakin sepenuhnya  pelajar SMK Wahid Hasyim Trenggalek akan mampu berkontribusi meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilu mendatang denga menjadi pemilih yang cerdas dan kritis,  pungkas Nurani. (Ripto)


Selengkapnya
105

JURI ARDIANTORO : TERPILIH PIMPIN KPU GANTIKAN HUSNI KAMIL MANIK

KPU-TRENGGALEKKAB.GO.ID. Komisi Pemilihan Umum menggelar rapat pleno di Kantor KPU, Senin (18/7/2016) malam hingga Selasa (19/7/2016) dini hari. Rapat tersebut membahas sejumlah agenda. Salah satunya, memilih ketua definitif KPU pengganti almarhum Husni Kamil Manik. Dalam rapat pleno tersebut, terpilih  Juri Ardiantoro sebagai Ketua KPU RI, menggantikan almarhum Husni Kamil Manik. Disela-sela mengisi acara sosialisasi di SMA I Karangan, SURIPTO, Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek, menanggapi hasil pleno tersebut, “ Saya ucapkan selamat atas terpilihnya Juri Ardiantoro, M.Si, Ph.D sebagai Ketua KPU RI menggantikan almarhum Husni Kamil Manik, semoga KPU kedepan sebagai lembaga penegak Demokrasi di Indonesia, bisa terus mengawal proses demokrasi di Indonesia, semakin baik sesuai harapan seluruh rakyat Indonesia. Sedangkan menurut PATNA SUNU, ditengah-tengah kesibukannya sebagai Ketua Divisi Hukum, Pengawasan SDM dan Organisasi, mengomentari hasil pleno KPU RI tersebut memberikan kepastian hukum dalam rotasi jabatan Ketua KPU RI yang sebelumnya ditinggalkan oleh almarhum Husni Kamil Manik, karena meninggal dunia. “Setelah meninggalnya almarhum Husni Kamil Manik, roda kepemimpinan KPU RI dipegang oleh pak Hadar Nafis Gumay sebagai Plt Ketua, dan  hari ini usai rapat pleno KPU, menghasilkan ketua definitif KPU RI, Juri Ardiantoro. Ini merupakan tradisi ketatanegaraan yang baik bagi lembaga Pemilu ini bahwa tidak membiarkan adanya kekosongan kepemimpinan/kekuasaan dalam lembaga KPU,” ujar SUNU menanggapi  hasil pleno KPU RI. Melihat suasana yang kompak dan solid seluruh komisioner KPU RI dan profile Juri Ardiantoro yang mampu mengemban amanah sebagai komisioner KPU RI selama ini, Juri pastinya akan melanjutkan visi dan misi almarhum Husni Kamil Manik yang dengan sukses menjadikan kelembagaan Pemilu ini menjadi lembaga yang profesional, transparan dan akuntabel, lanjut SUNU di ruang kerjanya.


Selengkapnya
516

PROFILE JURI ARDIANTORO : BREBES STAR KPU (BRESTAR)

JURI ARDIANTORO, M.Si.,Ph.D, Pria kelahiran BREBES ini akhirnya terpilih sebagai Ketua KPU RI menggantikan Husni Kamil Manik. Mungkin masanya paling singkat, karena akan memimpin lembaga Penyelenggara Pemilu tersebut sekitar 7 bulan kedepan.  JURI ARDIANTORO, terlahir di Brebes, Jawa Tengah, pada tanggal 6 April 1973. Pria segudang aktivitas dan pengalaman kerja di bidang kepemiluan ini mengawali didunia kerja Lembaga Penyelenggara Pemilu sejak Tahun 2003, pernah menjabat sebagai Plt Ketua KPU DKI Jakarta (2005-2007); Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta (2007-2008); Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta (2008-2013). Sebelum masa jabatannya di KPU Provinsi DKI Jakarta berakhir di Tahun 2013, pria ramah ini naik kepuncak pimpinan Lembaga Penyelenggara Pemilu, sebagai komisioner KPU RI awal tahun 2012. Sebagai Ketua Divisi Umum, Rumah Tangga dan Organisasi dan Wakil Ketua Divisi Tekhnis Penyelenggaraan di KPU RI, kesehariannya dihabiskan untuk mengelola managemen kepemiluan di kantor utama, Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta 10310. Juri memperoleh gelar sarjananya dari jurusan pendidikan sejarah IKP Jakarta (sekarang UNJ), dengan periode kuliah 1992-1999. Juri melanjutkan pendidikan magisternya di jurusan Sosiologi FISIP UI pada 2000-2003. Dia menyelesaikan studi doktoralnya di bidang Sosiologi di Universiti Malaya, Kuala Lumpur, 2006-2015. Dari sisi karir, Juri memulai sebagai guru SMA di Lab School Jakarta pada periode 1999-2000. Lalu dia menjadi dosen di FISIP Universitas Bung Karno (UBK), lalu kemudian pindah mengajar di UNJ. Juri cukup aktif saat masih jadi mahasiswa. Dia tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan mendirikan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP). Aktivitasnya di KIPP itulah yang bisa jadi mengantarkannya berkarir di KPU. Ditengah-tengah kesibukannya sebagai komisioner KPU RI, pria Brebes ini banyak mengabdikan dirinya untuk membesarkan GP Ansor, Badan Otonom Nahdatul Ulama (NU). Tercatat sederet pengalaman di GP Ansor sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta (2005-2011); Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi GP Ansor DKI Jakarta (2009-2011); Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor (2011-2016). "Tidak ada yang luar biasa dari penunjukkan saya sebagai ketua," ujar Juri usai rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016). Juri dipilih menjabat sebagai Ketua KPU periode 2012-2017 yang masa tugasnya tersisa sekira tujuh bulan lagi. Juri berharap, ke depan KPU tetap bisa menjalankan tugas dengan baik. KPU, kata dia, bisa tetap menjaga nama baik dan hasil dari berbagai hal yang telah dilakukan. (dikutip dari Kompas.com) (sumber diolah dari Website KPU RI, detik.com dan KOMPAS.COM)


Selengkapnya