Berita Terkini

131

KETUA KPU TRENGGALEK MENGHADIRI MUSDA IX PARTAI GOLKAR

Tahun ini nampanya merupakan musim bergulirnya gelombang arus musyawarah  partai politik  di Kabupaten Trenggalek.  Setelah Dewan Pimpinan Cabang (DPC)  Partai HANURA berhasil menggelar musdanya seminggu  yang lalu, hari ini  Senen (1/8/2016) giliran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Trenggalek menggelar acara serupa. Agenda utama Musyawarah Daerah (Musda) ke-IX partai berlambang beringin tersebut adalah untuk memilih ketua DPD  Partai Golkar Kabupaten Trenggalek periode 2016-2021. Musda sehari yang dihelat di Aula Waringin Unggul kantor DPD Partai Golkar Trenggalek Jl. Brigjen Soetran No.02 Trenggalek itu mengambil tema “Solid Terkonsolidasi, Efektif Mengemban Misi, Berjaya Dikala Pemilu”. Musyawarah pengambilan keputusan tertinggi  yang diikuti  250 peserta terdiri dari DPD Partai Golkar, Pimpinan Kecamatan Partai Golkar dan Pimpinan Ranting Partai Golkar Se-kabupaten Trenggalek tersebut juga dihadiri Anggota DPR RI  dan DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil VII (Gatot Soedjito dan Atika Bonowati), Mantan Bupati sekaligus Mantan Ketua DPD Golkar Trenggalek H. Soedarso, Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto, MSc, Ketua DPRD Trenggalek Syamsul Anam, SH, MM, dan pimpinan Parpol Se-kabupaten Trenggalek. Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto juga hadir memenuhi undangan dalam acara pembukaan yang dilaksanakan pada pukul 10.00 sampai pukul 11.30. Rangkaian acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mengheningkan cipta, menyanyikan mars Partai Golkar, Pembacaan Teks pancasilan dan Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar, Laporan Ketua Penyelenggara oleh Sukadji, BSc, SPd, Sambutan Ketua DPD Partai Golkar oleh H. Wakidi, ST, Sambutan Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto, MSc, Sambutan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur disampaikan oleh Gesang Budiarso diteruskan Pembukaan Musda dengan pemukulan Gong oleh Bupati  Trenggalek, Menyanyikan Mars Partai Golkar, lagu Padamu Negeri dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muh. Yusak AS. Dalam menyampaikan sambutannya Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto, MSc menyampaikan ucapan terima kasih telah didukung oleh Partai Golkar bersama partai lainnya (PDIP, Partai Demokrat, Partai Gerindra dan PAN) untuk mengabdikan diri menjadi Bupati Trenggalek selama lima tahun ke depan. Selanjutkan Bupati Emil juga menyatakan kesediaannya untuk di suruh-suruh oleh para senior mantan  birikrat di Kabupaten Trenggalek yang banyak berkecimpung di Partai Golkar untuk membangun Trenggalek bersama partai Politik lainnya yang tergabung di DPRD.  Sementara itu Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur dalam memberikan sambutannya lebih menekankan bahwa substansi Musda Partai Golkar bukan pada perebutan pimpinan tetapi lebih terletak pada perumusan program kerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Lebih dari itu Gesang juga memberikan dukungan  penuh atas program Bupati Trenggalek dan menginstruksikankepada Angota DPR RI Komisi V Gatot Soedjito dan Anggota DPRD Jawa Timur Atika Bonowati yang keduanya berangkat mewakili Dapil VII agar mensupport penuh dalam memperjuangkan kemajuan Wilayah di Jawa Timur bagian selatan ini.  Adapun Suripto, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, ketika dimintai konfirmasi atas kehadirannya dalam pembukaan Musda Partai Golkar Trenggalek, ia mengatakan bahwa kehadirannya adalah memenuhi undangan atas nama institusi penyelenggara pemilu yang menjadikan partai politik sebagai peserta yang tidak boleh dibeda-bedakan. “Kami selalu berusaha hadir memenuhi undanga partai apa saja, karena memang semua parpol adalah mitra  kami dalam mengawal demokrasi”, katanya ditemui di ruang kerjanya setelah sampai ke kantor. [HUPMAS]


Selengkapnya
75

RAPAT PLENO BEDAH ANGGARAN DIPA SEMESTER II 2016

Senin, 01 Agustus 2016. Sebagaimana direncanakan hari Kamis sebelumnya (28/07/2016) dalam rakor Divisi  Perencanaan Keuangan dan Logistik, maka diadakan  kegiatan Bedah Anggaran Dipa 2016 dalam rapat Pleno kali ini. Tujuannya adalah mencermati berbagai kegiatan baik yang sudah dilaksanakan maupun yang belum dilaksanakan dalam rangka memastikan kinerja KPU Kabupaten Trenggalek bisa maksimal. Rapat Pleno dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto dan masuk pada pembahasan bedah anggaran rapat  dipandu langsung oleh Nur Huda selaku komisioner Divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik. Suripto menegaskan bahwa kegiatan ini berkaitan dengan upaya untuk memastikan bahwa seluruh kegiatan yang dianggarkan dalam DIPA dapat terlaksana tepat waktu. “Mari kita breakdown satu persatu, apa saja yang sudah dilaksanakan dan apa yang belum, nanti akan kelihatan di sini”, kata pria asal Kecamatan Watulimo ini. Sementara itu Nur Huda memulai acara bedah anggaran dengan meminta Bendahara KPU KPU Kabupaten Trenggalek untuk menyuguhkan data tentang kegiatan apa saja yang sudah terealisasi dan bagaimana serapan anggaran tiap-tiap kegiatan. Dalam rapat ini terkuak beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antaranya serapan anggarannya masih tersisa. Seperti kegiatan pelayanan media yang  dua minggu lalu dilaksanakan, dengan mengadakan kunjungan di Koran harian Rada Tulungagung (Jawa Pos Group). Juga ada anggaran yang banyak belum terserap, antara lain pemeliharaan kendaraan roda dua. Sementara itu, ada beberapa kegiatan yang sedang dilaksanakan dan akan terus berjalan, seperti Pemutakhiran Data Berkelanjutan dan beberapa kegiatan lainnya. Dalam rapat pleno ini diputuskan bahwa rapat ini menugaskan divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik untuk merinci hasil rapat tentang apa saja kegiatan yang belum dilaksanakan. Kemudian hasil rincian tertulis ini akan dibagikan ke tiap Divisi dan Subbag yang sesuai, lalu masing-masing divis akan membahas dalam rakor mingguan yang merupakan jadwa rapat yang telah dilaksanakan tiap minggu. Nur Huda menutup rapat dengan  berharap bahwa hasil rapat ini akan  benar-benar memaksimalkan kinerja. “Program kerja berdasarkan DIPA harus kita lakukan secara maksimal. Sementara kita sendiri juga telah menunjukkan capaian kinerja bahkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya non-budgeter”, kata Pria kelahiran Tulungagung ini. [HUPMAS]


Selengkapnya
93

PENGENALAN DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN DI SMK HIDAYATULLAH PULE

KPU Trenggalek tampaknya akan memanfaatkan segala kesempatan untuk melakukan pendidikan demokrasi pada masyarakat baik pemilih maupun pra-pemilih. Masyarakat pra-pemilih atau yang belum memiliki hak pilihpun juga disasar. Sebab pada pemilu  tahun-tahun mendatang mereka akan menjadi pemilih pemula. Kali ini KPU Kabupaten Trenggalek mendapatkan undangan dari OSIS SMK Hidayatullah Pule  yang meminta untuk memberikan wawasan tentang demokrasi dan kepemiluan. Maka pada hari Sabtu, 29 Juli 2016, mulai pukul 09.00 di aula sekolah dimulailah acara itu. Ada 70  siswa yang menjadi peserta, terdiri dari OSIS dan para murid yang menjadi aktivis kegiatan di sekolah seperti pramuka dan Majelis Permusyarawatan Kelas (MPK). Dalam acara ini, Nurani dari Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi KPU Kabupaten Trenggalek menjelaskan tentang kenapa demokrasi menjadi prinsip yang penting bagi bangsa kita. Kemudian ia juga menarik demokrasi pada hubungan-bungungan yang lebih kecil seperti lembaga-lembaga sekolah dan juga kelas. Seperti biasa materi yang disampaikan lebih banyak pada upaya mendorong partisipasi aktif anak-anak muda dalam kehidupan sosial dengan cara meningkatkan konsepsi diri yang tinggi, tidak pesimis, dan terus belajar dan berorganisasi. “Sebagai anak muda, jangan pernah meletakkan persepsi diri yang rendah. Karena persepsi diri yang rendah terhadap diri kita justru tak akan membuat kita maju. Banyak belajar dan mencari sumber-sumber inspirasi adalah kunci untuk sukses”, kata Nurani. Materi berikutnya adalah tentang pemilu yang disampaikan oleh Nur Huda. Terdiri dari kenapa pemilu penting, dan bagaimana ia dilakukan di negara kita. Tak lupa, Nur Huda juga memperkenalkan profil lembaga pemilu, termasuk dari tingkat pusat hingga KPU Kabupaten Trenggalek. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa peserta bertanya tentang golput dan money politik. [HUPMAS]


Selengkapnya
116

KPU TRENGGALEK MEMUTAKHIRKAN DAFTAR PEMILIH ALIH STATUS DARI POLRI MEJADI SIPIL

Meskipun diluar tahapan pemilu, upaya KPU Trenggalek untuk memperisapkan ketersediaan daftar pemilih yang valid dalam pemilu yang akan datang secara terus menerus senantiasa dilakukan. Setelah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia Resort Trenggalek beberapa waktu yang lalu, up date daftar pemilih yang  mengalami perubahan status dari Polri menjadi sipil dapat terlaksana. Kegiatan tersebut berjalan dengan baik atas kerjasama yang baik antara KPU Trenggalek dengan Polres Trenggalek. Menurut Gembong Derita Hadi, Divisi Teknis Kepemiluan dan Data, daftar nama-nama anggota kepolisian warga Trenggalek yang telah mengalami purna tugas sudah diserahkan kepada kami. “Mereka ini dalam pemilu harus masuk dalam DPT, karena telah berubah statusnya dari Polri menjadi warga sipil biasa.  Sehingga adanya tambahan tersebut secara otomatis jumlah pemilih akan mengalami perkembangan”, kata Gembong di ruang kerjanya. Selanjutnya pria mantan Ketua PPK Kecamatan Dongko ini menambahkan bahwa dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur pemilu, warga negara yang berstatus TNI/Polri tidak memiliki hak pilih. Ketika mereka sudah pensiun alias sudah berubah statusnya menjadi warga sipil lagi, mereka punya hak pilih. Sebaliknya warga sipil yang berubah statusnya menjadi TNI/Polri harus dikeluarkan dari DPT, karena mereka sudah tidak memiliki hak pilih seperti halnya pada wakti berstatus sebagai warga sipil. Beralihnya status tersebut tentunya akan mewarnai perkembangan jumlah pemilih dari setiap pemilu ke pemilu.. Kegiatan pemutakhiran daftar pemilih dari anggota Polri yang memasuki purna tugas merupakan bagian dari upaya KPU untuk menyediakan daftar pemilih yang akurat. Berubahnya status menjadi warga yang punya hak pilih di jajaran Polri Trenggalek itu tentunya akan dimasukkan ke dalam daftar pemilih.   Berdasarkan data yang diperoleh dari Polres Trenggalek, terhitung sejak bulan Januari hingga Juli 2016, terdapat 14 anggota Polri di Kabupaten Trenggalek yang pensiun.  Mereka tersebar di 14 Kecamatan. Di antaranya Kecamatan  Trenggalek ada 5 orang (Purwowasito, Swiyono, Suparlan, Sutrisno, Sumani), Kecamatan  Munjungan ada 3 orang (Salidi, Ali Mustofa, Budiyono), Kecamatan  Karangan ada 2 orang (Soemardi, Sukamto), Kecamatan Durenan ada 1 orang (Suminto), Suruh ada 1 orang (Tri Setyo) dan Pogalan ada 2 orang (Harijono dan  Koetojo). Gembong menambahkan bahwa KPU Kabupaten Trenggalek juga akan berkordinasi dengan KODIM 0806 Trenggalek untuk mendapatkan data tentang anggota TNI di situ yang sudah purna dan  merupakan warga Trenggalek. [HUPMAS]


Selengkapnya
120

DAWET SELASIH, KULINER SIANG PEGAWAI KPU KABUPATEN TRENGGALEK

Bukan hal yang aneh jika istirahat siang sering dimanfaatkan untuk kegiatan makan siang. Bagi para pekerja yang rumahnya terbilang jauh dari tempat kerja, membeli makanan di sekitar kantor tentu adalah pilihan yang umum. Demikian juga terjadi di KPU Kabupaten Trenggalek di siang hari. Seperti terjadi pada hari Jumat, 29 Juli 2016, setelah sembahyang Jumat. Beberapa pegawai KPU Kabupaten Trenggalek juga langsung  meluncur ke salah satu tempat kuliner. Kali ini bukan untuk membeli nasi. “Ayo ke Dawet Selasih. Lama gak dikunjungi sejak bulan puasa”, ajak Sujoko, subbag Program dan Data di Sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Beberapa orang langsung antusias. Mereka memang lama tak mampir  ke warung  yang biasanya sering dikunjungi pada tiap jam istirahat itu. Letak warung dawet itu  memang tak jauh. Tapi memang lebih cepat ditempuh pakai sepeda motor. Masih pada ruas jalan yang sama. Dari kantor KPU harus ke barat ke arah Ponorogo. Setelah melewati perempatan lampu merah, kemudian ada SMAN 1 Karangan, kemudian beberapa rumah di selatan itulah warung dawet Jabung berada. Tak sampai 5 menit sampailah 6 orang. Ketua KPU Suripto bersama Nurani divisi Sosialisasi, dua kasubbag (Sujoko dan Puguh), dan dua orang staf. ‘Bakul’ dawet langsung menyambut, ‘Kok lama nggak ke sini, Pak?” “Gara-gara sebulan puasa dan setelah masuk langsung sibuk, bu. Sampai lupa pada dawet jenengan”, jawab Nurani. Lalu keenam orang mencari tempat duduk. Setelah dawet datang, mereka langsung siap menyantap. Yang tak ketinggalan adalah menambahkan dawet Selasih dengan tape ketan yang selalu tersaji. Memang, tape ketan itulah yang menambah rasa Dawet jadi  lebih istimewa. Sembari menikmati dawet dan aneka jajan, sambil bercerita soal apa saja, selain masalah kerjaan di kantor. Setelah selesai minum Dawet, mereka segera balik ke kantor.   [HUPMAS]


Selengkapnya
90

PUSTAKA KPU TRENGGALEK UNTUK MENDUKUNG RUMAH PINTAR PEMILU

Inisiatif Puguh Budi Utomo Kasubbag  Teknis dan Hupmas ini tergolong kreatif. Tiba-tiba ia teringat bahwa dulu  para komisioner dan beberapa pejabat sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek pernah mengoleksi buku-buku  bersama yang dibeli dari dana pribadi sesuai kemampuan masing-masing. Ternyata setelah dilacak,  puluhan buku-buku itu berada di dalam sebuah lemari. Karena lemari kayu, maka buku-buku itu tidak kelihatan sebelum dikeluarkan. Puguh segera meminta bantuan beberapa staf untuk mengeluarkannya dan kemudian melakukan pendataan kembali judul-judul buku tersebut. “Mulai sekarang kita akan memiliki perpustakaan, untuk mendukung rumah pintar. Tolong buku-buku lain, terutama modul pendidikan pemilih dan pengenalan pemilu yang tersebar di berbagai meja tolong kumpulkan kesini”, ia menyuruh seorang staf. Ternyata jumlah buku yang terkumpul tak bisa dibilang sedikit. Judul-judul buku itu hampir semuanya tentang politik dan pemilu. Beberapa ada yang tentang teknik pengarsipan dan administrasi. Ada pula buku tentang undang-undang. Jumlahnya ada puluhan. Gayungpun bersambut. Maka muncul inisiatif untuk menaruh buku-buku dan rak di sebuah ruang yang dalam rapat sebelumnya akan didesain menjadi rumah  pintar pemilu. “Prinsip rumah pintar pemilu itu intinya ada ruang dan ada bahan pembelajaran, bacaan semacam ini justru sangat penting”, kata Nurani Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan Informasi KPU kabupaten Trenggalek. Nurani mengatakan, buku-buku itu menjadi bahan tambahan sumber informasi untuk menuju pusat penambahan wawasan sebagai salah satu bagian dari kegiatan rumah pintar. Instruksi untuk membangun rumah pintar di seluruh KPU Kabupaten/Kota memang telah diberikan sejak awal tahun ini. Tapi sayangnya tidak didukung anggaran dari DIPA 2016. Sehingga, menurut Nurani, pihak KPU bisa melakukannya dengan memanfaatkan apa yang ada. “Ruangan sudah ada, tempat diskusi ada, bahan-bahan visual dan audio sudah ada meskipun sangat sederhana. Yang belum ada ruang untuk simulasi. Ini bisa sambil jalan”, kata Nurani. [HUPMAS]


Selengkapnya