Berita Terkini

81

MENYELAMATKAN DATA YANG DIMAKAN USIA

Rapat Pleno mingguan kembali digelar KPU Kabupaten Trenggalek pada Selasa, 13 September 2016 pagi ini. Rapat pleno dimulai sekitar pukul 9.30, diikuti oleh para komisioner, sekretaris,  kasubag, dan notulen rapat. Rapat pleno yang seharusnya dilakukan tiap hari Senin kemarin, terpaksa dilakukan hari ini karena Senin kemarin adalah tanggal merah dalam rangka memberingati Hari Idul Adha 1437 H. Topik rapat pleno kali ini adalah tentang persiapan laporan e-PPID 2016 yang harus selesai dirampungkan paling lambat tanggal 16 September 2016. Setelah dibuka oleh Ketua KPU  Kabupaten Trenggalek, rapat dilanjutkan dengan pemaparan dari Divisi SDM dan Parmas selaku divisi yang membidangi kegiatan e-PPID. Dalam paparan tersebut dapat dilaporkan bahwa laporan e-PPID sudah hampir selesai dan tidak ada hambatan yang berarti dari apa yang dikerjakan oleh sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek yang dibidangi oleh Bagian  Teknis dan Hupmas. Sementara itu dalam diskusi di rapat teridetifikasi beberapa masalah. Salah satu yang menonjol adalah  kurang maksimalnya data yang akan disediakan di e-PPID. Terutama data-data pemilu lama. Karena selama ini manajemen lama di KPU yang secara umum petunjuk teknis tentang pengorganisiran data dan arsip masih belum ada petunjuk yang jelas.  Sementara era belakangan ini tuntutan keterbukan informasi semakin dibutuhkan, upaya untuk menyajikan data-data pemilu lama sebelum era keterbukaan muncul  bertubrukan dengan ketidaksediaan data mengingat kacaunya sistem pengorganisiran arsip dan data era lama tersebut. Hal tersebut diakui sendiri oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto, yang telah menjadi bagian dari KPU sejak tahun 2003. Selain hal itu, menurut Suripto, penanggungjawab data pada pemilu lama dulu juga kurang jelas dan dalam perjalanannya  berganti-ganti  orang. “Data yang dimakan usia juga terbentur waktu di mana saat itu  manajemen pengarsipan masih belum ada tuntutan dan panduan serapi sekarang”, aku Suripto. Dari situ, rapat pleno menyepakati bahwa maksimalisasi penyediaan data dan informasi harus tetap dimaksimalkan. Data-data dan informasi inilah yang akan diupayakan menjadi  bagian  dari data dan informasi yang akan bisa diakses publik lewat pelayanan informasi lewat online (e-PPID). [Hupmas]


Selengkapnya
94

JUMAT SEHAT KPU TRENGGALEK MENYUSURI PERKAMPUNGAN

Jumat sehat KPU Kabupaten Trenggalek kembali digelar. Meskipun pesertanya kali ini terbilang menurun, acara Jumat sehat tetap memilih kegiatan jalan santai. Tidak seperti sebelumnya yang naik gunung, kali ini Jalan santai menyusuri jalan-jalan perkampungan di sekitar kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Berangkat sekitar [ukul 07.30, barisan pejalan sehat KPU Kabupaten Trenggalek yang kali ini hanya belasan orang ini menempuh jalur ke Barat dari kantor KPU, mengambil sisi kiri jalan raya Trenggalek ke jurusan Ponorogo. Kira-kira 700 meter dari kantor KPU yang ditinggalkan, masuk gang ke kiri alias belok ke selatan. Mulai jalan masuk inilah memasuki kawasan perkampungan penduduk. Dengan demikian, udara segar mulai terasa. Juga pemandangan yang indah, jalan yang dilalui selalu ada pohon-pohonan di kiri jalan, baik tepat pinggir jalan atau di pekarangan rumah. Beberapa rumah punya pohon turi di depannya, yang sudah  berbunga. “Ya ampuun, bunganya. Ndahneo dikulup enake”, ujar Lilis salah satu staf KPU Trenggalek ketika melihat bunga-bunga pada  beberapa pohon turi yang berjejer di pinggir jalan sebelum jalan (gang) belok ke kanan. Setelah mengambil ke kanan, setelah melalui beberapa rumah, ada jembatan besi gantung yang harus dilewati. Anggota barisan tampak senang melewati jembatan yang menghubungkan jalan antara Desa Buluagung yang ditinggalkan menuju Desa Kerjo. Kedua Desa masuk Kecamatan Karangan. Setelah jembatan da pertigaan. Kalau ambil sisi kanan, akan membawa pada Jalan Raya Trenggalek Ponorogo yang sejalur dengan jalan depan kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Kalau terus akan menuju Kantor Desa Kerjo. Supaya rutenya tidak terlalu pendek dan suasananya masih hijau, maka  diambilan jalur ke kiri (selatan). Ternyata benar, nuansa hijau lebih dominan. Sempat ada kebun kopi kecil, kira-kira ada 70-an pohon kopi. Sedangkan kanan-kiri tetap diwarnai pohon-pohon besar. Kira-kira sekitar 700 meter setelah belokan sebelumnya, setelah melewati jembatan bambu, ada pertigaan. Sebagaimana direncanakan, tentunya rombongan mengambil jalur kiri karena itu ke arah timur. Jalan inilah yang akan membawa ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek lagi, tentu setelah melalui belokan-belokan jalan yang sisi kanan kiri ada dipenuhi rumah. Suasana pedesaan Trenggalek kecamatan Karangan dan Kecamatan Trenggalek amat kental  sepanjang jalur jalan sejat kali ini. Setidaknya di Desa Salamrejo, para pegawai KPU dan komisioner yang ikut dibuat kagum dengan perkampungan yang tiap depan rumahnya hampir semuanya terdapat pohon Nangka yang sedang berbuah. Musim buah Nangka sepertinya. Akhir dari wilayah Desa Salamrejo adalah jembatan  besar, yang setelahnya menempuh jalur kanan. Jalur kecil berupa jalan pinggir sungai yang pada jalan sehat sebelumnya pernah dilalui. Ini akan menyebabkan jalur melingkar awalnya ke timur, ke utara, dan akhirnya sampai jalan besar yang kalau ditempuh ke Kiri (ke Barat) akan membawa ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Sebelum sampai ke kantor KPU kabupaten Trenggalek, rombongan masuk gang ke arah utara (kanan). Ternyata rombongan diarahkan oleh Ali Imron, salah satu pegawai KPU yang baru saja “naik pangkat”. Rombongan diajak ke  rumahnya untuk disuguhi makanan dengan menu yang memuaskan. Sekitar jam 10.00 para pegawai dan komisioner KPU Kabupaten Trenggalek balik ke kantor yang kebetulan tidak jauh. Sekitar 700 meteran. Para  pegawai kembali beraktivitas sesuai tupoksinya masing-masing. [Hupmas]


Selengkapnya
109

KULINER KHAS TRENGGALEK YANG DISUGUHKAN SETELAH JALAN SEHAT

Ali Imron benar-benar tahu bagaimana caranya bersyukur. Pegawai KPU Kabupaten Trenggalek yang membidangi fungsi protokoler dan mengurusi surat-menyurat ini baru saja mendapatkan kenaikan pangkat sebagai pegawai. Naik dari pangkat lama sebagai Pengatur Muda Tingkat I (II/b) sejak 1 April 2012, naik menjadi Pengatur golongan ruang II/c terhitung mulai tanggal 1 April 2016 lalu. Kenaikan pangkat tersebut ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal KPU RI Arif Rahman Hakim  di Jakarta pada 19 April 2016. Dan hari ini (Jumat, 09/09/2016) ia mengundang para peserta Jalan Sehat untuk menikmati makan di rumahnya yang terletak tak jauh dari kantor KPU Kaupaten Trenggalek. Menu yang disajikan benar-benar menu lokal yang sudah mulai jarang dinikmati oleh orang-orang Trenggalek. “Berapa sering orang Trenggalek menikmati menu Oseng Kembang Turi dan Kulupan Kenikir? Jarang kan. Nah, ini adalah menu yang luar biasa”, komentar Nurani Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek. Menu ini disuguhkan secara “pas”. Pasalnya, sepanjang kegiatan Jalan Sehat mulai pukul 07.30 hingga tiba di rumah Imron, para “kru” KPU kabupaten Trenggalek terus disuguhi pemandangan kembang Turi di sepanjang jalan perkampungan. “Memang musim kembang Turi”, kata Imron. Dimasakkan sendiri oleh istri tercinya, Imron langsung menyuguhkan semuanya. Yang paling khas Trenggalek adalah Nasi Tiwul. Ia terbuat dari Ketela yang dikeringkan (dijemur), kemudian dijadikan tepung. Tepung inilah yang dijadikan nasi. Juga dikenal nasi Gaplek. Nama Gaplek mengacu pada Ketela yang masih dijemur kering (bakal tepung). Nasi tiwul biasanya dicampur nasi putih (beras), rata-rata begitu. Disandingkan dengan lauk Oseng Kembang Turi, kulupan Kenikir, sayur Terong dan ikan laut disayur pedas, menu ini benar-benar membuat para “kru” dari KPU Kabupaten Trenggalek makan dengan labap. Bagi Wiratno, sekretaris KPU kabupatek Trenggalek, ini adalah rejeki. Berkali-kali ia mengatakan “Terimakasih pak Imron!” sambil makan. Iapun “tandhuk”, artinya tambah lagi makannya. “Kegiatan makan sehabis jalan sehat sebenarnya bukan kali ini saja. Tapi yang istimewa dari hari ini adalah menu-nya”, papar Wiratno. [Hupmas]


Selengkapnya
68

LAPORAN KINERJA BULANAN KPU TRENGGALEK DIKIRIM HARI INI

Laporan kinerja bulanan KPU Kabupaten Trengggalek  akan dikirim hari ini ke KPU Propinsi. Ini adalah laporan kinerja untuk bulan Agustus 2016. Hal itu  disampaikan oleh Lilis salah satu staf di KPU Kabupaten Trenggalek. Menurut Lilis, laporan kinerja bulanan  KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur harus dikirim paling lambat pada tiap tanggal 8 dalam setiap bulannya. “Alhamdulillah, kita tak pernah terlambat, dan kali ini semua pegawai telah melaporkan laporan individu masing-masing lebih awal yang memudahkan laporan kelembagaan ini lebih cepat”, papar Lilis. Sementara itu menurut Woro Wikan Maheswari salah satu anggota tim pembuat laporan, laporan kinerja bulanan untuk bulan Agustus 2016 ini memuat hal-hal baru karena selain kegiatan yang berbasis di DIPA anggaran 2016, ada beberapa kebijakan baru di KPU RI yang harus diikuti oleh KPU Kabupaten Trenggalek. Misalnya penyesuaian penamaan divisi da penempatan komisioner pada divisi-divisi baru tersebut. Selain itu juga ada  kegiatan bimbingan teknis di bulan Agustus yang dilakukan sebanyak 3 kali. Juga ada kegiatan pelayanan informasi dan dokumentasi secara online atau yang dikenal dengan  e-PPID dan pemilihan pegawai berprestasi. “Kebijakan pusat dan penegasan pelayanan e-PPID memang penting sekali untuk dilaksanakan”, papar Woro. Woro juga memaparkan bahwa pihaknya juga akan melaporkan kegiatan e-PPID secara khusus dan laporan tersebut akan dilaporkan ke KPU Propinsi Jawa Timur paling lambat pada tanggal 16 September 2016. [Hupmas]


Selengkapnya
74

KUNJUNGAN KE KAPOLRES, KPU TRENGGALEK MEMBERIKAN BUKU HASIL PILKADA 2015

Kamis, 08 September 2016, Ketua KPU Trenggalek dan anggota KPU Divisi SDM dan Parmas berkordinasi dengan Kapolres Trenggalek. Tujuan kunjungan ini adalah silaturahmi dan mengantarkan buku “Ikhtiar Demokrasi Lokal” yang isinya merupakan laporan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2015 lalu. Kunjungan ini atas undangan  Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasatya, S.I.K, M. Hum yang mengundang Ketua KPU Kabupaten Trenggalek untuk berbincang-bincang tentang situasi sosial dan persiapan pemilihan ke depannya. Undangan ini tak disia-siakan oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto yang kemudian datang ditemani oleh Nurani Divisi SDM dan Parmas. Kunjungan silaturahmi dimulai sekitar pukul 10.00 di ruang kerja Kapolres Trenggalek yang tergolong masih muda usia tersebut. Kesempatan silaturhami ini dimanfaatkan oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek untuk memberikan informasi tentang kegiatan-kegiatan harian yang dilakukan KPU Kabupaten Trenggalek. Pasalnya, Kapolres mengira bahwa setelah kegiatan Pilkada usai, “KPU ayem-ayem saja”. Suripto menjelaskan bahwa tahun 2016 ini justru merupakan tahun dimulainya peningkatan kinerja di lembaga KPU, yang ditegaskan dengan kebijakan KPU RI bahwa para komisioner KPU dan pejabat di sekretariatan harus melakukan tugas-tugas di luar tahapan pemilu seperti pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, sosialisasi demokrasi dan kepemiluan, pendidikan pemilih, pelayanan informasi yang sekarang berbasis online lewat E-PPID, peningkatan SDM,  pelatihan-pelatihan (bimbingan teknis), pengelolaan website, dan berbagai kegiatan lain baik berbasis DIPA anggaran maupun yang bersifat non-budgeter. Kunjungan ini juga dimanfaatkan oleh Ketua KPU Trenggalek untuk menyerahkan buku “Ikhtiar Demokrasi Lokal” karena di dalamnya juga memuat kegiatan yang dilakukan Polres Trenggalek untuk mengamankan kegiatan Pilkada 2015. Nurani, Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa pertemuan ini sangat  bermanfaat untuk fungsi kehumasan. “Untuk menjada tali hubungan yang erat antar lembaga, menginformasikan apa yang kita lakukan, dan dalam konteks Polres mereka adalah mitra kita ketika kita ada tahapan pemilu di mana peran pihak keamanan memang sangat vital”, papar Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
104

CAIRKAN DANA BANPOL, DPC PPP AJUKAN AUTENTIKASI PEROLEHAN SUARA

Kamis, 08 September 2016,  kpu Kabupaten Trenggalek kembali kedatangan pengurus partai politik yang ingin memproses dana bantuan keuangan untuk partai politik dari pemerintah.  Sebagaimana diatur dalam  Peraturan Bupati Trenggalek Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Pedoman Tata Cara Penghitungan, Penganggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Tertib Administrasi Pengajuan, Penyaluran, dan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik, salah satu syarat permohonan pengajuan Bantuan Keuangan Partai Politik harus melampirkan surat keterangan autentifikasi hasil penetapan perolehan kursi dan suara partai politik hasil pemilu tahun 2014 yang dilegalisir Ketua atau Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek. Oleh karena  itulah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan salah satu partai yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan keuangan ini harus mendapatkan surat surat keterangan autentifikasi dari KPU Kabupaten Trenggalek. Surat permohonan autentifikasi langsung diantar oleh salah satu pengurus PPP Kabupaten Trenggalek, Sucipto dengan memberikan surat Nomor 0139/13.16/DPC/PPP/IX/2016 perihal Permohonan Data Autentik Hasil Pemilu 2014 tertanggal 1 September 2016. Partai Peserta pemilu 2014 berkantor di Jln. Masjid Barat No.02, Durenan, Trenggalek 66381, Telp 0355-878345 ditandatangani oleh Ketua Lamiran, SH dan Sekretaris Wachid Hasyim. Jumlah Suara PPP di Kabupaten Trenggalek sebanyak 12.095 suara. Adapun besar dana bantuan parpol dari APBD Kabupaten Trenggalek setiap suara parpol yang mendapatkan kursi sebesar Rp 2.678 (Dua ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah). Sehingga secara keseluruhan PP akanmemperoleh bantuan senilai Rp 32.390.410 (Tiga Puluh Dua Juta Tiga Ratus sembilan Puluh Ribu Empat Ratus Sepuluh Rupiah). PPP Trenggalek memenuhi syarat untuk mendapatkan dana bantuan keuangan dari pemerintah karena partai ini mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (PPP), dengan jumlah 1 kursi. PPP merupakan partai terakhir yang mengajukan permohonan autentifikasi, sementara partai-partai lain yang mendapatkan kursi di DPRD sudah melakukan sebelumnya.  [Hupmas]


Selengkapnya