Berita Terkini

82

ANGGOTA KPU TRENGGALEK DIVISI SDM DAN PARMAS JADI PEMBICARA BEDAH BUKU “MENDIDIK PEMENANG BUKAN PECUNDANG”

Minggu, 04 September 2016. Nurani anggota KPU Kabupaten Trenggalek Divisi SDM dan Parmas menjadi salah satu pembicara dalam acara  bedah buku bertema pendidikan. Acara yang diikuti 200-an orang yang terdiri dari praktisi pendidikan, mahasiswa, aktivis literasi, pelajar dan umum ini dimulai pukul 08.30 dan berakhir ada sekitar pukul 12.00. Acara tersebut digelar oleh komunitas literasi bernama Quantum Litera Center (QLC) yang selama ini juga sering menjadi mitra KPU Kabupaten Trenggalek dalam beberapa acara. Dalam hal ini, Nurani didapuk untuk mengulas buku berjudul “Mendidik Pemenang Bukan Pecundang” yang ditulis oleh J Sumardianta atau yang dikenal dengan nama Pak Guru Sumar, dari Yogyakarta. Buku tersebut diterbitkan oleh penerbit Bentang Yogyakarta tahun 2016. Selain Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek dan penulis buku, pembicara lainnya adalah Saiful Mustofa dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Para peserta yang mayoritas adalah para guru (praktisi pendidikan) sangat semangat mengikuti jalannya acara karena penulis yang hadir kali ini adalah salah satu instruktur Kurikulum 13, yang namanya sudah dikenal luas karena karya-karyanya. Termasuk sudah beberapa kali diundang di acara TV seperti acara Kick Andy, Rumah Perubahan Renal Khasali di TVRI, dll. Menurut nurani dalam ulasannya, buku “Mendidik Pemenang” bukan hanya mengulas tentang dunia sekolah, tapi adalah tentang bagaimana mempersiapkan generasi yang tangguh di era yang berubah secara tepat. Buku tersebut menawarkan pendidikan nilai yang harus dipegang oleh guru maupun semua stake holder di bidang pendidikan dan pengembangan generasi. “Ada gap yang harus diatasi antara guru-guru yang lahir dari era jaman lama, dengan murid era kini yang hidup di era Gadget.. Dan buku ini berposisi memberikan masukan agar para pendidik harus mampu mengatasi gap itu”, kata Nurani. Nurani tak ketinggalan untuk berbicara tentang pendidikan politik yang berbasis pada pengembangan nilai-nilai kebenaran. Ia mengulas salah satu sub-bab buku yang bertema “orang yang kasmaran belajar”. Nurani mengajak menganalisa apa saja yang membuat orang malas belajar, salah satunya  kana tak percaya pada kebenaran sebab nilai-nilai kebenaran  terjungkal. Dicontohkan pada kasus pemilihan. “Orang banyak tak mau memilih  calon jika tak dikasih uang, karena mereka tak percaya pada kebenaran pada calon yang ada. Karena mereka tak percaya  bahwa calon yang nantinya terpilih akan memperjuangkan mereka. Mereka sering dikhianati. Jadi orang melakukan sesuatu bukan karena hati nurani. Ini karena orang tak percaya pada nilai-nilai. Di sinilah pentingnya pendidikan nilai”, papar pria yang juga menulis banyak buku itu.  [Hupmas]


Selengkapnya
81

RAKOR DIVISI TEKNIS DISKUSI TENTANG MASALAH PENCALONAN

Rakor mingguan divisi terus berjalan. Rakor ini dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman  terhadap masalah tahapan pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Tujuannya agar dalam pemilu legeslatif nantinya para pegawai dan staf bisa mendapatkan pemahaman tentang teknik pencalonan dan pada praktek pencalonan bisa menghadapi berbagai dinamika politik yang berkembang, terutama dari para calon dan partai politik. Diskusi yang dimulai sekitar pukul 10.30 setelah rapat pleno ini dipandu langsung oleh Divisi Teknis yang sekaligus Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto, diikuti oleh beberapa komisioner, pegawai, dan staf. Suripto mengatakan bahwa diskusi ini akan bermanfaat  untuk memperbaiki kinerja KPU ke depan ketika KPU diharapkan untuk melakukan proses pelayanan terhadap peserta pemilu, sekaligus penting untuk melihat kelemahan-kelemahan yang dilakukan pada pileg sebelum-sebelumnya (terutama Pileg 2014). “Mari kita coba mendiskusikan apa yang menjadi masalah di pencalonan waktu itu, dan apa kira-kira yang harus kita benahi di masa mendatang”, kata Suripto. Dari diskusi ini, setidaknya ada beberapa isu krusial yang layak untuk dijadikan pembelajaran. Salah satunya, misalnya, memastikan bahwa yang mendaftarkan calon dan melakukan perbaikan adalah partai politik, dan bukan masing-masing calon. Di Pileg 2014, tampaknya masih ada individu calon yang masih datang sendiri tanpa melalui partai. Menurut Suripto, hal ini harus disikapi secara tegas dan komunikasi lewat sosialisasi harus dimaksimalkan. Sementara itu Patna Suni, anggota KPU Kabupaten Trenggalek dari Divisi Hukum mengangkat isu konflik  internal partai politik yang harus dipantau sejak sekarang, seperti saat ini berpotensi terjadi misalnya pada partai PKPI. Biasanya konflik internal semacam ini, menurut Patna Sunu, fenomeanya antara lain pecat-memecat dan kemenduaan pengurus. “Maka nantinya  yang harus kita pastikan adalah melakukan konfirmasi di pengurus atasnya, apakah propinsi atau pusat, harus membaca AD/ART partai, dan lain-lain... Kalau dulu kita kan cuek”, papar Patna Sunu. Juga  masalah ijazah calon, yang seringkali menimbulkan masalah karen antara nama di kartu identitas kependudukan dan ijazah tidak sama. Juga apakah ijazah asli atau bukan. Dalam hal ini yang bisa dilakukan adalah memastikan peraturannya harus tegas. Sedangkan untuk masalah otentifikasi ijazah aspek legalitasnya harus ditekankan secara tegas ke dinas pendidikan, tentu dengan melihat aturan yang nanti dibuat. Diskusi tentang teknis pencalonan ini memang bisa dikatakan hanya sebatas peningkatan pemahaman saja. Pada praktiknya nanti, tetap harus menyesuaikan dengan undang-undang dan peraturan baru. Meski demikian, beberapa hal yang dibahas dalam diskusi ini juga menyangkut bagaimana menghadapi berbagai fenomena yang seringkali terjadi dan bisa disikapi dengan menegaskan sikap-sikap tertentu. Nurani, divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini malah menjadi sarana yang baik untuk meningkatkan kualitas SDM di lingkungan KPU kabupaten Trenggalek. “Mendiskusikan teknis-teknis pemilu adalah sarana untuk terus memperbaiki diri agar ke depan kinerja KPU Trenggalek semakin baik, profesional dan berintegritas”, kata Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
126

JUM’AT SEHAT : KPU TRENGGALEK MENDAKI GUNUNG KUNCUNG

Jumat Sehat sebagai program kegiatan “cari keringat” di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek semakin ajeg dan kompak pelaksanaannya. Seperti kali ini, kegiatan Jumat sehat  masih menempuh kegiatan Jalan Sehat menaiki gunung. Setelah Jumat minggu lalu KPU Trenggalek sudah menakhlukkan puncak Gunung Jaaz yang punya pemandangan indah sepanjang perjalanan dan ‘view’ yang bisa dilihat dari puncaknya, kali ini para komisioner dan pegawai yang semakin mencintai gunung ini menaiki Gunung Kuncung. Gunung Kuncung adalah salah satu gunung di kota Trenggalek, letaknya di sebelah barat utara Gunung Jaaz. Rute yang harus ditempuh untuk naik gunung ini di awal perjalanan adalah sama. Hanya saja setelah masuk ke perkampungan penduduk Dukuh Cengkong Desa Tamanan, para pendaki harus mengambil arah kiri lalu ke utara. Beda dengan Gunung Jaaz yang ke timur. Jalan menaiki gunung Kuncung memang tak seekstrim jalan menaiki Gunung Jaaz seperti minggu lalu. Tingkat kenaikannya tidak terlalu curam. Sehingga, perjalanan yang ditempuh juga bisa relatif cepat. Keindahan yang paling dahsyat adalah ketika sudah mulai turun setelah menakhlukkan puncak, karena melewati jalan setapak yang ada di tebing. Kanan adalah bagian punggung gunung, sedangkan kiri adalah jurang yang di kejauhannya menghamparkan pemandangan indah perkampungan dan gunung-gunung lain di seberang kecamatan. Seperti sebelumnya, di puncaknya, para pendaki dari KPU Kabupaten Trenggalek beristirahat sebentar. Sambil selfi-selfi. Sambil menikmati sejuknya udara yang dihasilkan oleh suasana, dengan pohon-pohon yang daunnya lumayan banyak. Pohon-pohon tumbuh agak jarang. Sedangkan di bawahnya tanah gembur yang dari tandanya baru ditanami Ketela yang sudah dipanen oleh penduduk sekitar. Sementara bagian tanah lainnya banyak ditumbuhi Kenikir, tanaman yang daunnya bisa dijadikan bahan sayuran yang lezat. Tidak lama istirahat di puncak, hanya sekitar 15 menitan, kemudian “pasukan” KPU Kabupaten Trenggalek memutuskan untuk turun. Jalan turun ini cukup asyik karena melintasi jalan setapak yang kanan kirinya adalah tanah yang dijadikan kebun singkong oleh para penduduk. Sekitar 20 menit, perjalanan turun sudah tiba di rumah pertama yang  ada. Dengan sampainya rumah pertama itu, artinya telah sampai di Desa lain dan kecamatan lain. Yang awal naiknya adalah Desa Tamanan Dukuh Cengkong, kini turun di Desa Ngentrong Kecamatan Karangan. Artinya perjalanan yang ditempuh tadi adalah melingkar ke kiri. Rumah pertama sebenarnya masih daerah pegunungan karena adalah salah satu rumah dari beberapa rumah yang berada dikaki gunung. Dari situ ternyata untuk menuju kantor KPU tidak terlalu jauh. Kira-kira, setengah jam kemudian baru sampai kantor KPU Trenggalek. Lilis, pegawai honorer KPU Kabupaten Trenggalek, merasa puas dengan rute jalan sehat kali ini. “Sebab dibanding yang kemarin, relatif tak berat tetapi pemandangan yang dilalui tak kalah indahnya”, kata perempuan yang tinggal di Desa Salamrejo Kecamatan Karangan itu. [Hupmas]


Selengkapnya
144

PACU TERUS KONTROL KINERJA, KETUA KPU MENGINGATKAN PENTINGNYA TIME-SHEET HARIAN

Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto,  kembali mengingatkan tentang pentingnya time-sheet harian. Hal itu disampaikan dalam rapat harian atau rapat analisa dan evaluasi (Anev) pada Rabu sore (31/08/2016) kemarin. Dalam rapat Anev tersebut, Suripto mengingatkan bahwa itu adalah rapat harian terakhir di bulan Agustus. Karena itu ia mengingatkan karena, dengan demikian, kewajiban KPU Kabupaten secara kelembagaan adalah melaporkan laporan kinerja bulanan. Sedangkan, kinerja harian dari tiap-tiap individu juga harus segera diserahkan karena laporan individu yang berupa timesheet harian itu adalah bahan dari laporan secara kelembagaan yang harus disetorkan ke propinsi selambatnya tanggal 5 September. Suripto juga menyarankan  agar sebaiknya  membuat laporan harian itu juga dilakukan dalam hari-hari, biar tidak lupa dan tidak dibuat mendadak. “Kalau kita masukkan apa yang kita lakukan day to day nya ke dalam kolom time-sheet harian, saya kira akan lebih mudah juga akan meringankan pekerjaan kita daripada dibuat belakangan dan akhirnya “drandapan”, dan juga tidak membuat kita lupa apa yang telah kita lakukan hari-hari sebelumnya”, tegas Suripto. Metode pembuatan time-sheet harian untuk semua komisioner dan pegawai sekretariat KPU memang menjadi terobosan KPU Kabupaten Trenggalek untuk mengontrol kinerja pegawainya. Dengan cara itu, tiap orang di KPU akan melakukan pekerjaan tiap harinya, merencanakan pekerjaannya tiap hari untuk besoknya. “Intinya agar tidak ada istilahnya tidak ada pekerjaan dalam sehari, agar selalu ada saja yang dilakukan, tentu sesuai tupoksinya masing-masing”, kata Suripto. [Hupmas]


Selengkapnya
82

RAKOR DIVISI UMUM UMUM, KEUANGAN, DAN LOGISTIK MEMBAHAS PLT KASUBAG UMUM, LAPORAN KEUANGAN, DAN PENATAAN ARSIP

Sebagaimana jadwal mingguan, rapat koordinasi rutin divisi Umum, Keuangan, dan Logistik kembali dikalukan pada hari Kamis ini (01/09/2016). Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Nur Huda selaku komisioner yang mengkomandoi divisi tersebut. Dalam pembukaan rapat, Nur Huda mengatakan bahwa rakor pada kali ini membahas tentang laporan keuangan bulan Agustus, penataan kearsipan pemilu dan penyimpanan logistik eks pemilu digudang logistik yang terletak di stadiun. “Kita coba bahas hal tersebut karena tiga hal ini yang sementara ini mendesak, kemudian kita tindak lanjuti”. Rakor kali ini juga dilakukan orientasi pada Puguh Budi Utomo selaku Plt. Kabubag Umum yang menggantikan Bpk Rudi Bastari yang sedang mengikuti Diklat Kepemimpinan selama 3 bulan di Surabaya, yang berangkat mulai hari ini. Puguh Budi Utomo selaku Kasubag Teknis Pemilu dan Hupmas mendapatkan tugas tambahan sebagai Plt. Kasubag Umum, Keuangan dan Logistik. Seperti disampaikan Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek  Wiratno,  “Penambahan tugas pada Puguh sebagai Plt perlu dilakukan guna menjaga kesinambungan kerja, akan tetapi posisi Plt tidak full 3 bulan mengingat ada jadwal on day dan off day selama diklat Pim IV yang di ikuti oleh Bpk Rudi”. Terkait laporan keuangan bulan Agustus, Nur Huda mengatakan bahwa  laporan tersebut harus sudah selesai dikerjakan mengingat batas akhir pelaporan ke KPU Propinsi adalah minggu pertama di awal bulan. Sementara itu, masalah penyimpanan kearsipan terkendala prasarana untuk dilakukan penataan ulang. Disampaikan oleh Sudjoko selaku Kasubag Program dan Data bahwa  untuk efisiensi penyimpanan arsip pemilu sekiranya perlu dilakukan pemisahan Formulir Model C yang terlalu banyak. “Pemisahan penyimpanan tetep mempertimbangkan faktor keamanan”, kata Sujoko. [Huda]


Selengkapnya
87

KETUA KPU TRENGGALEK : PENDATAAN DOKUMEN HARUS DIMAKSIMALKAN

Pendataan dokumen harus dimaksimalkan sebab data dari penyelenggaraan  pemilihan adalah dokumen publik. Demikian dikatakan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto dalam rapat Analias dan Evaluasi (Anev) atau rapat harian yang berlangsung sore ini (Kamis, 01/09/2016) mulai pukul 15.15 di Aula kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Pernyataan tersebut dilontarkan menanggapi laporan dari salah satu kasubag bahwa ada beberapa dokumen yang masih belum ditemukan. Suripto mengatakan bahwa ia yakin bahwa dokumen itu pasti ada di kantor KPU, tetapi hanya letaknya di mana dan siapa yang  pernah menyelamatkan atau merawatnya itu yang kadang lupa. Sebab, menurut Suripto, selalu terjadi seperti itu, dokumen yang kadang ada saat dibutuhkan tak ditemukan, lalu ketemu lagi. “Ketemu lagi, hilang lagi. Ketemu lagi, hilang lagi”, papar Suripto menggambarkan apa yang ia maksudkan. Suripto menambahkan bahwa mulai sekaranglah saatnya untuk menemukan data-data dan dokumen dan melakukan digitaliasai, termasuk juga dipasang di menu-menu e-PPID KPU Kabupaten Trenggalek, agar apabila publik hendak mengakses dan informasi, dengan mudah mendapatkannya. Sementara itu dalam rapat ini juga dilaporkan bahwa pembenahan e-PPID juga terus berjalan beriring dengan input data-data, informasi, dan dokumen yang bisa dipublikasikan di laman e-PPID KPU Kabupaten Trenggalek. [Hupmas]


Selengkapnya