Berita Terkini

58

CAPAIAN REALISASI ANGGARAN KPU TRENGGALEK BULAN SEPTEMBER 2016

Hingga akhir tri wulan ke tiga bulan September 2016, capaian realisasi anggaran dan kinerja di KPU Kabupaten Trenggalek mencapai Rp. 1.930.423.436 (60,85%) dari total pagu DIPA  sebesar Rp. 3.172.654.000. Hal ini berarti hingga akhir tri wulan ke empat bulan Desember 2016 nanti penyelenggara pemilu yang berkantor di Jl.Trenggalek-Ponorogo Km.03 ini masih memiliki anggaran sebesar Rp. 1.242.230.564 (39,15%). Data tersebut terungkap dari  dokumen LPPA(Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan anggaran) rutin bulanan untuk tutup buku bulan September yang disampaikan bendahara pada hari Rabo 5/10/2016) kemarin. Menurut Minuk Wijayanti bendahara KPU Kabupaten Trenggalek, pagu anggaran tersebut sekilas memang terlihat masih besar alokasi nggaran yang belum terealisasi. Tetapi menurut ibu muda dari dua anak ini, kenapa demikian disebabkan oleh adanya tambahan belanja hibah Pilkada 2015 dari APBD Trenggalek di tahun 2016. Konsekuensinya, adanya penambahan tersebut menjadikan keseluruhan pagu anggaran DIPA KPU Trenggalek bertambah menjadi lebih besar meskipun pada kenyataannya banyak yang tidak bisa direalisasikan. Menurut Minuk, dari dana tambahan hibah tahun 2016 besar Rp. 604.115.000 yang bisa direalisasikan hanya sebesar Rp. 84.075.000, sehingga sisanya yang tidak terpakai dan sudah dikembalikan ke pemerintah daerah sebesar Rp. 520.039.197. Namun demikian dalam pencatatan sistem akuntansi neraca keuangan KPU Trenggalek, dana tambahan yang sudah dikembalikan tersebut belum dihapuskan dari pagu DIPA tahun 2016. Menurut wanita yang meniti karier PNS organik melalui jalur honore ini, dana tambahan  hibah yang tidak terpakai ini akan terus menyertai menjadi beban KPU Trenggalek hingga tutup buku akhir tahun 2016. Sementara itu, sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek Wiratno ketika dikonfirmasi tentang hal tersebut ia menegaskan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah tidak ada masalah, hanya persoalan administratif lha pada kenyataannya uangnya sudah tidak ada di satker kKPU Trenggalek. Justru apabila anggaran tersebut harus kita realisasikan 100 % bagaimana caranya dan apa yang akan direalisasikan, ungkap Ratno dengan nada bertanya. Saat ini dari sisa pagu anggaran yang belum terealisasi sebesar Rp. 1.242.230.564 (39,15%), sebenarnya yang real ada pada DIPA KPU Trenggalek adalah hanya sebesar Rp. 722.191.367, karena yang sebesar Rp. 520.039.197 sudah dikembalikan kepada pemerintah Kabupaten Trenggalek. Sedangkan Ketua KPU Trenggalek Suripto ketika memberikan penjelasannya dalam memimpin rapat ANEV (Analisis dan evaluasi) kinerja kemarin menegaskan bahwa adanya beban pagu anggaran yang tidak dapat direalisasikan ini sebenarnya sudah terselesaikan ketika dilihat dalam laporan aplikasi E-Monev. Dimana dalam laporan tersebut sudah tidak muncul tambahan hibah yang sudah dikembalikan. Karena menurut Ripto dalam aplikasi ini hanya melaporkan pagu anggaran dalam bentuk rupiah murni dan sudah memilah serta mengeluarkan pagu rupiah tambahan yang bersumber dari hibah. Logikanya bagaimana mungkin kita harus merealisasikan anggaran yang sudah tidak ada pada kita, tetapi secara administratif dalam pertanggungjawaban DIPA memang tutup bukunya adalah akhir tahun bukan pada tahun yang sedang berjalan, pungkas Ripto.


Selengkapnya
68

KPU TRENGGALEK TERIMA BUKU PARTISIPASI PEMILIH DALAM PILKADA SERENTAK 2015

Setelah berhasil menerbitkan buku Partisipasi Pemilih Dalam Pemilu 2014,  serial Modul Pelatihan Membangun Kompetensi Dasar Kepemiluan Untuk Komunitas, Pedoman Pendidikan Pemilih, Pedoman Rumah Pintar Pemilu, dan serial buku data dan infografik Pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 beberapa bulan yang lalu, kini KPU RI kembali menerbitkan buku tentang Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2015. Buku setebal + 100 halaman full colour ini dicetak dalam kertas art paper yang terdiri dari tujuh bab dengan disertai kata pengantar dari Ketua KPU RI Husni Kamil Manik. Melalui buku tersebut KPU mendokumentasikan secara lengkap tingkat partisipasi pemilih berdasarkan jenis kelamin dan partisipasi pemilih dari disabilitas ditabulasikan dalaam bentuk grafik dan diagram yang menarik. Sehingga memudahkan pembaca dalam memahami data tingkat partisipasi pemilih dari Pilkada serentak 9 Desember 2015 yang dilaksanakan pada 269 daerah yang terdiri dari  9 provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota di seluruh Indonesia.  Ketika menerima kiriman buku tersebut pada hari ini Kamis (6/10/2016), Ketua KPU Trenggalek Suripto, menegaskan bahwa buku ini adalah hasil dokumentasi penting peninggalan KPU dibawah kepemimpinan Husni Kamil Manik. Dimana pada masa kepemimpinannya, beliau menaruh perhatian besar terhadap pentingnya pendokumentasian dan pengolahan data hasil pemilu agar mudah dibaca dan diakses publik. Atas jasa kepemimpinannyalah, KPU  berhasil mengelola pemilu dengan manajemen pendokumentasian data secara terbuka baik dalam bentuk hard copy maupun soft copy. Tidak hanya berhenti disitu, begitu tingginya perhatian almarhum kepada pentingnya data, KPU Kabupaten/Kota selalu dimata untuk mendokumentasikan tabulasi data hasil pemilu berbasis TPS dan hasilnya seperti yang kita terima saat ini, kami dapat memperoleh data lengkap hasil pemilu dan pilkada diseluruh Indonesia yang telah dicetak dalam bentuk buku, ungkap Ripto bangga sambil menunjukkan buku. Tradisi seperti ini saya kira sangat penting untuk terus dibudayakan oleh penyelenggara pemilu agar publik dapat dengan mudah mendapatkan akses hasil pemilu dari setiap waktu ke waktu. Penyelenggara pemilu boleh datang dan pergi, tetapi dokumentasi dan data kepemiluan tidak boleh musnah bersama pergantian komisioner.


Selengkapnya
51

KPU TRENGGALEK JADI KONTRIBUTOR UNTUK JURNAL IDE

KPU Kabupaten Trenggalek sudah mengirimkan artikel untuk Jurnal IDE edisi Oktober yang  akan segera terbit. Demikian informasi dari Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani, sebagai penanggungjawab penulisan artikel. Penggarapan dan pengiriman artikel tersebut adalah untuk memenuhi permintaan KPU Propinsi Jawa Timur yang tiap bulannya menerbitkan Jurnal IDE yang isinya adalah kumpulan belasan artikel dengan tema yang berbeda-beda sesuai apa yang diinstruksikan Divisi SDM&Parmas KPU Propinsi Jawa Timur. Untuk Trenggalek dan KPU Kabupaten/Kota yang masuk kelompok I, selalu kebagian jatah dua bulan sekali untuk menulis. Menurut Nurani, tema Jurnal IDE Bulan Oktober ini adalah Hubungan KPU dengan Stakeholder. Ditambahkan bahwa sebenarnya Nurani selalu menawarkan siapa saja untuk menulis artikel sebagaimana ditetapkan karena yang menulis tak harus selalu dirinya sebagai divisi yang bertanggungjawab, siapapun dari KPU Kabupaten Trenggalek baik komisioner atau pegawai juga boleh. “Akan tetapi, sejauh ini belum ada minat, jadi sayalah yang kemudian menghandel kalau tak ada yang nulis”, paparnya. Artikel yang ditulisnya kali ini berjudul “Menggalang ‘Stakeholder’  Pendidikan Pemilih: Komunikasi Adalah Panglima buy kamagra jelly uk!”. Artikel ini berisi tentang pentingnya menggalang kerjasama dengan pihak-pihak lain yang berkaitan untuk memaksimalkan kegiatan-kegiatan pendidikan pemilih, serta menunjukkan bagaimana caranya agar kerjasama bisa dilakukan dengan baik dan pihak mana saja yang dilibatkan. Nurani mengatakan bahwa keberadaan Jurnal IDE yang dikelola oleh KPU Propinsi ini cukup bermanfaat untuk menambah wawasan tentang kepemiluan di lingkungan KPU se Jawa Timur. “Termasuk meningkatkan budaya membaca dan menulis, setidaknya untuk menjaga agar wawasan tidak tumpul”, tegas pria berkepala botak ini. [Hupmas]


Selengkapnya
60

KPU TRENGGALEK SUSUN JADWAL SIARAN DEMOKRASI DI RADIO

Sebagaimana telah disepakatinya kerjasama antara KPU Kabupaten Trenggalek dengan dua radio, Divisi Sumber Daya Manusia segera menyusun jadual siaran. Pembuatan jadwal ini berkaitan dengan upaya agar kegiatan yang dilakukan bisa terlaksana dengan baik serta dapat memberikan penugasan sebagai petugas sosialisasi dalam acara tersebut. Puguh Budi Utomo, Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa pembuatan jadwal ini berarti ada kepastian waktu dan siapa saja yang bertugas. Ditambahkan bahwa utuk dua radio, yaitu Radio Pemerintah Kabupaten Trenggalek (RPKT) Praja Angkasa FM  dan Radio Fortuna FM, dijadwalkan bahwa para pembicaranya adalah dari komisioner. “Kelima orang komisioner digilir dan apabila komisioner berhalangan, pegawai KPU kabupaten Trenggalek bisa menggantikannya”, kata Puguh. Puguh menambahkan bahwa pihaknya juga berupaya agar siaran di Radio juga terjadi secara interaktif. Yang ia lakukan adalah membuat pengumuman  dan undangan pada publik  agar ikut interaktif dalam diskusi melalui telfon. Undangan tersebut dilakukan dengan menyebarkan di media sosial dan WA. [Hupmas]


Selengkapnya
55

TALKSHOW BERTEMA DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN PERDANA DI FORTUNA FM

 Jadwal perdana talkshow di Radio Fortuna FM untuk memberikan wawasan dan penyadaran tentang demokrasi dan kepemiluan dilaksanakan hari ini (Selasa, 04/09/2016). Acara dimulai mulai pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB. Dari KPU Kabupaten Trenggalek yang  bertugas sebagai narasumber dalam acara siaran interaktif perdana ini adalah Ketua, Suripto. Sementara itu dari pihak Radio Fortuna FM yang memandu jalannya talkshow adalah Malik Fajar. Siaran interaktif perdana yang akan belanjut tiap sebulan sekali untuk ke depannya ini mengambil tema yang bersifat umum. Awalnya pemandu acara menanyai apa kesibukan terkini dari di lingkungan KPU kabupaten Trenggalek pada saat tidak ada tahapan pemilu  seperti ini. Dengan tegas Suripto mengatakan bahwa meskipun tak ada tahapan pemilihan, kegiatan-kegiatan di KPU Kabupaten Trenggalek tidak pernah berhenti. “Ada kegiatan kontrol kinerja pegawai yang memastikan mereka punya kinerja harian, peningkatan SDM, kegiatan rutin, pngelolaan e-PPID, website, dan menggencarkan pendidikan pemilih dan calon pemilih seperti kegiatan saat ini”, tegas Suripto. Di awal paparannya, Suripto memaparkan tentang  hakekat demokrasi dan kemudian menghubungkan antara pemilu dan demokrasi. Perbincangan kemudian berkembang ke arah perbincangan soal aturan-aturan terkini soal Pilkada, hingga gambaran tentang pelaksanaan pemilihan ke depannya seperti Pilkada Jawa Timur dan Pileg-Pilpres 2019. Tak terduga bahwa ternyata juga ada masyarakat yang ikut interaktif lewat sambungan telfon. Ada tiga penanya dalam hal ini yang mengajukan pertanyaan untuk ditanggapi. Semua pertanyaan ditanggapi dengan sistematis oleh Suripto. Di perbincangan penutup, Suripto menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjadikan demokrasi bisa lebih bermanfaat bagi rakyat. Partisipasi bukan hanya saat pemilu, tapi juga kapanpun selama mengemukakan pendapat dan menyampaikan tuntutan bisa disalurkan secara sah dan tidak bertentangan dengan undang-undang. [Hupmas]


Selengkapnya
53

DIVISI SDM DAN PARMAS KPU TRENGGALEK JADI PEMATERI JAMBORE PEMUDA

Kembali, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek berkesempatan menyampaikan materi dalam sebuah forum. Kali ini adalah acara Jambore Pemuda Trenggalek 2016 yang diadakan oleh anak-anak muda yang didukung oleh Bidang Pemuda Dinas Pariwisata, Pemuda,dan Olahraga Kabupaten Trenggalek. Acara Jambore Pemuda ini diselenggarakan mulai Hari Kamis 29 September hingga Sabtu 1 Oktober 2016, bertempat di Hotel Prigi Kecamatan Watulimo Trennggalek. Nurani, Divisi SDM&Parmas KPU Kabupaten Trenggalek, mendapatkan kesempatan mengisi acara pada hari Jumat. Ia menyampaikan materi “Literasi untuk Pemuda” sejak pukul 08.00 hingga pukul 10.30. Ditambah setelah magrib sekitar pukul 19.00 hingga 22.00 menjadi Juri  Pentas Seni para Organisasi Kepemudaan yang menjadi peserta acara tersebut. Nurani tak menyia-nyiakan permohonan menjadi pemateri tersebut beberapa hari sebelumnya. Sebab, dengan adanya kesempatan menjadi pemateri semacam ini, menurutnya, ia akan punya banyak kesempatan untuk melakukan sosialisasi tentang demokrasi dan mengajak kaum muda untuk berpatisipasi dalam berbagai bidang kegiatan. Ditambahkan oleh Nurani bahwa kegiatan meningkatkan partisipasi dan meningkatkan kesadara pemilih dan calon pemilih tak hanya dimaknai sebagai melulu kegiatan yang  berisi sosialisasi tentang teknis kepemiluan. “Dengan materi yang intinya menambah wawasan dan kecerdasan, kita dorong mereka untuk aktif dalam partisipasi sosial sesuai bidangnya, sambil menyelipkan contoh-contoh dan wacana demokrasi dan kepemiluan”, papar Nurani. Dalam presentasiya yang diberi judul “Literasi untuk Pemuda”, Nurani memaparkan bahwa para tokoh bangsa  dulu ketika di masa mudanya adalah sosok-sosok yang terliterasikan. Tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, Natsir, Tan Malaka, adalah sosok-sosok yang suka membaca dan suka menulis. Kegiatan literasi tersebut menambah wawasan mereka dan menguatkan karakter mereka sehingga mereka punya dasar karakter untuk jadi pemimpin. Kemudian ia menjelaskan apa saja manfaat-manfaat budaya literasi yang berpilar pada kegiatan membaca, menulis, dan menggunakan wawasan dari hal itu untuk meningkatkan  menambah wawasan, pengetahuan, dan mentalitas. Tak lupa Nurani menunjukkan karya-karyanya dan karya-karya para penulis Trenggalek, serta menunjukkan bahwa buku sebagai karya dapat dilihat sebagai bagian dari kreativitas yang mendukung ekonomi kreatif. Hingga memperkenalkan apa saja yang harus dilakukan untuk menjadi penulis profesional. Sebelumnya, pada saat memperkenalkan diri, Nurani juga tak lupa menjelaskan apa itu KPU dan sedikit tentang kegiatan kepemiluan. Selebihnya, acara tersebut banyak memuat motivasi-motivasi terhadap peserta yang tergolong anak-anak muda (antara umur 17-23 tahun) yang terdiri dari berbagai organisasi seperti Mahasiswa, Pelajar, ormas pemuda, ormas muda keagamaan, pramuka, dan wakil dari paguyuban Kakang-Mbakyu. [Hupmas]


Selengkapnya