Berita Terkini

50

PPK BENDUNGAN KORDINASI SAMBUT PADATNYA KEGIATAN

BENDUNGAN – Hari ini di sebuah sore, Jumat tanggal 23 Desember 2017. Dari tempat nongkrong yang dinamakan Fufo, angin semilir berhembus lembut. Fufo adalah tempat bermain Futsal di utara alun-alun Trenggalek di samping Bank BRI, di mana di sampingnya ada tempat duduk dan meja. Tentu ada makanan ringan dan minuman yang bisa dipesan. Hari yang biasanya hujan, kali ini tidak ada setitik airpun yang jatuh dari langit Bendungan. Awan bergelantung tipis saja, terlihat dari tempat ketua dan anggota PPK berkumpul untuk membahas agenda kerja setelah mendapatkan pelatihan dan arahan sejak senin minggu ini. Ini adalah tapat kordinasi yang serius. Hasilnya adalah segera dilakukan rapat untuk  mengundang Panitia Pemungutan Suara (PPS)  dan sekretaris PPS untuk  membahas sosialisasi dan cara meningkatkan partisipasi masyarakat, serta bimtek. Anggaran sudah ada beserta petunjuk operasional kegiatan (POK). “Harus segera kita eksekusi”, tegas Maryanto, divisi perencanaan dan data PPK Bendungan. Seluruh PPK juga sepakat untuk  membentuk petugas pemutakhiran data pemilih (PPP). [PPK-Bendungan]


Selengkapnya
44

KPU TRENGGALEK HADIRI SOSIALISASI PERATURAN TENTANG IVENTARISASI DAN PENILAIAN BARANG MILIK NEGARA

MALANG – Hari ini KPU Kabupaten Trenggalek mengirimkan operator Simag BMN dalam acara Sosialisasi Peraturan tentang Inventarisasi dan Penilaian Kembali Barang Milik Negara (BMN). Acara dilaksanakan di Kantor Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) wilayah Malang. Hadir dari KPU Kabupaten Trenggalek yaitu Whanti Purwaningsih, operator Simak BMN (Sistem Informasi Manajemen Akuntansi Barang Milik Negara). Acara ini juga dihadiri oleh operator SIMAK BMN dari berbagai satuan kerja dan lembaga negara yang berada di bawah naungan KPKNL wilayah malang, seperi dari Dinas Kesehatan, Lanud, BPBD, dan lain-lain. Acara dimulai sekitar pukul 14.00  dan berakhir hingga pukul  17.00 WIB. Acara langsung dibuka oleh bu Fitri  dari Seksi Pengelola Kekayaan Negara (PKN). Ia memperkenalkan bahwa seksi  PKN adalah untuk  melaksanakan  penyiapan bahan pelaksanaan penetapan satatus penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, bimbingan teknis, pengawasan dan pengendalian, penatausahaan dan akuntansi serta penyusunan daftar BMN/kekayaan negara yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. “Prinsip-prinsip tersebut harus dijunjung tinggi, karena ini adalah barang milik publik”, paparnya. Dalam paparan tersebut juga disampaikan sekilas gambaran tentang  kegiatan revaluasi BMN. Kegiatan revaluasi BMN dalam konteks pengelolaan diartikan sebagai sebuah cara sehingga pemerintah dapat mengetahui nilai wajar yang updated. Dengan diketahuinya nilai wajar tersebut, pemerintah dapat melakukan pengelolaan aset negara secara optimal. “Dengan tersajinya nilai wajar aset negara updated tersebut meningkatkan akuntabilitas laporan keuangan pemerintah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat”, paparnya. [Hupmas]


Selengkapnya
40

KPU TRENGGALEK SOSIALISASI TAHAPAN PILKADA SERENTAK 2018 DI KAMPUS STKIP PGRI

TRENGGALEK – Kalangan mahasiswa dan komunitas perguruan tinggi (kampus) merupakan kalangan yang bisa diharapkan oleh KPU Kabupaten Trenggalek  dalam menjadi agen-agen sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam Pilkada Serentak 2018. Karena itulah hari ini (Jumat, 22/12/2017)  KPU Kabupaten Trenggalek menyasar kampus STKIP PGRI Trenggalek dalam acara sosialisasi Pilkada Serentak tahun 2018. Peserta dalam acara sosialisasi ini adalah para aktivis organisasi intra kampus, mulai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Progran Studi (HMP), aktivis-aktivis kegiatan di UKM (unit kegiatan mahasiswa), dan beberapa dosen pendamping. Sejumlah 100 orang peserta mendapatkan wawasan dari sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek maupun pemaparan materi dari narasumber, yaitu Nurani dari KPU kabupaten Trenggalek (Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia) dan Haris Yudhianto (dosen kampus STKIP PGRI Trenggalek yang juga kepala program studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Acara yang bertempat di Aula kampus ini dimulai dari pukul 14.30 hingga pukul 17.00. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto mengatakan bahwa acara tersebut  bertujuan untuk mengajak kalangan kampus untuk mendukung dan berperan dalam Pilkada Serentak tahun 2018. “Kami mengajak kita melakukannya bersama-sama, terutama membagi informasi yang kita dapatkan pada acara ini, untuk disebarkan pada masyarakat”, kata Suripto. Antusiasme mahasiswa dan dosen untuk mengikuti ini sangat luar biasa. Terbukti dengan antrinya penanya di sesi tanya jawab. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, pertanyaan hanya dibatasi untuk empat penanya. Pertanyaan tersebut ditanggapi secara tuntas oleh kedua pemateri. Acara ditutup dengan ucapan terimakasih dari KPU Kabupaten Trenggalek yang diwakili oleh Nurani karena Ketua KPU Dr. Suripto sebelumnya meninggalkan tempat karena harus memimpin rapat di kantor KPU bersama dengan Partai Politik yang mengikuti pendaftaran sebagai peserta pemilu. Acara diakhiri dengan foto bersama antara KPU Kabupaten Trenggalek, Mahasiswa, dan Dosen Kampus STKIP PGRI Trenggalek. [Meris]


Selengkapnya
73

PROFIL IST, GRUP MEDSOS YANG HADIRI REMBUG KOMUNITAS BERSAMA KPU TRENGGALEK

Bagi Bejo, seorang pemuda dari Kecamatan Pogalan, Info Seputar Trenggalek (IST) adalah penyelamat hidupnya. Pasalnya, dengan bergabung di komunitas tersebut, ia banyak memperoleh dunia baru yang membuat dirinya lebih berdaya karena interaksinya dengan grup facebook, baik dari tukar informasi di grup facebook maupun melalui acara-acara kopi darat. Iapun direkrut untuk menjadi aktivis komunitas medsos yang memiliki anggota terbesar di Trenggalek. Anggota 220 ribu bukan jumlah yang kecil. Info Seputar Trenggalek (IST) berdiri mulai bulan September 2012. Berkembang pesatnya grup ini tidak lepas dari kehandalan Bambang Taruna atau yang punya nama lengkap Bambang Puji Susilo, seorang pemuda Panggul yang kini lebih banyak malang-melintang di berbagai tempat dan membangun basis kegiatannya dari Kota Treggalek. Kemampuannya menulis berita dan berbicara kritis pada kebijakan-kebijakan pemerintah, serta kesadarannya akan pentingnya mencari dan membagi informasi, menjadi magnet tersendiri bagi anak-anak muda untuk bergabung di grup IST. “Ada perkembangan teknologi era milenial yang meninggalkan media konvensional dan beralih ke medsos, inilah yang penting untuk pertukaran informasi”, papar Bambang menjawab pertanyaan melalui WA tentang latar belakang berdirinya IST. Melalui grup FB-nya, memang IST selalu terdepan dalam men-share info-info terbaru, dari berbagai wilayah di Trenggalek bahkan yang berada di daerah-daerah pinggiran. Grup ini juga eksis karena kemampuan mengorganisir dana. Pada awalnya, pengadaan kaos IST dengan desain tulisan yang memajang slogan grup ini: “Ada Cerita di Balik Peristiwa”. Lalu perluasan anggota grup dengan bergabungnya para perantau di luar Trenggalek dan bahkan luar negeri yang menjadi bagian dari grup ini, penggalangan dana (fund rising) menjadi semakin massif. Dengan kegiatan penggalangan bantuan untuk orang-orang miskin dalam bentuk pemberian sembako, uang, maupun membantu pembangunan rumah agar layak huni, grup ini semakin diapresiasi oleh banyak kalangan, termasuk pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek. Bahkan grup ini juga diintegrasikan dalam program Gertak (gerakan tengok bawah untuk mengatasi kemiskinan) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Trenggalek. Oleh karena itulah, pada acara “Sosialisasi Berbasis Komunitas” dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 di Kafe Kamboja Selasa lalu (19/12/2017) IST adalah salah satu grup media sosial yang diundang. Menurut Nurani Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas-SDM) KPU Kabupaten Trenggalek, grup IST adalah salah satu grup di mana informasi benar-benar menjadi kekuatan partisipatif bagi warga, terutama anak-anak muda. Getok-tular informasi bisa menggerakkan banyak orang untuk menengok kebijakan yang salah lalu menyuarakan aspirasi, dan ditindaklanjuti melalui komunikasi nyata untuk merubah tingkahlaku di dunia nyata. “Informasi adalah kekuatan, dan grup ini menjadikannya sebagai kontrol sosial yang nyata”, papar Nurani di sela-sela acara ngopi bareng d Kafe Kamboja. Tak berlebihan jika Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Suripto, M.PdI dalam sambutannya mengajak komunitas medsos  merupakan kalangan orang-orang yang cerdas dan diharapkan mampu menggalang partisipasi aktif dalam Pilkada Serentak 2018 mendatang. “Kami berharap komunitas medsos yang hadir malam ini menjadi penyebar informasi agar masyarakat kita tahu dan terinformasikan dengan baik tentang penyelenggaraan Pilkada 2018 yang sudah mulai tahapannya”, kata ketua KPU Kabupaten Trenggalek. [Meris]


Selengkapnya
46

PPK TRENGGALEK HADIRI BIMTEK PENGELOLAAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

Meghadapi berbagai kegiatan yang berbasis anggaran, Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL) PPK Kecamatan Trenggalek mengikuti acara Bimbingan Teknis tentang Pengelolaan dan Pertanggung jawaban Keuangan pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018. Acara ini di selenggarakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek pada hari Rabu kemarin (20/12/2017), yang bertempat di RM Mekarsari. Selain dari PPK Kecamatan Trenggalek, juga hadir Ketua, Divisi KUL, Sekretaris  dan Staf Urusan Tata Usaha Keuangan dan Logistik PPK Se-Kabupaten Trenggalek dengan Pemateri dari KPU dan Sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Pada acara bimtek tersebut dibahas tentang tugas-tugas dan wewenang PPK, terutama Divisi KUL & Sekretariat PPK dalam pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana anggaran kegiatan di  PPK dan PPS. Juga dibahas  Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang telah ditetapkan KPU Kabupaten Trenggalek untuk setiap kegiatan yang nantinya harus dipertanggungjawabkan dan dilaporkan. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Suripto menjelaskan bahwa anggaran dana Pilkada Jatim Tahun 2018 yang didapat KPU Kabupaten Trenggalek berasal dari anggaran dana hibah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur yang selanjutnya akan di-breakdown ke tingkat Badan Penyelenggara. Ia mengingatkan kepada seluruh Anggota PPK dan Sekretaris PPK untuk selalu memperhatikan prinsip akuntabilitas, profesionalitas, dan transparansi. “Pengelolaannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara formal, dipergunakan sesuai dengan POK yang ditetapkan, serta memberikan informasi penggunaan dana secara jujur dan terbuka”, tegas Suripto. Hadir sebagai pemateri dalam bimtk ini adalah  Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Kabupaten Trenggalek  Nur Huda dan Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek Wiratno. Keduanya  memaparkan tentang penggunaan dana kegiatan seluruh PPK di Kabupaten Trenggalek yang harus sesuai dengan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) di antaranya tentang biaya sosialisasi/bimtek/penyuluhan, rapat kordinasi, transportasi dan administrasi perkantoran. Dan yang tak kalah penting adalah tentang tertib administrasi yang harus dijalankan oleh PPK Kabupaten Trenggalek beserta Sekretariat, sehingga memudahkan untuk ditelusuri dan dipertanggungjawabkan. [DEWI WINASTUTI]


Selengkapnya
66

PROFIL GRUP LITERASI TRENGGALEK, SALAH SATU KOMUNITAS YANG HADIRI ACARA REMBUG WARGA NETIZEN KPU TRENGGALEK

Literasi bukan lagi kata yang asing di Trenggalek. Apalagi di dunia media sosial seperti facebook. Sebagaimana dikisahkan Dadang, sejarah literasi Trenggalek sendiri mengadakan acara-acara yang undangannya disebar lewat facebook. Ditanyai tentang profil komunitas literasi yang ia geluti, Dadang merujuk pada acara Arisan Sastra yang ia ikuti sejak tahun 2010. Itu adalah tahun-tahun awal ketika masyarakat Trenggalek mulai mengenal facebook yang kemudian cepat sekali perkembangannya hingga hampir tiap orang, terutama kaum muda seperti dirinya, hampir tak ada yang tidak punya akun facebook. Arisan Sastra Trenggalek, dalam kurun waktu 2010-2013, adalah acara bulanan yang diorganisir anggota yang ikut Arisan 10.000-an, di mana yang “motel” dapat giliran menyajikan karya tulisnya di pertemuan berikutnya (bulan depannya). Lalu dibuatlah Grup facebook sbagai komunikasi di luar pertemuan acara bulanan dan disela-sela acara kopdar kecil-kecilan antara aktifis intinya. Setiap acara pasti dishare lewat FB baik melalui akun FB masing-masing anggota maupun diposting lewat grup FB. Hasilnya luar biasa, kata Dadang. Salah satunya adalah bahwa acara Arisan Sastra Trenggalek dikenal luas oleh masyarakat luar Trenggalek. Itulah yang membuat aktivis literasi Trenggalek berjeraring dengan para penulis dan akifis literasi di kota lain. Hingga, tiap acara arisan bulanan, selalu kedatangan tamu dari luar kota. “Bahkan penulis-penulis kota lain yang senior juga datang ke acara kami”, papar Dadang. Menurut Dadang, salah satu hal yang menurutnya bermanfaat bergabung dalam komunitas Literasi adalah para anggotanya akhirnya suka memposting kalimat-kalimat yang berbeda dari kalimat mereka yang tidak “terliterasikan”. “Saya sendiri suka kata-kata yang unik dan puitis dalam postingan-postingan saya, yang jelas tidak menggunakan fb untuk hal yang negatif”, tegas pemuda yang menekuni bisnis kuliner ini. Ia menambahkan bahwa partisipasi para aktifis literasi adalah meliterasikan media sosial agar pikiran-pikiran kritis juga bisa berkontestasi di dunia maya yang sebenarnya punya pengaruh nyata. Dadang berharap KPU tidak hanya fokus untuk jumlah pemilih yang hadir di TPS saja. “Tapi pemilih yang berkualitas, cerdas, dan tidak pragmatis sebagaimana dikatakan pak Suripto dalam sambutannya tadi”, imbuhnya. [Hupmas]


Selengkapnya