Berita Terkini

45

KESEKIAN KALINYA, KPU TRENGGALEK MENGGELAR DISKUSI PUBLIK PEMETAAN DAPIL DAN ALOKASI KURSI DPRD DALAM PEMILU 2019

Hari ini (Kamis, 21/14/2017), KPU Kabupaten Trenggalek kembali menggelar diskusi publik pemetaan dapil dan alokasi kursi DPRD Trenggalek dalam pemilihan umum tahun 2019. Kali ini yang diundang adalah dari kalangan lembaga pemberdayaan masyarakat dan pendidikan seperti Yayasan Hidayatullah, SLB Kemala Bayangkari, Yayasan Penyandang Disabilitas “Naeema”, dari asosiasi pengusaha, para wartawa (jurnalis), organisasi perempuan PKK dan GOW, perwakilan pekerja seni, perwakilan Asosiasi Kepala Desa (AKD), dan lain-lain. Acara yang berlangsung di Hotel Jaaz Permai Trenggalek ini dimulai pukul 08.00 hingga sore hari. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, dan Doa, pemateri dari KPU Kabupaten Trenggalek memaparkan materi tentang pemetaan Daerah Pemilihan (Dapil) dalam pemilihan anggota DPRD Trenggalek pada pemilu 2019 nanti. Dilanjut dengan diskusi dan masukan pendapat dari audiens, lalu ditanggapi oleh pemateri. Setelah istirahat, sekitar pukul 13.00 acara dilanjutkan dengan materi kedua yang memaparkan tentang teknis dan simulasi konversi perolehan suara menjadi kursi. Jika materi pertama sebelum Ishoma disampaikan oleh Divisi Teknis yang sekaligus Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto, materi kedua dihantarkan oleh Nurani (Divisi Partisipasi dan Sumber Daya Manusia). Dalam pemaparannya, Suripto mengatakan bahwa pemetaan Dapil didasarkan pada prinsip yang diatur oleh undang-undang yang ditegaskan dalam peraturan KPU RI. Ia menjelaskan bagaimana hasil diskusi sebelumnya, termasuk dengan kalangan partai politik, bahwa ada kecenderungan bahwa yang mendekati ideal adalah empat Dapil seperti pemilu legeslatif 2014. “Ini hasil diskusi dengan parpol dan para stakeholder sebelumnya, silahkan hari ini kita perjelas bersama-sama”, kata Suripto. [Meris]


Selengkapnya
51

KETUA ASOSIASI KEPALA DESA MENGUSULKAN PERUBAHAN DAPIL UNTUK DPRD TRENGGALEK

Salah satu tanggapan terhadap pemetaan Daerah Pemilihan (Dapil) untuk kursi DPRD Kabupaten Trenggalek dalam Pemilu 2019 yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek hari ini di Hotel Jaaz Permai datang dari ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Trenggalek, Puryono. Menanggapi pemaparan dari pemateri, Suripto Ketua KPU Kabupaten Trenggalek yang juga sekaligus Divisi Teknis, ia tidak setuju apabila Trenggalek dibagi menjadi 4 Dapil dengan komposisi seperti pemilu legeslatif 2014. Puryono menganggap bahwa pemetaan Dapil Pileg 2014 dibuat elitis dan hanya memenuhi kepentingan politisi “status quo”. Meski ia tidak memperjelas argumennya tentang korelasi antara Dapil dengan kepentingan politik elitis yang dimaksud, ia menganggap bahwa Dapil yang ada selama ini membawa dampak buruk terhadap hubungan pihak yang terpilih (DPRD) dengan rakyatnya, terutama karena pembagian Dapil memisahkan satu kecamatan dengan kecamatan yang tidak “nyambung”. Ia mencontohkan, Munjungan seharusnya satu Dapil dengan Kampak dan Gandusari karena “saudara serumpun”. Sedangkan, Kecamatan Munjungan dan Kecamatan Dongko. “Munjungan dengan Dongko itu jalannya sulit, akibatnya DPRD yang terpilih hanya ngurusi kecamatannya sendiri, itupun bagi yang mau ngurusi rakyatnya”, tegas Kepala Desa Karangturi Kecamatan Munjungan  itu. Menanggapi hal ini, Suripto mengatakan bahwa perlu diperhatikan bahwa prinsip penyusunan  Dapil itu didasarkan pada peraturan dan undang-undang, dengan mempertimbangkan prinsip kesetaraan nilai suara dan jika penggabungan antar kecamatan dengan komposisi baru dilakukan maka juga tidak bisa bertentangan dengan prinsip-prinsip yang ada. Suripto menawarkan, jika memang ada usulan baru, sebaiknya dibuat secara sistematis dengan mempertimbangan prinsip-prinsip pemetaan Dapil. Ia mempersilahkan Ketua AKD bersama lurah yang lain membuat masukan tertulis, jika pemetaan Dapil yang telah disusun dianggap merugikan kepala desa dan msayarakat. Sementara itu Nurani, Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, menanggapi dengan menyatakan bahwa kondisi tidak merakyatnya atau kurang pedulinya calon DPRD terpilih dengan kecamatan lain selain Dapilnya bukan hanya disebabkan oleh faktor Dapil saja, terutama disebabkan medan yang sulit saja. Untuk Dapil yang medannya sama-sama enak, juga bisa saja terjadi seperti itu. Nurani menegaskan bahwa fenomena tidak merakyatnya wakil rakyat, jika memang dianggap demikian, bukanlah fenomena Dapil, tapi memang ada faktor lain seperti “hihg cost-politic” dalam pemilihan. “Keterasingan wakil rakyat dengan rakyat dalam sistem demokrasi kerakyatan adalah fenomena komunikasi antara dua pihak, dan ini tak sepenuhnya karena sulitnya medan antar wilayah dalam satu Dapil”, tegas Nurani. Ditambahkan bahwa jika merubah salah satu Dapil menjadi Dapil baru dengan komposisi berbeda, maka akibatnya juga akan menyulitkan penggabungan antar kecamatan lainnya dalam membentukDapil lainnya. Misalkan, contoh Nurani, Kecamatan Munjungan dengan Kecamatan Watulimo jauh lebih sulit medannya dibanding dengan Kecamatan Munjungan ke Dongko, atau Munjungan ke Panggul. Perdebatan berakhir dengan kesepakatan bahwa pihak yang tidak setuju dengan Dapil lama yang sudah jadi bahan diskusi sebelumnya  diharapkan mengusulkan dapil baru dengan dirasionalisasi berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Yang akan juga dilampirkan nantinya ketika KPU Kabupaten Trenggalek mengirimkan hasil pemetaan Dapil ke KPU RI. “Tentunya wewenang terakhir tetep ada di wilayah KPU RI sebagaimana diatur dalam undang-undang”, kata Suripto. [Hupmas]


Selengkapnya
50

PPK PULE TRENGGALEK “BERJIBAKU” DENGAN BIMTEK DAN MENGEJAR KEGIATAN DI KECAMATAN DAN DESA

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pule mulai merasakan sibuknya kegiatan Pilkada 2018. Mulai senin minggi ini, sudah terasa bagaimana kesibukan yang ada. Mulai acara bimbingan teknis (bimtek) yang diadakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek. Termasuk acara kemarin (Selasa, 19/12/2017). Dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat di Pilgub Jatim 2018 PPK kecamatan pule mengikuti bimtek Sosialsasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat.  Sebagai upaya untuk lebih meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilgub tahun depan, PPK kecamatan pule berupaya untuk lebih menggiatkan kegiatan sosialisasi dan pendidikan politik yg lebih terfokus dan efektif. Acara  berlokasi di Rumah Makan Mekarsari Trenggalek dengan peserta dsatu ketua dan dua orang anggota, salah satunya divisi Parmas-SDM. Dari  PPK Pule  yang hadir adalah  ketua, divisi Parmas-SDM dan divisi hukum. Dalam rangkaian acara tersebut anggota PPK disuguhi dengan berbagai materi tentang teknis pelaksanaan tahapan pemilu, serta teknis penyampaian informasi atau sosialisasi mengenai pemilu dari para komisioner dan divisi SDM dan parmas KPU Kabupaten Trenggalek. Dari pengetahuan yang didapat ini nantinya akan disampaikan lagi kepada masyarakat secara luas. Dengan diadakannya bimtek ini diharapkan pengetahuan dan kemampuan anggota PPK dapat meningkat sehingga akan mampu menjalankan tugas dalam pelaksanaan pemilu dengan baik dan benar sesuai undang undang yang berlaku. Menindaklanjuti acara tersebut, Eris Agus Ketua PPK Pule menyatakan siap melaksanakan tugas untuk menyusun rencana kerja sosialisasi sebagaimana yang telah dibicarakan di sesi akhir bimtek. “Kami siap, karena sosialisasi memang harus dilakukan secara gencar”, tegas Eris. [Puspita]


Selengkapnya
46

KPU TRENGGALEK GENCARKAN GERAKAN SADAR PEMILIH KEPADA WARGANET KABUPATEN TRENGGALEK

Lagi, tadi malam (Selasa, 19/12/2017),  bertempat di Caffe Kamboja Trenggalek, KPU Trenggalek mengadakan kegiatan sosialisasi gerakan sadar pemilih kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek. Kali ini KPU trenggalek menyasar Warga-Net (Netizen) untuk memberikan pengetahuan pentingnya memilih dan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Acara tersebut diikuti oleh 100 orang dari berbagai komunitas warganet, di antaranya grup WA Literasi Trenggalek, grup FB Info Seputar Trenggalek, grup WA Forum Trenggalek, Grup FB BISA (Bendungan in Information, Stories, and Activities), Grup FB Watulimo Satu Tekad (WAST), Grup FB/WA Cah Nggalek, dan Grup WA Perempuan Parsitipatif, Grup FB Info Salam Tompo (IST). Dalam sambutannya, Ketua KPU Suripto memberikan wawasan tentang pentingnya memilih. Menurutnya,  memilih bukan mengenai amplop yang diberikan oleh calon, namun memilih adalah menentukan nasib masa depan kita selama 5 tahun kedepan. Memilih adalah mencoba menjadi seorang yang cerdas. Meskipun begitu, beliau juga memberikan wawasan kepada warganet yang hadir agar tidak menjadi partisipan yang pasif, karena dalam media sosial, warganet adalah tonggak utama dan media sosial yang paling intens yang menjadi bacaan harian masyarakat. “Cerdas dalam menentukan pilihan, juga cerdas dalam menentukan nasib kedepannya”, tegas pria lulusan Doktoral itu. Nurani Soyomukti juga menambahkan, bahwa dalam tahapan pemilu, sebentar lagi akan diadakan pembentukan Petugas Pemukhiran Data Pemilih (P2DP), diharapkan warganet juga turut mensosialisasikan program KPU ini kepada masyarakat ramai demi tercapai suksesnya Pilgub Jatim 2018. [Fendi-PPK-Durenan]


Selengkapnya
49

PPK PULE ADAKAN RAKOR DI SELA BIMTEK

Waktu luang bukan waktu untuk bermalas-malasan. Begitulah mungkin ungkapan yang tepat untuk kegiatan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 ini. Seperti yang tengah dilakukan ketua dan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pule yang memanfaatkan waktu luang disela-sela Sosialisasi bertema Keamanan dan Pengawasan Pilkada Serentak 2018 yang digelar KPU Kabupaten Trenggalek di Aula Hotel Hayam Wuruk pagi tadi (Rabu, 20/12/2017). Komisioner  PPK Kecamatan Pule dan sekretarisnya melakukan koordinasi dadakan guna menindak lanjuti info dari  pihak KPU Kabupaten Trenggalek, di mana dalam Pilkada di akhir  tahun ini semua penyelenggara berburu dengan waktu. Semua prosedur dan tahapan harus sudah dilakukan demi mengejar target yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Oleh karena itu PPK dab sekretariat langsung mengambil tindakan awal untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang selanjutnya akan dilakukan di tingkat kecamatan dan desa, seperti pengangkatan PPDP, rakor dengan pihak Muspika dan PPS serta kegiatan penunjang lainnya.   “Dengan memanfaatkan waktu se-efektif dan se-efisien mungkin kita  berharap penyelenggaran Pilkada 2018 di Pule dapat berjalan lancar dan sesuai rencana”, papar Ketua PPK Pule, Eris Agus. Rapat dadakan yang dilakukan setelah makan siang di ruang makan ini mengakhiri bimtek pertama hari ini, yangakan dilanjut dengan Bimtek setelah duhur di tempat yang berbeda, yaitu Rumah Makan Mekarsari. [Puspita]


Selengkapnya
50

KASAT RESKRIM POLRES TRENGGALEK AJAK WASPADAI HOAX DALAM PILKADA JATIM 2018

Di era semaraknya media sosial, penggunaan opini untuk tujuan  politik dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 harus diwaspadai. Demikian dikatakan oleh Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Suni Andana. Hadir sebagai pembicara di sesi kedua acara Sosialisasi Keamanan dan Pengawasan Pilkada Serentak 2018 yang diadakan KPU Kabupaten Trenggalek di Hotel Hayam Wuruk dengan peserta para panitia adhoc dan stakeholder se-Kabupaten Trenggalek, Suni memaparkan potensi kerawanan yang bisa memicu konflik dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Suni memaparkan bagaimana kejahatan lewat teknologi informasi seperti hoax juga bisa jadi terjadi. Salah satunya adalah melakukan penggalangan opini dengan cara menyebarkan informasi palsu dan mengedit foto untuk melakukan fitnah atau “kampanye hitam”. “Tulisan bohong dan gambar-gambar yang didesain dengan memalsu dari wujud aslinya adalah cara yang mudah digunakan oleh para pelaku kejahatan yang menggunakan medsos dan informasi online”, paparnya. Pria kelahiran Madiun itu menyatakan bahwa pihaknya akan selalu siap menindak kejahatan  yang didasarkan pada UU ITE itu. Ia mengisahkan bahwa pihak kepolisian juga selalu melakukan patroli dunia maya untuk memantau kejahatan di dunia media sosial. “Mereka yang merupakan cyber-troop ini adalah yang akan selalu siap mengawasi kejahatan di dunia cyber juga”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya