Berita Terkini

44

PPK DONGKO SIAP SEGERA GELAR SOSIALISASI DAN BIMTEK KE PPS

DONGKO—Kamis siang (21/12/2017), bertempat di sekretariat,  PPK Dongko melakukan rapat internal untuk mempersiapkan kegiatan-kegiatan. Sebelumnya,  PPK Dongko selaku penyelengara Pemilu tingkat kecamatan juga sudah mulai melaksanakan kegiatan yang diawali dengan mengikuti bimtek selama lima hari mulai hari senin tanggal 18-22 Desember 2017, bertempat di aula pertemuan Hotel Hayam Wuruk dan Rumah makan Mekarsari Trenggalek. Acara tersebut dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek. Juga dihadiri oleh PPK se-Kabupaten Trenggalek. Rapat yang dihadiri 5 ‘komisioner’ PPK Dongko ini bertujuan untuk membahas agenda bimtek dan sosialisasi tingkat kecamatan yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2017 bertempat di Aula kantor PPK Kecamatan Dongko. Pertemuan ini nantinya juga akan melibatkan PPS se-Kecamatan Dongko untuk mendapatkan bimbingan teknis tahapan-tahapan Pemilu Gubernur Jatim 2018. Dalam rapat tersebut, Nurdin selaku Ketua PPK Kecamatan Dongko menekankan bahwa materi yang akan disampaikan harus dipersiapkan dengan baik, terutama tentang PPDP sebagai tahapan yang sebentar lagi akan segera dimulai. “Harapan kita  seluruh PPS serta sekretaris PPS se-Kecamatan Dongko mengikuti kegiatan tersebut tanpa terkecuali, mengingat agenda tersebut sangatlah penting”, kata Nurdin. [Fauzi]


Selengkapnya
45

PPK DONGKO SOSIALISASI PILKADA DI ACARA PENGAJIAN

DONGKO—Bagi sebagian besar masyarakat di Kecamatan Dongko, malam Jum'at merupakan malam yang penuh berkah, yang  dimanfaatkan oleh hampir seluruh muslimin muslimat di seluruh pelosok desa. Salah satunya  dimanfaatkan oleh warga masyarakat desa untuk mengadakan acara pengajian dan kirim doa. Demikian juga yang dilakukan warga Dusun Kojan Desa Siki malam Jumat tadi malam (21/12/217).  Warga mengadakan acara Lailatul Ijtima'. Ini adalah acara yang  rutin diadakan satu bulan sekali. Acara dimulai mulai pukul 19.00 hingga sekitar 12.00 WIB. Acara Dzikir bersama dan pengajian kali ini bersamaan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. “Semoga kita dapat meneladani jejak Rosululloh dalam kehidupan sehari-hari”, sambut Mujib, panitia pengajian. Acara ini  dimanfaatkan oleh salah seorang komisioner PPK Dongko, Anton Arifin, untuk melakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Ia ingin menindaklanjuti intruksi dari KPU Kabupaten Trenggalek, agar sosialisasi dilaksanakan secara massif tanpa harus terbebani oleh anggaran, bisa memanfaatkan berbagai forum pertemuan warga.   Dalam salah satu sambutannya Anton Arifin mengatakan bahwa Pilgub akan digelar tanggal 27 Juni 2018 dan tahapanya sudah dimulai. Ia juga memamaparkan beberapa tahapan yang sudah dimulai dan yang akan dilakuka, salah satunya pemutakhiran data pemilih. Anton juga mengingatkan tentang pentingnya “guyub rukun” untuk menjaga krukunan warga. “Mari semua muslimin-muslimat menjaga ukhuwah islamiyah jangan sampai karena beda pilihan calon gubernur nantinya kita pecah tali persaudaraan”, imbuhya. Kepala Desa Siki, Panijo, juga menyaksikan acara tersbut dan  mengapresiasi upaya PPK untuk mau menggandengn kelompok masyarakat di desanya. “Kami mengapresiasi cara humanis dalam sosialisasi pemilu tahun 2018 dengan menggandeng tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakt seperti ini”, ungkap Panijo. [PPK-Dongko]


Selengkapnya
48

DIVISI PERENCANAAN DAN DATA KPU TRENGGALEK JADI PEMATERI BIMTEK PANWASCAM

TRENGGALEK—Hari ini (Jumat, 22/12/2017), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Trenggalek kembali menghadirkan nara sumber dari KPU kabupaten Trenggalek untuk membimtek panitia pengawas pemilihan Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Trenggalek. Hadir dari KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi, Divisi Perencanaan dan Data. Gembong memamaparkan materi tentang alur pemutakhiran data pemilih. Mulai pukul 09.00 hingga 11.30 ia memandu para peserta bimbingan teknis tentang proses pemutakhiran data pemilih. Dengan mendasarkan pada panduan materi yang ia sajikan di LCD yang disorot ke layar di ruangan Hotel Jaaz Permai itu, Gembong memaparkan aturan-aturan kegiatan data pemilih dan tahapan-tahapan apa yang mesti dilakukan. Mulai dari persyaratan menjadi pemilih, siapa petugas pemutakhiran data pemilihnya, alur kegiatan-kegiatannya, hingga jadwal dari tiap kegiatannya. Gembong mengatakan bahwa pemutakhiran data pemilih kali ini tidak jauh beda dengan pemilihan sebelumnya, termasuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2015. Hanya saja sekarang petugas pemutakhiran data tentunya akan menghadapi dinamika jumlah penduduk yang baru. “Itupun tidak ada penambahan yang signifikan”, ungkapnya. Hal baru dalam pemutakhiran data pemilih salah satunya adalah beban kerja petugas pemtakhiran data pemilih (PPDP) yang ditambahi tugas untuk melakukan sosialisasi berbasis keluarga. Hal itu adalah konsekuensi dari Peraturan KPU tentang Sosialisasi yang menambah sasaran sosialisasi yaitu keluarga dan warganet. “Cuman belum tahu bagaimana detailnya bentuk sosialisasi, mungkin nantinya akan ada penjelasan lebih lanjut dari KPU RI atau propinsi”, tambah Gembong. Gembong juga menekankan bahwa panitia pengawas tingkat bawah, baik desa dan kecamatan, juga harus mengawasi jalannya pemutakhiran data pemilih, agar tercipta sistem kontrol terhadap kerja PPDP dalam kegiatan pemutakhiran data. “Tugas kita bersama adalah menjamin agar hak konstitusional warga terjamin, yaitu hal memilih”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
47

KETUA PPK POGALAN SAMPAIKAN ‘KULONUWUN’ PADA CAMAT DAN KADES

POGALAN—Untuk kelancaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 diperlukan koordinasi dan komunikasi dari seluruh stakeholder pemilu. Hari ini, Jumat (22/12/2017) PPK Pogalan melaksanakan Rapat Koordinasi Pilgub Jawa Timur 2018 yang diselenggarakan di Pendapa Kecamatan Pogalan. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh seluruh jajaran Muspika Kecamatan Pogalan, Panwascam Kecamatan Pogalan, Kepala Desa se-Kecamatan Pogalan, dan anggota PPS beserta Sekretaris PPS se-Kecamatan Pogalan. Dalam sambutannya, Ketua PPK Pogalan, Teguh Hadiwidodo, menyampaikan ucapan ‘kulonuwun’ kepada seluruh jajaran Muspika dan Kepala Desa se-Kecamatan Pogalan. “Pada gelaran Pilgub Jatim 2018 nanti, penyelenggara pemilu pasti banyak bersinggungan dengan pihak kecamatan dan desa, oleh karena itu mewakili teman-teman PPK dan PPS saya mohon kerjasamanya kepada pihak kecamatan dan desa.” Lebih lanjut Ketua PPK Pogalan memaparkan tugas, kewajiban, dan apa saja yang harus dilakukan anggota PPK dan PPS. Tidak lupa Ketua PPK Kecamatan Pogalan menyampaikan tahapan-tahapan pemilu yang harus segera dilaksanakan. “Dalam waktu dekat tahapan kita sudah sampai pembentukan Petugas Pemuthakiran Data Pemilih (PPDP), mohon dengan sangat teman-teman PPS segera melakukan persiapan dan koordinasi di tingkat desa,” ujar Teguh. Menutup sambutan, Ketua PPK Pogalan berharap pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 nanti bisa berjalan sukses, lancar, dan tanpa ada hambatan berarti. [PPK Pogalan]


Selengkapnya
43

JUMLAH TPS DI KECAMATAN POGALAN DIPERKIRAKAN MENGALAMI PERUBAHAN

POGALAN--Pada Pilgub Jatim 2018 nanti jumlah TPS yang ada di Kecamatan Pogalan diperkkrakan mengalami perubahan. Hal ini disampaikan oleh Ketua PPK Pogalan, Teguh Hadiwidodo, dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Pilgub Jatim 2018 bersama seluruh stakeholder pemilu di tingkat Kecamatan Pogalan. “Penentuan jumlah TPS ini bukan dari pihak PPK, tapi sudah pembagian dari KPU Kabupaten, jadi di sini kami sebagai pihak pelaksana saja”, ujar Ketua PPK Pogalan. Pada Pilbub Trenggalek 2015 total TPS di Kecamatan Pogalan berjumlah 85 TPS. Sedangkan untuk Pilgub Jatim 2018 nanti jumlah TPS di Kecamatan Pogalan berkurang menjadi 81 TPS saja. Perubahan jumlah TPS ini berpengaruh terhadap jumlah Petugas Pemutakiran Data Pemilih (PPDP). Perlu diketahui, bahwa jumlah Petugas Pemutakiran Data Pemilih (PPDP) disesuaikan dengan jumlah TPS yang ada. Apabila di Kecamatan Pogalan ada 81 TPS berarti harus ada 81 Petugas Pemutakiran Data Pemilih (PPDP) yang dibentuk di Kecamatan Pogalan. Ketua PPK Pogalan menambahkan bahwa Petugas Pemutakiran Data Pemilih (PPDP) ini bisa juga diproyeksikan untuk menjadi Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) pada Pilgub Jatim, 27 Juni 2018 nanti. Adapaun rekapitulasi jumlah TPS se-Kecamatan Pogalan pada Plgub Jatim 2018 adalah sebagai berikut: Desa Ngadirejo (10 TPS), Desa Kedunglurah (8 TPS), Desa Bendorejo (13 TPS), Desa Wonocoyo (5 TPS), Desa Ngetal (7 TPS), Desa Ngadirenggo (11 TPS), Desa Gembleb (8 TPS), Desa Ngulanwetan (5 TPS), Desa Ngulankulon (5 TPS), Desa Pogalan (9 TPS). [PPK Pogalan]


Selengkapnya
44

KAPOLSEK POGALAN : PENGAMANAN PILGUB JATIM 2018 TANGGUNG JAWAB KAMI!

POGALAN--Dalam Rapat Koordinasi Pilgub Jatim 2018 hari ini (Jumat, 22/12/2017) yang bertempat di Pendapa Kecamatan Pogalan, Kapolsek Pogalan mengatakan bahwa keamanan dalam pelaksanaan Pilgub Jatim 2018 adalah tugas dari pihak kepolisian. “Sesuai yang diamanatkan undang-undang, pengamanan Pilgub Jatim 2018 adalah tugas dan wewenang kami,” ujar Kapolsek Pogalan. Pihak Kepolisian mempunyai komitmen untuk menyukseskan pagelaran Pilgub Jatim 2018. Pengamanan dari kepolisian meliputi pengamanan logistik dan kegiatan pemilu. Kapolsek Pogalan telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk all out menghadapi Pilgub Jatim 2018. Selain itu, Kapolsek Pogalan berpesan kepada penyelenggara pemilu di tingkat Kecamatan Pogalan agar meningkatkan ketelitian dan kehati-hatian dalam menjalankan tugas. Menjadi penyelenggara pemilu adalah tugas yang berat. “Terkadang masalah sepele bisa memiliki konsekuensi yang berat, bahkan tak jarang bisa berujung pada masalah pidana”, imbuhnya. Tapi di sisi lain Kapolsek Pogalan yakin bahwa penyelenggara pemilu di tingkat Kecamatan Pogalan sudah terlatih. Dengan banyaknya tugas-tugas pemilu yang pernah dilaksanakan, mulai dari pemilihan bupati hingga yang terakhir pemilihan kepala desa di Kecamatan Pogalan kemarin, tentu saja penyelenggara pemilu di Kecamatan Pogalan memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih. Hal tersebut bisa menjadi modal berharga dalam menjalankan tugas-tugas kepemiluan dalam Pilgub Jatim 2018 ini. Tidak lupa Kapolsek Pogalan mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk mewaspadai kerawanan-kerawanan yang mungkin terjadi pada Pilgub Jatim 2018. Kerawanan itu bisa muncul dari berita hoax maupun hate speech (ujaran kebencian) yang tersebar melalui media sosial. Kapolsek Pogalan mengatakan, “Kerawanan terjadi karena ada dua hati yang berbeda dalam menentukan pilihannya”, papar Kapolsek. Menutup sambutan, Kapolsek Pogalan menyarankan kepada petugas KPPS agar lebih aktif dan kreatif. Pada pelaksanaan pencoblosan nanti diharapkan petugas KPPS bisa menampilkan kearifan lokal mulai dari memakai pakaian adat atau menampilkan kesenian jaranan, dsb. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan animo masyarakat dalam Pilgub Jatim kali ini. [PPK Pogalan]


Selengkapnya