Berita Terkini

45

BERBEKAL KEBERSAMAAN, PPK WATULIMO TRENGGALEK SIAP "KEJAR TAYANG" KEGIATAN

Tadi malam (Rabu, 20/12/2017),  Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Watulimo mengajak jajaran anggotanya beserta sekretariat untuk duduk bersama menyikapi padatnya agenda Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018. Perekrutan Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tingkat PPS menjadi topik utama dalam rapat malam ini. Dalam sambutanya, Rohmad, Ketua PPK Watulimo, mengatakan bahwa penting untuk menyolidkan organisasi dan kelembagaan. Ujiannya adalah melalui kegiatan yang sudah mulai harus dilakukan. Rohmad mengingatkan tentang solidaritas mekanis dibentuk oleh masyarkat yang masih memiliki kesadaran kolektif yang sangat tinggi, kepercayaan yang sama, cita-cita dan komitmen moral. Masyarkat yang menggunakan solidaritas mekanis, mereka melakukan aktifitas yang sama dan memiliki tanggung jawab yang sama. Ia mengajak seluruh anggota dan sekretaris PPK untuk menggalang solidaritas organis. Yaitu dibentuk karena semakin banyak dan beragamnya pembagian kerja. Sehingga pembagian kerja tersebut membuat spesialisasi pekerjaan di dalam masyarakat yang menyebabkan kesadaran kolektif menjadi menurun. “Semua kegiatan berspesialisasi mereka berhubungan dan saling tergantung satu sama lain, sehingga sistem tersebut membentuk solidaritas menyeluruh yang berfungsi didasarkan pada saling ketergantungan”, kata Rohmad dengan nada filosofis. Rapat ini menghasilkan beberapa agenda yang harus segera dilakukan oleh PPK Kecamatan Watulimo. Salah satunya adalah segera mengundang PPS dan memberikan arahan kerja sebagaimana sudah diinstruksikan oleh KPU Kabupaten Trenggalek dan sesuai tahapan yang sudah diatur dalam peraturan. [Khoirul]


Selengkapnya
66

PROFIL GRUP FB CAH NGGALEK BEBAS BANNED, GRUP MEDSOS YANG HADIRI REMBUG KOMUNITAS BERSAMA KPU TRENGGALEK

Di antara grup medsos yang hadir pada acara “Sosialisasi Berbasis Komunitas” yang diadakan KPU Kabupaten Trenggalek di Kafe Kamboja pada hari Selasa (19/12/2017) lalu salah satunya adalah Grup FB Cah Nggalek (Bebas Banned). Sebuah grup facebook yang memiliki anggota FB sekitar 26 ribuan. Menurut Edi Faraswanto, admin grup yang hadir bersama beberapa anggota lain grup ini, grup ini lebih banyak menjadi ruang diskusi dan pertukaran informasi yang tampaknya tak semua orang tertarik, mengingat tema diskusinya yang berat seputar politik, negara, dan bahkan masalah agama. “Tak jarang pula ada kritik terhadap kebijakan-kebijakan, seperti tentang pungutan liar sekolah”, papar Edi atau yang terkenal dengan panggilan Inos. Pemuda ini memang pertama kali memakai nama akun Inos, lalu sekarang pakai nama akun Edi Faraswanto. Dia tergolong sangat aktif share pemikiran dan opininya di grup CNBB. Menurut Edi, CNBB bukan grup kopdar, tetapi para membernya amat menikmati diskusi politik dengan tingkat perdebatan yang seru dan tak jarang keluar pemikiran kontroversial. Meski demikian, kata Edi, kegiatan kopdar  dadakan antara beberapa anggota sering dilakukan, meskipun tanpa mengklaim sebagai kegiatan kopdar grup. “Biasanya isu-isu yang berkembang di grup, menjadi bahan pembicaraan saat ngopi”. Faktor yang membuat grup ini jarang kopdar adalah karena para admin dan anggota aktifnya punya aktivitas di dunia nyata masing-masing. “Dan tampaknya mereka melakukan interaksi di facebook di sela-sela kesibukannya masing-masing”, papar Edi. Pemuda yang hari-harinya bekerja sebagai perawat Taman Kota (Green Park) Trenggalek ini mengaku menemukan pencerahan dari grup CNBB dan akhirnya banyak mendapatkan kenalan-kenalan baru yang bisa menambah pengetahuannya. Bahkan ia akhirnya juga ikut teribat sebagai panitia Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 ini sebagai Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Pogalan. “Saya melihat lowongan rekrutmen panitia ya dari grup, lalu saya mengikuti seleksi dan lolos”, paparnya. Edi mengaku bahwa selama ini ia ingin grup FB-nya juga menjadi kekuatan nyata melalui kopdar-kopdar dengan membahas tema-tema untuk mengontrol kebijakan publik. Tapi tampaknya, menurut Edi, grup ini memang masih lebih konsen ke diskusi via FB di grup. “Mungkin karena di grup FB lah, pikiran-pikiran berani dan liar bisa disalurkan daripada ketemu langsung... Hahaha”, komentarnya sambil tertawa. [Meris]


Selengkapnya
42

PROFIL PEREMPUAN PARTISIPATIF, GRUP WA YANG HADIRI REMBUG NETIZEN YANG DIADAKAN KPU TRENGGALEK

Seorang perempuan  berkerudung mengacungkan tangan setelah Nurani, Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas-SDM) selaku moderator, menawarkan pada hadirin untuk tampil menyuarakan aspirasinya. Lalu ia maju ke depan. Sebelumnya, beberapa perwakilan dari komunitas medsos yang hadir dalam acara Sosialiasi dan Rembug Warga berbasis komunitas sudah bicara. Tapi kali ini yang berdiri adalah seorang perempuan. Dewi Winastuti namanya. Beberapa komisioner KPU Kabupaten Trenggalek sudah mengenalnya karena ia adalah salah satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kecamatan Trenggalek. Ia memperkenalkan komunitasnya. Menurutnya, Perempuan Partisipatif adalah Grup WA yang dibentuk awalnya untuk tukar informasi di antara perempuan-perempuan yang mendaftar sebagai panitia ad hoc baik PPK maupun PPS. Lalu grup itu memperbanyak anggotanya dengan memasukkan perempuan-perempuan dari pertemanan para anggotanya. “Jadi ini adalah grup baru saja, dan terimakasih kami diundang dalam acara ini”, kata Dewi yang hadir bersama sembilan anggota lainnya dari grup itu. Tidak banyak yang dikatakan oleh Dewi. Setelah sedikit berkenalan dan  mengungkapkan kata-kata pengantar yang tidak panjang, ia menanyakan pada KPU Kabupaten Trenggalek tentang apa yang akan dilakukan KPU Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan yang selama ini masih kurang partisipatif.  Iapun balik ke tempat duduknya. Sementara itu, Atik Munfarida, salah seorang pegiat Perempuan Aktivis, mengatakan bahwa harapannya grup yang dibuatnya bisa memajukan kaum perempuan untuk berpartisipasi di ranah publik di berbagai bidang. “Sesuai namanya, kami berharap bisa dilibatkan dalam berbagai bidang pada ranah publik untuk memajukan diri”, imbuhnya. [Meris]


Selengkapnya
39

KPU TRENGGALEK SUDAH MENERJUNKAN TIM VERIFIKASI FAKTUAL PARTAI POLITIK CALON PESERTA PEMILU 2019

Hari-hari belakangan ini, tim verifikasi KPU Kabupaten Trenggalek turun ke desa-desa untuk melakukan  verifikasi faktual terhadap kepengurusan dan keanggotaan partai politik. Ada dua partai politik yang diverifikasi, yaitu Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) cabang Trenggalek. Verifikasi terhadap kepengurusan sudah selesai kemarin di kantor kedua partai politik. Sedangkan untuk verifikasi faktual terhadap keanggotaan dilakukan sejak tanggal 15 Desember lau. Menurut Patna Sunu, Divisi Hukum yang menjadi pengarah kegiata ini,  jadwal egiatan verifikasi faktual ini akan berakhir sampai tanggal 4 Januari 2018. Berikutnya KPU Kabupaten Trenggalek akan menyampaikan hasil verifikasi faktual terhadap kepengurusan dan keanggotaan parpol ini mulai tanggal 4 hingga tanggap 6 Januari 2018. “Setelah penyampaian ini, partai politik masih diberi waktu untuk memperbaiki hasilnya”, kata Sunu. Tim verifikasi faktual direkrut dari sumber daya di internal Kabupaten Trenggalek sendiri. KPU Kabupaten Trenggalek membagi personel untuk beberapa kecamatan. Mereka mendatangi langsung warga yang namanya disetorkan oleh partai politik (PSI dan Perindo) sebagai anggota partai mereka. Petugas verifikasi faktual mengecek apakah orang yang bersangkuta memang benar-benar anggota partai tersebut. [Hupmas]


Selengkapnya
39

PPK KARANGAN LAKUKAN SOSIALISASI PENYELENGGARAAN TAHAPAN PILGUB JATIM 2018

Hari ini (Kamis, 21/12/2017), PPK Karangan hari ini  mengadakan Sosialisasi penyelenggaraan tahapan Pilgub 2018 yang di gelar di Aula Kecamatan Karangan. PPS Se-Kec karangan, perwakilan panwascam Karangan dan Camat Karangan beserta stafnya ikut menghadiri sosialisasi tersebut. Hal ini merupakan tindaklanjut dari   Bimtek yang dilakukan KPU Trenggalek di Hotel Hayam Wuruk dan Rumah Makan Mekar Sari sejak Senin kemarin. Acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam sambutannya, ketua PPK Karangan Bahrun Rofiqi menegaskan pentingnya pendidikan pemilih sejak dini dan kesadaran masyarakat dalam menyalurkan hak dan aspirasi.  Disampaikan pula oleh anggota PPK Kecamatan  Karangan Divisi Hukum Titis Ismail Arafat bahwa menyalurkan Hak pilih adalah hak dari pada Warga negara Indonesia yang tidak sedang dicabut haknya sebagaimana hal ini dituangkan dalam Undang Undang maupun peraturan KPU. Ikut menyampaikan kepada peserta sosialisasi Sunu (anggota PPK divisi Parmas dan SDM) yang berpesan pada hadirin. “Ojo menggunakan istilah NPWP (Nomer Piro Wani Piro) bagi masyarakat mau menyalurkan hak pilihnya, hal ini perlu kita tanamkan kepada masyarakat”, tegasnya.   Di sela sela acara ini, Camat Karangan Solikin juga menyampaikan beberapa pesan. Salah satu pesannya adalah bahwa semua jajaran badan ad hoc khususnya untuk menjaga kekompakan  dan selalu menjalin koordinasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada dengan rendah hati. Sedangkan kepada masyarakat, Solikin juga meminta untuk menjaga kerukunan. Bagaimanapun juga pemilu adalah pesta demokrasi rakyat yang bertujuan untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. “Apapun pilihannya persaudaraan tetap harus terjaga”, imbuhnya. Kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri dengan saling berjabat tangan antara PPS, PPK, dan camat beserta staf-nya sebagai wujud kebersamaan untuk mensukseskan pilkada Jawa Timur Tahun 2018 dengan tertib, aman, damai, serta guyub rukun. [Sunu]


Selengkapnya
43

SEKRETARIAT PPK WATULIMO, KANTOR PENYELENGGARA SEMEWAH “HOTEL BINTANG LIMA”

Kamis, 21 Desember 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. Sosok perempuan muda berkacamata menduduki salah satu kursi di ruangan Sekretariat PPK Watulimo, ketika Sugeng Santoso, Divisi Perencanaan dan Data PPK Watulimo,  menyampaikan ucapan selamat datang sambil melambaikan tangan. Perempuan tersebut adalah Isti Amangku Tiwi, Divisi Hukum PPK Watulimo, yang selalu hadir yang pertama di Sekretariat. Balutan hiasan gambar kampanye sosial di ruangan sekretariat, mulai  Kegiatan UKS, Kampanye CTPS, Kampanye kebersihan lingkungan menambah eloknya dipandang mata. Ruangan yang bersih dan cukup mewah. Yang juga dimanfaatkan untuk banyak fungsi. Termasuk menjadi markas 5 orang anggota PPK terpilih, yang terseleksi dari 9 orang yang daftar dari Kecamatan Watulimo. Panitia Pemilihan Kecamatan selaku penyelenggara di tingkat kecamatan, memiliki peran penting dalam mengawal gerbang pesta demokrasi. Karena itulah, instruksi KPU Kabupaten Trenggalek bagi semua PPK untuk segera berkordinasi dengan pak Camat untuk meminta sekretariat harus segera ditindaklanjuti. Dengan perjuangan komunikasi yang intensif, maka didapatkanlah sebuah ruangan yang cukup memuaskan. Keberadaan ruangan sekretariat menjadi harga mati guna menunjukkan eksistensi PPK secara nyata. “Ini markas besar kalian, kami harap nyaman di sini, semua kegiatan akan bermuara disini”, kata Pak Camat beberapa saat yang lalu. Melihat kondisi semakin padatnya tahapan Pemilukada Jawa Timur 2018, maka sekretariat PPK Watulimo siap 24 jam memberikan pelayanan informasi-informasi tahapan-tahapan Pemilukada. Ditunjang ruangan yang bersih, nyaman dan ber AC tentunya diharapkan menjadi nilai tambah PPK Watulimo dalam melayani masyarakat watulimo baik dari segi kualitas maupun kuantitas. PPK Watulimo, yang berjumlah 5 orang dan dibantu 3 orang sekretariat, berkomitmen untuk menyukseskan Pilkada Jawa Timur dan siap membantu penuh waktu warga masyarakat Watulimo khususnya yang membutuhkan informasi-informasi tentang kepemiluan ini. Harapannya tempat ini bisa menjadi media center kepemiluan di tingkatan kecamatan. Alamat Sekretariat PPK Watulimo berada disisi utara area Kantor Kecamatan Watulimo, persis bersebelahan dengan Rumah Dinas Camat Watulimo. Sekretariat buka setiap Senin-Jum’at Pukul 08.00-16.00. Dan tanpa menutup kemungkinan buka di luar jam-jam tersebut demi Jawa Timur Guyub Rukun. [Khoirul]


Selengkapnya