Berita Terkini

56

KPU TRENGGALEK ADAKAN EVALUASI HUKUM DAN PENGAWASAN PEMILIHAN 2020

TRENGGALEK — Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek dalam Pemilihan Serentak Lanjutan tahun 2020 sudah selesai. Meski demikian, KPU Kabupaten Trenggalek harus melakukan tahapan evaluasi tahapan kegiatan yang sudah dilakukan. Menariknya, masing-masing divisi  melalakukan kegiatan evaluasi untuk kegiatan dalam lingkup divisinya.  Salah satunya adalah Divisi Hukum dan Pengawasan yang dikordinir oleh Imam Nurhadi. Kegiatan Evaluasi bidang Hukum dan Pengawasan ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 26 Januari tahun 2020. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Selain oleh KPU Kabupaten Trenggalek, juga hadir Bawaslu dan pengawas tingkat kecamatan (Panwascam), PPK divisi Hukum dan Pengawasan, dan stakeholder mulai dari Kapolres, Dandim, an Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek.  Setelah acara seremonial, dalam sambutannya Imam Nurhadi, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Trenggalek, kegiatan evaluasi ini merupakan upaya untuk bekal dalam membuat planing yang lebih baik lagi dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan kedepannya. “Sebab evaluasi ibarat upaya ‘ndilok githok’, yang tidak mungkin kita lakukan tanpa bantuan pihak lain”, tegasnya.  Memasuki acara sesi  penyampaian evaluasi, saran, dan masukan dari stake holder yang hadir, Kapolres Trenggalek  menyampaikan terkait langkah-langkah polres dalam ikut serta meningkatkan partisipasi masyarakat dengan menerapkan sanksi dan penghargaan terhadap seluruh Kapolsek yang ada di trenggalek.  Sementara itu, Kabag Hukum yang menyampaikan perlunya sebuah konsensus ketika regulasi dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan belum menyentuh hal-hal yang sifatnya teknis tertentu. Juga ada masukan dari Bawaslu dan Panwascam yang menyampaikan berbagai pelanggaran yang terjadi di masing-masing tahapan, meski dalam realisasinya sudah ada tindaklanjut dari KPU dan PPK. [Rani]


Selengkapnya
58

KPU TRENGGALEK BERI PENGHARGAAN PPK DURENAN SEBAGAI PPK TERBAIK DALAM PEMILIHAN TAHUN 2020

TRENGGALEK—Panitia pemilihan Kecamatan (PPK) Durenan mendapatkan penghargaan sebagai PPK terbaik pertama Se Kabupaten Trenggalek. Hal itu dilakukan  dalam Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Trenggalek Tahun 2020, yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek di Hall Prigi, Hotel Ja’as Permai hari ini, tanggal 26 Januari 2021.  PPK Durenan dianggap  mampu memberikan dedikasi terbaiknya menuntaskan tahapan-tahapan sesuai dengan protokol covid-19 serta undang-undang dan PKPU yang berlaku secara kolektif kolegial. Ainun kurniansyah sebagai ketua PPK Durenan mengatakan  bahwa kunci sukses dalam penyelenggaraan ini adalah kekompakan semua tim dan saling melengkapi demi menuntaskan tugas dengan baik. “KPU kabupaten Trenggalek melihat kami punya SDM yang paling bisa diandalkan dan paling kompak”, tegasnya.  Selain  penghargaan utama itu, PPK Durenan juga menyabet banyak penghargaan di bidang lainnya. Di antaranya adalah Peringkat Ke-1 Cerita Unik Keuangan & Logistik; Peringkat Ke-1 Best Practice Divisi Teknis; Peringkat Ke-3 Cerita Unik Divisi Perencanaan Dan Data;  Terbaik Ke-1 Divisi Hukum dan  Pengawasan;  Terbaik Ke-2 Kecepatan Dan Ketepatan SIREKAP; Terbaik Ke-2 Best Practice Divisi  Sosialisasi Dan Parmas.    “Semoga ini menjadi baromater untuk PPK Durenan kedepanya, bisa terus mempertahankan sebagai PPK terbaik se Kabupaten Trenggalek dan semoga pemilihan dan pemilu selanjutnya kami masih dilibatkan”, tambah Ainun. [Fendi]


Selengkapnya
56

KPU TRENGGALEK ADAKAN EVALUASI PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH PEMILIHAN 2020

TRENGGALEK —  Pemutakhiran data pemilih (Mutarlih) adalah kegiatan yang paling krusial karena cukup menyita energi, menyerap banyak anggaran, sekaligus melibatkan banyak sumder daya manusia yang ada. Karena itulah evaluasi pemutakhiran data pemilih pada tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek dalam Pemilihan Serentak Lanjutan tahun 2020 perlu dilakukan.  Karena itulah, pada Hari Sabtu tanggal 23 Januari tahun 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengundang panitia ad hoc dan pihak-pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap proses mutarlih tahun 2020. Selain PPK divisi Data dan Bawaslu, hadir dalam kegiatan ini Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Trenggalek, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Kesatuan dan Kebangsaan (Kesbang), Rutan Trenggalek, Kemenag, dan Cabang Dinas Pendidikan.  Menurut Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kabupaten Trenggalek, Kegiatan ini bermaksud untuk memperbincangkan apa kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan Mutarlih tahun 2020 dan menggali masukan saran dari berbagai pihak terkait dengan hal itu. Indra juga menyatakan bahwa pemutakhiran  data pemilih merupakan kegiatan untuk menjamin hak pilih warga sekaligus untuk membuat suatu data pemilih yang berkualitas.  Dalam rapat ini tergali masukan-masukan dari berbagai pihak yang akan  bermanfaat bagi perbaikan proses pemitakhiran data pemilih ke depannya, terutama dalam pemilihan atau Pemilu terdekat. [Rani] 


Selengkapnya
65

KPU TRENGGALEK DAPATKAN PENGHARGAAN DALAM PEMUTAKHIRAN DATA TERBAIK DAN PENYUSUNAN PROGRAM-ANGGARAN DALAM PEMILIHAN 2020

TRENGGALEK —  Dalam kegiatan  Evaluasi Pemutakhiran Data Pemilih yang diselenggarakan  pada Hari Sabtu tanggal 23 Januari tahun 2020 di Hotel Jaaz Permai, ada kabar yang menggembirakan yang disampaikan pada audiens dari KPU Kabupaten Trenggalek. Kabar tersebut adalah bahwa Trenggalek mendapatkan penghargaan sebagai KPU kabupaten/kota terbaik dalam hal pemutakhiran data.  Penghargaan ini sebenarnya sudah diserahkan pada acara Rakor Evaluasi Perencanaan Program dan Anggaran serta Daftar Pemilih dalam Pemilihan Serentak Lanjutan tahun 2020  Di Red Hotel Sarangan tanggal 20 Desember 2020 lalu. Sebagaimana disampaikan oleh Indra Setiawan dengan menunjukan foto, KPU Kabupaten Trenggalek diberikan penghargaan oleh KPU Propinsi Jawa Timur dalam tiga Kategori. Kategori pertama yang diraih adalah Data Pemilih Berkualitas Terbaik Pertama. Artinya, KPU Kabupaten Trenggalek adalah pelaksana Pemilihan 2020 yang data pemilihnya paling berkualitas.  KPU Trenggalek juga menyabet penghargaan dalam kaegori Operator Sidalih Inovatif. Operator Sidalih KPU Kabupaten Trenggalek, kata Indra, memang bukan sosok yang main-main. “Selain memang banyak menguasai IT, Rudi Susanto selaku operator juga bekerja siang dan malam untuk mengawal data pemilih yang ada”, tegas Indra.  Penghargaan lainnya yang didapat adalah dalam hal Ketaatan Regulasi untuk Penyusunan Program dan Anggaran serta Pengelolaan Hibah yang Akuntabel. Menurut Indra, hal ini menunjukkan bahwa kita melakukan perencanaan program dengan baik dan pada saat hibah diurus dan uangnya digunakan, KPU Trenggalek benar-benar mematuhi aturan negara.  Dalam acara evaluasi Mutarlih tersebut, selain memberikan apresiasi pada KPU Kabupaten Trenggalek, para pihak terkait juga memberikan masukan-masukan agar pelaksanaan kegiatan Pemilihan dan Pemilu ke depannya berjalan lebih baik lagi dalam hal data pemilih. [Rani] 


Selengkapnya
70

MULAI 2021 KPU TRENGGALEK KETAMBAHAN SDM BARU

TRENGGALEK—Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen yang sangat penting bagi sebuah organisasi, termasuk organisasi pelayanan publik atau lembaga negara seperti KPU Kabupaten Trenggalek. Kurangnya SDM, terbukti dapat menghambat kinerja yang ingin dicapai. “Biasanya, saat tahapan pas sibuk-sibuknya butuh tenaga teknis yang banyak dan kekurangan orang bikin kerja terbengkelai”, tutur Nurani Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU kabupaten Trenggalek. Hal itu disampaikan Nurani setelah KPU Kabupaten Trenggalek mulai tahun 2021 ini kedatangan dua tenaga baru, yaitu pegawai hasil CPNS tahun 2019 yang direkrut oleh KPU RI dan ditempatkan di KPU Kabupaten Trenggalek. Dua pegawai baru dan muda-muda itu sudah mulai masuk sejak awal tahun 2021 ini. Mereka akan bekerja di KPU sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan KPU Kabupaten Trenggalek. Dua orang PNS baru ini akan ditempatkan di sub bagian sesuai denga SK yang ditetapkan KPU RI. Satu personil muda atas nama Agung Tri Laksana akan membantu di Subbagian Teknis dan Hupmas. Sedangkan Ichsanuadi Rosyid Trianto Putro akan ditempatkan di subbagian Hukum dan Pengawasan. Keduanya ternyata adalah sama-sama lulusan kampus UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta. Wiratno, sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa kedua ASN baru tersebut sudah berkordinasi sejak akhir Desember 2020. “Keduanya sudah kulonuwun, dan senang sekali ditempatkan di Trenggalek meskipun sama-sama dari luar kota”, kata Wiratno. [Woro]


Selengkapnya
72

PARTISIPASI PEMILIH MENCAPAI 77% DI KECAMATAN MUNJUNGAN

TRENGGALEK— Pemungutan dan penghitungan suara di 1.550 TPS (tempat penghitungan suara) se-Kabupaten Trenggalek sebagai puncak Pemilihan 2020 sudah dilakukan pada hari Rabu lalu (09/12/2020). Sedangkan Rekapitulasi perolehan suara, jumlah pemilih, dan data-data lain hasil dari pemungutan suara sudah direkapitulasi melalui rapat pleno terbuka pada tanggal 15 Desember 2020 kemarin. Dari hasil rekapitulasi tersebut juga bisa diketahui berapa jumlah pemilih yang tersebar di masing-masing kecataman yang ada di kabupaten Trenggalek. Meskipun menurut Nurani Soyomukti Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM bahwa target partisipasi di tingkat kabupaten tidak tercapai, tapi setidaknya ada beberapa kecamatan yang angka partisipasinya cukup tinggi. Salah satunya adalah Kecamatan Munjungan. Dari data yang sudah masuk, Ada 77% pemilih yang hadir. Munjungan memang bukan satusatunya kecamatan dengan kehadiran pemilih di atas 70%. Tapi kecamatan istimewa karena selalu berada dalam urutan tertinggi dalam tiap perhelatan Pemilu atau Pemilihan. Keberhasilan ini diapresiasi oleh Nurani selaku kordinator divisi yang membidangi Partisipasi Masyarakat. Menurutnya keberhasilan partisipasi tinggi ini pasti bukan semata karena camatnya atau kades-kadesnya, atau karena tokoh-tokohnya semata. “Juga bukan karena penyelenggaranya saja, tapi harus kita akui bahwa upaya yang dilakukan PPK Munjungan dalam sosialisasi lumayan kelihatan dibanding yang lain”, tegasnya. Secara umum, angka partisipasi dalam Pemilihan tahun 2020 di Trenggalek tak berbeda dengan Pilkada 2015. Meski demikian, karena situasinya adalah pandemi, ini harus jadi catatan dan analisa tersendiri. “Partisipasi angkanya sama, tapi pandemi tantangan sosialisasinya kan lebih berat juga”, imbuh Nurani. [Meris]


Selengkapnya