Berita Terkini

53

KPU TRENGGALEK JUGA LAKUKAN SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN DALAM PEMUNGUTAN 9 DESEMBER 2020

TRENGGALEK— Bersamaan dengan Rapat Koordinasi Penertiban Alat Peraga Kampanye Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek dalam Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020, yang dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 5 Desember 2020, pukul 08.30 s.d. 12.00 WIB bertempat di RM Mekarsari, KPU Kabupaten Trenggalek juga lakukan sosialisasi Protokol Kesehatan dalam Pemungutan Suara di TPS yang akan berlangsung empat hari lagi (9 Desember 2020). Dalam sosialisasi yang dihadiri Bawaslu, Kepolisian, Pemerintah Kabupaten,   Pemantau Pemilihan, Tim Kampanye Pasangan Calon, Ormas, LSM, dan Partai Politik tingkat Kabupaten Trenggalek ini, KPU Kabupaten Trengalek juga menghadirkan narasumber dari Jurnalis, yaitu Tauhid Wijaya (Direktur Jawa Pos-Radar Kediri). Nara sumber lainnya adalah Istatiin Nafiah selaku Divisi Teknis yang bertanggungjawab pada proses pemungutan suara, penghitungan, dan rekap hasil perolehan suara dalam Pemilihan 2020 ini. Tauhid Wijaya menyoroti pentingnya keselamatan warga dalam Pemilihan. Ia berharap KPU benar-benar menjamin keselamatan warga, termasuk pemilih di TPS, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ia juga berharap demokrasi lokal dijaga dengan menghindari praktik-praktik politik uang. Sementara itu, Istatiin Nafiah menjelaskan bagaimana cara KPU menjalankan protokol kesehatan. KPU telah melakukan rapid test terhadap seluruh penyelenggara Pemilihan dan melakukan serangkaian upaya untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Untuk itu, dirinya memohon kepada masyarakat untuk juga mengedepankan keselamatan dalam melakukan seluruh aktivitas termasuk saat memberikan hak pilih di TPS dan Protokol Kesehatan harus dipatuhi. Ditambahkan oleh Istatiin bahwa penyediaan fasilitas cuci tangan, pemakaian alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan face shield), pengaturan jadwal mencoblos, pengaturan antrian, dan tempat duduk, serta penyemprotan desinfektan menjadi hal yang harus dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Trenggalek beserta badan adhocnya dalam menyelenggarakan tahapan pemungutan dan penghitungan suara di tingkat TPS. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penularan dan jatuhnya korban akibat tertular Covid-19. [Woro]


Selengkapnya
671

INILAH LIRIK “JULA-JULI DEMOKRASI” KARYA AGUS SARONDENG UNTUK PEMILIHAN 2020 DI TRENGGALEK

TRENGGALEK—“Jula-juli” adalah sebuah  syair yang kemudian dilagukan, diiringi musik Jawa. Biasanya “jula-juli” dinyanyikan sebelum pertunjukan ludruk dimulai. Secara umum “Jula-juli” berisi kalimat yang mengandung rima seperti patung. Biasanya berisi pesan moral, tentang kehidupan sehari-hari, namun disampaikan dalam bahasa yang  lucu. Itulah yang menarik minat KPU Kabupaten Trenggalek untuk memilih “jula-juli” sebagai medium sosialisasi pada hari Jumat, tanggal 4 Desember 2020 malam. Agus Sarondeng, selaku seniman yang digandeng, secara khusus menciptakan lirik-lirik kidung “jula-juli” yang bertema Pemilihan di masa Pandemi, terutama pesan ajakan memilih dengan menggunakan protokol kesehatan. Bagaimana isi pesan ajakan memilih di masa pandemi tersebut? Berikut ini adalah lirik “jula-juli Demokrasi” karya seniman Agus Sarondeng: (1) Pak Kerto tuku kertu Medun krethek Kertosono Jare mlebu kok malah metu Horotoyo iku apa Ora saru iku bubar nyoblos... (2) Isi kates bunder-buder Budhal Te-Pe-Es nganggo Masker (3) Mangga-mangga  tanggal sanga Desember Tindak  neng TPS nganggo Masker Isuh nganggo sabun carane sing bener Supaya sehat badan e seger (4) Yen wes tekan TPS banjur antria Sumangga lenggah ingkang sekeca Jarak aman padha gatekna Supaya slamet kabeh para warga (5) Banjur nyawang sing dadi pilihane Banjur nyoblos panggone fotone Yen wis rampung ojo suwe-suwe Enggal kundur ing wismane dewe-dewe (6) Iki jaman, jaman pandemi Para kawula wis padha ngerti Aja  pijer mung wira-wiri Mulane ayo sing ati-ati (7) Menyang TPS aja ngajak putra Yen ngajak putra ora prayoga Becik neng omah luwih utama Kanggo njaga  slamete kula warga (8) Warga kabeh duwe kuwajiban Milih pemimpin sing dadi idaman Mula aja nganggo ragejegan Sanyatane wis duwe pilihan (9) Purnaning atur puniki Mangga sami amemuji Konjuk ing ngarsane Gusti Gusti Ingkang Maha Suci Santen toyane kelapa Cukup semanten atur kawula.*


Selengkapnya
92

MENGENAL AGUS SARONDENG PENCIPTA JULA-JULI DEMOKRASI MASA PANDEMI

TRENGGALEK—Dengan anggaran yang minim, KPU Kabupaten Trenggalek berhasil melakukan sosialisasi dengan media seni “Jula-Juli Demokrasi” pada Hari Jumat, 04 Desember 2020. Tokoh kunci dalam acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini tentu saja adalah pengarang lirik lagu “Jula-Juli Demokrasi” itu sendiri yang juga pimpinan Campursari Madya Laras. Dialah sosok Agus Sarondeng, seniman tradisi yang paling berpengaruh di Trenggalek. Menurut Nurani Soyomukti komisioner Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek, pengaruh yang paling nyata dari sosok Pak Agus adalah bahwa ia adalah pencipta lagu “Kutha Trenggalek”, lagu bernuansa lokal yang paling dikenal dan seringkali dinyanyikan ketika acara bernuansa ke-Trenggalek-an. “Beliau adalah seniman kreator, pencipta, bukan hanya memainkan seni karya orang lain”, tegas Nurani. Nurani menceritakan bahwa Pak Agus Sarondeng juga punya kiprah cukup lama di dunia seni dan budaya. Selain penampil dan kreator, beliau juga pemikir. “Beliau bisa diajak bicara dengan baik bukan hanya mengenai masalah bagaiamana menampilkan karya dan pementasan yang baik, tapi juga cara memajukan seni-budaya Trenggalek”, tutur Nurani. Agus Sarondeng punya nama asli Agus Mukarwanto. Beliau lahir pada 24 Agustus 1960. Di masa kecil, ia pernah sekolah di SD Wonoanti 2, lulus tahun 1972. Setelah itu ia masuk SMPN Kampak dan lulus pada tahun 1975. Dari situ beliau melanjutkan pendidikannya di SPGN Trenggalek, lulus pada tahun 1979. Kemampuannya berkesenian banyak ditempa di Yogyakarta. Karena ia masuk di STSRI ASRI Jogjakarta, lulus pada tahun 1980. Ia sempat mengajar di SMPN Mulo Wonosari Gunungkidul, sebelum akhirnya pulang kampung ke Trenggalek, tepatnya di kecamatan Gandusari sebagai kampung halamannya. Pulang kampung ini berarti ia pindah mengajar di sekolah, yaitu ke SMPN pogalan mulai tahun 1986. Di sekolah inilah beliau banyak membina siswa-siswinya di bidang seni. Pada tanggal 1 September 2020 lalu, ia memasuki masa pensiun. Selama hidupnya, di luar sekolah ia juga mendirikan grup musik campursari yang cukup laris dan terkenal, yang jumlah pentasnya tak terhitung baik dari panggung-panggung hiburan di acara hajatan maupun pentas yang dilakukan pemerintah daerah dan dinas-dinas. Bahkan pada tahun 2008, ia berkesempatan untuk ikut pentas dalam Ketoprak. Kemampuannya menampilan “dagelan”, membuatnya bisa satu panggung dengan Topan, pelawak yang terkenal tingkat nasional itu. Karena peguasaannya pada seni, beberapa kali ia didaulat menjadi pengurus Dewan Kesenian Trenggalek. Pak Agus juga banyak mendapatkan peghargaan, yang jumlahnya tak bisa dihitung. Tak terhitung pula ia menjadi juri lomba-lomba kesenian, baik tingkat sekolah, kecamatan, dan kabupaten. [Hupmas]


Selengkapnya
50

KPU TRENGGALEK ADAKAN JULA-JULI DEMOKRASI” DI-LIVESTREAMING JELANG HARI PEMUNGUTAN 9 DESEMBER

Menjelang hari pemungutan suara yang akan jatuh pada hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 nanti, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengadakan acara sosialisasi dan pendidikan pemilih yang dikemas dalam tajuk “Jula-Juli Demokrasi”. Acara ini dilakukan bekerjasama dengan seniman campursari Madya Laras pimpinan Agus Sarondeng, pada Hari Jumat malam, tanggal 04 Desember 2020. Acara live dari padepokan Madya Laras dan disiarkan langsung melalui ‘live-streaming’ melalui Youtube. Acara dimulai sekitar pukul 20.00 WIB, dibuka dengan alunan ‘gendhing’ Jawa bernuansa langgam dan campur sari. Setelah beberapa lagu dipersembahkan, moderator atau pemandu diskusi memulai acara diskusi. Agus Budi Mukaryanto, pemandu diskusi, menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara berupa obrolan santai. Lalu ia memanggil narasumber dari KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani selaku Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, bersama Agus Sarondeng sebagai pelaku seni. Dalam diskusi, tersampaikan informasi tentang kesiapan KPU Kabupaten Trenggalek dan pentingnya penggunaan hak pilih bagi warga negara. Nurani juga menjelaskan apa saja yang harus dilakukan warga ketika nanti datang ke TPS  berdasarkan protokol kesehatan. “Aturan telah menjamin bahwa pelaksanaan di TPS  dijamin aman dan pelayanan personil di TPS sangat memperhatikan prinsip keamanan dan keselamatan itu”, tegas Nurani. Acara yang paling ditunggu-tunggu tiba. Agus Sarondeng selaku seniman Trenggalek menyampaikan pesan-pesan ajakan memilih melalui lirik Jula-juli yang ia ciptakan dan diiringi dengan ‘tetabuhan’ gamelan yang dimainkan para pemain. Acara diskusi cukup ‘gayeng’ disela-sela musik dan lagu. Artis Trenggalek yang dikenal sebagai “sinden muda” menjadi penyanyi satu-satunya yang mengiringi gamelan di sela-sela diskusi. [Hupmas]


Selengkapnya
44

KPU TRENGGALEK ADAKAN RAKOR PERSIAPAN PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA PEMILIHAN 2020

TRENGGALEK — Waktu pemungutan suara kurang enam hari lagi. Untuk menyongsong kegiatan  paling puncak Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek dalam Pemilihan Serentak tahun 2020 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengadakan acara Rapat Kordinasi Persiapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Serentak tahun 2020 (Kamis, 03/12/2020). Acara dilaksanakan di Hall Bukit Jaas Permai Trenggalek. Kegiatan  dimulai pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh Bawaslu, Pasangan Calon No. Urut 1 dan 2, Tim Kampanye Paslon1 dan 2, Panitia Penghubung (LO) dari masing-masing Paslon 1 dan 2, dan Partai Pengusung yang masing-masing dihadiri oleh 2 orang. Acara dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi menyampaikan bahwa acara  ini merupakan kordinasi untuk persiapan final sebelum hari pemungutan suara. Ia mengharapkan agar  diharapkan paslon, tim paslon, partai pengusung, dll dapat memahami apa yang terjadi di TPS sehingga tidak ada kendala yang dihadapi. Acara ini  diharapkan pula memberikan persamaan persepsi tentang jenis logistik yang ada di TPS. Ditambahkan oleh Gembong bahwa  pada pemilihan ini sedikit berbeda dengan pemilihan sebelumnya karena menggunakan Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi), yaitu aplikasi rekap secara otomatis merekam hasil pemungutan suara. “Hari ini kita sepadankan pemikiran kita untuk menuju 9 Desember 2020 yang merupakan hari yang ditunggu-tunggu”, tegas pria asal Dongko ini. Selanjutnya penyampaian materi disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Trenggalek Divisi Teknis Penyelenggara, Istatiin Nafiah. Perempuan asal Tugu ini  menjelaskan langkah-langkah persiapan hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Beliau juga menjelaskan jenis-jenis formulir yang ada di TPS khususnya yang akan diterima oleh saksi di TPS. [Wul]


Selengkapnya
42

KPU TRENGGALEK ADAKAN BIMTEK LOGISTIK PEMILIHAN

TRENGGALEK— Mengingat logistik merupakan hal yang paling penting dalam pemugutan suara 9 Desember mendatang, hari ini (Rabu, 02/12/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan acara bimbingan teknis Logistik Pemilihan Serentak tahun 2020. Acara dilaksanakan di Aula Hotel Jaaz Permai Trenggalek. Dalam kegiatan ini, KPU Kabupaten Trenggalek menghadirkan Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik PPK, Divisi SDM-Parmas PPK, dan sekretaris PPK dari 14 Kecamatan. Acara dimulai sekitar pukul 14.00 WIB, dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Setelah doa, masuk pada sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi berpesan agar distribusi logistik benar-benar tepat sasaran, tepat jumlah, tepat jenis. Ia mengingatkan bahwa penyelenggara harus bekerja keras karena ada dua jenis logistik yang harus dikawal. “Yaitu bukan hanya logistik untuk Pemilihan, tapi juga alat kesehatan dan APD”, kata Gembong. Memasuki acara bimtek, Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek menjadi pemateri utama. Ia menjelaskan jenis-jenis logistik dan peruntukannya. Ia juga menerangkan jadwal distrubusi logistik ke kecamatan hingga TPS. Acara diakhiri sekitar pukul 17.00 WIB. [Woro]


Selengkapnya