Berita Terkini

82

RAKOR VERIFIKASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENGAJUAN DANA PARPOL

KPU Kabupaten Trenggalek kembali terlibat dalam  Verifikasi Kelengkapan Administrasi Pengajuan Dana Parpol yang “dikomandoi” oleh Badan Kesatuan Bangsa da Politik (Kesbangpol). Acara dilakukan di kantor Kesbangpol pada  hari ini (Senin, 20/08/2016), mulai pukul 09.00 sampai selesai. Sebagaimana dikatakan oleh kepala Kesbangpol Widarsono, acara tersebut dilakukan untuk melakukan verifikasi terhadap Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Kegiatan  dilakukan  dalam rangka pemenuhan bantuan untuk partai politik hal ini diberlakukan sama dengan parpol yang lain, dana banpol bersumber dari APBD Tahun 2016 yang kebetulan PKPI baru mengajukan permohonan.  “Verifikasi baru dilakukan, karena PKPI baru memenuhi kelengkapan administrasi terutama legalisir  dari struktur yang atas yakni DPP/DPW”, kata Widarsono. Sebagaimana dijelaskan Nur Huda Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik KPU Kabupaten Trenggalek, dalam verifikasi ini dilakukan cek kelengkapan proposal pengajuan banpol yang meliputi: (1) Surat permohonan pengajuan banpol dari pengurus parpol tingkat Kabupaten, (2) Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Politik yang memetapkan Susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Partai Politik diringkat Kab/Kota, (3) Foto copy surat keterangan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), (4) Kwitansi penerimaan bermeterai 6000 yang ditanda tangani oleh Ketua dan bendahara parpol, (5) Surat keterangan autentifikasi hasil penetapan perolehan kursi dan suara partai politik hasil pemilihan umum DPRD Kabupaten/Kota yang telah dilegalisir oleh Ketua/Sekretaris KPU kab/kota, (6) Nomor rekening kas umum Partai Politik, (7) Rencana Penggunaan Bantuan Keuangan Partai Politik, (8) Laporan realisasi penerimaan dan pengeluaran bantuan keuangan yang bersumber dari APBD tahun anggaran sebelumnya yang telah diperiksa oleh BPK. Bantuan keuangan untuk PKPI di Tahun Anggaran 2016 ini sebesar 24.241.256.00. Besaran banpol disesuaikan dengan jumlah perolehan suara pada pemilu 2014 sejumlah 9.052 suara sah perolehan PKPI ditingkat Kabupaten. Penggunaan bantuan keuangan untuk Partai Politik 60% digunakan untuk pendidikan poltik, 40% digunakan untuk operasional parpol. Penggunaan bantuan parpol sesuai juknis dalam Permendagri No. 77 Tahun 2015 dan Perbup No. 7 Tahun 2015. [Hupmas]


Selengkapnya
123

HAMID WILIS : SAKSI HIDUP SEJARAH KEPEMILUAN DI TRENGGALEK

Lahir pada tahun 1939 adalah wajar jika membuatnya  rambutnya sudah memutih, dan kulit yang kelihatan di pipinya juga sudah tak kencang lagi. Dan pada saat Nurani divisi SDM dan Parmas ditemui di teras rumahnya, ia memakai kopyah. Dan siap diwawancarai. Memang begitulah. Setiap ada orang, terutama anak-anak muda yang ingin tahu sejarah Trenggalek datang padanya, ia selalu memakai kopyah hitam dan berbaju rapi. Kemudian iapun siap menjawab pertanyaan dan diskusi dengan orang yang datang padanya. Bahkan ia betah bicara dan diskusi selama berjam-jam untuk melayani lawan “ngobrol”-nya. Dialah bapak Abdul Hamid Wilis, seorang yang dikenal dengan sejarawan Trenggalek—mungkin satu-satunya saat ini. Dia juga pelaku sejarah sejak era revolusi hingga akhir pemerintahan Orde Baru (Soeharto). Berawal dari aktivis ormas (GP Ansor Trenggalek) yang mengalami pergesekan dengan barisan komunis di era Orde Lama (terutama sejak tahun 1960-an), hingga kemudian jadi politisi sejak tahun 1970-an, hingga akhir era Orde Baru. Tentu hal itu membuatnya banyak memiliki pengalaman, pun juga banyak kisah yang bisa ia ceritakan dari  interaksinya dengan berbagai tokoh dan dinamika sosial dari jaman ke jaman sewaktu ia hidup. “Apalagi beliau adalah seorang pencatat yang baik”, tutur Nurani Soyomukti yang pada hari Minggu (28/08/2016) datang lagi ke rumahnya. Itulah yang menyebabkan Nurani akhir-akhir ini memutuskan untuk datang ke rumah beliau, yaitu untuk menggali sejarah Trenggalek dari sisi sejarah kepemiluan dan politik. Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek saat ini memang punya program untuk mengisi website yang dimilikinya dengan tema-tema yang tidak monoton dengan cara mencoba menulis sejarah pemilu dan politik di Trenggalek. Menurut Nurani, tujuannya adalah agar pengisian materi di website bisa maksimal dan isinya menarik. “Caranya adalah tulisan yang juga temanya variatif, tidak monoton, sejarah politik dan kepemiluan di Trenggalek dari masa ke masa bisa jadi tulisan yang diharapkan menarik bagi pembaca”, kata pria alumnus Universitas Jember ini. Dipilihnya Bapak Hamid Wilis, karena sejak tahun 1970-an beliau menjadi anggota DPRD Trenggalek. Beliau juga punya catatan yang akan dibukukan. Selain ia menulis sejarah tentang Trenggalek, ia juga mantan panitia sejarah Trenggalek di periode 1973-1985.  “Sejarah partai politik, pemerintahan, konstelasi politik, beliau punya banyak catatan”, tambah Nurani. Hamid Wilis saat ini berusia 77 tahun, tinggal di Dusun Sugihan Rt. 25, Rw 07, Desa Sumber Ringin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Di sebuah rumah sederhana, ia terus menhabiskan waktu untuk menulis  tentang sejarah masa lampau di Trenggalek.  Sudah ada beberapa buku yang ditulis, di antaranya sudah diterbitkan. [Hupmas]


Selengkapnya
91

JUM’AT SEHAT : MELIHAT KANTOR KPU TRENGGALEK DARI ATAS ANGIN

Jumat sehat di KPU Kabupaten Trenggalek tampaknya masih didominasi dengan kegitan jalan sehat keliling tempat-tempat sekitar daerah kota. Selain itu ada satu fenomena lagi, yaitu bahwa kegiatan Jumat Sehat tiap hari Jumat semakin banyak yang ikut. Sebagaimana dikatakan oleh Wiratno, Sekretaris KPU  Kabupaten Trenggalek, awalnya acara tiap Jumat yang diisi dengan kegiatan mencari keringat dan untuk menjaga kesehatan ini pengikutnya terpencar-pencar. “Awalnya, dulu masing-masing pegawai dan komisioner punya kegiatan sesuai hobi masing-masing, ada yang bersepeda, badminton, joging, dan ada yang tidak mencari keringat. Sekarang semakin kompak”, kata Wiratno. Ditambahkan oleh Wiratno bahwa acara olahraga mengeluarkan keringat punya fungsi untuk menjaga vitalitas tubuh agar sehat. “Ini penting karena untuk meningkatkan kinerja, bagaimana bisa semangat bekerja jika badan tidak sehat”, tambah Wiratno. Rute Jalan Sehat kali ini adalah naik Gunung Ja’az, salah satu gunung yang bagian punggungnya menjadi tempat wisata baru yang bernama Hutan Kota. Tapi jalan menuju Puncak Gunung Ja’az yang dilakukan ini terbilang berbeda dengan yang biasa ditempuh oleh para penyuka naik gunung. Sebab, jalan yang umum dilalui adalah lewat Hutan Kota, yang dari kalau dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek  ke timur sekitar 2 Km hingga belok kiri sedikit lewat Hutan Kota. Jalur yang ditempuh oleh para pegawai dan Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek ini adalah lewat belakang gunung atau sisi barat. Dari kantor KPU timur sedikit langsung masuk ke perkampungan (belok Kiri), perkampungan Dukuh Cengkong Kelurahan Tamanan. Tidak ada petunjuk pasti, tapi hanya mengira-ngira ingatan Sujoko, salah seorang Kasubag, yang pernah lewat jalur tersebut beberapa bulan lalu. Ternyata setelah dari perkampungan mulai menginjak tanah hutan yang jalannya setapak dengan kanan-kiri penuh semak dan pohon-pohon besar, Sujoko mengaku lupa. Dari sinilah para pendaki mulai berdebat sambil guyon untuk menemukan jalan menuju puncak. Terutama ketika sudah berada di bawah gundukan tanah yang mirip batu besar yang merupakan tebing puncak gunung Ja’az. Tanpa disadari, ternyata ada dua kelompok yang menempuh jalur berbeda. Satunya lewat sisi kiri, satunya sisi kanan. Mulai di sini medan cukup sulit, dengan kenaikan yang ekstrim. Apa lagi yang lewat jalur kanan, ternyata adalah jalur salah. Tapi karena sudah terlanjur jauh  berjalan, maka perjuangan untuk melangkahkan kaki berlanjut dengan menyusyuri jalan naik yang peuh semak berduri. Tetapi akhirnya sampai juga di puncak. Para pendaki bernafas lega, meski keringat mengucur membasahi baju dan kaos yang disampaikan. Ternyata baru disadari bahwa rombongan lupa membawa air minum. Tapi segera terlupakan karena segarnya hawa puncak gunung. Yang tak ketinggalan adalah keindahan pemandangan yang dilihat dari puncak Gunung. Sisi manapun kelihatan dari atas karena puncak Gunung Ja’az ini merupakan gundukan tanah dan berbatu yang bisa memungkinkan melihat seluruh arah ke bawah. Termasuk arah kantor KPU, meskipun tak terlihat karena kehalangan pohon, tapi masjid besar di timurnya kelihatan kubahnya. [Hupmas]


Selengkapnya
312

JUM’AT SEHAT : KPU TRENGGALEK TAKLUKKAN KETINGGIAN PUCAK GUNUNG JA’AS

Exotisme  wisata alam Gunung Ja’as Trenggalek yang  mulai menarik minat wisatawan dari berbagai daerah, menjadi obyek  kegiatan Jum’at Sehat KPU Trenggalek pada hari ini (25/08/2016). Sebagaimana telah direncanakan sebelumnya dalam Anev kemarin, kegiatan ini dipersiapkan  secara khusus, mengingat jalur yang ditempuh tergolong sangat ekstrim. Karena tidak melalui jalur yang biasa dipergunakan para wisatawan dalam mendaki gunung dengan ketinggian 303 M diatas permukaan laut ini. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh komisioner dan para pegawai sekretariat dipimpin langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek. Tepat pukul 07.40 upaya untuk menaklukkan ketinggian puncak Gunung Ja’as dimulai dengan berjalan kaki dari kantor KPU Trenggalek mengambil arah ke Timur Makodim 0806 belok ke arah utara melalui perkampungan hingga mencapai batas akhir perumahan penduduk. Setelah itu memasuki kawasan hutan dengan rute menaiki bukit  jalan setapak di kaki Gunung Ja’as dari arah sebelah barat. Rute pendakian semakin menantang ketika rombongan KPU Trenggalek memasuki batas akhir jalan setapak yang memang tidak pernah dirambah jejak manusia. Kita jangan ada yang memisahkan diri dan jaga soliditas tim agar tidak ada yang tersesat dan ketinggalan, kata Suripto memberikan arahan kepada kolega dan seluruh rombongan KPU Trenggalek.  Dengan penuh semangat, pendakian diteruskan menyususri tebing curam dan semak belukar sambil mecari celah yang bisa dilalui untuk menuju puncak Gunung Ja’as. Setelah menempuh pendakian ekstrim yang memakan waktu + 1,5 Jam, rombongan KPU hampir putus asa karena tidak menemukan jalur yang mudah untuk mencapai puncak ketinggian Gunung Ja’as. Ini adalah pengalaman pertama yang sangat berat dan belum pernah saya alami selama hidup kata pegawai pramusaji KPU Trenggalek, Lilis Suryani sambil istirahat untuk menghela nafas. Sementara itu operator SIMPAU, Whanti Purwaningsi tetap tegar dan memberikan semangan kepada rekan sejawatnya, ayo Mbak Lis kita teruskan tinggal sedikit aja, nanti kita istirahat dipuncak, kata Whanti merayu. Akhirnya Lilispun semangat kembali untuk meneruskan pendakian. Karena mau balikpun juga tidak memungkinkan, semuanya kehilangan jejak awal awal pendakian yang telah terlewatkan. Ayo tetap semangat, sekali layar terkembang surut kita berpantang, kata Nurani memberi support sambil membantu membuka semak belukar untuk dijadikan jalur pendakian. Tidak lama kemudian, rombongan pendaki KPU Trenggalek hampir memasuki  kawasan kaki  puncak Gunung Ja’as. Tantangan untuk bisa sampai ke puncak gunung Jaas semakin membutuhkan adrenalin yang tinggi. Untuk menempuh ketinggian puncak gunung Jaas tim harus mampu menaklukan lereng batu setinggi + 15 meter. Sehingga soliditas dan ketahanan tim diuji ketangguhannya. Berbekal tekad, kemauan dan kerjasama yang kompak, al-hamdulillah  kami dapat melawati dan menakluknan rintangan-rintangan alam yang sangat sulit, kata Priyo Cahyono setelah mencapai Puncak gunung Ja’as bersama seluruh rombongan.  Rasanya sangat  perjuangan yang cukup melelahkan dalam jalan sehat ini lunas terbayar dengan bisa menyaksikan keindahan hamparan kota Trenggalek dari atas puncak gunung Jaas, kata Minuk Wijayanti. Keceriaan dan kepuasan rombongan pendaki KPU Trenggalek nampak  dalam senyum dan terkadang tertawa lepas sambil mengusap kucuran keringat. Tidak henti-hentinya Zaenal Afandhi selaku juru kamera mengabadikan pose-pose menarik diatas keindahan puncak gunung Ja’as. Untuk mengabadikan peristiwa bersejarah tersebut, tidak ketinggalan Ketua KPU Trenggalek memanjat tower puncak ketinggian dengan mengacungkan bendera merah putih dan dibawahnya diikuti seluruh  tim untuk photo bersama. Setelah puas menikmati keindahan puncak Gunung Ja’as yang dipandu semilirnya hembusan udara segar khas pegunungan, rombongan KPU Trenggalek bersiap-siap turun dengan melewati jalur yang biasa dipergunakan para pendaki. Berbeda dengan rute pemberangkatan, jalur ini sudah  berupa jalan setapak. Namun demikian kharakteristik gunung yang selalu dihiasi dengan bebatuan cadas yang curam dan berliku. Selain itu di sepanjang kanan kiri jalan setapak tersebut terlihat pemandangan indah hutan jati yang sejuk dan asri. Sehingga  rasa capek menjadi hilang ketikan bisa menaklukan dari tahap demi tahap kesulitan yant telah dilalui. Lebih singkat dari jalur waktu pendakian,  rute turun ini lebih singkat dan pendek. Memakan waktu sekitar 40 menit, tim KPU Trenggalek sudah masuk pada kawasan Hutan Kota sebagai jalur utama yang biasa dipergunakan pendaki untuk memulai pendakian ke Puncak Gunung Ja’as. Sekitar lima menit kemudian sampailah di Tugu Jago yang terletak didepan pintu gerbang Hutan Kota. Sambil menikmati nasi pecel lesehan, KPU Trenggalek merefleksikan perjalanan Jum’at Sehat yang dilakukan hari ini. Saya sangat berharap agar seluruh komisioner dan pegawai dapat mengambil pelajaran dari pendakian yang telah dilakukan bersama, kata suripto. Kesulitan apapun dalam menjalankan tugas-tugas kepemiluan selama kita mampu menjaga kebersamaan dan soliditas tim pasti akan bisa terselesaikan dengan baik dan hasilnya pasti indah serta memuaskan seperti halnya penendakian puncak Gunung Ja’as  tadi tambah Ketua KPU Trenggalek. Semoga soliditas tim kinerja KPU Trenggalek tetap terjaga agar tugas-tugas kepemiluan dapat dituntaskan secara menggembirakan semua pihak.


Selengkapnya
85

PEMBENAHAN E-PPID TERUS DILAKUKAN

Hari  ini adalah hari keempat setelah rapat pleno pembahasan aktivasi dan input data dan info untuk pelayanan EPPID. KPU Kabupaten Trenggalek terus melakukan pembenahan laman dan mengisi menu  yang ingin disajikan. Ada beberapa menu antara lain Beranda, yang berisi tentang penjelasan tentang E-PPID, Link website, gambar/foto kegiatan yang bergerak berganti-ganti, Video prosedur pelayanan informasi publik (buatan KPU RI), dan juga ada alamat PPID, fb PPID, FB KPU Trenggalek, tweeter. Selain Beranda, juga ada menu Profil yang berisi adalah personel-personel PPID Kabupaten Trenggalek dan kewenangannya, mulai dari pembina, Dewan Pertimbangan, Atasan PPID, pejabat PPID, tim penghubung, dan desk pelayanan. Berikutnya adalah menu yang paling penting, yaitu Menu Informasi Publik yang terdiri dari  Informasi Berkala, Informasi Setiap Saat, dan Informasi Serta Merta. Pada menu informasi publik inilah data dan informasi tentang lembaga KPU dan data, dokumen, serta informasi kepemiluan dan kinerja KPU Kabupaten Trenggalek bisa diperoleh hanya dengan mengklik (untuk melihat atau mengunduh dokumen atau informasi yang ada). Menu berikutnya  adalah Layanan Informasi. Isinya adalah penjelasan tentang permohonan mendapatkan informasi dan dokumen di KPU Kabupaten Trenggalek secara online, mulai dari mekanisme pelayanan, permohonan informasi, hingga pengajuan keberatan.  Di menu ini pihak KPU Trenggalek jugi bisa melihat siapa yang melakukan permohonan informasi melalui online dan menjawab pengajuan informasi tersebut. EPPID juga dilengkapi dengan menu Regulasi yang memuat berbagai aturan yang berkait dengan demokrasi, politik, kepemiluan, dan keterbukaan informasi. Selain itu juga ada menu Galery yang memuat foto-foto kegiatan PPID dan kegiatan KPU lainnya. Nurani, Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa hingga saat ini KPU Kabupaten Trenggalek terus melakukan upaya untuk memaksimalkan pelayanan online ini. “Kerja ini memerlukan lintas divisi dan subagian, karena data-data dan informasi yang akan digunakan untuk pelayanan pada publik memang melibatkan semua kinerja”, kata pria asal Kecamatan Watulimo itu. [Hupmas]


Selengkapnya
70

SEKRETARIS KPU TRENGGALEK : SEMUA SUBAGIAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK PEMBENAHAN E-PPID

Rapat analisa dan evaluasi harian (Anev) kali sore kali ini (Kamis, 25/08/2016) tampaknya benar-benar mengarah pada konsolidasi untuk menyambut upaya membenahi pelayanan informasi melalui E-PPID. Hingga Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek, Wiratno, memberikan ajakan serius agar seluruh pegawai dan staf di KPU Kabupaten Trenggalek ikut membantu semaksimal mungkin upaya mengisi menu-menu yang tersaji di E-PPID dengan menyiapkan data-data sumber informasi dan dokumen publik yang ada. Secara tegas Wiratno mengatakan di dalam rapat bahwa  PPID online ini adalah kegiatan yang harus segera dimaksimalkan. Agar maksimal, menurutnya,  proses input data dan informasi di dalamnya membutuhkan  keterlibatan semua subagian baik kepala subbag maupun staf-sfatnya.  “Kerja menyediakan informasi pada masyarakat ini adalah untuk mempermudah kinerja kita sendiri  karena nantinya jika info yang kita sediakan secara online banyak yang tersedia atau yang bisa diakses, maka publik yang butuh info tak perlu datang ke kantor, sehingga kita juga tak perlu menerima kehadiran pemohon informasi di kantor dan waktu kita di kantor bisa dimaksimalkan”, tegas Wiratno. Sementara itu dalam apat harian ini juga diumumkan bahwa hasil rakor divisi Umum, Keuangan, dan Arsip besok (Jumat, 26/08/2016) merencanakan kegiatan kerja bhakti setelah acara jalan sehat, untuk menginventarisasi data-data dan dokumen teknis  pemilu yang pernah ada di Trenggalek. [Hupmas]


Selengkapnya