Berita Terkini

52

BERSIH KANTOR DAN PERAWATAN TAMAN JADI KEGIATAN JUMAT BERSIH KPU TRENGGALEK

Kegiatan Jumat sehat kembali di gelar pada hari ini (03/03/2017) di KPU Kabupaten Trenggalek. Acara di isi dengan berbagai macam kegiatan yang berbeda antara pegawai satu dengan yang lainnya. Yang menarik, salah satunya adalah acara bersih-bersih taman dan penanaman bunga. Salah satunya dilakukan oleh Puguh Budi Utomo, kasubbag Teknis dan Hupmas KPU kabupaten Trenggalek yang dibantu oleh beberapa staf. Puguh mengaku, ia melakukan itu karena tak ingin tanah di taman yang berada di halaman KPU Trenggalek kosong. Menurutnya, mengisi halaman dengan tanaman hias adalah cara untuk merasakan keasrian di kantor. “Kalau lingkungan bersih dan indah, ngantorpun krasan dan kerja jadi semangat”, tegas pria yang berdomisili di Gandusari ini. Sementara itu, beberapa pegawai lain tampak sibuk mencabuti rumput dan menyapu halaman yang berdasar paving itu. Menurut Agus Widodo, salah satu pegawai kontrak di KPU Kabupaten Trenggalek, hari ini juga akan dilakukan pengecatan pagar oleh pekerja yang didatangkan dari luar.  Pagar KPU Kabupaten Trenggalek memang sudah mulai ditumbuhi lumut dan warna cat yang melapisinya sudah mulai hilang. Sementara itu, sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek Wiratno menginformasikan bahwa biaya kegiatan perawatan tersebut memang berasal dari anggaran APBN tahun 2017. “Tiap tahun memang ada biaya perawatan kantor, termasuk tahun 2017 ini”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
53

MENYISIR KE DESA-DESA UNTUK MENGGALI DATA PEMILIH

Hari ini, kembali KPU Kabupaten Trenggalek  melakukan kunjungan  ke Desa untuk mengetahui tentang bagaimana dinamika data penduduk untuk melihat dinamika data pemilih. Kali ini Gembong Derota Hadi, divisi Program dan Data KPU Kabupaten Trenggalek, mendatangi kantor Desa Sugihan Kecamatan Kampak. Gembong mengatakan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari upaya mendukung kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang merupakan salah satu program KPU. Hal ini, kata Gembong, adalah bagian dari upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih yang paling dasar. Sebab, katanya, basisnya adalah data pemilih itu sendiri. Jika data pemilihnya buruk, maka hal itu identik pula dengan kurang maksimalnya pendataan di mana banyak orang yang tidak terdata. Dan hal ini, menurut Gembong, ternyata tak bisa dilakukan sendiri oleh KPU.  “Hal itulah yang kami sampaikan pada perangkat desa yang kami temui, bahwa  harus ada kerjasama dan kordinasi karena yang kita hadapi sama-sama manusia, sebagai penduduk desa maupun pemilih”, tegas Gembong. Gembong mengingatkan bahwa salah satu tugas yang diemban KPU sebagai penyelenggara pemilu adalah melayani  hak politik warga negara. Salah satu hak politik  yang harus dijamin untuk diberikan adalah hak pilih warga untuk memilih dalam pemilihan. Masalah hak pilih ini dari waktu ke waktu tampaknya masih terus membutuhkan penyempurnaan dalam hal mekanisme pendataan pemilih. [Hupmas]


Selengkapnya
43

MELIHAT PERSIAPAN RUMAH PINTAR PEMILU KPU TRENGGALEK

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan terobosan kebijakan berupa pembuatan Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang sudah dimulai sejak tahun 2016 lalu. Awalnya program ini diberikan pada beberapa KPU propinsi dan KPU Kabupaten/Kota sebagai “pilot project” dengan anggaran dari pemerintah melalui KPU RI. Tahun 2017 ini, program ini diberi alokasi anggaran untuk berbagai KPU Kabupaten/Kota juga, termasuk Trenggalek. Oleh karena itulah, sejak panduan teknis kegiatan ini sudah mulai diterima, KPU Kabupaten Trenggalek juga mulai melakukan persiapan pendirian RPP yang rencananya akan dilaunching setidaknya akhir bulan Maret tahun ini. Menurut Nurani Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Pemilih (SDM dan Parmas) KPU Trenggalek, yang sudah dilakukan adalah melakukan rapat kordinasi untuk merencanakan pembangunan, termasuk memilih tempat yang representatif, hingga mengerjakan desain yang sudah pada tahap pengerjaan  interiornya. Nurani mengatakan bahwa untuk memilih tempat yang representatif KPU Kabupaten Trenggalek mengalami kesulitan mengingat  kantor KPU Kabupaten Trenggalek sendiri terlalu kurang representatif. Tidak ada bangunan atau ruangan yang layak  baik secara ukuran maupun yang memudahkan desain tata ruang rumah pintar yang akan di isi oleh materi-materi informasi, tempat simulasi, ruang diskusi, dan ruang audio visual. Nurani menceritakan, yang kemudian dilakukan adalah memanfaatkan gudang sisa perlengakapan pemilu yang merupakan bangunan yang paling luas yang ada di kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Tapi Nurani optimis bahwa Rumah Pintar Pemilu ini nantinya akan banyak manfaatnya. Karena, menurutnya, RPP ini adalah desain ruang yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal dalam rangka pendidikan pemilih. “Ada panel dan papan informasi, ada maket untuk simulasi, ada  tempat audiovisual, dan ada ruang diskusi bagi masyarakat luar yang bertemakan demokrasi dan patisipasi masyarakat”, paparnya. Ditambahkan oleh Nurani, RPP ini juga merupakan bentuk pelayanan KPU Trenggalek untuk masyarakat khususnya pemilih. Bentuk pelayanan yang  bisa dilakukan antara lain adalah publikasi kegiatan, kalender event, invitasi publik, diskusi komunitas, dan lain-lain. “RPP ini bisa jadi tempat aktivis yang ingin diskusi, ada fasilitas sound system, LCD, dan meja kursi, dan kita akan coba nggalang diskusi bulanan seputar demokrasi dan kesadaran masyarakat”.[Hupmas]


Selengkapnya
44

PLENO MINGGUAN KEMBALI DILAKSANAKAN

Rapat Pleno mingguan kembali dilaksanakan KPU Kabupaten Trenggalek, Senin 20 Februari 2017. Seperti biasanya, rapat ini dimanfaatkan untuk membahas berbagai evaluasi kegiatan dan rencana kegiatan yang telah dan akan dikerjakan. Rapat yang dimulai pada pukul 10.00 ini dihadiri oleh seluruh komisioner, Sekretaris, dan semua kasubag Kpu Kabupaten Trenggalek, ditambah satu orang notulen. Agenda rapat sebagaimana tercantum dalam undangan kali ini adalah membahas tentang Sistem Pengendali Intern Pemerintah (SPIP). Suripto yang memimpin rapat mengatakan bahwa kegiatan SPIP tersebut sudah punya dasar hukum dan aturan teknis karena Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) sudah membuat peraturan. Tetapi, menurut Suripto, sayangnya kebijakan ini belum diikuti dengan diklat-diklat yang intensif serta juknis yang rinci yang memudahkan pelaksanaannya. Sementara itu Patna Sunu, divisi Hukum KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa sebenarnya sudah ada tahapan yang dilakukan untuk memfungsikan SPIP. Adabeberapa tahapan penting, mulai sosialisasi, menambah wawasan (knowing), hingga penilaia resiko kinerja. Sunu mengatakan, tahapan yang mungkin bisa dilakukan saat ini adalah tahapan “knowing”. “Sedangkan, untuk fungsi pengawasan, SPIP juga bisa melakukan pengawasan terhadap  pelaksanaan kegiatan yang saat ini dilakukan, misalnya Rumah Pintar Pemilu (RPP)”, kata pria alumni fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya ini. Program Rumah Pintar Pemilu (RPP) memang sedang menjadi kegiatan KPU Kabupaten Trenggalek saat ini. Program ini harus dikawal agar pelaksanaannya berjalan dengan baik. Rapat pleno mingguan ini juga membahas sejauh mana perkembangan pengerjaan Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang saat ini berada pada tahap pengerjaan interior tempatnya. Suripto selaku ketua KPU kabupaten Trenggalek mengatakan bahwa tentang isian materi informasi dan kegiatannya juga harus dibahas segera. “Kalau bisa target paling lambat akhir Maret 2017 sudah bisa dilaunching agar masyarakat mengetahui keberadaannya dan memanfaatkannya untuk media pendidikan pemilih”, tegas pria yang merupakan bapak dari  dua anak ini. [Hupmas]


Selengkapnya
44

KPU TRENGGALEK IKUT MENINJAU PILKADA KOTA BATU

Meski tidak menyelenggarakan Pilkada Serentak 2017, Pilkada di daerah lain tidak pernah luput dari perhatian KPU Kabupaten Trenggalek. Oleh karena itu, dalam tahapan pemungutan suara pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2017 kemarin, KPU Kabupaten Trenggalek juga ikut meninjau pelaksanaan tahapan penting pemilihan kepala daerah di Jawa Timur, tepatnya di Kota Batu. KPU Kabupaten Trenggalek diwakili oleh Nur Huda, divisi Umum, Keuangan, dan Logistik.  Ia datang ke kota Batu bersama perwakilan dari KPU Kabupaten/Kota lainnya di Jawa Timur. Kehadiran perwakilan KPU Kabupaten/Kota lain ke Kota Batu ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ingin melibatkan diri dalam pesta demokrasi lokal serentak. Kebetulan hanya Kota Batu saja yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah, hingga semua perwakilan KPU Kabupaten/Kota datang ke kota itu. Menurut Nur Huda, kedatangannya bersama komisioner dari KPU Kabupaten/Kota lain merupakan ungkapan solidaritas sesama penyelenggara pemilu atas kesibukan KPU yang melaksanakan Pilkada 2017. “Selain itu, juga menunjukkan bahwa meskipun tak ada kegiatan dan tahapan Pemilihan, KPU di manapun harus terus mencermati apa yang terjadi dan bagaimana aturan-aturan yang perlu dipahami”, papar alumni IAIN Tulungagung ini. Ditambahkan  Nur Huda, bersama perwakilan KPU Kabupaten/Kota lain, ia langsung datang ke kantor KPU Kota Batu di Jl. Tlekung No 212 pada pagi hari. Setelah melakukan diskusi tentang perkembangan Pilkada Serentak dan Pilkada di Kota Batu, lalu Nur Huda dan perwakilan KPU Kabupaten/Kota lain juga meninjau langsung pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara, salah satunya di TPS  13 Kelurahan Ngadipuro, Kecamaran Bumiaji. [Hupmas]


Selengkapnya
48

SELURUH KOMISIONER DAN SEKRETARIS KPU TRENGGALEK HADIRI RAPAT PIMPINAN

Untuk mengadakan kordinasi, pada Hari Rabu-Kamis, 08-09 Februari 2017 kemarin, KPU Propinsi Jawa Timur mengundang semua komisioner  dan Sekretaris KPU Kabupaten/Kota se –Jawa Timur. Acara ini bertajuk “Rapat Pimpinan Dalam Rangka Monitoring Pelaksanaan Kegiatan Tahun  Anggaran 2017 dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan KPU Tahun Anggaran 2016 Serta Mempersiapkan Pemilihan Serentak KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota Se- Jatim”. Acara dilaksanakan  di Hotel Grand Surya Kediri. Kelima komisioner dan Sekretaris KPU kabupaten Trenggalek juga hadir dalam acara ini.    Rangkaian acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan selamat datang dari Ketua KPU Kota Kediri (Agus Rofik) dan dilanjutkan dengan Sambutan dari KPU Provinsi diwakiki Choirul Anam, diteruskan Paparan dari Divisi Teknis Moh, Arbayanto, paparan divisi anggaran Dewita Hayu Dhinta dan diteruskan dengan pengarahan dati Ketua KPU Jatim Eko Sasmito. Choirul Anam dalam sambutannya mengatakan bahwa  tahun 2016 adalah tahun yang sangat luar biasa. Luar biasanya, menurut Anam, tahun 2016 komisioner dan pegawai KPU  menerima kenaikan Tunjangan Kinerja, Uang Kehormatan, dan THR. Dengan demikian, masuk di tahun 2017 ini, menurut Anam, harus ada peningkatan kinerja. Untuk mengawal hal ini, KPU Provinsi membuat terobosan yaitu dengan melakukan assessment.  Anam mengingatkan agar tahun  2017 ini digunakan semaksimal mungkin untuk bekerja. Ia mengambil contoh Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai satu kegatan penting.   Dalam sambutan itu juga didapatkan informasi bahwa tahapan yang Pemilihan Gubernur 2018 diperkirakan akan sudah dimulai  pada bulan Agustus 2017. “Kami di propinsi terus berkordinasi dengan pemerintah propinsi Jawa Timur untuk persiapan Pilgub ini”, paparnya. [Hupmas]


Selengkapnya