Berita Terkini

40

KPU TRENGGALEK PERKENALKAN DEMOKRASI DAN KEPEMILUA DI SEKOLAH

Acara Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada dasarnya adalah untuk memperkenalkan siswa baru pada lingkungan akademik. Materi yang diberikan pada siswa baru umumnya juga bersifat fleksibel selama bisa menambah wawasan siswa terhadap dunia akademik baik dalam arti khusus maupun dalam arti yang luas. Pengenalan terhadap nilai-nilai demokrasi dan materi pengembangan diri yang membuka ruang berpikirpun juga diberikan. Karena itulah panitia Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SMK Wahid Hasyim mengundang KPU untuk memberikan wawasan tentang demokrasi dan kepemiluan. Acarapun berlangsung pada hari ini, Rabu tanggal 19 Juli 2017. Dimulai pada pukul 10.00, komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Nurani selaku Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM dan Parmas) didampingi staf Bagian Teknis dan Hupmas Antok Kris Supanto menyampaikan materi dan berdiskusi dengan 70-an pelajar yang baru diterima masuk di sekolah yang terletak di Jl. Ki Mangun Sarkoro No. 17B Trenggalek itu. Memulai penyampaian materi, Nurani memberikan motivasi dan pesan pada para pelajar tentang apa yang seharusnya dilakukan sebagai pelajar. Nurani menekankan pada pentingnya perubahan kesadaran dan kontrol diri karena masa remaja menghadapi situasi diri yang labil. “Karena masih berada pada fase mencari identitas, jangan sampai kalian terjebak pada hal-hal yang negatif yang membuat cita-cita dan harapan awal gagal”, tegas Nurani. Masuk ke materi inti, Nurani mengenalkan konsep-konsep demokrasi dan kepemiluan. Materi tentang pengertian demokrasi dan pentingnya untuk Indonesia, nilai-nilai demokrasi, dan praktek-praktek demokrasi baik pada level kecil maupun negara diuraikan secara detail. Masuk pada materi tentang pemilu, tak lupa Nurani juga mengajak pelajar untuk menyikapi fenomena golput dan politik ung yang berkembang. “Jadi, politik uang itu dosa nggak?”, sebuah pertanyaan meluncur dari mulutnya. Lalu ia meminta pendapat peserta untuk menanggapi pertanyaan itu. Seorang murid di pojok agak belakangpun menjawab bahwa politik uang dosa. “Karena selain memilih dengn tidak ikhlas,  juga ada perbuatan bohon. Baik bohong pada hati nurani maupun pada orang lain”, urai siswi berjilbab. Acara berakhir pada pukul 11.00. Materi pengenalan demokrasi dan kepemiluan ini merupakan serangkian materi dari materi-materi lainnya. Sebelumnya, para pelajar baru juga mendapatkan materi tentang bahaya Narkoba dari BNN Kabupaten Trenggalek. Besok (Kamis, 20/07/2017) mereka akan mendapatkan materi dari Koramil Trenggalek dengan tema Bela Negara. [Hupmas]


Selengkapnya
42

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR MUTARLIH

Untuk mendukung kegiatan pemutakhiran data pemilih sebagai elemen penting keberhasilan pemilu, KPU RI terus melakukan konsolidasi untuk menghasilkan arahan-arahan kerja pada seluruh jajarannya. Demikian juga KPU di berbagai Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang dikordinasi oleh KPU Propinsi Jawa Timur. Karena itulah, pada hari Jumat-Sabtu (14-15 Juli 2017), diadakan Rapat Kordinasi Pemutkahiran Data Pemilih Berkelanjutan yang bertempat di Kabupaten Blitar. Dalam rakor ini, KPU Kabupaten Trenggalek juga menjadi peserta, yang diwakili oleh Ketua KPU Suripto, Divisi Perencanaan dan Data Gembong Derita Hadi, dan operator sistem informasi data pemilih (Sidalih) Rudi Susanto. Sebagaimana ditegaskan oleh Ketua KPU RI Arief Budiman yang hadir langsung dalam rakor ini, pertemuan terebut merupakan wahana konsolidasi bagi KPU seluruh Indonesia untuk mempersiapkan  kualitas pemilu yang lebih baik dengan cara memperbaiki pendataan pemilih yang selalu dihadapkan pada berbagai masalah. Di hadapan seluruh peserta Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan KPU Provinsi Jawa Timur bersama KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Pendopo Kabupaten Blitar, Arif menegaskan bahwa Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH) dan Sistem Informasi Perhitungan (SITUNG) adalah  instrumen yang efektif untuk menjawab problem Data Pemilih dan Perhitungan yang kerap dipertanyakan lapisan masyarakat. “Kedua hal tersebut adalah berkaitan dengan pentingnya meningkatkan semangat dan kinerja KPU untuk menuju tata kelola yang lebih baik dalam berbagai aspek”,  tegas orang nomor satu KPU yang berasal dari Jawa Timur ini. Acara rakor berlangsung dua hari, hingga Hari sabtu. Pemukulan gong oleh Arief Budiman disaksikan seluruh Komisioner KPU Jawa Timur dan KPU Kabupaten/Kota menandai dibukanya agenda Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan ini. [Hupmas]


Selengkapnya
56

KPU TRENGGALEK SIARAN KEMBALI DI RADIO FORTUNA

Setelah terinterupsi oleh puasa dan lebaran, hari ini Radio Fortuna FM trenggalek kembali mengadakan acara talkshow radio bersama KPU Kabupaten Trenggalek. Acara yang bernama Aspirasi ini mengudara mulai pukul 10.00 hingga pukul 11 kosong-kosong hari ini (Senin, 17/07/2017). Hadir sebagai narasumber dari KPU Kabupaten Trenggalek dalam rubrik acara ini adalah Nurani, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM-Parmas). Dan sebagai pemandu (host) adalah Malik Fajar yang juga owner radio Fortuna FM. Topik yang dipilih adalah “Literasi dan Partisipasi”. Menurut Nurani, sengaja topik ini dipilih lagi, meskipun pernah juga jadi bahan diskusi di talkshow radio di Radio RPKT Praja Angkasa. Topik ini diangkat lagi di Radio Fortuna agar topik literasi dianggap penting oleh masyarakat. “Literasi harus jadi trend, karena ini memang berkaitan dengan kualitas masyarakat, kaum muda, terutama pemilih”, paparnya ketika ditanya host kenapa memilih topik ini. Nurani menjelaskan, gerakan literasi jelas memiliki arti penting dalam penigkatan partisipasi dan kualitas masyarakat. Sebab basisnya adalah budaya membaca dan menulis. Tapi bukan itu saja, kata Nurani. Yang penting adalah perannya untuk meningkatkan tradisi berpikir rasional dan kritis. “Kalau orang banyak membaca  akan banyak informasi yang didapat, pikirannya pu terlatih berpikir”, tegas pria kelahiran kecamatan Watulimo Trenggalek ini. Ditambahkan oleh Nurani bahwa partisipasi sebagai kata kunci kemajuan demokrasi sudah melekat dalam istilah literasi itu sendiri. Bukan hanya peningkatan budaya membaca dan menulis, tapi Unesco sendiri juga sudah mendefinisikan literasi sebagai upaya untuk mendorong “partisipasi secara penuh” (“fully participate”) bagi individu dalam menyikapi dunianya. Dari diskusi yang dipicu oleh tanya jawab antara pemandu dan narasumber, diskusi ini banyak menguak tentang budaya baca di masyarakat kita yang tergolong rendah. Juga tak ketinggalan mendiskusikan strategi-taktik apa yang dilakukan gerakan literasi, serta apa saja yang sudah dan akan dilakukan KPU Kabupaten Trenggalek dalam meningkatkan kesadaran literasi ini. [Hupmas]


Selengkapnya
44

PARA PEGAWAI KPU TRENGGALEK HADIRI UPACARA HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL

Hari ini (Kamis, 13/07/2017), para pegawai di KPU Kabupaten Trenggalek menghadiri Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang digelar di Alun-Alun Kabupaten  Trenggalek. Sejak pukul 07.00, para pegawai KPU Kabupaten Trenggalek sudah berangkat, setelah sebelumnya berkumpul di kantor. Bersama para pegawai dari organisasi pemerintah daerah dan satuan kerja maupun lembaga vertikal lainnya, para pegawai KPU  Kabupaten Trenggalek mengikuti jalanya ucapara dengan kidmad mulai pukul 07.30. Dalam upacara ini, selaku inspektor upacara adalah wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin. Hari Anti Narkotika Internasional sebenarnya jatuh pada tanggal 26 Juni. Tapi baru diperingati pada hari ini. Sebagaimana diungkapkan pembina upacara, peringatan ini penting mengingat Narkoba juga banyak beredar di Trenggalek dan merusak generasi bangsa. Arifin menceritakan bagaimana temuan-temuan narkoba oleh pihak berwajib menunjukkan bahwa keberadaannya masih terus membayangi masyarakat kita. “Indonesia saat ini sudah masuk menjadi negara darurat narkoba”, paparnya. Hari Anti Narkoba Internasional ditetapkan  oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1987. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya berjuang melawan penyalahgunaan narkoba dan perdagangan obat ilegal. Penyalahgunaan zat adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak negara di seluruh dunia. Pemerintah Indonesia juga mencoba untuk menghilangkannya dengan merancang undang-undang untuk mengkriminalisasi tipe tertentu dari penyalahgunaan narkoba. Kehadiran pegawai KPU Kabupaten Trenggalek dalam upacara peringatan HANI ini adalah sebagai bagian dari komitmen sebagai aparatur negara yang siap mematuhi kewajiban. KPU Kabupaten Trenggalek sebagai lembaga publik yang ingin menjaga integritas dan profesionalitas kinerja pegawai. Menurut Wiratno, sekretaris KPU kabupaten Trenggalek yang hadir dalam upacara ini, KPU Kabupaten Trenggalek telah melakukan tes urine untuk memastikan bahwa dirinya dan  para pegawai lain telah bebas narkoba.”Setahun lalu, kita melakukan tes urine, dan hasilnya tak ada satupun pegawai yang mengarah pada penggunaan narkoba”, tegas Wiratno.[Hupmas]


Selengkapnya
48

KPU TRENGGALEK NONTON VIDEO CONFERENCE LAUNCHING PORTAL SIDALIH

Kemarin, hari Selasa (11/07/2017), tepat pukul 11.00 WIB, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI)  secara resmi dilaunching. Launching yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU RI Arif Budiman itu juga diikuti oleh seluruh KPU di daerah  karena disiarkan langsung melalui facebook. Lewat  video conference dengan KPU Provinsi Jatim, Jateng, Gorontalo, Jambi, dan Bali, maka sejak  hari Selasa kemarin (11/07/2017),  KPU RI telah membuka kembali akses ke portal SIDALIH yang bisa diakses oleh penyelenggara Pemilu dan peserta Pemilu. Tak ketinggalan, KPU Kabupaten Trenggalek juga ikut menonton dan memantau siaran langsung itu. Dengan memanfaatkan beberapa komputer dan labtop, para komisioner dan pegawai KPU Kabupaten Trenggalek berhasil memantau jalannya launching dan  pembukaan portal Sidalih tersebut. Gembong Derita Hadi, Divisi Perencanaan dan Data KPU Kabupaten Trenggalek, mengharapkan agar pemurakhiran data pemilih (Mutarlih) berkelanjutan ini bisa berjalan dengan lancar.  Ia mengatakan bahwa yang harus ditindaklanjuti  oleh KPU daerah termasuk KPU  Kabupaten Trenggalek adalah memanfaatkan Sidalih untuk membantu proses Mutarlih tersebut. “Kita ditugasi untuk menyidalihkan DPTb, DPT yang TMS serta perbaiki elemen data pemilih berpedoman kepada SE 176/2016 dan SE 412/2017”, tegas Gembong.   Gembong menambahkan, divisinya saat ini tengah menyiapkan bahan yang akan dibawa dalam rapat kordinasi Sidalih bersama seluruh KPU se-Jawa Timur yang akan dilaksanakan pada besok hari  Jumat di Blitar. Salah satu bahan yang disiapkan adalah daftar inventarisasi masalah (DIM) terkait dengan  program kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang sudah dilakukan sejak tahun 2017 ini. Ia berharap, dalam pertemuan nanti akan ada solusi untuk mengatasi hambatan-hambatan pelaksanaan yang dilakukan selama ini. [Hupmas]


Selengkapnya
50

RAPAT PLENO KPU TRENGGALEK BAHAS PERSIAPAN RAKOR PEMUTAKHIRAN DATA

Untuk mengawal maksimalnya program dan kegiatan, pada hari Senin (10/07/2017) ini KPU Kabupaten Trenggalek kembali mengadakan rapat pleno mingguan. Sebagai mana biasanya, rapat pleno dimanfaatkan untuk membahas kegiatan apa yang akan dilakukan dan dihadapi  dalam waktu dekat, setidaknya dalam minggu ini. Topik rapat yang dimulai pada pukul 09.30  ini adalah persiapan rapat kordinasi yang diadakan KPU Propinsi Jawa Timur bersama dengan semua KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur untuk mempersiapkan pemutakhiran data pemilih pada tanggal 14-15 Juli 2017 di Blitar. Rapat yang diadakan di ruang diskusi Rumah Pintar Pemilu Vote kali ini diikuti oleh lima orang komisioner lengkap, sekretaris, bendahara, notulen, dan seluruh kasubag. Menurut pimpinan Rapat, Suripto yang juga Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, rapat kordinasi akan membahas tentang Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dan mendiskusikan kendala yang dihadapi dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang sudah diprogramkan oleh KPU RI. Dalam kaitan itu, Suripto menegaskan bahwa KPU Kabupaten Trenggalek juga diwajibkan membawa daftar inventarisasi masalah (DIM) yang nanti akan dibahas dan dicarikan solusinya di rapat kordinasi. “Kita harapkan masalah-masalah yang kita hadapi selama ini akan dapat solusi di Rakor nanti”, kata Suripto. Sementara itu Divisi Perencanaan dan Data Gembong Derita Hadi mengungkapka bahwa hasil input data yang didapat dari desa-desa dan kecamatan selama ini ternyata juga belum bisa menyesuaikan dengan Sidalih. Data yang diinput ternyata hilang lagi. Ia berharap, di rapat kordinasi nanti akan mendapatkan solusinya. Gembong melalporkan bahwa divisinya akan menyiapkan hal-hal yang harus dibawa alam rakor, antara lain data yang dikumpulkan dari kegiatan pemutakhiran data pemilih berkelajutan yang telah didapat dari desa-desa berdasarkan data kependudukan. Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) juga telah dipersiapkan. Gembong juga mengatakan bahwa dalam rakor ini nanti ia didampingi operator Sidalih yang harus dilengkapi dengan seperangkat labtop dan modem untuk mendaptkan akses internet. “Insyallah segalanya siap, tinggal kordinasi tentang teknis seperlunya”, papar pria asal Kecamatan Dongko ini. [Hupmas]


Selengkapnya