Berita Terkini

49

SOSIALISASI LEWAT FORUM LITERASI DIGELAR KPU TRENGGALEK

TRENGGALEK, 20/01/2019— Sosialisasi dengan menggandeng komunitas merupakan pilihan yang baik. Sebab komunitas itu punya anggota yang banyak yang punya kemampuan mengorganisir minat dan opini bagi anggota dan jaringannya. Atas dasar itulah, KPU Kabupaten Trenggalek menggandeng komunitas literasi untuk melakukan sosialisasi Pemilu Serentak tahun 2019. Sebagaimana diungkapkan Nurani Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih-Parmas dan SDM) KPU Kabupaten Trenggalek di sela-sela acara sosialisasi bersama komunitas Arisan Literasi bulanan, KPU punya banyak sosialisasi dengan menggandeng berbagai komunitas yang ada di Trenggalek. “Harapannya, sosialisasi bisa tersebar secara massif di akar rumput dan anak-anak muda yang punya kemampuan berjejaring dapat menjadi agen-agen sosialisasi”, papar Nurani. Kegiatan sosialisasi bersama Arisan Literasi itu digelar pada hari Minggu di aula Perpustakaan Lentera Desa Buluagung Kecamatan Karangan, dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Hadir dalam acara ini 40 anggota Arisan Literasi dan para penonton yang ingin menikmati acara pembacaan  karya sastra dan juga dihadiri para pengurus Perpustakaan Lentera Desa dan anggota Karangtaruna Balai Desa Buluagung. Di sela-sela sosialisasi yang dilakukan oleh Ketua KPU Kabipaten Trenggalek Dr Soeripto dan divisi Sosdiklih-Parmas dan SDM, tiap anggota komunitas tampil mempersembahkan performnya, baik puisi, monolog, maupun bermain gitar akustik dan bernyanyi. Acara berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB. [Hupmas]


Selengkapnya
49

INGIN DAPAT INFO PEMILU 2019, SERATUS LEBIH ANGGOTA KARANGTARUNA “WADAK SEMPAL” DESA DONGKO HADIRI SOSIALISASI KPU TRENGGALEK

TRENGGALEK, 21/01/2019—  Hujan deras mengguyur bumi Turonggo Yakso Kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek sehabis magrib pada hari Senin, 21 Januari 2019. Tim sosialisasi KPU Kabupaten Trenggalek yang dikomandoi langsung oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih-Parmas & SDM) KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani, masih berada di rumah Dharmaji, seorang pegawai KPU Kabupaten Trenggalek yang tinggal di Dusun Blimbing Kecamatan Dongko—yang ditempuh sekitar 1,5 jam dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Rumah Dharmaji menjadi transit tim sosialisasi karena acara sosialisasi bersama Karangtaruna Wadak Sempal Dusun Blimbing Desa Dongko itu akan dimulai sehabis isyak. Sementara tim sosialisasi KPU Trenggalek sejak siang hari sudah berada di Dongko, karena mulai pukul 13.00 hingga pukul 16.00 juga ada acara sosialisasi di Desa Cakul, sebuah desa di kecamatan yang sama. Jika tim sosialisasi pulang dulu ke kantor KPU Trenggalek, maka akan memakan waktu dan tenaga yang menghambat kegiatan selanjutnya. Jadi hari itu ada dua kegiatan sosialisasi di Kecamatan yang sama. Hujan yang mengguyur Dongko ternyata tidak benar-benar berhenti hingga pukul 19.00. Hanya tak lagi lebat. Setelah ada kabar bahwa seratus lebih pemuda sudah berkumpul di sebuah ruangan luas yang mirip lapangan Futsal,  maka tim sosialisasi dari KPU Kabupaten Trenggalek langsung meluncur ke tempat yang hanya sekitar 100 meter dari rumah Dharmaji itu. Ternyata benar, acara harus segera dimulai. Dimulai dengan sambutan Ketua Dusun setempat dan Ketua Karangtaruna “Wadak Sempal”, Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek langsung diberikan kesempatan untuk memegang mikropon. “Sampai jam berapa ini nanti?”, tanyanya pada pembawa acara. “Sampai sepuasnya... Hahaha, monggo terserah sampean”, jawab pemuda berkopyah itu. Maka acara sosialisasipun dimulai. Dengan memanfaatkan labtop dan LCD yang sudah disiapkan panitia, Nurani memaparkan serangkaian tayangan yang dimulai dengan dasar hukum pelaksanaan Pemilu serentak 2019, hingga menayangkan spesimen surat-suara yang juga dilanjutkan dengan mengajak memahami cara mencoblos yang benar. Meski di tengah paparan hujan kembali turun demikian lebatnya, yang membuat suara keras air yang bertubrukan dengan atap galvalum, acara tetap berjalan dengan serius. Tampaknya paparan panjang tentang teknis pemilu diselingi dengan ajakan agar kaum muda desa meningkatkan partisipasi itu cukup menambah wawasan hadirin. Di sesi tanya jawab ada empat pertanyaan yang muncul. Yang paling menarik adalah pertanyaan dari seorang pemuda yang memperkenalkan diri sebagai orang yang mewakili “kaum sandal Jepit”. Ia memang memakai sandal Jepit. Pertanyaan yang dilontarkan terkait fakta kenapa calon anggota Dewan Perwakilan Daerah tidak dikenal dan tidak memperkenalkan diri. “Sebenarnya fungsi DPD itu untuk apa dan apa pentingnya bagi kita, kenapa tidak cukup partai saja?”, tanya pemuda “sandal Jepit” yang tampaknya adalah manta aktivis itu. Tepuk tangan meriah diberikan setelah pemuda itu selesar bertanya dan menutup ucapannya dengan salam. Nurani menjelaskan dengan nada santai. Ia  mengatakan bahwa semua ketentuan yang ada dalam pelaksanaan Pemilu 2019 pada dasarnya sudah diatur Undang-undang dan KPU hanya melaksanakannya saja. “Jadi, kalau kita bertanya hal ini seharusnya ditanyakan pada yang membuat undang-undang”, imbuhnya. Lalu Nurani memaparkan tentang kewenangan-kewenangan antara DPD dan DPR yang berbeda dan fungsi keterwakilannya yang memang tidak bisa dianggap tidak penting juga. Kemudian ia mencoba menjelaskan kenapa calon DPD cennderung minim atau nihil kampanye dibanding  calon dari partai. Ia menambahkan bahwa sebenarnya banyak juga calon dari partai yang tidak kampanye. “Mungkin karena mereka menganggap bahwa kampaye itu butuh biaya, bahkan kita sudah memfasilitasi alat peraga kampanye saja sampai saat ini banyak yang belum dipasang, dan bahkan yang punya DPD juga sebagian belum diambil”, papar pria botak yang mengenakan kopyah itu. Hingga acara sosialisasi berakhir, ternyata hujan juga belum reda. Obrolan di luar forum resmi terjadi sebentar. Hingga sekitar pukul 22.30 tim sosialisasi dari KPU yang terdiri dari Nurani, Meris,  Yosa, Wulan, Yunike, dan Dharmaji minta ijin untuk meninggalkan tempat. Malam itu terpaksa tim sosialisasi nekad menembus hujan untuk meluncur ke kantor KPU Kabupaten Trenggalek dari Desa Dongko yang berjarak sekitar 45 Km dari kota. [Meris]


Selengkapnya
55

KPU TRENGGALEK GANDENG STAND UP COMEDY UNTUK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 20/01/2019—  Banyak yang kaget karena tidak mengira bahwa di Trenggalek ada komunias Stand Up Comedy. Berawal dari keinginan Nurani, divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM (Sosdiklih Parmas-SDM) KPU Kabupaten Trenggalek berkenalan dengan ketua Stand Up Comedy Trenggalek, Alvan dan Rere, dua orang komedian yang menggawangi komunitas itu, lalu berjumpa dengan anggota lainnya. Lalu muncullah kerjasama dalam bentuk acara sosialisasi Pemilu 2019 dengan menghadirkan komunitas stand up comedy sebagai hiburannya. Maka disepakatilah acara “Open Mic” bertema Pemilu 2019 yang bertempat di Kamboja Cafe di Jalan Veteran Trenggalek. Acara digelar pada malam minggu, tanggal 19 Januari 2019 mulai pukul 19.00 WIB, berakhir hingga pukul 22.30 WIB. Tak disangka, ada seratus lebih  hadirin yang mendatangi acara ini, baik undangan khusus maupun undangan yang disebar lewat media sosial. Format acara dikemas secara nyantai. Tiap orang yang hadir dipersilahkan untuk menguji kebolehannya untuk perform (“open mic”), dua orang komika, yaitu Didin dan Rere menjadi pemandu. Kedua orang ini berhasil mengocok perut penonton bahkan disela-sela penampilan orang yang “open mic”. Tercatat sekitar sebelas orang komika yang menampilkan monolog lucunya. Di sela-sela acara, pemandu acara selalu mengingatkan tentang Pemilu 2019, khususnya tanggal dan bulannya. Juga ada ajakan jangan golput dan parodi-parodi tentang pemilu yang mencerahkan sekaligus mengocok perut. Sedangkan acara inti berupa sosialisasi Pemilu 2019 secara komprehensif disampaikan sekitar 45 menit oleh Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek. “Maaf jika yang saya omongkan terlalu serius, maaf jika mengganggu acara stand up-nya, saya sebenarnya sudah menyiapkan materi lucu, tapi melihat penampilan komika yang tampil, saya minder duluan”, ungkap Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
48

NGOPI BARENG PPK KARANGAN TRENGGALEK BERSAMA MUSPIKA SAMBIL NOBAR DEBAT CAPRES CAWAPRES PERTAMA

KARANGAN, 17/01/2019— Sore itu, mulai pukul 15:00 WIB wilayah Kecamatan Karangan diguyur hujan lebat, dan dibeberapa wilayah terlihat genangan air. Rintik hujan masih terasa sampai malam terkadang terdengar suara gemericik air dari atap Kantor Kecamatan Karangan. Bersamaan pula PPK Kecamatan Karangan mempunyai acara ngopi bareng sambil Nonton Bareng Debat Capres dan Cawapres yang pertama Tanggal 17 Januari 2019. Acara nobar yang dihadiri oleh Muspika  Kecamatan Karangan, Panwascam Karangan, PPS Se-Kecamatan Karangan dan beberapa masyarakat, sesuai jadwal disiarkan secara langsung mulai pukul 20:00 WIB. Bertempat di Aula Kecamatan karangan dengan lesehan suasana penuh keakraban dan secara seksama memperhatikan debat capres dan cawapres, serta ditemani snack dan kopi serasa bisa mengusik dinginnya malam dikarenakan rintik hujan. [Sueb]


Selengkapnya
38

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR PENYUSUNAN MATERI RELAWAN DEMOKRASI

SURABAYA, 17/01/2019— Dalam rangka memperlancar fungsi keberada Relawan Demokrasi (Relasi) yang sudah dibentuk oleh KPU Kabupaten Trenggalek bersama KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, pada hari Rabu-Kamis, tanggal 17-18 Januari kemarin diadakan rapat kordinasi penyusunan materi Relawan Demokrasi di KPU Propinsi Jawa Timur. Pertemuan yang dikordinasi oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (Sosdiklih-Parmas&SDM) KPU Propinsi Jawa Timur ini berlangsung di aula KPU Propinsi. Pertemuan ini dipandu langsung oleh Gogot Cahyo Baskoro, Divisi Sosdiklih-Parmas-SDM KPU Propinsi Jawa Timur. Ia langsung mengungkapkan bahwa Relawan Demokrasi dalam Pemilu 2019 ini lumayan punya porsi yang lebih banyak dibanding Relasi yang dibentuk pada pemilu sebelum-sebelumnya. “Dulu waktu Pilgub kita di Kabupaten/Kota hanya bentuk 10, sekarang ada 55 personil”, paparnya. Memasuki acara inti, Gogot langsung membagi 38 komisioner Divisi Sosdikih-Parmas-SDM dari 38 kabupaten/kota ke dalam kelompok-kelompok. Masing-masing akan membahas materi-materi  yang akan disampaikan dalam bimtek relawan demokrasi maupun modul materi yang akan dijadikan bahan bagi relawan untuk disampaikan pada masyarakat. Dari rakor ini, masing-masing kabupaten/kota kelihatan antusias dalam mengawal kerja relawan demokrasi yang sebagian besar sudah direkrut. KPU Trenggalek sendiri sudah menetapkan nama-nama Relawan Demokrasi pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019. [Hupmas]


Selengkapnya
42

KORP PMII PUTRI TRENGGALEK GELAR SARASEHAN PENGUATAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

TRENGGALEK, 18/01/2019— Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri atau Kopri Cabang Trenggalek mengadakan acara sarasehan bertema “Penguatan Partisipasi Perempuan dalam Demokrasi Menuju Pemilu 2019 yang Berkualitas”. Acara digelar di Galery Djoeang atas kerjasama dengan KPU Kabupaten Trenggalek. Sekitar 60-an perempuan hadir mewakili berbagai lembaga, komunitas, dan ormas perempuan di Trenggalek. Dalam acara ini, hadir sebagai narasumber di antaranya adalah Dr. Dian Fericha, SH, MH dosen Fakultas Syariah IAIN Tulungagung dan Nurani divisi Sosialisasi, Pendidika Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek. Juga hadir Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Soeripto, S.Ag, M.PdI yang membuka acara kegiatan. Dalam sambutannya, Ketua Kopri Cabang Trenggalek Atik Munfarida mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam Pemilu 2019. “Kaum perempuan harus menjadi subjek dalam demokrasi, terutama Pemilu 2019 ini, jangan jumlah pemilih perempuan hanya jadi angka ikut saja”, tambahnya. Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Dr. Soeripto mengatakan tak lupa menyampaikan jawaban terhadap isu-isu yang berkembang terkait Pemilu seperti isu-isu “Kotak Kardus”, “orang gila mencoblos”, dan berbagai kebijakan KPU untuk melayani masyarakat. Pria berusia 48 tahun ini juga mengatakan bahwa KPU saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi, dan membuka peluang kerjasama dengan komunitas dan organisasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Memasuki acara inti, Anis Khusnul memandu jalannya sarasehan. Paparan dari dua orang narasumber berhasil menggugah kesadaran para peserta. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana tiga orang peserta sarasehan bertanya tertkait peran perempuan dalam pemilu. [Hupmas]


Selengkapnya