Berita Terkini

41

TERUS SASAR PEMILIH PEMILU, KPU TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 KE AKTIVIS PELAJAR DI SMAN 2 TRENGGALEK

TRENGGALEK, 28/01/2019— Sosialisasi  dan pendidikan pemilih (Sosdiklih) terus digencarkan, bahkan bisa dibilang KPU Kabupaten Trenggalek  tiap hari ada kegiatan sosialisasi. Salah satu sasaran yang kali ini dipilih adalah Pemilih Pemula, yaitu para aktivis organisasi intra sekolah di SMAN 2 Trenggalek. KPU Kabupaten Trenggalek sudah jauh-jauh hari mengontak pihak sekolah bahwa pihaknya ingin masuk sekolah untuk menyebarkan informasi terkait Pemilu 2019. Tapi baru pada hari Senin, 28 Januari 2019, KPU Kabupaten Trenggalek berhasil masuk dan berjumpa dengan 60 siswa-siswi pilihan di sekolah itu. Mereka adalah para perwakilan organisasi intra yang terdiri dari OSIS, MPK, Kopasda, Pik-R, SKI, dan lain-lain. Nurani selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM (Sosdiklih-Parmas-SDM) KPU kabupaten Trenggalek bersama tim datang ke sekolah sekitar pukul 8.30 WIB. Setengah jam kemudian acara dimulai. Diawali dengan sambutan Pak Ardanu yang mewakili kepala sekolah yang sedang ada rapat dengan dinas, dan dipandu oleh Pak Pingkan Hendrayana. Dalam paparannya, Nurani memberikan pemahaman yang cukup menyeluruh tentang Pemilu 2019, mulai dasar pelaksanaan (konstitusi, UU, peraturan-peraturan) hingga teknis-teknis penyelenggaraan. Setelah hampir satu setengah jam memberikan pemaparannya diselingi dengan dialog timbal balik dengan para pelajar, Nurani memberikan kesempatan pada para siswa. Beberapa pertanyaan muncul. Justru jarang pertanyaan yang sifatnya teknis. Yang ditanyakan adalah tentang “money politic” hingga sikap menghadapi fanatisme pengikut dan simpatisan calon presiden dan wakil presiden. [Hupmas]


Selengkapnya
49

KPU TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 KEPADA IBU-IBU AISYIYAH

TRENGGALEK, 27/01/2019—  Pemilih perempuan juga terus menjadi sasaran bagi KPU Kabupaten Trenggalek untuk diberikan sosialisasi dan pendidikan. Setelah beberapa waktu lalu masuk ke ibu-ibu yasinan dan ibu-ibu Fatayat, kali ini KPU Kabupaten Trenggalek juga masuk ke forum ibu-ibu Aisyiyah, sebuah oganisasi otonom dari ormas Muhammadiyah. Seratus lebih ibu-ibu Aisyiyah dari beberapa kecamatan di Kabupaten Trenggalek berkumpul di Masjid Al-Fajar di Desa Surondakan, Kecamatan Trenggalek mulai pukul 07.30, Minggu tanggal 27 Januari 2019. Sekitar pukul 08.30 acara dimulai, diawali dengan sambutan Ketua Aisyiyah dan sambutan ketua KPU kabupaten Trenggalek, Dr. Soeripto. Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Trenggalek  tak lupa mengajak ibu-ibu Aisyiyah menjadi pemilih cerdas. Ketua KPU Trenggalek juga mengingatkan bahwa masyarakat harus  mewaspadai isu-isu yang berkembang terkait Pemilu. “Sebab banyak upaya yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berupaya mengacaukan pemahaman kita terkait Pemilu melalui serangkain hoax”, ungkap pria berkacamata ini. Soeripto menguraikan satu persatu isu yang perlu dipahami dan jangan sampai membuat pikira kita salah paham, yaitu isu kotak suara kardus, isu orang gila memilih, dan isu tujuh kontainer dicoblos. Ia menerangkan panjang  lebar untuk memastikan ibu-ibu Aisyiyah memahami bagaimana sebenarnya yang sebenarnya terjadi dan teknis-teknis yang sebenarnya. “Jadi, surat suara saja belum ada, bagaimana bisa dicoblos?!”, imbuhnya. Setelah sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, dilanjutkan dengan pemaparan tentang Pemilu 2019 secara sistematis oleh Nurani selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumberdaya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek. Lalu dilanjutkan dengan tanya jawab dan ditutup dengan ramah tamah sambil makan siang. Acara berakhir sekitar pukul 12.00 WIB.  [Hupmas]


Selengkapnya
45

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN KEAGAMAAN MENYASAR IBU-IBU JAMA’AH YASIN

TRENGGALEK, 26/01/2019— Setelah diberi pembekalan, Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) tampaknya langsung bergerak untuk membantu KPU dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Seperti dilakukan oleh Abdul Latif,  salah satu Tim Relawan Demokrasi Trenggalek segmen Keagamaan. Pada Sabtu malam, 26 Januari 2019, relawan yang tinggal di  Desa Masaran Kecamatan Munjungan ini mengadakan sosialisasi kepemiluan dalam acara rutinan jama’ah yasin kelompok Muslimat di Dusunnya, tepatnya Dusun  Gembes Desa Masaran Kecamatan Munjungan. Acara yang bertempat di rumah seorang warga tersebut dihadiri oleh 50-an orang jama’ah ibu-ibu muslimat Lingkungan RT 45 RW 11 Dusun Gembes. Berbekal alat peraga berupa contoh surat suara dan media visual, ibu-ibu tampak antusias mengikuti arahan mengenai pemilu yang disampaikan. Materi sosialisasi meliputi mekanisme pemilihan, teknik memilih, dan ajakan untuk tidak golput serta menolak politik uang (money politic). “Mengadakan sosialisasi dan pendidikan bagi pemilih ini penting dilakukan mengingat Pemilu 2019 ini berbeda dengan Pemilu sebelumnya, yakni Pemilihan Presiden dan Wakilnya dilakukan bersama dengan pemilihan DPD dan DPR”, jelas Latif. Sosialisasi yang berdurasi 30 menit ini ditutup dengan pembagian stiker Pemilu 2019 dan foto bersama. Relawan Demokrasi diharapkan akan memperluas partisipasi aktif dari warga untuk melakukan sosialisasi. KPU trenggalek punya 55 relawan yang akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Latif. [Relasi]


Selengkapnya
47

RELAWAN DEMOKRASI BASIS KEAGAMAAN JUGA SOSIALISASI PEMILU 2019 DI DESA CRAKEN MUNJUNGAN

TRENGGALEK, 29/01/2019— Abdul Latif bisa dikatakan sebagai seorang relawan Demokrasi Trenggalek yang tergolong militan. Bagamana tidak, setelah ia melakukan sosialisasi di ibu-ibu Yasinan di dusunnya, dua hari kemudian dia juga langsung masuk forum keagamaan di desa lainya yang masih berada di Kecamatan yang sama, tepatnya Dusun Gentungan Desa Craken Kecamatan  Munjungan. Kali ini, pada hari Selasa, tanggal 29 Januari 2019, mulai pukul 19.00 WIB ia datang di  forum Jama'ah Muslimat NU Dusun Gentungan dalam acara Rutinan pembacaan Al Barzanjy. Ada 75 orang yang hadir dalam forum itu. Latif datang khusus untuk meminta waktu memberikan sosialisasi Pemilu 2019. Berbekal materi yang sudah ia dapatkan dari pembekalan  Relawan Demokrasi Trenggalek yang diberikan KPU Trenggalek seminggu sebelumnya ia memberikan ceramah bertema pemilu. Tak lupa pula ia membawa alat peraga berupa spesimen surat suara yang ia cetak sendiri untuk menjelaskan tata cara mencoblos, juga peserta Pemilu 2019 di antaranya adalah partai politik yang tertera dalam spesimen surat suara itu. Sebelumnya ia juga menjelaskan tentang beberapa informasi penting yang perlu dipahami pada Pemilu 2019, termasuk kelima jenis calon dalam surat suara yang nantinya akan dicoblos. Tak lupa ia mengajak ibu-ibu jamaah untuk berfoto bersama dan meneriakkan yel-yel “Coblos!”. Ibu-ibu anggota jamaah yasin tampaknya cukup bersemangat menerima kehadiran relawan demokrasi yang datang dengan informasi yang selama ini belum mereka dapatkan itu. [Relasi]


Selengkapnya
42

RELASI TRENGGALEK SEGMEN WARGANET JUGA BERGERAK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 26/01/2019— Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen warganet atau netizen ternyata juga bergerak melakukan konsolidasi ke komunitas dan sekaligus melakukan sosialisasi pemilu 2019. Bertempat di Warkop Kancil Stadion Trenggalek, relawan demokrasi KPU Trenggalek yang sasarannya adalah warga digital ini melalukan kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh ‘Conten Creator Trenggalek’. Beberapa ‘conten creator’ yang hadir di antaranya Mustofa Indra, pria asal Durenenan ini sempat viral dan masuk televisi Nasional. Materi yang kami sampaikan antara lain adalah tentang pentingnya pemilu, partai politik, jumlah Dapil yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk calon anggota DPRD Kab/Kota meliputi Dapil 1, 2, 3, 4, juga cara mencoblos yang benar. Dari kegiatan ini, audien yang hadir diharapkan paham teknis-teknis pemilu serentak 2019 ini. “Selain itu merka juga kami harapkan akan  mensosialisasikan kepada sanak saudara dan lingkungannya masing-masing”, papar Bejo salah satu relawan. [Relasi]


Selengkapnya
42

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN PEMILIH PEMULA JUGA TERJUN KE “CAR FREE DAY” UNTUK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 31/01/2019— Hari Minggu pagi,  tanggal  27 Januari 2019, tampaknya menjadi waktu yang tepat bagi para Relawan Demokrasi Trenggalek (DRT) untuk memanfaatkan waktu sosialisasi Pemilu. Pasalnya, pada hari Minggu itu, di alun-alun Trenggalek ada suatu ruang  publik bernama “car free day” (CFD), sebuah situasi di mana ratusan orang berada di alun-alun untuk melakukan brbagai aktivitas, terutama jalan sehat serta kegiatan-kegiatan lainnya seperti jualan, senam, dan bahkan juga ada  pentas bagi para penghobi. Kumpulan orang itulah yang dimanfaatkan oleh Relawan Demokrasi Trenggalek, termasuk 5 orang relawan yang ditempatkan di basis pemilih pemula. Mulai pukul 06.00 Relawan Demokrasi segmen Pemilih Pemula telah melaksanakan sosialisasi di   alun-alun saat acara CFD (car free day) mulai.  Mereka mencari sasaran berupa anak-anak muda dan remaja yang berkumpul.                      Dengan menggunakan stiker dan materi di layar android, para relawan mendekati sasaran dan menyampaikan informasi setelah minta ijin untuk melakukan sosialisasi. Materi yang disampaikan di antaranya adalah tentang  pentingnya pemilu, nama-nama partai, ciri-ciri surat suara dan cara mencoblos, serta ajakan untuk tidak golput dan meninggalkan “money politik”. [Relasi]


Selengkapnya