Berita Terkini

50

RELASI TRENGGALEK SEGMEN WARGANET JUGA BERGERAK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 26/01/2019— Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen warganet atau netizen ternyata juga bergerak melakukan konsolidasi ke komunitas dan sekaligus melakukan sosialisasi pemilu 2019. Bertempat di Warkop Kancil Stadion Trenggalek, relawan demokrasi KPU Trenggalek yang sasarannya adalah warga digital ini melalukan kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh ‘Conten Creator Trenggalek’. Beberapa ‘conten creator’ yang hadir di antaranya Mustofa Indra, pria asal Durenenan ini sempat viral dan masuk televisi Nasional. Materi yang kami sampaikan antara lain adalah tentang pentingnya pemilu, partai politik, jumlah Dapil yang ada di Kabupaten Trenggalek untuk calon anggota DPRD Kab/Kota meliputi Dapil 1, 2, 3, 4, juga cara mencoblos yang benar. Dari kegiatan ini, audien yang hadir diharapkan paham teknis-teknis pemilu serentak 2019 ini. “Selain itu merka juga kami harapkan akan  mensosialisasikan kepada sanak saudara dan lingkungannya masing-masing”, papar Bejo salah satu relawan. [Relasi]


Selengkapnya
50

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN PEMILIH PEMULA JUGA TERJUN KE “CAR FREE DAY” UNTUK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 31/01/2019— Hari Minggu pagi,  tanggal  27 Januari 2019, tampaknya menjadi waktu yang tepat bagi para Relawan Demokrasi Trenggalek (DRT) untuk memanfaatkan waktu sosialisasi Pemilu. Pasalnya, pada hari Minggu itu, di alun-alun Trenggalek ada suatu ruang  publik bernama “car free day” (CFD), sebuah situasi di mana ratusan orang berada di alun-alun untuk melakukan brbagai aktivitas, terutama jalan sehat serta kegiatan-kegiatan lainnya seperti jualan, senam, dan bahkan juga ada  pentas bagi para penghobi. Kumpulan orang itulah yang dimanfaatkan oleh Relawan Demokrasi Trenggalek, termasuk 5 orang relawan yang ditempatkan di basis pemilih pemula. Mulai pukul 06.00 Relawan Demokrasi segmen Pemilih Pemula telah melaksanakan sosialisasi di   alun-alun saat acara CFD (car free day) mulai.  Mereka mencari sasaran berupa anak-anak muda dan remaja yang berkumpul.                      Dengan menggunakan stiker dan materi di layar android, para relawan mendekati sasaran dan menyampaikan informasi setelah minta ijin untuk melakukan sosialisasi. Materi yang disampaikan di antaranya adalah tentang  pentingnya pemilu, nama-nama partai, ciri-ciri surat suara dan cara mencoblos, serta ajakan untuk tidak golput dan meninggalkan “money politik”. [Relasi]


Selengkapnya
58

RELAWAN DEMOKRASI SEGMEN KEAGAMAAN JUGA SOSIALISASI PEMILU 2019 DI DESA KEDUNGSIGIT

TRENGGALEK, 20/01/2019—  Setiasih dan Ika Prihatingsih adalah dua orang di antara kelima relawan demokrasi (relasi) segmen keagamaan yang sudah dibentuk KPU Kabupaten Trenggalek yang totalnya ada 55 orang yang dibagi menjadi 10 segmen. Kedua perempuan ini juga tak mau ketinggalan untuk mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membantu perluasan sosialisasi Pemilu 2019. Pada Rabu malam tanggal 30 Januari 2019, kedua perempuan ini hadir pada forum ibu-ibu jamaah yasin di Dusun Jeruk Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, tepatnya RT 18 dan RT 19  RW 03. Dua orang perempuan relawan demokrasi ini tentu saja sudah ijin sehari sebelumnya dengan tokoh setempat, khususnya pimpinan ibu-ibu jemaah di Mushola yang tak tergolong besar bangunannya itu. Di hadapan 43 ibu-ibu jamaah, Setiasih dan Ika memulai acara sehabis sholat Magrib. Sekitar 40 menitan mereka menghabiskan waktu, sebelum dilanjutkan dengan sholat Isya’ bersama. Ibu-ibu jamaah cukup bersemangat mendengarkan penjelasan Setiasih dan Ika. “Karena memang jarang ada penyampaian informasi semacam ini pada mereka, kebetulan suatu yang ditunggu-tunggu”, ungkap Setiasih. Materi sosialisasi lebih banyak terkait teknis pemilu, mulai pengenala peserta pemilu (parpol), hingga cara mencoblos yang benar, terutama mencoblos anggota legeslatif. “Karena ada nomor urut partai, logo partai, nama partai serta nomor urut caleg dan nama caleg, ibu-ibu butuh penjelasan lebih soal perolehan suaranya untuk partai atau caleg”, ungkap Ika. [Relasi]


Selengkapnya
53

DI KECAMATAN PULE, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN KELUARGA JUGA SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 29/01/2019— Di Kecamatan Pule,  ada salah seorang Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) yang juga sudah mulai bergerak melakukan sosialisasi. Dialah Idhamatul Khoiriyah, salah seorang relawan demokrasi yang ditempatkan di segmen keluarga. Sebagai  perempuan yang lahir dari keluarga yang dekat dengan pesantren dan berkecimpung di ormas perempuan berbasis keagamaan bernama Fatayat, tidak sulit baginya untuk masuk ke forum-forum warga yang ada di Desanya, salah satunya adalah Jamaah Muslimat NU Dusun Gading Desa Jombok yang mengadakan acara Yasinan rutin. Seperti terjadi pada Hari  Selasa sore, 29 Januari 2019. Ida masuk ke forum Yasinan yang dihadiri oleh 30-an anggota. Ia minta waktu untuk memberikan sosialisasi terkait dengan tugasnya sebagai relawan demokrasi, yaitu membantu menyebarkan info-info tentang Pemilu 2019 serta mengajak warga punya kesadaran yang tinggi dalam keterlibatannya pada Pemilu 2019 yang pemungutan suaranya akan jatuh pada tanggal 17 April nanti. Untuk membuka percakapan, setelah mengucapkan salah khas komunitas keagamaan, Ida melontarkan pertanyaan apakah ibu-ibu jamaah yasin sudah tahu kapan akan nyoblos. Ada yang menjawab sudah tahu, ada yang menjawab belum. Sebagian diam. Itulah yang membuatnya segera memberikan kabar tentang waktu pemungutan suara. Ia juga memberi tahu hari pemungutan, yaitu hari rabu. Lalu ia masuk pada teknis-teknis yang perlu dipahami oleh warga. Salah satunya adalah teknik atau cara mencoblos yang benar, setelah ia menjelaskan tentang siapa saja peserta pemilu dan ada berapa surat suara yang akan dicoblos. Dengan menggunakan LCD, ia menayangkan langsung spesimen surat-surat suara dan membimbing ibu-ibu tentang bagaimana menyoblos yang benar. [Relasi]


Selengkapnya
57

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK BASIS PEMUDA MELAKSANAKAN “SAFARI DEMOKRASI” DENGAN PEMUDA TRENGGALEK DI CAR FREE DAY

TRENGGALEK, 27/01/2019— Setelah diberi pembekalan, Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) langsung bergerak untuk membantu KPU dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Seperti yang dilakukan oleh  Relawan Demokrasi  Basis Pemuda. Pada Minggu pagi, 27 Januari 2019, Relawan demokrasi basis pemuda mengadakan sebuah sosialisasi dan pendidikan pemilih dengan cara terjun langsung ke masyarakat (face to face) dan berinteraksi secara langsung di lokasi yang bisa dikatakan "Safari Demokrasi", yaitu tepat di lokasi berlangsung nya ‘car free day’ di alun-alun Trenggalek. Car Free Day Trenggalek menjadi lokasi para relawan dalam melakukan penyuluhan pemilu terutama menyasar pada segmen pemuda. Berbekal alat peraga berupa contoh surat suara dan media visual,  para pemuda tampak antusias mengikuti arahan mengenai pemilu yang disampaikan oleh kawan-kawan relawan. Materi sosialisasi meliputi teknis pemilihan, cara memilih, dan ajakan untuk para pemuda agar menjauhi golput serta membudayakan untuk mengatakan tidak pada politik uang (money politic). “Menjauhi golput dan menjauhi politik uang adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh para pemuda karena pemuda dalam terselenggaranya demokrasi di indonesia ini sangat diharapkan menjadi pelopor demokrasi yang bersih dan tidak melenceng dari peraturan perundang undangan yang berlaku", jelas salah satu relawan. Sosialisasi yang berdurasi 15 menit ini ditutup dengan pembagian stiker Pemilu 2019 dan foto bersama. Relawan Demokrasi diharapkan akan memperluas partisipasi aktif dari warga untuk melakukan sosialisasi. KPU trenggalek punya 55 relawan yang akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Relawan Demokrasi Basis Pemuda. [Relasi]


Selengkapnya
62

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK BASIS KELUARGA SOSIALISASI PEMILU 2019 “DOOR TO DOOR”

TRENGGALEK, 30/01/2019— Banyak cara yang bisa diterapkan untuk menyosialisasikan Pemilu Serentak 2019, yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019, kepada masyarakat luas. Salah satu cara yang diterapkan oleh Tim Basis Keluarga Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) adalah dengan pola "Sosialisasi Silatuhrami Ketuk Pintu Basis Keluarga RDT 2019". Menurut Ardian, kordinator Segmen Keluarga RDT, pola sosialisasi ini sebenarnya adalah penjabaran & pelaksanaan dari "Person to Person System". Target awal dari pola sosialisasi ini adalah di Desa  Panggungsari, Kecamatan  Durenan, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan dilaksanakan mulai dari minggu terakhir bulan Januari 2019, dimana juga menjadi domisili tinggal salah satu Relawan Basis Keluarga RDT 2019. Sebagaimana dilaporkan Ardian, ada dua cara yang bisa dilakukan pada pola Sosialisasi Silatuhrami Ketuk Pintu RDT 2019. Pertama, relawan RDT 2019 bersilaturahmi ke rumah warga untuk menyampaikan sosialisasi. Kedua, menyampaikan sosialisasi kepada warga yang bertamu ke rumah Relawan RDT 2019. “Ternyata pola sosialisasi ini cukup efektif, dikarenakan warga bisa berdiskusi menyesuaikan dengan SDM yang dimilikinya, lebih santai dan tanpa sungkan untuk bertanya lebih banyak’, ungkap Ardian yang juga dikenal sebagai seniman lukis Tusuk Gigi T-Wool. Ia mengakui bahwa memang pola ini akan membutuhkan waktu dan  tenaga lebih banyak dari Relawannya, minimal butuh waktu 15 menit sampai 30 menit setiap kunjungan. Tetapi hasil yang diperoleh lebih maksimal, karena setiap warga yg sudah berinteraksi dengan pola sosialisasi ini tentunya akan mendapatkan wawasan dan  pengetahuan secara detail serta terperinci tentang Pemilu Serentak 2019 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan. [Relasi]


Selengkapnya