Berita Terkini

49

MASUK KE SMK ISLAM DURENAN, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 04/02/2019— Butuh keberanian bagi Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) untuk melakukan sosialisasi  secara massif tentang Pemilu 2019 yang pemungutan suaranya kurang lebih dua bulan lagi. Mereka harus mengadakan kegiatan dengan masuk ke lembaga-lembaga dan forum-forum dan tidak membawa biaya. Mereka tidak membiayai kegiatannya dalam bertemu dengan audiens, mengingat sosialisasi tatap muka harus dilakukan karena merupakan kegiatan yang penting. Selain mereka  juga harus melakukan sosialisasi dengan metode-metode lainnya seperti menggunakan media sosial dan alat peraga atau bahan sosialisasi lainnya. Seperti dilakukan Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) pada Hari Minggu tanggal 03 Februari 2019. Mereka masuk ke   di SMK Islam Durenan pada pukul 08:30 untuk melakukan sosialisasi tatap muka dengan para calon pemilih pemula yang merupakan para pelajar. Para relawan dari segmen Pemilih Pemula ini memang sudah  berkomunikasi dengan pihak sekolah agar bisa memberikan sosialisasi. Relawan malah difasilitasi dengan diberikan waktu untuk bicara di sebuah acara Pramuka yang diadakan di aula sekolah. Dengan memanfaatkan  LCD Proyektor, Kiki salah satu relawan memamaparkan informasi-informasi penting terkait dengan Pemilu, di antaranya pentingnya  pemilu, calon pasangan Presiden dan wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kab/kota, DPD, ajakan tidak golput, serata cara menyoblos yang sah. Paparan berlangsung selama kurang lebih satu jam. [Relasi]


Selengkapnya
60

KOMUNITAS MUSIK GAMELAN JUGA DIMASUKI RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK UNTUK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 03/02/2019— Bertempatkan di kediaman bapak Yasir di Jl. Imam Bonjol Nomor  12 Trenggalek, Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT), Farid Bakhtiar, melakukan  sosialisasi Pemilu serentak 2019. Farid adalah salah satu Relawan yang ditempatkan di segmen Komunitas.    Sosialisasi tersebut dilakukan pada pada  waktu bagi komunitas musik gamelan ‘Among Rasa’ berlatih. Farid minta waktu di sela-sela latihan sedang beristirahat. Sosialisasi dimulai pada pukul 22.30 WIB dan dihadiri oleh 11 penggiat musik gamelan. Pemaparan diawali dengan mengingatkan bahwa Pemilu serentak akan diadakan pada 17 April 2019 yang mencakup pemilihan Presiden beserta wakilnya, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi JawaTimur, dan DPRD Kabupaten Trenggalek. Setelah itu, Farid menjelaskan jenis-jenis surat suara yang akan dicoblos dengan media specimen surat suara.  Tak lupa relawan menjelaskan partai pengusul dan pendukung paslon capres dan cawapres;  dan jumlah kursi serta pembagian dapil bagi calon DPD dan legislatif. Begitu pun dengan tatacara pencoblosan juga sudah disampaikan. Sebelum kegiatan sosialisasi diakhiri salah satu anggota komunitas ‘Among Rasa’ menanyakan perihal ‘orang gila’ yang bisa mencoblos. Menanggapi pertanyaan itu, relawan meluruskan bahwa bukan ‘orang gila’ yang terlantar di jalanan yang bias mencoblos melainkan warga yang mengalami gangguan jiwa namun memenuhi syarat sebagai pemilih. Selama pada waktu pencoblosan yang bersangkutan tidak kambuh maka ia bisa  mencoblos.   Karena waktu yang tersedia tak banyak setelah relawan membagikan brosur berisi info-info penting berkaitan Pemilu serentak 2019 maka kegiatan sosialisasi pun diakhiri. [Relasi]


Selengkapnya
52

KPU TRENGGAK HARI INI MEMULAI BIMTEK PENYUSUNAN DPK, DPTb, DAN PERBAIKAN DPT DI KECAMATAN MUNJUNGAN

TRENGGALEK, 04/02/2019— Data pemilih terus mendapatkan perhatian dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk KPU kabupaten Trenggalek. Data pemilih ini dianggap akan berguna untuk mengetahui identitas pemilih  dan informasi data pemilih yang terus berubah (dinamis). Karena itulah, hari ini KPU Kabupaten Trenggalek dibawah kordinasi Divisi Data dan Informasi Gembong Derita Hadi mengadakan kegiatan bimbingan teknis Penyusunan Daftar Pemilih Khusus (DPK), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), dan Perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kegiatan ini dilakukan untuk penyelenggara Pemilu (PPK dan PPS) di Kecamatan Bendungan. Semua ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan  Suara (PPS) se-Kecamatan Bendungan mendapatkan pemahaman cara menyusun daftar pemilih mulai pagi hingga siang. Acara bertempat di Kedai Makan Salesa Munjungan. Bimtek mulai jam 08.00 sampai 13.30 WIB. Tempat di Kedai Makan Salesa Munjungan. Menurut Gembong Derita Hadi, PPK dan PPS akan bertugas untuk menyusun daftar pemilih DPK, DPTb, dan perbaikan DPT yang hasilnya akan direkap di tingkat kabupaten pada tanggal   17 Februari 2019. Cara penyusunannya DPK adalah dengan mendata pemilih yang  melakukan pindah pilih. “Sedangkan DPTb akan berisi data pemilih yang belum masuk DPT yang belum sempat dimasukkan data pemilih pada hal sudah punya e-KTP”, kata Gembong. Sedangkan perbaikan DPT dilakukan dengan memperbaiki elemen pindah penduduk (nama, NIK, NKK, alamat, jenis kelamin, dll), nama ganda. Ada yang dicoret yaitu yang sudah meninggal dan pemilih ganda tetapi tidak mengurangi jumlah DPT  yang sudah ditetapkan sebagai dasar untuk pengadaan surat suara.  “Yang meninggal ya nantinya didata, di mana nama-nama ini nantinya tak akan dapat undangan memilih, demikian yang nama ganda tak akan diberi undangan ganda karena nama-namanya sudah kita identifikasi dan kita daftar”, imbuh komisioner asal Dongko ini. Divisi Data dan Informasi (Datin) KPU Kabupaten Trenggalek mengadakan bimtek mulai hari ini di Kecamatan Munjungan dan akan berlanjut di kecamatan-kecamatan lainnya. “Hingga nantinya mereka akan menghasilkan daftar pemilih yang akan kita rekap di tingkat kabupaten”, imbuh Gembong. [Hupmas]


Selengkapnya
59

KETUA KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR KETERTIBAN DAN KEAMANAN PEMILU 2019 DI SURABAYA

SURABAYA, 04/02/2019— Ketua KPU Trengaalek Dr. Suripto, SAg, MPd.I hari ini, Senen tanggal  4 Pebruari 2019, mengikuti Rapat Koordinasi Ketertiban dan Keamanan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Acara bertempat  di Grand City Surabaya tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Dr.  H.  Soekarwo,  SH,  MHum  dan dihadiri oleh seluruh jajaran Porkopimda Jatim, Forkopimda 38 Kab/Kota  dan Forkopimcam Se-Jawa Timur. Di samping itu kegiatan ini juga dihadiri Ketua KPU Provinsi dan Ketua KPU Kabupaten/Kota serta Ketua Bawaslu Jatim dan Ketua Wawaslu Kabupaten/Kota Se-Jatim. Rangkaian seremonial acara dimulai tepat pukul 09.10 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya diteruskan Mars Jawa Timur dan doa yang dipimpin oleh Drs.  H.  Mohammad Isa Ansori, MSi. Dalam acara sambutan dan pengarahannya Gubernur Jatim menyampaikan bahwa begitu pentingya acara ini beliau menegaskan posisi strategis Jatim dalam stabilitas sosial dan politik nasional harus dijaga kondusivitas keamanan dan ketertibannya menyongsong Pemilu 2019. “Karena keamanan akan sangat menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat”, ungkapnya.  Terkait pentingnya keamanan ini,  Soekarwo juga mengatakan bahwa dirinya mengusulkan melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri agar Camat dikembalikan sebagai penanggung jawab wilayah bukan sekedar bagian dari OPD Pemerintah Kab/Kota. Setelah sambutan dari Gubernur, acara dilanjutkan dengan paparan dari Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri,  Soedarmo. Pada kesempatan tersebut Mayjen TNI yang sejak 2015 lalu beralih status menjadi ASN ini memaparkan tentang peran pemerintah dalam pemilu 2019, yaitu: menyediakan DAK2 dan DP4, ikut menjaga keamanan TPS melalui Linmas,  menjaga netralitas ASN, memberikan kesempatan kampanye yang sama kepada peserta pemilu, membantu distribusi logistik, dan memantau pelaksanaan lemilu. Dalam merespon usulan Gubernur tentang keberadaan camat,  Soedarmo menegaskan bahwa sesuai UU Nomor  23 Tahun 2014 tentang Pemda, Camat sudah berfungsi sebagai penanggungjawab wilayah,  makanya ditingkat Kecamatan juga ada Forkopimcam. Adapun paparan materi ketiga adalah dari Kodam V Brawijaya yang disampaikan langsung oleh Pangdam R Wisnu Prasetyo Budi yang baru dilantik hari Kamis,  minggu lalu.  Materi terakhir disampaikan oleh Kapolda Jatim Drs.  Luki Hermawan,  MSi. [Hupmas]


Selengkapnya
47

IDA, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK ASAL KECAMATAN PULE, KEMBALI SOSIALISASI PEMILU 2019, KALI INI DI HADAPAN RATUSAN IBU-IBU

TRENGGALEK, 03/02/2019—  Idamatul Khoiriyah adalah salah satu Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) yang bisa dibilang paling giat menjalankan tugasnya. Setidaknya hal itu bisa dilihat dari betapa ia seringnya melakukan sosialisasi Pemilu 2019 setelah ia menjadi Relawan Demokrasi. Mungkin salah satunya karena kemudahannya untuk bisa masuk ke forum-forum sosial. Dia sendiri adalah seorang tokoh perempuan di ormas Fatayat-Muslimat. Dan organisasi inilah yang ia manfaatkan  untuk melaksanakan tugasnya selaku agen penyebar informasi Pemilu. Kebetulan tiap Hari Minggu, ormas itu ada kegiatan kumpulan massa yang tempatnya berpindah-pindah (digilir) tiap desa. Di situlah Ida selalu memfaatkan  panggung untuk mengisinya dengan materi tentang Pemilu. Ia tidak main-main dalam menyampaikan materi, selalu ada tayangan LCD di mana materi yang ia dapat dari KPU Kabupaten Trenggalek ia paparkan dengan gayanya sendiri. Maka pada Hari  Ahad, tanggal 03 Februari 2019 itu menjadi waktu baginya lagi untuk berperan sebagai penebar wawasan tentang Pemilu bagi ibu-ibu Nahdliyin di Desa Suko Kidul Kecamatan Pule. Acara dilaksanakan tepatnya di halaman Masjid al-Islamiyah RT 14 RW 05 Dusun Krajan. Ia memulai paparannya sekitar pukul 11.00 WIB. Ada sekitar  350 perempuan yang menjadi sasarannya siang itu. Ida memulai paparan dengan pentingnya demokrasi dan pentingnya Pemilu. Lalu ia masuk ke peserta pemilu, pemilih, dan kemudian beranjut pada pengnalan surat suara dan cara mencoblos. Ia menunjukkan peserta pemilu, yaitu 20 partai politik. Terakhir ia mengajak audiens untuk tidak Golput dan mencegah politik uang. “Jadi, mari kita nanti datang ke TPS masing-masing dan kita harus tahu siapa saja calonnya serta bagaimana track-recordnya, rekam jejaknya, makanya untuk jadi pemilih cerdas harus mengenali calonnya dulu”, tegasnya. [Relasi]


Selengkapnya
59

KPU TRENGGALEK ADAKAN RAKOR PENYUSUNAN DPK, DPTB, DAN PERBAIKAN DPT PEMILU 2019

TRENGGALEK, 31/02/2019— Penyusunan daftar pemilih dalam Pemilu 2019  akan menjadi kegiatan yang  tanpa henti karena  pemilih dalam Pemilu  pada dasarnya merupakan data yang dinamis.  Ada orang yang meninggal, ada yang datang dan pergi, bahkan ada yang saat hari pemungutan suara akan pindah pilih. Oleh karena  itulah pada Hari Kamis tanggal 31 Januari 2019, KPU Kabupaten Trenggalek digawangi oleh Divisi Data melakukan rapat kordinasi penyusunan daftar pemilih khusus (DPK), daftar pemilih tambahan (DPTb), dan perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Daftar Pemilih Tambah an yang selanjutnya disingkat DPTb adalah Daftar Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu Pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Rapat koordinasi pemutakhiran data pemilih dilangsungkan di Depot  Anda Jalan Soekarno-Hatta yang terletak di selatan alun-alun, dimulai pukul 08.00 hingga pukul 12.00. KPU Kabupaten Trenggalek mengundang Panitia Pemiliha Kecamatan (PPK) dari 14 kecamatan yang ada. Setelah dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Soeripto, Gembong Derita Hadi dan Rudi Salam memandu jalannya rapat kordinasi dengan memberikan arahan-arahan apa yang akan dilakukan seuai jadwal yang telah dipaparkan dalam penyusunan daftar pemilih ini. [Hupmas]


Selengkapnya