Berita Terkini

48

RELAWAN DEMOKRASI SEGMEN KEAGAMAAN JUGA SOSIALISASI PEMILU 2019 DI DESA KEDUNGSIGIT

TRENGGALEK, 20/01/2019—  Setiasih dan Ika Prihatingsih adalah dua orang di antara kelima relawan demokrasi (relasi) segmen keagamaan yang sudah dibentuk KPU Kabupaten Trenggalek yang totalnya ada 55 orang yang dibagi menjadi 10 segmen. Kedua perempuan ini juga tak mau ketinggalan untuk mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk membantu perluasan sosialisasi Pemilu 2019. Pada Rabu malam tanggal 30 Januari 2019, kedua perempuan ini hadir pada forum ibu-ibu jamaah yasin di Dusun Jeruk Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek, tepatnya RT 18 dan RT 19  RW 03. Dua orang perempuan relawan demokrasi ini tentu saja sudah ijin sehari sebelumnya dengan tokoh setempat, khususnya pimpinan ibu-ibu jemaah di Mushola yang tak tergolong besar bangunannya itu. Di hadapan 43 ibu-ibu jamaah, Setiasih dan Ika memulai acara sehabis sholat Magrib. Sekitar 40 menitan mereka menghabiskan waktu, sebelum dilanjutkan dengan sholat Isya’ bersama. Ibu-ibu jamaah cukup bersemangat mendengarkan penjelasan Setiasih dan Ika. “Karena memang jarang ada penyampaian informasi semacam ini pada mereka, kebetulan suatu yang ditunggu-tunggu”, ungkap Setiasih. Materi sosialisasi lebih banyak terkait teknis pemilu, mulai pengenala peserta pemilu (parpol), hingga cara mencoblos yang benar, terutama mencoblos anggota legeslatif. “Karena ada nomor urut partai, logo partai, nama partai serta nomor urut caleg dan nama caleg, ibu-ibu butuh penjelasan lebih soal perolehan suaranya untuk partai atau caleg”, ungkap Ika. [Relasi]


Selengkapnya
44

DI KECAMATAN PULE, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN KELUARGA JUGA SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 29/01/2019— Di Kecamatan Pule,  ada salah seorang Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) yang juga sudah mulai bergerak melakukan sosialisasi. Dialah Idhamatul Khoiriyah, salah seorang relawan demokrasi yang ditempatkan di segmen keluarga. Sebagai  perempuan yang lahir dari keluarga yang dekat dengan pesantren dan berkecimpung di ormas perempuan berbasis keagamaan bernama Fatayat, tidak sulit baginya untuk masuk ke forum-forum warga yang ada di Desanya, salah satunya adalah Jamaah Muslimat NU Dusun Gading Desa Jombok yang mengadakan acara Yasinan rutin. Seperti terjadi pada Hari  Selasa sore, 29 Januari 2019. Ida masuk ke forum Yasinan yang dihadiri oleh 30-an anggota. Ia minta waktu untuk memberikan sosialisasi terkait dengan tugasnya sebagai relawan demokrasi, yaitu membantu menyebarkan info-info tentang Pemilu 2019 serta mengajak warga punya kesadaran yang tinggi dalam keterlibatannya pada Pemilu 2019 yang pemungutan suaranya akan jatuh pada tanggal 17 April nanti. Untuk membuka percakapan, setelah mengucapkan salah khas komunitas keagamaan, Ida melontarkan pertanyaan apakah ibu-ibu jamaah yasin sudah tahu kapan akan nyoblos. Ada yang menjawab sudah tahu, ada yang menjawab belum. Sebagian diam. Itulah yang membuatnya segera memberikan kabar tentang waktu pemungutan suara. Ia juga memberi tahu hari pemungutan, yaitu hari rabu. Lalu ia masuk pada teknis-teknis yang perlu dipahami oleh warga. Salah satunya adalah teknik atau cara mencoblos yang benar, setelah ia menjelaskan tentang siapa saja peserta pemilu dan ada berapa surat suara yang akan dicoblos. Dengan menggunakan LCD, ia menayangkan langsung spesimen surat-surat suara dan membimbing ibu-ibu tentang bagaimana menyoblos yang benar. [Relasi]


Selengkapnya
47

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK BASIS PEMUDA MELAKSANAKAN “SAFARI DEMOKRASI” DENGAN PEMUDA TRENGGALEK DI CAR FREE DAY

TRENGGALEK, 27/01/2019— Setelah diberi pembekalan, Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) langsung bergerak untuk membantu KPU dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Seperti yang dilakukan oleh  Relawan Demokrasi  Basis Pemuda. Pada Minggu pagi, 27 Januari 2019, Relawan demokrasi basis pemuda mengadakan sebuah sosialisasi dan pendidikan pemilih dengan cara terjun langsung ke masyarakat (face to face) dan berinteraksi secara langsung di lokasi yang bisa dikatakan "Safari Demokrasi", yaitu tepat di lokasi berlangsung nya ‘car free day’ di alun-alun Trenggalek. Car Free Day Trenggalek menjadi lokasi para relawan dalam melakukan penyuluhan pemilu terutama menyasar pada segmen pemuda. Berbekal alat peraga berupa contoh surat suara dan media visual,  para pemuda tampak antusias mengikuti arahan mengenai pemilu yang disampaikan oleh kawan-kawan relawan. Materi sosialisasi meliputi teknis pemilihan, cara memilih, dan ajakan untuk para pemuda agar menjauhi golput serta membudayakan untuk mengatakan tidak pada politik uang (money politic). “Menjauhi golput dan menjauhi politik uang adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh para pemuda karena pemuda dalam terselenggaranya demokrasi di indonesia ini sangat diharapkan menjadi pelopor demokrasi yang bersih dan tidak melenceng dari peraturan perundang undangan yang berlaku", jelas salah satu relawan. Sosialisasi yang berdurasi 15 menit ini ditutup dengan pembagian stiker Pemilu 2019 dan foto bersama. Relawan Demokrasi diharapkan akan memperluas partisipasi aktif dari warga untuk melakukan sosialisasi. KPU trenggalek punya 55 relawan yang akan melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Relawan Demokrasi Basis Pemuda. [Relasi]


Selengkapnya
50

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK BASIS KELUARGA SOSIALISASI PEMILU 2019 “DOOR TO DOOR”

TRENGGALEK, 30/01/2019— Banyak cara yang bisa diterapkan untuk menyosialisasikan Pemilu Serentak 2019, yang akan diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019, kepada masyarakat luas. Salah satu cara yang diterapkan oleh Tim Basis Keluarga Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) adalah dengan pola "Sosialisasi Silatuhrami Ketuk Pintu Basis Keluarga RDT 2019". Menurut Ardian, kordinator Segmen Keluarga RDT, pola sosialisasi ini sebenarnya adalah penjabaran & pelaksanaan dari "Person to Person System". Target awal dari pola sosialisasi ini adalah di Desa  Panggungsari, Kecamatan  Durenan, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan dilaksanakan mulai dari minggu terakhir bulan Januari 2019, dimana juga menjadi domisili tinggal salah satu Relawan Basis Keluarga RDT 2019. Sebagaimana dilaporkan Ardian, ada dua cara yang bisa dilakukan pada pola Sosialisasi Silatuhrami Ketuk Pintu RDT 2019. Pertama, relawan RDT 2019 bersilaturahmi ke rumah warga untuk menyampaikan sosialisasi. Kedua, menyampaikan sosialisasi kepada warga yang bertamu ke rumah Relawan RDT 2019. “Ternyata pola sosialisasi ini cukup efektif, dikarenakan warga bisa berdiskusi menyesuaikan dengan SDM yang dimilikinya, lebih santai dan tanpa sungkan untuk bertanya lebih banyak’, ungkap Ardian yang juga dikenal sebagai seniman lukis Tusuk Gigi T-Wool. Ia mengakui bahwa memang pola ini akan membutuhkan waktu dan  tenaga lebih banyak dari Relawannya, minimal butuh waktu 15 menit sampai 30 menit setiap kunjungan. Tetapi hasil yang diperoleh lebih maksimal, karena setiap warga yg sudah berinteraksi dengan pola sosialisasi ini tentunya akan mendapatkan wawasan dan  pengetahuan secara detail serta terperinci tentang Pemilu Serentak 2019 yang tidak lama lagi akan dilaksanakan. [Relasi]


Selengkapnya
51

KERJASAMA DENGAN PIK-R CAKUL DONGKO, KPU SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 PADA PEMILIH PEMULA

TRENGGALEK, 21/01/2019— Sosialisasi Pemilu Serentak 2019 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek untuk menyasar kalangan calon Pemilih Pemula. Kali ini dilakukan dengan bekerjasama dengan  Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIK-R) di Desa Cakul, Kecamatan Dongko. Acara digelar pada hari Senin, 21 Januari 2019 mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.00 WIB. Kegiatan diselenggarakan di balai Desa Cakul Kecamatan Dongko, dengan  diorganisir sendiri oleh Komunitas para remaja yang berada dibawah binaan Dinas Kesehatan dan BKKBN Kabupaten Trenggalek itu.  Crew KPU Kabupaten Trenggalek tiba di tempat acara tepat pukul 09.00, saat sekitar 80-an remaja yang sudah punya hak pilih sudah menunggu bersama Kepala Desa Cakul Bapak Cahyo dan Penyuluh Lapangan Keluarba Berencana Dongko. Disusul dengan kehadiran rombongan dari BKKBN Trenggalek yang juga akan memberikan materi. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, lalu dibuka oleh Kepala Desa Cakul. Dalam sambutannya, Kepala Desa Cakul mengungkapkan rasa terimakasihnya karena di desanya telah terselenggara kegiatan yang penting bagi kalangan remaja di desanya. Ia berharap para remaja mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh kidmat. Sambutan tambahan diberikan oleh PL-KB Kecamatan Dongko yang memuji PIK-R Cakul Dongko karena telah bisa menyelenggarakan kerjasama dengan pihak lain, yaitu KPU Kabupaten Trenggalek. Memasuki acara inti, Nurani Divisi Sosdiklih-Parmas dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek  mendapatkan kesempatan menyampaikan materi lebih dulu. Ia menjelaskan mulai dasar penyelenggaraan Pemilu 2019 hingga teknis-teknis yang perlu dipahami agar para warga, khususnya pemilih pemula, bisa memilih dengan benar dan baik. Tak lupa ia juga bicara soal masalah-masalah yang dihadapi anak-anak muda dan remaja. Ia juga berharap masalah dan aspirasi kaum muda dan remaja juga bisa disampaikan pada para calon dan politisi yang berkontestasi. “Biar istilahnya kita tak memberi cek kosong, mumpung ada organisasi seperti PIK-R, kita juga seharusnya menyampaikan aspirasi pada mereka”, tegas Nurani. Setelah pemaparan materi tentang Pemilu, langsung diadakan forum  tanya jawab. Lalu dilanjut dengan penyampaian materi dari BKKBN terkait dengan pemantaban organisasi PIK-R. Pihak BKKBN, pak Dian, juga memuju PIK-R Dongko karena kegiatan yang digalang bersama KPU tersebut. “Ini  hebat, karena hanya PIK-R Cakul Dongko inilah satu satunya yang bisa mengadakan kegiatan sendiri tanpa bantuan dari BKKBN, memang hal seperti inilah yang kita harapkan”, puji pak Dian. [Hupmas]


Selengkapnya
46

KPU TRENGGALEK MEMBIMTEK RELAWAN DEMOKRASI UNTUK MASSIFKAN PENDIDIKAN PEMILIH

TRENGGALEK, 23/01/2019—  Setelah  proses rekrutmen selesai dan sudah ada 55 Relawan Demokrasi (Relasi) yang ditetapkan melalui surat keputusan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek melakukan pembekalan dan bimtek (bimbinga teknis) bagi  relawan yang akan membantu tugas-tugas pendidikan pemilih di Pemilu 2019 ini. Kegiatan bimtek yang diselenggarakan pada Hari Rabu tanggal 23 Januari 2019 tersebut bertempat di Aula Pondok Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo. Kegiatan dilaksanakan selama sehari penuh, mulai pukul 08.00 sudah dibuka dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Sebagaimana dikatakan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Soeripto, acara sengaja ditempatkan di sebuah villa di pinggir pantai yang jauh dari pusat kota dan dari rumah, karena agar bisa fokus menerima materi dan menyerap informasi dalam bimtek. Pelajaran yang disampaikan dalam pembekalan ini ada beberapa  materi. Pertama adalah pentingnya demokrasi dan pemilu yang langsung disampaikan oleh Ketua KPU kabupaten Trenggalek setelah membuka acara. Dilanjut dengan materi “self-motivation dan public speaking” yang disampaikan oleh seorang motivator, Munif Mahsyuni, P.Si, CNLP. Untuk memperluas pemahaman teknis tentang Pemilu, para relawan juga diberikan materi tentang teknis penyelenggaraan Pemilu. Materi disampaikan oleh Nur Huda, Divisi Teknis KPU Kabupaten Trenggalek. Setelah itu dilanjut dengan materi tentang Etika Relawan Demokrasi, yang disampaikan oleh Patna Sunu selaku Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Trenggalek. Materi terakhir adalah tentang teknik pemetaan segmen dan pengorganisiran sosial, sekaligus penjelasan tentang rencana kerja Relawan Demokrasi. Sesi ini dipandu oleh Nurani selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam sesi ini, Nurani menjelaskan cara kerja dan cara mendekati masing-masing segmen sasaran (calon pemilih). Dengan dikemas serius santai, mulai pagi hingga sore hari para peserta tampak antusias mengikuti acara bimtek. Setiap seksi diberikan kesempatan untuk tanya jawab dan juga ada sesi yang dikelola dengan caa diskusi kelompok. KPU Kabupaten Trenggalek akan menerjunkan 55 relawan ini untuk melakukan sosialisasi secara massif. Kegiatan dilakukan baik yang berbasis anggaran maupun yang tidak. “Kegiatannya berprinsip pada kerelawanan, kemampuan membangun jaringan, dan jangan melulu berdasarkan anggaran yang ada yang jumlahnya tak seberapa”, pesan Nurani di akhir penyampaian materi.   [Meris]


Selengkapnya