Berita Terkini

47

MIFTAKUL HUDA, GENERASI BERENCANA YANG GABUNG RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK

TRENGGALEK, 19/01/2019— Miftakul Huda adalah seorang pustakawan yang bergabung dalam Relawan Demokrasi yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek. Hobinya memang membaca dan menulis. Kuliahnyapun linear dengan kegiatan sehari-hari yang ia geluti, Jurusan Ilmu Perpustakaan yang jadi pustakawan di sebuah sekolah dasar di kampung halamannya, tepatnya SDN 2 Mangis Kecamatan Panggul. Huda lahir di Trenggalek, pada tanggal 18 Nopember 1991. Saat ini ia beralamat di  RT 15 RW 03, Desa Panggul, Kec. Panggul, Kab. Trenggalek. Tidak salah jika KPU menerima proposalnya sebagai Relawan Demokrasi karena pemuda ini aktif di berbagai organisasi seperti  Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIK-R) Kecamatan Panggul. Ia juga aktif di Pramuka dan Generasi Berencana (GenRe) Kab. Trenggalek. Ia juga pernah menyabet Prestasi pada Jambore dan Ajang Kretifitas Remaja GenRe Tingkat Nasional Tahun 2016. Motivasinya ikut Relawan Demokrasi adalah menambah relasi serta mengembangkan dirinya agar  lebih baik lagi. Selain itu, ia juga  sangat termotivasi oleh suatu hal baru dan tantangan untuk menyelesaikan program atau pekerjaan atau masalah lebih awal dari tempo yang diberikan. “Agar bisa mencapai target menjadi yang paling unggul dan serta sukses dalam pekerjaan atau program atau pemecahan suatu masalah”, imbuhnya. Motto hidupnya adalah: “Ikhlas Memberi, Senang Berbagi, Sadar Diri dan Faham Fungsi”. Banyak kreativitas yang ia punyai, salah satunya adalah membuat film pendek. [Hupmas]


Selengkapnya
53

KETIKA KPU TRENGGALEK BLUSUKAN SOSIALISASI KE IBU-IBU JAMAAH YASIN

TRENGGALEK, 18/01/2019— Petang hari sehabis magrib, Jumat tanggal 18 Januari 2019. Lilis, Arin, dan Dita tiba di sebuah dukuh yang bernama Dukuh Tenggong Desa Kedungsigit Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Mereka langsung disambut oleh Nurani, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek yang sudah  lebih dulu datang karena harus membawa paket bingkisan berisi Gula dan Minyak Goreng, serta harus sowan pada sesepuh dukuh. Setiap hari Jumat sehabis magrib, di dukuh itu diadakan  Bacaan Yasin oleh para ibu-ibu yang berafiliasi dengan ormas Fatayat dan Muslimat NU di wilayah itu. Beberapa hari sebelumnya, Nurani sudah berkomunikasi dengan pimpinan jamaan yasing tersebut, yaitu Kiai Muyadi yang juga Imam masjid di dukuh itu. Komunikasi inilah yang kemudian membuat acara sosialisasi KPU Kabupaten Trenggalek terjadi, setelah acara pembacaan surat yasin dan berbagai doa selesai dilalukan. Dibantu oleh Lilis, Dita, dan Arin, Nurani langsung memulai acara sosialisasi. Ia bertugas sebagai narasumber sosialisasi, sedang ketiga stafnya berbagai tugas untuk mendokumentasikan acara dan mengedarkan tandatangan daftar hadir. Acara sosialisasi berlangsung sekitar 1 jam. Materi sosialisasi yang rencananya akan dipaparkan dengan bantuan LCD ternyata hanya bisa disampaikan dengan metode ceramah. Untungnya Nurani juga sudah mempersiapkan beberapa contoh spesimen surat suara yang ternyata amat membantu dalam menjelaskan teknik pemungutan suara. Ia mengungkapkan ciri-ciri surat suara yang harus dikenali oleh ibu-ibu yang nantinya akan datang ke TPS dan mendapatkan lima surat suara, termasuk warna  dan isinya. Dipaparkan bahwa yang ada gambar atau foto calon nantinya adalah surat suara presiden-wakil presiden dan calon DPD. “Sedang untuk surat suara caleg dari partai baik tingkat kabupaten, propinsi, dan RI nanti tidak ada foto calonnya, adanya adalah nomor urut dan logo partai, nomor urut calon dan nama calon”, paparnya dengan aksen yang penuh penegasan. Tak lupa ia juga mengajak para ibu untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bermartabat, dengan cara memilih setelah mengenali para calon maupun mencegah  keputusan untuk memilih hanya karena uang. Nurani memaparkan bahwa memang Pemilu 2019 ini tidak mempidanakan penerima uang dan hanya pihak pemberi yang bisa dipidanakan. “Tapi kita harus tetap jadi pemilih yang menjaga martabat ya Ibu-ibu”, ajaknya. [Hupmas]


Selengkapnya
41

NONTON BARENG DEBAT CAPRES-CAWAPRES PUTARAN I DI PPK TUGU

TUGU, 18/01/2019— Menindaklanjuti instruksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar jajaran panitia pemilihan di berbagai kecamatan melakukan nonton bareng Debat Publik pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tugu mengadakan acara nonton bareng. PPK Tugu juga undang PPS untuk nonton bareng debat ke 1 capres dan cawapres pemilu 2019 di aula kantor Kecamatan Tugu. "Meskipun cuaca malam ini hujan deras, acara nobar tetap kita laksanakan", ujar ketua PPK Tugu, Nungky. Faktanya memang cuaca malam itu mempengaruhi antusiasme PPS untuk hadir menjadi menurun. Meskipun demikian acara nobar tetap terlaksana dengan penuh semangat karena dihadiri oleh aparat Kamtibmas serta anggota Koramil Kecamatan Tugu yang memecah suasana ruang aula. [Leny]


Selengkapnya
51

NEBENG PENGAJIAN RUTIN MUSLIMAT-FATAYAT KECAMATAN KAMPAK, KPU TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU SERENTAK 2019

KAMPAK, 13/01/2019— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek terus  bergerak untuk melakukan persebaran informasi terkait dengan Pemilihan Umum serentak tahun 2018 yang semakin mendesak. Kali ini KPU turun ke Kecamatan Kampak untuk menghadiri acara Pertemuan rutin ibu-ibu Muslimat-Fatayat NU. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Sumberdaya (Sosdiklih-SDM), Nurani, hadir bersama para staf untuk memanfaaatkan waktu yang diberikan oleh pengurus Muslimat-Fatayat Kecamatan Kampak untuk berbicara tentang Pemilu 2019. Selama sekitar 45 menit, Nurani membeberkan beberapa informasi penting tentang Pemilu 2019. Selain menginformasikan tentang waktu dan tenis persiapan menuju tanggal 17 April di hari pemungutan suara, Nurani juga mengajak ibu-ibu untuk menjadi pemilih yang cerdas, bukan pemilih yang hanya mau mendatangi TPS hanya karena uang. “Memang di Pemilu kali ini berbeda dengan Pilgub kemarin di mana sekarang hanya pemberi yang bisa kena pidana, tapi kami mohon mari kita jadi pemilih yang tidak aji mumpun demi kualitas demokrasi kita”, papar lelaki botak yang kali ini mengenankan kopyah itu. [Hupmas]


Selengkapnya
39

KPU TRENGGALEK TELAH REKRUT 55 RELAWAN DEMOKRASI

KAMPAK, 13/01/2019— Untuk memperkuat dan memperluas kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam Pemilu Serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek  merekrut 55 orang  warga Trenggalek untuk bergabung dalam Relawan Demokrasi (Relasi). Program yang dilakukan secara nasional ini diharapkan akan meningkatkan partisipasi warga dalam Pemilu 2019. Menurut Nurani selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, Relawan ini akan bertugas secara massif turun ke segala lini masyarakat, terutama ada 10 segmen masyarakat yang akan diberikan perhatian besar, yaitu segmen calon pemilih perempuan, pemilih pemula, kaum agamawan, masyarakat pinggiran, masyarakat berkebutuhan khusus, segmen keluarga, kaum difabel, segmen pemilih muda, segmen komunitas, segmen warganet. Sejumlah 55 orang yang akan dibentuk itu akan dibagi ke dalam 10 segmen sasaran dan melakukan tugas-tugas sosialisasi dan pendidikan pemilih secara terjadwal. KPU Kabupaten Trenggalek akan melatih mereka dan membekali dengan materi seputar kepemiluan serta kemampuan berbicara (public speaking). “Kemudian mereka akan diterjunkan sesuai jadwal yang akan didiskusikan bersama sesuai penempatan masing-masing”, papar Nurani. Relawan Demokrasi ini akan dikontrak selama tiga bulan. Diharapkan keeradaan mereka akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019. “Baik secara kuantitas, maupun kualitas tentunya’, imbuh Nurani [Hupmas]


Selengkapnya
47

PAK “TIWUL” ALIAS ARSDYAN T-WOOL, SOSOK NYENTRIK RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK

TRENGGALEK, 15/01/2019— Di antara 55 orang Relawan Demokrasi yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek yang telah ditetapkan kemarin, ada salah satu sosok manusia yang unik dan nyentrik. Dialah relawan yang  punya nama lengkap Ardyansyah Anamta Firdauzie atau yang sering dipanggil Ardyan T-Wool. Dikatakan nyentrik karena sosok ini kemana-mana sealu naik motor Vespanya yang penuh dengan lukisannya sendiri, serta kostum model Jawa yang selalu dipakainya. Selain itu, kemana-mana ia juga selalu “menyangklong” tas buatannya sendiri yang terbuat dari anyaman bambu dan dilukis dengan cat yang menggunakan medua tusuk gigi. Ardyan tentunya adalah seorang seniman yang sudah dikenal karena ia melukis dengan menggunakan media berupa Tusuk gigi. Alat  yang biasanya  di gunakan membersihkan makanan di sela-sela gigi itu di tangannya menjadi media kreasi. Sosok berambut panjang yang agak memutih ini juga sering diundang oleh banyak lembaga baik komunitas maupun dinas untuk menjadi narasumber kegiatan yang berbasis ekonomi kreatif, bukan hanya di Trenggalek, tapi juga Tulungagung dan beberapa kota lainnya. Di rumahnya di Desa Panggungsari RT 3 RW 1, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Arsdyansyah Anamta Firdauzie menyulap tusuk gigi dan beragam bahan bekas menjadi bahan seni yang sedikit 'aneh' namun berharga mahal. Sedangkan Vespa miliknya juga sering menjadi perhatian banyak orang, Bahkan tak selalu saja ada orang yang ingin berfoto dengan Vespa unik dan warna-warni itu. Di bagian belakang kendaraan itu sebuah box, berupa  kerajinan anyaman dari bambu berupa tampah yang biasa digunakan penjual kue berjualan keliling, sebagai box dan tempat menaruh ban cadangan. Pak “Tiwul” (T-Wool) ini mendaftar menjadi Relawan Demokrasi dengan motivasi untuk berperan sebagai warga negara yang baik, yaitu membantu KPU untuk menyukseskan pemilu 2019. Melalui esai yang disertakan dalam berkas pendaftaran, ia menyatakan bahwa salah satu cara untuk memberi pembelajaran demokrasi kepada warga negara adalah dengan melakukan pendekatan persuasif. Ia ingin bergabung degan Relawan Demokrasi karena melalui kegiatan ini ia ingin berdiskusi dengan masyarakat. “Diskusi dengan pendekatan person to person biasanya lebih diterima, karena perbincangan yang terjadi adalah dengan format menyesuaikan dan mengikuti pola pikir SDM yang bersangkutan”, tulisnya.


Selengkapnya