Berita Terkini

50

KETUA KPU TRENGGALEK : EVALUASI KAMPANYE PEMILU 2019 BISA UNTUK PERBAIKAN PILKADA 2020

EVALUASI tahapan kampanye harus menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bisa digunakan untuk memperbaiki kampanye dalam tahapan Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Trenggalek pada tahun 2020 nanti. Demikian dikatakan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Gembong Derita Hadi, dalam sambutannya di sesi pembukaan acara Evaluasi Kampanye 2019 yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek pada Hari Selasa tanggal 30 Juli 2019. Gembong menyampaikan bahwa kampanye Pemilu 2019 mendapatkan perhatian hingga KPU seluruh daerah di Indonesia melakukan kegiatan evaluasi, terutama terkait pelayanan KPU dalam memberikan fasilitasi berupa alat peraga kampanye dan iklan kampanye. Gembong berharap acara ini akan menghasilkan masukan-masukan dari masyarakat dan seluruh ‘stakeholder’ yang hadir dalam acara evaluasi ini. Menurutnya, apa yang telah terjadi pada pemilu 2019 lalu bisa menjadi pelajaran dan bahan perbaikan dalam pelasanaan Pemilihan berikutnya. “Termasuk untuk bahan evaluasi agar Pilkada 2020 di Trenggalek nanti bisa berjalan dengan lebih baik”, tegasnya. KPU RI memang telah menginstruksikan agar KPU di semua daerah melakukan evaluasi kampanye Pemilu 2019, khususnya terkait fasilitasi alat peraga kampanye dan iklan kampanye. Masyarakat, termasuk partai politik, diharapkan memberikan masukan terhadap bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh KPU terkait alat peraga kampanye dan iklan kampanye yang dilakukan di Trenggalek.  [Hupmas]


Selengkapnya
55

POLRES TRENGGALEK SUDAH MULAI WASPADAI HOAX PILKADA TRENGGALEK

Dalam kegiatan Evaluasi Kampanye Pemilu 2019 di Hotel Hayam Wuruk Trenggalek pada hari Kamis (30/07/2019) lalu juga menghadirkan Kapolres Trenggalek sebagai pemantik diskusi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek menghadirkan Kapolres dalam kapasitasnya untuk melakukan paparan evaluasi pengamanan kampanye Pemilu 2019 lalu. Tidak banyak yang dipaparkan terkait evaluasi terhadap fasilitasi APK Kampanye Pemilu 2019. Hanya saja, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya punya tanggungjawab untuk menciptakan kondisi yang aman da tertib dalam setiap tahapan Pemilu, termasuk pemasangan alat-alat peraga dan pengamanannya. Kapolres berharap agar kampanye lalu bisa menjadi pelajaran bagi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek pada tahun 2020 nanti. “Setiap gangguan keamanan di tahapan Pemilihan harus diwaspadai, termasuk kampanye”, papar Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo S, S.I.K., M.H. Ia juga memberikan informasi bahwa sejak sekarang sudah mulai ada pihak-pihak yang berusaha memainkan situasi menjelang Pilkada 2020 di Trenggalek. Salah satunya adalah munculnya “akun palsu” facebook yang menggunakan nama Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin. Akun itu bahkan sudah digunakan untuk melakukan penipuan uang dan sudah ada korbannya. [Hupmas]


Selengkapnya
84

QUANTUM LITERA CENTER (QLC) TRENGGALEK INGINKAN KAMPANYE YANG CERDAS DAN MENCERDASKAN

SELAIN paparan dari para narasumber dan pendapat dari pimpinan partai politik dan stakeholder di organisasi pemerintah daerah (OPD), dalam acara rapat evaluasi Kampanye Pemilu 2019 yang diadakan KPU Kabupaten Trenggalek di Hotel Hayam Wuruk pada Hari Selasa tanggal 30 Juli 2019 juga muncul masukan dari organisasi masyarakat sipil. Salah satunya adalah dari Aktivis lembaga pemberdayaan masyarakat di bidang Literasi yang bernama Quantum Litera Center (QLC). Melalui aktivisnya, Triesca Dewi Mutiara, QLC menyoroti kampanye yang kurang cerdas dan mencerdaskan. Hal itu terlihat dari sisi desain APK yang rata-rata monoton dalam hal desain dan kurang memberikan informasi yang lengkap tentang visi-misi calon. “Pada saat kampanye tatap muka hampir tak dilakukan karena katanya takut berbiaya, seharusnya alat peraga yang difasilitasi KPU dimanfaatkan dengan baik”, papar Triesca. Menurut Triesca, visi-misi dan progam sama sekali tidak bisa dilihat di alat peraga kampanye. Masing-masing hanya  terdiri dari angka, gambar, dan nama. “Visi-misi dan progam kemudian tak ada masyarakat yang tahu, sehingga kita mencoblos itu ya tak diberi informasi tentang apa yang membedakan antara satu calon dengan lainnya”, tambah Triesca. Ditambahkan oleh Trieska, ke depannya, bukan hanya KPU saja yang diharapkan memberika pelayanan maksimal dalam fasilitasi kampanye termasuk alat peraga kampanye. Tapi juga partai politik juga harus memberikan pelayanan informasi dengan desain-desain ‘content’ kampanye yan memberikan informasi yang lengkap pada masyarakat.  [Hupmas]


Selengkapnya
49

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN PILKADA 2020

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Jawa Timur tak mau meninggalkan perannya dalam melakukan supervisi terhadap kesiapan 19 KPU Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang akan melaksanakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota pada tahun 2020 nanti. Karena itulah, seluruh KPU Kabupaten/Kota yang sedang menyusun rencana kegiatan berbasis anggaran dalam Pilkada 2020 dikumpulkan di Hotel Bukit Daun, Kediri. Sebagai salah satu calon penyelenggara Pilkada 2020, tentua KPU Kabupaten Trenggalek juga menghadiri acara yang berlangsung pada Hari Selasa –Rabu, 16-18 Juli 2019 ini. Seluruh komisioner, sekretaris, dan kasubag perencanaan dan data hadir untuk mengikuti arahan dan mendiskusikan persoalan-persoalan yang dihadapi selama pengajuan anggaran hibah dari Pemerintah daerah. Rapat dibuka oleh Ketua KPU Propinsi Jawa Timur, Choirul Anam. Dalam sambutanya, Anam mengatakan bahwa dalam rapat ini akan dibahas tahapan-tahapan pilkada dan kebutuhan anggarannya secara terperinci. Ia menekankan pentingnya perencanaan kegiatan dan penganggarannya. Sehingga,  ia menghimbau kepada 19 KPU kabupaten/kota yang hadir untuk segera melakukan “review” kembali perencanaanya setelah mendapatkan arahan dari KPU Provinsi Jawa timur. ”Dengan begitu, semua komisioner kabupaten/kota memahami perencanaan strategisnya maupun operasionalnya”, imbuh Anam. [Hupmas]


Selengkapnya
99

PROFIL INDRA SETIAWAN, KOMISIONER KPU TRENGGALEK PERIODE 2019-2024

Salah satu komisioner di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek periode 2019-2024 yang dilantik pada tanggal 13 Juni 2019 lalu adalah Muhammad Indra Setiawan. Pria ini membidangi divisi Perencanaan dan Data. Pemilu bukan hal baru baginya karena ia punya berbagai pengalaman yang membuatnya bersentuhan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan Pemilu. Beberapa kali menjadi penyelenggara Pemilihan dijalaninya. Di tempat pemungutan suara (TPS) sudah, demikian juga penyelenggara di tingkat kecamatan, baik sebagai PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) maupun Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan). Ia juga pernah bergabung di Pemantau Independen di Jaringan Pemilih Pemilu Rakyat (JPPR) pada Pemilu 2004. Pada Pilkada 2010 ia juga terlibat dalam Survey perilaku pemilih bersama LP3ES. Bahkan ia juga pernah menjadi peliput  kegiatan-kegiatan Kepemiluan di Radio Komunitas bernama Samudra FM dalam kurun 2009-2010. Radio itu didirikan oleh sebuah organisasi masyarakat sipil bernama Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat (PAMA) di mana ia sebagai Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, HAM dan Demokrasi sejak tahun 2005. Sejak itu pula tak terhitung berbagai kegiatan pendampingan program pemberdayaan yang ia lakukan. Pria kelahiran Trenggalek pada 15 September 1983 ini memulai pendidikan dasarnya di MI Muhammadiyah Desa Dukuh Kecamatan Watulimo pada tahun 1989. Setelah lulus pada tahun 1995 ia melanjutkan pendidikan di MTs Putra Walisongo Ngabar Ponorogo, berlanjut di SMA di yayasan yang sama setelah itu. Keluar dari yayasan itu, ia melanjutkan pendidikan D-1 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada tahun 2001. Lalu melanjutkan pendidikan tinggi di fakultas Tarbiyah STAIN Tulungagung jurusan Bahasa Inggris, hingga lulus pada tahun 2005. Ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muhammadiyah Tulungagung, mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam, mulai tahun 2011 hingga tahun 2015. Pria yang juga pernah aktif di ormas pemuda Muhammadiyah ini sekarang tinggal di  RT/RW. 16/06, Petung, Ds. Margomulyo, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Begitu masuk ke lembaga penyelenggara pemilu tingkat kabupaten, sesuai tugas divisinya saat ini ia tengah disibukkan dengan perencanaan kegiatan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek. Ia punya tanggungjawab mengawal agar dana hibah dari Pemerintah Daerah bisa cair sebagaimana waktu yang diinginkan dan jumlahnya maksimal sesuai kebutuhan biaya yang dibutuhkan. [Hupmas]


Selengkapnya
82

PROFIL ISTATI’IN NAFIAH, KOMISIONER PEREMPUAN KPU TRENGGALEK PERIODE 2019-2024

Perempuan ini mengisi kuota perempuan di tubuh penyelenggara Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek setelah dua periode tidak ada komisioner perempuan di lembaga ini. Nama aslinya adalah Istati’in Nafiah, biasa dipanggil I’in. Ia berlatarbelakang seorang pendidik, demikian juga kuliahnya adalah jurusan kependidikan (tarbiyah) di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung. Di luar kegiatannya mengajar anak-anak sekolah dasar, baik di SDN Negeri Desa Duren maupun SD Inovatif di bawah Yayasan milik Organisasi Muhammadiyah, ia juga tak pernah absen sebagai penyelenggara Pemilu.  Pernah menjadi penyelenggara di tingkat Desa, juga pernah di tingkat kecamatan. Maka tiba takdir bagi I’in untuk naik ke lembaga penyelenggara tingkat lebih atas, tingkat kabupaten (KPU Kabupaten Trenggalek), setelah melalui serangkaian tes yang melelahkan selama lebih dari satu bulan. Dalam rapat Pleno oleh lima orang komisioner terpilih pada tanggal 13 Juni 2019, ia dipercaya menempati divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Saat ini, perempuan lembut ini beralamat di RT/RW. 007/002, Desa Gondang, Kecamatan  Tugu, Kabupaten  Trenggalek bersama suami dan dua orang anaknya. Ia lahir pada tanggal 06 April 1984, merupakan anak bungsu dari pasangan Choiri dan Sri Astutik. Choiri adalah seorang guru agama yang saat ini sudah pensiun. Sedangkan Sri Astutik adalah seorang ibu rumah tangga. Sebelum memasuki dunia perguruan tinggi, I’in memulai sekolah di MI Qomarul Hidayah Tugu pada tahun 1990. Lulus MI  pada tahun 1996 ia langsung melanjutkan di SMP pada yayasan yang sama. Bahkan SMA juga dijalaninya di sekolah dan yayasan yang sama. Waktu kuliah ia aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam di kampusnya, hingga ia menjadi Ketua Korp HMI Putri Cabang Tulungagung pada 2007-2008. Pengalaman organisasi inilah yang membuatnya juga tak hanya mengajar di sekolah ketika pulang di kampungnya. Selain mengajar, ia juga pernah ikut tenaga pendamping desa bentukan Pemda Trenggalek pada tahun 2011-2014. Ia juga menjadi pengurus kelompok tani wanita di kampungnya. Pengalaman diorganisasi dan kegiatan penyelenggaraan pemilu mulai desa higga kecamatan menjadi modal baginya untuk mengawal teknis penyelenggaraan Pemilu mulai Pilkada 2020 di Kabupaten Trenggalek, Pilkada 2023 Jawa Timur, hingga nantinya Pemilu nasional 2024. [Hupmas]


Selengkapnya