Berita Terkini

52

KPU TRENGGALEK ADAKAN SOSIALISASI TATA CARA PENGHITUNGAN KURSI

Kamis, 04 Juli 2019. Bertempat di Aula Hotel Hayam Wuruk, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengadakan acara sosialisasi tata cara Penghitungan dan Penetapan Kursi  dan Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah Kabupaten/Kota. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dan pimpinan partai politik di Kabupaten Trenggalek, organisasi pemerintah daerah terkait, pimpinan organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, dan jurnalis. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait aturan penghitungan kursi dan penetapan calon terpilih dalam Pemilihan Umum anggota legislatif tingkat kabupaten tahun 2019 ini. Dalam sambutanya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi  mengatakan bahwa acara ini dilakukan karena KPU Kabupaten Trenggalek harus melakukan sosialisasi terkait penghitungan kursi agar masyarakat dan pihak terkait paham aturannya. Gembong menambahkan bahwa KPU Kabupaten Trenggalek belum bisa menetapkan calon terpilih karena di Trenggalek masih ada gugatan terkait perolehan hasil yang akan disidang di Mahkamah Konstitusi. “Jadi, nantinya penetapan akan dilakukan setelah selesai sidang di MK”, paparnya. Selesai sambutan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, acara inti berupa sosialisasi langsung dipandu oleh Istatiin Nafiah, Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Acara berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB. Partai politik yang ada di Trenggalek tentunya akan menunggu penetapan calon terpilih. Di Trenggalek, partai-partai politik yang telah berkontestasi dalam Pemilu 2019 untuk Pemilu Legislatif tingkat Kabupaten memperebutkan  sejumlah 45 kursi di DPRD Kabupaten. [Hupmas]


Selengkapnya
53

RAPAT PLENO MINGGUAN KPU TRENGGALEK AWAL JULI

Awal Juli tahun 2019 ini akan menjadi waktu-waktu penting bagi KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam waktu dekat, KPU Kabupaten Trenggalek kemungkinan akan menghadapi sidang Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) terkait gugatan hasil Pemilu Legeslatif DPRD Trenggalek. Selain itu, juga melakukan kordinasi intensif terkait anggaran Pilkada 2020. Ada lagi upaya mencari kantor baru untuk KPU Trenggalek  karena kantor yang sudah ada tidak layak. Serta, pengelolaan logistik karena kotak suara aluminium yang sejak tahun 2004 harus dihapus dengan cara dilelang karena barang tersebut kesulitan penyimpanannya. Karena itulah, hari ini (Senin, 01/07/2019), KPU Kabupaten Trenggalek mengadakan rapat pleno mingguan. Rapat yang dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi ini dihadiri oleh Komisioner, sekretaris, bendahara, dan para kasubag. [Hupmas]


Selengkapnya
55

PERSIAPKAN PILKADA 2020, KPU TRENGGALEK KORDINASI ANGGARAN BERSAMA PEMKAB

Jelang Pilkada 2020, KPU Kabupaten Trenggalek mulai melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek terkait anggaran. Dimulai dengan rapat penyusunan standar harga honorarium dan uang pembinaan bersama Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Trenggalek, Ramelan. Rakor yang berlangsung pada Jumat (28/06) pukul 08.30 WIB ini juga turut dihadiri pejabat terkait dari OPD lain, di antaranya Kemenag, Dinas Sosial, Sekretariat DPRD, Bawaslu, Bakesbangpol, serta Dinas Kesehatan.  Rakor dilaksanakan di Ruang Rapat Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Dalam rakor ini, KPU Kabupaten Trenggalek menghadirkan Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Muhammad Indra Setiawan dan Kasubbag Program dan Data Yuyun Dwi Puspitasari. Standar harga honorarium yang diajukan ke Pemerintah Kabupaten Trenggalek di antaranya honor kelompok kerja KPU, honor PPK, PPS, KPPS, serta PPDP/Pantarlih. “Anggaran honor yang kami ajukan telah mengacu pada Surat Menkeu Nomor S-118/MK.02/2016 perihal penetapan standar biaya honorarium Pemilu dan Pilkada. Sehingga sudah ada payung hukum yang sah. Sementara itu, untuk standar jenis pokja kami mengaju pada Keputusan KPU,” ucap Yuyun dalam rapat tersebut. Mendengar informasi itu, Ramelan mengutarakan persetujuannya akan standar honorarium tersebut. Namun demikian ia menyampaikan bahwa yang berhak menilai besaran anggaran untuk honorarium ini adalah Bakeuda Kabupaten Trenggalek. [Hupmas]


Selengkapnya
72

JUMAT SEHAT, KELUARGA KPU TRENGGALEK NAIK KE LEMBAH GUNUNG LINGGA

Trenggalek, Jumat, 28 Juni 2019.  Sudah direncanakan sebelumnya bahwa pada pagi hari itu para komisioner dan pegawai KPU Kabupaten Trenggalek akan berwisata dan berolahraga di Tempat Wisata Tebing Linggo (WTL). Spot wisata ini berupa hamparan tanah yang terdiri dari taman yang terletak di samping Gunung Linggo yang terletak di Desa Nglebo kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Gunung Linggo adalah gunung yang bentuknya tegak menjulang, dengan tebing yang bahkan tidak ada kemiringan. Di bawahnya mengalir sungai dan terdapat batu-batu besar di sisi timur. Sedang di timurnya lagi adalah hamparan tanah yang seperti dipisahkan dari gunung Lingga oleh sungai ini. Dan disampingnya lagi ada hamparan sawah dan perbukitan kecil dengan sungai-sungai kecil yang mengalir memberi asupan pada pohon-pohon hingga suasana tampak hijau meskipun sedang berada pada musim kering. Praktis, di hamparan tanah yang disulap oleh Kelompok Sadar Wisata Desa Nglebo menjadi taman inilah orang akan berdatangan. Sebab dari sinilah pemandangan alam yang indah bisa dinikmati. Keadatangan orang-orang KPU Trenggalek bisa dikatakan wisata karena mereka disajikan panorama alam, tempat bermain, tempat bernyanyi dengan iringan karaoke, serta wisata kuliner. Juga bisa dikatakan olahraga karena untuk mencapai spot ini, para pengunjung memang harus jalan kaki sekitar limaratus meter setelah kendaraan di parkir. Jalan sehat naik turun inilah yang juga menjadi bagian dari yang diinginkan pengunjung, termasuk rombongan dari KPU Trenggalek. Inisiatif memilih tempat ini datang dari Nurani, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek. Alasannya adalah karena sudah lama sejak menjalankan tahapan Pemilu Serentak 2019, tidak pernah ada lagi acara jalan sehat. “Untuk merefreshing pikiran, agar pikira segar kembali sekaligus hati gembira riang”, tegas Nurani. Tawaran itu memang langsung disetujui oleh semua warga KPU Kabupaten Trenggalek. Hari itu mereka benar-benar bisa merefresh pikiran dan hatinya. Agenda  Jumat Sehat akan kembali diaktifkan untuk minggu-minggu berikutnya.   [Hupmas]


Selengkapnya
63

KOMISIONER KPU TRENGGALEK YANG BARU KORDINASI DENGAN PIMPINAN FORKOPIMDA

Dalam rangka memulai kegiatan sebagai komisioner periode baru (2019-2024) dan membicarakan kegiatan-kegiatan terkait Pemilu di Trenggalek ke depannya, Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek melakukan kordinasi dengan Bupati dan pimpinan Forkopimda di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu kemarin (26/06/2019). Rapat kordinasi memang sudah menjadi salah satu agenda yang direncanakan oleh kelima komisioner KPU Kabupaten Trenggalek dalam rapat pleno perdana. Rapat kordinasi ini bertujuan untuk memperkenalkan wajah-wajah komisioner periode 2019-2024 pada para pimpinan daerah trenggalek, serta mempererat tali silaturahmi dan hubungan yang baik dalam rangka untuk memperlancar kegiatan-kegiatan penyelenggaraan Pemilihan ke depannya, termasuk Pilkada 2020 yang akan segera terjelang. Acara kordinasi ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin, Kapolres Trenggalek, Komandan Kodim, Ketua DPRD, dan didampingi oleh Kepala Kesbangpol Trenggalek. Acara rakor ini dilaksanakan di runag Paringgitan Pendopo Kabupaten Trenggalek, mulai pukul 03.15. [Hupmas]


Selengkapnya
54

KPU TRENGGALEK ADAKAN EVALUASI PARTISIPASI MASYARAKAT

 Pada hari Rabu kemarin (26/06/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengadakan acara Evaluasi Partisipasi Masyarakat dalam Pemilu 2019. Acara dilaksanakan di aula Hotel Hayamwuruk Trenggalek mulai pukul 14.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan sosialisasi, pendidikan pemilih, dan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu Serentak tahun 2019 yang berpuncak pada tanggal 17 April2019 lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh semua komisioner KPU Kabupaten Trenggalek dan para undangan yang berjumlah seratus orang, terdiri dari para perwakilan  organisasi masyarakat, organisasi pemuda, perempuan, organisasi sekolah, dinas pendidikan, kampus, perwakilan relawan demokrasi, dan jurnalis. Hadir pula dalam acara ini Kepala Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek, Widarsono. Dalam paparannya, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani memaparkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019. Secara khusus, dipaparkan bahwa tingkat partisipasi kehadiran pemilih di TPS  rata-rata mencapai 80%. “Hal ini meningkat sekitar 12% dibanding partisipasi pemilih pada Pilgub Jatim 2018 yang hanya mencapai 68%”,  tegasnya. Nurani menambahkan penjelasan terkait prinsip partisipasi dalam pemilu. Menurutnya, partisipasi harus dilihat bukan hanya secara kuantitas saja. Tapi juga harus ditingkatkan pula kualitas partisipasi pemilih. “Jika pemilih yang hadir di TPS banyak, tetapi kualitas pemilih itu buruk misalnya hanya mau milih karena uang atau pemilih yang tidak cerdas, maka kita perlu meningkatkan kualitas pemilih ini ke depannya”, papar pria berkepala plontos ini. [Hupmas]


Selengkapnya