Berita Terkini

42

KPU TRENGGALEK DAN KPU PENYELENGGARA PEMILIHAN 2020 DIMINTA PERSIAPKAN PEMUTAKHIRAN DATA SEJAK AWAL

Hari kedua rapat kordinasi Pemutakhiran Data Pemilih dan Digitalisasi Data yang diikuti oleh KPU Kabupaten Trenggalek bersama KPU Kabupaten/Kota dari 19 yang menyeleggarakan Pemilihan tahun 2020 diisi dengan materi tentang persiapa Pemutakhiran data Pemilih. Pematerinya langsung dari KPU RI, yaitu Andrik dari Kabag Pengelola Data dan Informasi KPU RI, Andrik. Acara yang digelar di Aula KPU Propinsi Jawa Timur pada tanggal 05 Februari 2020 pagi ini memberikan banyak informasi dan motivasi terkait dengan persiapan pemutakhiran data pemilih yang akan dilakukan akhir Maret depan. Andri mengingatkan bahwa persiapannya harus dilakukan mulai sekarang. Ia menegaskan bahwa KPU kabupaten/kota harus mengidentifikasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) pada pemilu sebelumnya. “Nama-nama dengan elemen data yang lengkap, terutama NIK, harus dimasukkan ke TPS masing-masing”, tegasnya. Ia juga mengatakan bahwa nama-nama pemilih tersebut akan bisa dimasukan di Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) jika elemen datanya sudah lengkap. Kuncinya adalah NIK, selebihnya bisa ditanyakan di Disdukcapil. “Sebab kalau tidak ada NIK-nya, jangan harap Disdukcapil mau memproses”, tambahnya. Andri juga mengingatkan tentang pentingnya kerja riil patugas pemutakhiran data pemilih yang melakukan coklit. Ia berharap bimbingan teknis terhadap petugas tersebut maksimal. “Pastikan jangan disenter di belakang meja, harus masuk dari rumah ke rumah dan sensus orang per orang”, pesannya. Selain itu, pegawai di KPU RI itu juga memaparkan tentang aplikasi baru KPU yang bermama “Open Data”. Aplikasi tersebut untuk menyimpan data pemilu dan pemilihan. Seluruh KPU kota/kabupaten diminta untuk menyiapkann diri dengan peluncuran aplikasi tersebut. [Meris]


Selengkapnya
44

KPU TRENGGALEK HADIRI RAPAT PERSIAPAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH

Hari ini (Selasa, 04/02/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek menghadiri rapat kordinasi Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Digitalisasi Data Pemilihan  Serentak tahun 2020. Acara dilaksanakan di aula KPU Propinsi Jawa Timur  Menurut Soeharto, Plt Sekretaris KPU Propinsi Jawa Timur, acara ini bertujuan untuk mempersiapkan proses pemutakhiran data pemilih pada Pemilihan Serentak tahun 2020 yang prosesnya sudah mulai sejak KPU RI menerima data penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri pada 23 Januari lalu. "Hingga pengumuman penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) nanti, banyak proses yang kita lakukan", kata Totok, panggilan Soeharto.  Acara pembukaan rakor kali ini sangat istimewa karena Ketua KPU RI Arif Budiman hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Arif memberikan motivasi pada seluruh peserta rapat yang hadir, yaitu Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Divisi Parmas dan SDM, Kasubag Program dan Data, serta operator Data dari 19 KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan. Ketua KPU RI juga menekankan bahwa Data  Pemilih merupakan "core  business" (urusan utama) dalam Pemilihan. "Karena ini adalah urusan utama, kita harus kerjakan secara serius penuh profesionalitas dan integritas", tambahnya.  Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis, 04-06 Februari 2020. Setelah sambutan ketua KPU, acara ini akan dilanjutkan dengan pengarahan umum, selanjutnya akan diteruskan dengan pembahasan tentang pemutakhiran data pemilih dan proses rekrutmen PPK dan PPS. [Zamz].


Selengkapnya
45

KPU PROVINSI INGATKAN SOSIALISASI HARUS TETAP JALAN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur mengingatkan bahwa kegiatan sosialisasi harus tetap jalan meskipun KPU kabupaten/kota juga sedang berada pada tahapan rekrutmen panitia ad hoc tingkat kecamatan dan akan dilanjut pembentukan panitia ad hoc tingkat desa. Hal itu disampaikan oleh Gogot Cahyo Baskoro, Komisioner KPU Jawa Timur Divisi Sosilisasi dan Partisipasi Masyarakat dalam acara Rapat Kordinasi Persiapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Digitalisasi Data di Aula KPU Propinsi Jawa Timur, Selasa tanggal 04 Februari 2020. Gogot mengingatkan, KPU Kabupaten/Kota harus bisa membagi waktu antara kegiatan rekrutmen badan ad hoc dan kegiatan sosialisasi-pendidikan pemilih. “Jangan tinggalkan kegiatan sosialisasi, karena kalau dilakukan di akhir-akhir setelah pembentukan ad hoc, nanti akan ‘drandapan’ karena saya tahu banyak desain kegiatan sosialisasi yang sudah direncanakan kawan-kawan”, tegasnya. Saat ini, mulai 15 Januari 2020 lalu, KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan memang sedang disibukkan dengan tahapan PPK yang akan dilantik pada tanggal 29 Februari 2020. Sebelum PPK dilantik, KPU juga harus membentuk PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang akan berakhir pada akhir Maret 2020. “Jika selama itu kegiatan sosialisasi ditinggalkan, maka akan kehilangan banyak waktu”, tambah Gogot. Dalam rapat kordinasi yang mengundang Divisi Perecanaan, Data dan Informasi maupun Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia dari KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pemilihan ini, Gogot juga mengingatkan bahwa KPU Kabupaten/Kota juga akan melaksanakan kegiatan launching bagi yang belum melakukan. [Zamz]


Selengkapnya
49

APEL AWAL FEBRUARI KETUA KPU TRENGGALEK SAMPAIKAN PESAN KEPADA STAF JAJARANNYA

Senin (03/02/2020) KPU Kabupaten Trenggalek melakukan apel pagi rutin. Apel pagi ini dilakukan di halaman KPU Kabupaten Trenggalek diikuti Komisioner dan Staf Sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Gembong Derita Hadi selaku Ketua KPU Kabupaten Trenggalek bertugas sebagai inspektur apel pada pagi ini. Apel dimulai pukul 07.30 WIB di awali dengan penghormatan kepada inspektur dilanjut amanat yang disampaikan inspektur upacara. Dalam kesempatan kali ini, Gembong menyampaikan beberapa hal yang cukup penting diantaranya yaitu meminta kepada seluruh staf untuk selalu mempunyai integritas tinggi dalam menjalankan pekerjaan Lembaga. Selain itu, ia juga berharap agar seluruh staf menjaga stamina agar tetap prima karena setelah tahapan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) masih ada perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang jumlahnya lebih banyak mengingat PPS sendiri merupaka badan ad-hoc tingkat desa. “Di Trenggalek ada 157 Desa yang akan kita rekrut nantinya, dengan personil 3 orang per desa, berarti itu jumlahnya berkali lipat dari PPK”, imbuhnya.  “Selain hal tersebut saya minta kepada seluruh anggota KPU Trenggalek dan sekertariat untuk tetap menjaga loyalitas dan komitmen dalam pelayanan masyarakat. Apalagi kita sedang disorot karena Pemilihan Bupati ini. Kita harus berusaha menumbuhkan kepercayaan masyarakat agar Pemilihan 2020 ini berjalan dengan lancar”, tutup Gembong. [Meris]


Selengkapnya
50

10 BESAR CALON ANGGOTA PPK TIAP-TIAP KECAMATAN DIUMUMKAN

 Setelah menjalani tes tulis pada tanggal 30 Januari 2020 lalu, para peserta yang mendaftar calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trengalek 2020 semakin mengerucut. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek sudah memilih dan menetapkan 10 besar calon anggota PPK untuk masing-masing kecamatan. Sepuluh orang nama calon anggota PPK untuk tiap kecamatan itu ditetapkan dalam rapat Pleno yang dilakukan pada hari Minggu tanggal 02 Februari 2020 di kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Sebagaimana jadwal yang sudah ditetapkan KPU RI, nama-nama itu harus sudah diumumkan pada tanggal 03 Februari 2020 hingga tanggal 05 Februari 2020. Pengumuman dilakukan di kantor-kantor kecamatan, papan pengumuman KPU Kabupaten Trenggalek, dan website KPU Kabupaten Trenggalek. Sebagaimana dikatakan Nurani, Divisi yang membidangi sumber daya manusia di KPU Kabupaten Trenggalek, nama-nama 10 besar dari masing-masing kecamatan akan menjalani tes wawancara atau “fit and proper test” mulai tanggal 08-10 Februari 2020. “Dari situlah nanti KPU akan mengurutkan dari nomor 1 hingga 10 berdasarkan penilaian, dan nomor 1 hingga 5 akan menjadi PPK terpilih, itupun jika di masa tanggapan masyarakat tak ada temuan atau laporan yang menghambat mereka”, tegas Nurani. Ditambahkan oleh pria berkepala plonthos ini bahwa PPK terpilih nantinya akan dilantik pada tanggal 29 Februari 2020. Mereka akan bekerja selama sembilan bulan, mulai Maret hingga November 2020. [Zamz]


Selengkapnya
44

PARTISIPASI PENDAFTAR PPK DI TRENGGALEK MENINGKAT PESAT DIBANDING PEMILIHAN SEBELUMNYA

Ada hal yang menggembirakan dari hasil proses pendaftaran calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020 ini. Salah satunya adalah peningkatan partisipasi pendaftar yang meningkat pesat dibanding pendaftar pada Pemilihan sebelumnya. Hal itu dikatakan oleh Nurani, Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek, setelah menyelesaikan rapat Pleno penetapan 10 besar anggota PPK di ruang Media Center KPU Kabupaten Trenggalek pada hari Minggu (02/02/2020). Nurani menguraikan, jumlah pendaftar kali ini ada 368 orang, dengan rincian jumlah pendaftar laki-laki ada 245 dan perempuan ada 123. Jumlah ini meningkat 111 orang karena pada rekrutmen PPK sebelumnya ada 257 pendaftar saja. “Yang dimaksud rekrutmen sebelumnya adalah yang dilakukan pada Pemilihan Gubernur Jatim 2018 karena untuk Pemilu 2029 tidak ada rekrutmen lagi”, imbuh Nurani. Menurut Nurani, ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan partisipasi pendaftar PPK kali ini. Pertama, sosialisasi yang relatif baik baik melalui pemasangan baliho dan spanduk di tiap kecamatan serta di media massa. Kedua, minat generasi muda terutama para pemula untuk berpartisipasi jadi penyelenggara tinggi karena tingkat kerumitan Pemilihan kali ini tidak serumit Pemilu 2019 lalu. Ketiga, karena para pendaftar rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang tidak lolos berbondong-bondong mendaftar ke PPK. Nurani juga melihat adanya faktor pembatasan periodisasi jabatan penyelenggara ad hoc. Pembatasan itu membuat sebagian besar warga yang sudah berkali-kali menjadi anggota PPS (Panitia Pemungutan Suara) tidak bisa mendaftar lagi dalam rekrutmen PPS mendatang, sehingga mereka mendaftar sebagai calon anggota PPK agar masih bisa terlibat dalam penyelenggaraan Pemilihan di wilayahnya. “Warga yang partisipatif ini ingin terus teribat aktif dalam penyelenggaraan Pemilihan, ini adalah hal yang bagus”, tegas Nurani. Dijelaskan oleh Nurani bahwa peningkatan partisipasi di pendaftaran panitia ad hoc adalah hal yang menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat pemilihan sudah terlihat baik. Sebab, partisipasi itu bukan hanya menyoblos, tetapi juga terlibat sebagai panitia. Selain itu, imbuhnya, banyaknya warga yang berbondong-bondong untuk mendaftar, artinya sosialisasi yang dilakukan KPU sudah berhasil. “Artinya, sudah banyak warga yang tahu bahwa kita sedang pada proses pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 ini”, imbuh Nurani. [Zamz]


Selengkapnya