Berita Terkini

44

INILAH UPAYA KPU TRENGGALEK UNTUK MELAKUKAN REFORMASI BIROKRASI

TRENGGALEK — Dalam rapat kordinasi Tim Reformasi Birokrasi yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek pada hari Selasa tanggal 29 Juni 2021, juga ditegaskan bahwa KPU kabupaten Trenggalek ingin serius untuk menjalankan aksi Reformasi Birokrasi guna mewujudkan birokrasi yang profesional, bersih, dan memberikan layanan prima pada masyarakat sebagai lembaga publik. Sebagaimana dijelaskan oleh Nurani selaku Divisi yang membidangi Sumber Daya Manusia (SDM) di KPU kabupaten Trenggalek, Tim Reformasi Birokrasi tak harus hanya jadi “macan kertas” alias hanya sekedar memenuhi laporan yang bersifat administratif yang akan disetor di KPU RI. Ia juga berharap bahwa semua rencana aksi yang sudah tertera dalam Juknis KPU RI Nomor 314 Tahun 2021 juga dilaksanakan dan disusun jadwalnya. “Apa-apa indicator keberhasilan yang sudah tertera dalam Juknis, mari kita capai bersama, benar-benar ada aksi dan bukan hanya formalitas dokumen saja”, tegasnya. Nurani kembali menguraikan apa saja yang sudah dilakukan KPU kabupaten Trenggalek untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi. Pertama, KPU Kabupaten Trenggalek sudah punya Tim Reformasi Birokrasi (RB) yang terdiri dari pengarah (para komisioner KPU Kabupaten Trenggalek) dan Tim Pelaksana yang diketuai oleh Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek. Ketua Tim membawahi dan mengordinir Tim di tiap-tiap area perubahan. Disamping itu juga ada Tim Agen Perubahan yang terdiri dari sekretaris dan para kasubag atau sub-kordinator. Tim Pelaksana terbagi dalam 8 tim, di antaranya adalah: a) Tim Manajemen Perubahan; b) Tim Penataan Peraturan Perundangan/Deregulasi Kebijakan; c) Tim Penguatan Organisasi/Kelembagaan; d) Tim Penataan Tata Laksana; e) Tim Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia; f) Tim Penguatan Akuntabilitas; g) Tim Pengawasan; dan h) Tim Pelayanan Publik. Kedua, KPU Kabupaten Trenggalek sudah punya rencana aksi yang berpijak pada kegiatan, sub kegiatan, dan indicator keberhasilan yang sudah digariskan oleh petunjuk teknis. “Jadi, apa-apa kegiatan-kegiatan yang belum kita lakukan harus kita jalankan dengan ada output yang mengacu pada indicator yang sudah digariskan”, papar pria berkepala plontos ini. Ketiga, juga ada evaluasi internal yang personilnya juga sudah tersedia. Tiap tim pelaksana di delapan area perubahan, tutur Nurani, ada asesor atau penilai. Penilaian dan evaluasi dilakukan dengan mengacu pada Lembar Kerja Evaluasi (LKE) yang juga sudah terkampir dalam Juknis. “Harapannya, dari penilaian tersebut kita dapat skor yang tinggi, dan tentu saja bukti outputnya juga ada, tidak sekedar ngisi nilai tanpa bukti”, imbuh Nurani. Beberapa hal itulah yang diyakini bersama bisa menjadi modal untuk mewujudkan reformasi birokrasi yang benar-benar terencana dan terukur. Tujuannya adalah menghasilkan kinerja bagus ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi (lingkup RI) di mana sumbangan pelaksanaan satker tingkat propinsi dan kabupaten juga termasuk di dalamnya. [Gung]


Selengkapnya
64

LAKUKAN INOVASI DATA PEMILIH BERKELANJUTAN, KPU TRENGGALEK SIMULASIKAN APLIKASI PDPB ONLINE

TRENGGALEK— Dalam rapat kordinasi antara Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek dengan para stakeholder yang berlangsung di Medua Center KPU Kabupaten Trenggalek pada Hari Senin (28/06/2021) lalu, KPU Kabupaten Trenggalek juga memperkenalkan salah satu inovasi untuk mempermudah proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Sebagaimana dipaparkan oleh Muhammad Indra Setiawan selaku Kordinator Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, aplikasi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memutakhirkan data pemilih secara mandiri melalui aplikasi berbasis web yang ‘gadget friendly’. Aplikasi ini juga menyatu dalam website KPU Kabupaten Trenggalek. Masyarakat dapat mengakses PDPB melalui alamat link https://cekdatamu.kpu-trenggalekkab.go.id. "Aplikasi ini mudah dan sudah dilengkapi informasi serta hal-hal yang harus dilakukan masyarakat,” tutur Indra. Indra berharap nantinya aplikasi ini dapat memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas data pemilih dan juga transparansi kegiatan pemutakhiran. Dalam paparannya Indra juga menyampaikan kondisi dan jumlah data pemutakhiran data berkelanjutan bulan April dan Mei 2021 di Kabupaten Trenggalek. Di tengah acara, Rudi Susanto selaku pengembang aplikasi yang juga Operator Sidalih menambahkan keamanan berlapis telah disematkan pada aplikasi dimaksud. Sehingga diharapkan keamanan data pemilih terjamin. Pengembangan aplikasi data pemilih telah memasuki volume keempat yang mana dari masa ke masa mengalami perbaikan dan penambahan fitur-fitur. Menanggapi inovasi ini, Suprapti, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Trenggalek juga mengapresiasi aplikasi yang diciptakan KPU Trenggalek ini. Ia akan membantu menyosialisasikan aplikasi ini melalui media daring Disdukcapil. [Yun]


Selengkapnya
45

KPU TRENGGALEK GELAR RAKOR PDPB TRIWULAN II

TRENGGALEK— Pada hari Senin (28/06/2021) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2021. Acara dilaksanakan tatap muka di Media Center KPU Kabupaten Trenggalek dengan menggunakan protocol kesehatan. Rakor ini dilaksanakan bersama Bawaslu Trenggalek serta stakeholder terkait, diantaranya Bawaslu, Kodim 0806, Polres, Disdukcapil, Cabdin Pendidikan, Kemenag, PN, DPMD, Kantor Kesbangpol dan seluruh parpol di Kabupaten Trenggalek. Acara dimulai pada pukul 13.30 WIB. Dalam sambutannya, Gembong Derita Hadi Ketua KPU Kabupaten Trenggalek menyampaikan bahwa pemutakhiran data pemilih ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 dan merupakan data awal dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Gembong juga menyatakan pentingnya data pemilih dan segenap permasalahannya diketahui bersama agar terdapat solusi nyata bagi kualitas Pemilu nantinya. “KPU ingin memperbaiki kualitas data sejak dini agar bisa menjamin pemilih bisa masuk data dan data yang dibuat valid dan mutakhir terus”, tegas Gembong. Sedangkan Koordinator Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Muhammad Indra Setiawan mengungkapkan pentingnya masyarakat Trenggalek mulai lebih aktif memahami aktivitas pemutakhiran daftar pemilih karena saat ini KPU RI mulai menerapkan pendaftaran pemilih secara berkelanjutan sebagaimana diatur UU 7 Tahun 2017. Ia juga menyampaikan bahwa KPU Trenggalek telah berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memutakhirkan data pemilih secara mandiri melalui aplikasi berbasis web yang ‘gadget friendly’. Aplikasi ini juga menyatu dalam website KPU Kabupaten Trenggalek. Masyarakat dapat mengakses PDPB melalui alamat link https://cekdatamu.kpu-trenggalekkab.go.id. Para stakeholder juga memberikan masukannya terkait dengan pelaksanaan data pemilih berkelanjutan ini. Dalam forum ini, Kerua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek, Ahmad Rokhani menegaskan pentingnya daftar pemilih dalam sebuah Pemilu. Ia menceritakan bagaimana sebuah Pemilu dapat disengketakan dan bahkan diulang seluruhnya jika dalam pemutakhiran daftar pemilih terjadi malpraktek. Ia juga mengharapkan kerjasama semua pihak agar proses pemutakhiran data berjalan secara lancar. Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Trenggalek Suprapti juga menyatakan dukungannya terhadap proses pemutakhiran data pemilih. Meski demikian, ia juga menyampaikan regulasi yang mengatur tentang data-data penduduk di lembaganya. Terkait data kependudukan Suprapti bertutur, “Saya tidak pernah memerintahkan mereka [Kepala Desa, red] untuk melarang memberikan data kematian. Malah saya juga minta, harusnya tidak ada penolakan. Jadi kalau njenengan minta data meninggal, tidak apa-apa”. [Yun]


Selengkapnya
51

JUMAT BERSIH, KPU TRENGGALEK BERSIHKAN GUDANG LOGISTIK

TRENGGALEK— Kebersihan adalah bagian dari iman. Itulah prinsip yang dipegang oleh KPU Kabupaten Trenggalek. Sebagai wujudnya, pada hari Jumat, tanggal 25 Juni 2021, KPU Kabupaten Trenggalek mengadakan Kerja Bakti di Gudang KPU yang berada di sebelah timur Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini melibatkan seluruh personel KPU Kabupaten Trenggalek, baik Komisioner maupun dari jajaran Sekretariat. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 11.00 WIB. Kerja bakti dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sekitar Gudang. Kegiatan kerja bakti diawali dengan membersihkan dalam gudang, membuang sampah-sampah, dan juga membersihkan halaman gudang yang banyak ditumbuhi rumput ilalang. Selain itu juga selokan sekitar juga dibersihkan, agar tidak menyebabkan genangan air yang dapat menjadi sarang nyamuk. Menurut Sekretaris KPU kabupaten Trenggalek Wiratno, kegiatan kerja bakti selain juga menjaga kebersihan dan kesehatan juga menumbuhkan semangat kegotongroyongan dan kesetiakawanan. Wiratno menambahkan bahwa seberat apapun pekerjaan yang dilakukan akan terasa ringan apabila terdapat jiwa gotong royong, dan kerjasama yang baik. “Kerja bakti selain menjadi bersih, dan sehat, juga wujud dari jiwa setia kawan, gotong royong, yang itu sangat penting dalam pelaksanaan tugas apapun, tanpa kerjasama yang baik, mustahil pekerjaan dapat selesai, karena yang dibutuhkan adalah team work yang baik, bukan hanya individual... “, ujar Wiratno. Ia juga berharap kegiatan Jumat Bersih dapat dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, sehingga dapat mewujudkan kebersihan, kesehatan, dan juga kekompakan. [Woro]


Selengkapnya
45

KPU TRENGGALEK ADAKAN RAKOR BAKOHUMAS DAN PENDIDIKAN PEMILIH

TRENGGALEK — Dalam rangka mempersiapkan kualitas Pemilu dan Pemilihan tahun 2024, pada Hari Kamis (24/06/2021) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek melakukan rapat kordinasi dan Pendidikan pemilih di Kecamatan Trenggalek. Acara dilaksanakan di Aula Rumah Pintar Pemilu ‘Vote’ KPU Kabupaten Trenggalek dengan mematuhi protokol kesehatan. Dalam acara ini, KPU mengundang simpul-simpul massa dari komunitas dan LSM, wartawan, perwakilan mahasiswa dan perguruan tinggi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Trenggalek, Kepolisian (Polres Trenggalek), dan dinas-dinas terkait seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), dan Lembaga-lembaga terkait. Acara dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi mulai pukul 09.00 WIB. Dalam sambutannya, Gembong menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya Pemilu/Pemilihan dalam kehidupan masyarakat dan juga untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif pencegahan terjadinya pelanggaran Pemilu/Pemilihan. Gembong menambahkan bahwa kendala-kendala yang terjadi dan juga pelanggaran selama Pemilihan Serentak Tahun 2020 yang lalu agar tidak terjadi lagi di Pemilu Tahun 2024 dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 mendatang. Gembong berharap agar penyelenggaraan Pemilu/Pemilihan Tahun 2024 lebih baik, lebih berintegritas dan diharapkan tidak ada lagi pelanggaran. Memasuki acara inti, acara dipandu oleh Nurani selaku kordinator Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Trenggalek. Acara rapat kordinasi dimulai dengan penyampaian informasi dari Nurani dan menghadirkan pemantik diskusi yaitu Edif Hayunan Siswanto, S. Sos , M. Si, Kepala Dinas Konunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek dan Edi Iswahyudi, Kepala Bagian Hukum Kepolisian Resort Trenggalek. Dalam paparannya Nurani menyampaikan bahwa KPU se-Indonesia tengah mempersiapkan bagaimana caranya agar Pemilihan dan Pemilu tahun 2024 bisa diisi dengan kegiatan-kegiatan sosialisasi dan peningkatan kesadaran masyarakat atau calon pemilih. Dalam hal ini disampaikan bahwa sebelum memasuki tahapan Pemilu/Pemilihan yang akan mulai pada tahun 1922, KPU Kabupaten Trenggalek juga sudah mendesain kegiatan Pendidikan pemilih di beberapa titik berbasis kecamatan. Pendidikan Pemilih ini akan dilakukan di kecamatan yang pada Pemilihan sebelumnya memiliki partisipasi rendah, kecamatan yang punya potensi pelanggaran hukum tinggi dan kecamatan yang potensi terjadi konflik dan bencana. Selanjutnya, juga disampaikan bahwa KPU RI juga melakukan Pendidikan pemilih berkesinambungan dalam bentuk kegiatan Desa Peduli Pemilu/Pemilihan. Tetapi, kata Nurani, program ini tahun 2021 baru menjadi pilot project yang hanya akan dipilih satu desa untuk tiap propinsi. Selanjutnya, sebelum memasuki acara diskusi, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek Edib Hayunan menyampiakan pemaparan tentang Kehumasan dan Badan Kordinasi Kehumasan. Edif menyampaikan bahwa Bakohumas sangat penting bagi lebaga publik dan kordinasi kehumasan memang sangat diperlukan. Lebih lanjut Edif mengatakan bahwa citra positif lembaga dapat terbentuk melalui kemampuan humas dalam menyampaikan informasi secara akurat dan proporsional kepada publik. Sedangkan paparan dari Edi Iswahyudi Kepala Bagian Hukum Kepolisian Resort Trenggalek lebih banyak terkait dengan pentingnya keamanan, dan ketertiban dalam pelaksanaan Pemilu/Pemilihan yang harus dijaga dan diwujudkan. Salah satu cara adalah menjalin komunikasi yang efektif antara penyelenggara Pemilu/Pemilihan, dengan peserta Pemilu/Pemilihan dan stakeholder, sehingga apapun permasalahan yang terjadi dapat dengan cepat diselesaikan dan mencegah terjadinya konflik berkepanjangan. Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan sharing masukan dari para peserta rakor. Acara ditutup pada pukul 12.30 WIB. [Woro]


Selengkapnya
50

KPU DAN KESBANGPOL TRENGGALEK DISKUSIKAN RENCANA LITERASI POLITIK

Selasa (08/06/2021). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek berkordinasi dengan Kantor Kesatuan Pembangunan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek. Acara berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Trenggalek, mulai pukul 13.30 WIB. Dari KPU Kabupaten Trenggalek yang hadir adalah Nurani selaku komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM bersama Kasubag Teknis dan Hupmas Puguh Budi Utomo dan dua orang staf. Sedangkan dari Kesbangpol hadir langsung Kepala, ditemani oleh Kasi Bina Ideologi dan Politik Dalam Negeri bersama dua orang staf. Dalam pertemuan ini Nurani menyampaikan informasi terkait dengan tahapan Pemilu Serentak tahun 2024. Ia juga menyampaikan pentingnya pendidikan Pemilih yang bisa dilakukan bersama antara KPU Kabupaten Trenggalek bersama Kesbangpol Trenggalek. Nurani menyampaikan bahwa KPU RI sedang mendorong KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan pendidikan pemilih dengan desain program, di antaranya adalah Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Sayangnya, kata Nurani, untuk tiap propinsi hanya dipilih satu desa saja. Ditambahkan oleh Nurani bahwa pihak KPU Kabupaten/Kota bisa kerjasama dengan Pemerintah Daearah dan mendorong Pemda mendesain kegiatan tersebut lewat anggaran daerah. Pemda juga punya tugas untuk melakukan pendidikan demokrasi pada warga. “Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini dapat dijadikan program Kesbangpol sebagai bagian dari pendidikan dan pembinaan politik warga, bersama kegiatan lain-lainnya”, kata Nurani. Nurani juga memberikan usulan program Literasi Politik, yang secara desain program mengacu pada Kegiatan Literasi Demokrasi KPU Kabupaten trenggalek dalam Pemilihan Serentak tahun 2020 lalu. Selain itu, juga disampaikan rencana KPU Kabupate Trenggalek untuk pembentukan badan kordinasi Kehumasan bersama-sama. Menangapi masukan itu, Kepala Kesbangpol Trenggalek Joko Susanto menyambut positif ajakan kerjasama tersebut. Meskipun tahun ini anggaran Pendidikan Politik di Kesbangpol terpapras karena Refocusing anggaran, setidaknya masih akan bisa dilaksanakan secara bersama-sama. Kemudian untuk tahun depannya, bisa lebih direncanakan dengan baik agar anggaran dan desain kegiatannya lebih baik. Hanya saja, apakah kegiatan ini nanti akan dilakukan dengan sasaran desa, kata Joko Susanto, harus didetailkan lagi desainnya. Sementara itu, Dwi Wahyu Lestari, Kasubag yang menangani perencanaan kegiatan menyambut baik usulan kegiatan Literasi Politik. Ia ingin membicarakan lebih jauh detail desain anggarannya agar bisa diajukan sebagai program Kesbangpol Trenggalek ke depannya. Acara berakhir pukul 15.30 WIB. [Agung]


Selengkapnya