Berita Terkini

65

PEMILIHAN KETUA OSIS MTsN MODEL TRENGGALEK MASA BHAKTI 2016/ 2017

Ternyata  hari-hari  ini banyak sekali sekolah yang melaksanakan pemilihan Ketua OSIS, terutama sekolah tingkat SMP dan Madrasah Tsnawiyah. Setelah Jumat kemarin, Sabtunya (22/10/2016) juga dilaksanakan pemilihan Ketua OSIS di MTsN Model Trenggalek, salah satu madsrasah tsanawiyah yang berada di kota Trenggalek. Meskipun KPU Kabupaten Trenggalek tidak mengawal sejak awal, setidaknya pelaksanaan  demokrasi sekolah tersebut masih bisa dipantau. Kampanye sudah dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2016, seminggu sebelumnya. Ada empat calon yang bersaing dalam memperebutkan posisi Ketua OSIS tersebut, antara lain: Satria Widiatmoko dari kelas VIII-D, Fadia Ilmiani dari VIII-C, M. Syarif R. R, dan M. Sholehudin K. Pada hari pemungutan suara, Sabtu (22/10/2016), kegiatan tampak meriah. Ada 1.355 pemilih yang berpartisipasi, baik dari siswa, guru, maupun karyawan madrasah. Acara pemungutan hingga penghitungan suara berlangsung lancar, mulai sekitar pukul 08.00 pagi hingga pukul 13.00.  Secara teknis, pemilihan dibagi menjadi 4 TPS berdasarkan kelas masing-masing pemilik hak suara. Pelaksanaan dimulai sejak pukul 08.00 pagi dan selesai penyaluran hak suara pada 10.00 WIB. Kemudian, dilanjutkan dengan penghitungan suara di masing-masing TPS dan rekapitulasi umum bersama kepala madrasah, wakil kepal madrasah, Pembina OSIS, serta MPK (Majelis Perwakilan Kelas) sebagai saksi. Semua kegiatan cukup berjalan dengan lancar walaupun masih ada pemilik hak suara yang tidak menggunakan hak suaranya dengan bijaksana. Berdasarkan hasil rekapitulasi surat suara yang ada, Toriq Eka Rahman mendapatkan  sejumlah 529 suara; Satria Widiatmoko  sejumlah 309 suara; Fadia Ilmiani mendapatkan  194 suara; M. Syarif R. R. mendapatkan  sejumlah 92 suara; sedangkan M. Sholehudin K mendapatkan  56 suara. Dengan demikian, Toriq Eka Rahman mendapatkan suara terbanyak dan terpilih menjadi Ketua OSIS MTsN Model. Dalam sambutannya, Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan  Drs. Zaenal Arifin, mewakili  Kepala Madrasah Drs. Nasib Subandi, mengharapkan agar  kegiatan Pemilihan Ketua OSIS dapat dijadikan sebagai pembelajaran siswa untuk berlatih demokrasi. “Ketua OSIS yang terpilih pun diharapkan dapat lebih menghidupkan madrasah melalui berbagai kegiatan OSIS dan juga dapat mengemban amanah yang telah dititipkan seluruh wargaMTsN Model Trenggalek”, katanya. [Hupmas]


Selengkapnya
53

PROSES PEMILIHAN KETUA OSIS MTsN KAMPAK, MINIATUR DEMOKRASI ELEKTORAL LEVEL NEGARA

Hari ini adalah puncak dari  kegiatan demokrasi sekolah yang dilaksanakan di MTsN Kampak. Setelah proses diklat Pemilihan Ketua OSIS oleh KPU  Trenggalek seminggu sebelumnya, lalu dilanjutkan dengan pembentukan panitia, penyampaian visi-misi para kandidat, maka hari inilah pemungutan suara dilakukan. Pendampingan dari KPU Kabupaten Trenggalek hari ini juga dilakukan. Sejak pukul 08.30 empat orang personil dari KPU Kabupaten Trenggalek sudah  datang di MTsN Kampak. Mereka adalah Ketua KPU Kabupaten Trenggalek sendiri, Suripto, dan didampingi oleh Nurani Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM&Parmas), Nur Huda Divisi Keuangan dan Logistik, serta Atok Kris Supanto dari Staf Bagian Teknis da Hubungan Masyarakat. Ketika personil KPU Kabupaten Trenggalek datang, proses pemungutan suara sudah  berjalan. Pelaksanaan pemungutan dilakukan di Aula madrasah. Di depan dua pintu, tampak para aktivis Patroli Keamanan Sekolah (PKS) yang juga terdiri dari anak-anak sendiri. Sedang di dalam para panitia yang bercirikan baju dengan memakai tambahan bawahan pakai sewek dan di kepalanya terbalut udeng-udeng sedang sibuk melayani kegiatan pendaftaran pemilih, pemberian surat suara, mengawal bilik siara, dan menunggu kotak suara. Dua kotak suara di letakkan di tengah. Itu adalah kotak suara yang mereka pinjam dari KPU Kabupaten Trenggalek. Menurut Nurani Divisi SDM&Parmas KPU Kabupaten Trenggalek, secara umum proses dan tahapan pemilihan tersebut sudah baik. Menurutnya, niat baik untuk mengadakan kegiatan seperti ini merupakan pembinaan mental yang cukup penting bagi para siswa-siswi agar nantinya  mereka terbiasa dengan nilai dan praktek demokrasi pada  kehidupan masyarakat. “Ini adalah miniatur demokrasi elektoral di sekolah di mana kedaulatan warga sekolah terutama  para siswa-siswi di bidang demokrasi dijamin dengan  prosedur yang sudah demokratis”, kata Nurani. Tapi, Nurani mencatat, memang masih ada beberapa hal  yang masih bisa didorong pada proses yang lebih ideal. Misalnya, saat pemungutan dan penghitungan suara juga ada saksi dan pengawas. “Tapi, untuk ukuran demokrasi yang tak sama dengan demokrasi pada kehidupa politik di luar sekolah, kecurangan hampir tidak akan terjadi karena anak-anak juga tak punya naluri ke sana dan guru-guru juga menyadari bahwa ini adalah proses pembelajaran, bukan perebutan kekuasaan yang harus dikawal dengan tahapan dan aturan yang ketat”, papar pria berkepala botak ini.  [Hupmas]


Selengkapnya
60

PROFIL KETUA OSIS MTsN KAMPAK TERPILIH

Proses pemilihan Ketua OSIS di MTsN Kampak berjalan dengan lancar. Dari hasil pemungutan suara yang berlangsung pada  hari ini (Jumat, 21 Oktober 2016), akhirnya sudah diketahui siapa yang berhak menjadi Ketua OSIS periode 2016-2017, yaitu Muhammad Nahrowi Latif. Nahrowi tinggal di RT 07 RW 03 Dusun Plagen, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari. Siswa kelahiran 19 Desember 2002 ini tidak menyangka kalau dia yang bakal menang telak dalam pemilihan Ketua OSIS yang dilakukan secara demokratis ini. Nahrowi medapatkan 539 suara dari total pemilih yang berjumlah 763. Sedangkan dua kompetitornya, mendapatkan suara yang jauh di bawahnya, yaitu Yustika Ana Marsela mendapatkan 46 suara, dan Nizaus Zakiyatul Ulya mendapatkan 54 suara. Meskipun ia tak menyangka bakal menang, tapi ia memang berharap bisa menjadi ketua OSIS karena memang hal itu bisa menjadi sarana untuk mengembangkan diri. “Saya akan mengabdikan diri sebagai ketua OSIS sebaik-baiknya, tentunya di bawah bimbingan bapak ibu guru madrasah dan dukungan teman-teman semuanya”, komentarnya ketika ditanya apa yang akan dilakukan nantinya. Nahrowi  memang bukan anak yang secara akademis punya kecerdasan melejit. Meskipun di lihat dari nilai pelajaran sekolah bukan yang terbaik,  tapi juga masih rangking keempat di kelasnya. Ia hobi olahraga, terutama bola volley. Bahkan waktu masih SD, yaitu SDN 3 Ngrayung, ia juga menjadi atlit mewakili sekolahnya dalam lomba Senam Lantai. Ia menyabet Juara II tingkat Kecamatan (Gandusari). Remaja yang di luar sekolah juga sering berinteraksi dengan ormas pemuda bidang keagamaan ini punya cita-cita masuk TNI nantinya. Remaja yang sudah ditinggal orangtuanya sejak ia masih bayi ini saat ini tinggal bersama pamannya. Setelah lulus MTsN Kampak, nanti ia ingin melanjutkan ke MAN Trenggalek. [Hupmas]


Selengkapnya
50

PEMUNGUTAN SUARA PEMILOS MTsN KAMPAK-TRENGGALEK

Sebagai rangkaian kegiatan KPU Kabupaten Trenggalek dalam memberikan technical assistant PEMILOS (Pemilihan Ketua OSIS) di MTsN Kampak, hari ini adalah puncak acara pemilihan yang sudah dipersiapkan beberapa minggu yang lalu. Setelah diawali dengan bimtek kepanitiaan, pembekalan dan pendampinan penyampaian visi-misi-program dan persiapan penyediaan logistik dan TPS (Tempat Pemungutan Suara), pada hari Jum’at (21/10/2016) bertempat di AULA MTsN Kampak dilaksanakan pemungutan suara   Calon Ketua Osis untuk masa bhakti 2016-2017. Pesta demokrasi di sekolah yang digelar sekolah yang mendapat anugerah Adiwiyata ini berlangsung sangat meriah seperti layaknya penyelenggaraan pesta demokrasi dalam pilkada, pileg maupun pilpres. Menurut Anas Ketua Osis demisioner, hal ini tidak lepas dari peran KPU Kabupaten Trenggalek yang menjalin kerjasama dengan civitas akademika MTsN Kampak untuk menerapkan pembelajaran demokrasi disekolah sebagaimana telah diamanatkan dalam Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008. Disamping itu, best practice  dalam setiap event-event Pemilu yang sering digelar KPU, memberikan inspirasi tersendiri bagi para pelajar untuk bisa berpartisipasi aktif menerapkan praktek pemilu yang demokratis dan berintegritas  di lingkungan sekolah mereka. Sebelum acara dimulai KPPS terlebih dahulau menyiapkan logistik pemungutan suara yang terdiri dari kotak suara, bilik suara, alat coblos, bantalan coblos, surat suara, daftar pemilih tetap, daftar calon tetap, tinta sidik jari dan urutan jadwal pemungutan suara. Untuk memperlancar kegiatan tersebut KPU Kabupaten Trenggalek membantu penyediaan Kotak suara, sedangkan kebutuhan lainya sepenuhnya disediakan pihak KPPS dengan bimbingan Wakil Kepala Madrasah bidang kesiswaan dan KPU Kabupaten Trenggalek. Tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, acara pemungutan suara dimulai tepat pukul 09.00 dengan memberikan kesempatan kepada pemilih secara bergantian untuk menggunakan hak pilihnya di TPS. Dalam pantauan KPU Trenggalek, begitu tempat pemungutan suara dibuka, Ketua KPPS memimpin acara dimulainya pemungutan suara dengan membacakan tata tertib terlebih dahulu.  Para pemilih yang telah terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) dari seluruh civitas akademika MTsN Kampak sebanyak 763 pemilih baik murid, guru maupun karyawan secara tertip bergiliran masuk TPS menuju meja kesatu untuk mengisi daftar hadir sebagai pemilih. Kemudian bergeser menuju meja kedua untuk menerima surat suara yang telah disediakan panitia. Pada langkah berikutnya pihak KPPS mempersilahkan pemilih menuju  salah satu dari 4 TPS yang ada. Selesainya melakukan pemungutan suara pemilih keluar TPS untuk memasukkan surat suara ke kotak suara. Adapun langkah berikutnya pemilih diarahkan menuju meja anggota KPPS yang bertugas memberikan tanda dengan mencelupkan jari pemilih pada tinta sidik jari. Sedangkan tahapan akhirnya adalah pemilih keluar TPS dengan berjabat tangan terlebih dahulu dengan Calon Ketua Osis yang duduk didepan dekat pintu keluar. Proses pemungutan suara akhirnya diakhiri pada pukul 11.00, setelah seluruh siswa-siswi kelas VII hingga X beserta seluruh guru dan karyawan MTsN Kampak semuanya dipastikan telah menggunakan hak pilihnya. Panitia mengakhiri pemungutan suara ini dengan penuh kegembiraan karena telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Langkah berikutnya adalah persiapan melakukan penghitungan suara untuk menentuakan siapa yang menang dan siapa yang kalah serta sejauh mana tingkat partisipasi pemilih.


Selengkapnya
43

JURNAL IDE KEMBALI MEMUAT ARTIKEL DARI KPU TRENGGALEK

Jurnal Ide KPU Jawa Timur Edisi 10 Bulan Agustus 2016 kembali terbit. Kali ini tema yang diangkat adalah “Mengenang Husni Kamil Manil". Jurnal yang rutin terbit bulanan sebanyak 36 halaman ini menampilkan sebanyak 10 tulisan dari KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur. Salah satu artikel pada edisi ini menampilkan tulisan Nurani, divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek. Dalam artikel yang dimuat pada halaman 29-31 tersebut Nurani mengangkat tulisan berjudul “Husni Kamil Manik, Sosok 'Humble' Pengawal Demokrasi”. Nurani mengulas tentang sisi  personalitas dan gaya komunikasi Husni Kamil Manik yang membuat karakternya pantas sekali dalam posisinya sebagai Ketua KPU. Personalitas itulah yang, menurut Nurani, membuat Husni Kamil Manik berhasil menjadikan KPU sebagai lembaga yang selalu bisa mengatasi tantangan seperti situasi politik yang memanas di Pilpres 2014, juga yang membuat lembaga ini bisa menjaga integritas dan transparansinya. Adapun penulis jurnal pada edisi ini selain Nurani dari Komisioner KPU Trenggalek adalah M. Fatoni Anggota KPU Kabupaten Jombang, Damhudi Ketua KPU Kabupaten  Pacitan, Aman Ridho Hidayat Anggota KPU Kabupaten Ngawi, Santoko Ketua KPU Kabupaten Malang, Abdul Hadi Anggota KPU Sumenep, Suyitno Arman Anggota KPU Kabupaten Tulungagung, Wahyu Nugroho Anggota KPU Kabupaten Pacitan, Nurita Paramita Kasubag Teknis dan  Hupmas KPU Kota Surabaya, da Choirul Umam Anggota KPU Kota Blitar. Jurnal satu-satunya yang dimiliki KPU Provinsi Jatim ini tergolong sangat istimewa. Di samping dicetak menggunakan kertas art paper full colour dipadukan dengan design cover depan serta lay out yang menggunakan sentuhan artistik yang sangat indah. Dari sisi tampilan, setting dan tata letak foto-fotonya menjadikan pembaca tidak mudah bosan mengetahui isinya. Menurut Suripto, tidak semua karya artikel yang dikirim ke redaksi Jurnal Ide lolos untuk diterbitkan. Redaksi selalu menyeleksi karya yang layak muat dan berbobot. “Dan, alhamdulillah, dari KPU Trenggalek selalu lolos”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
51

SEKJEN KPU RI DORONG KPU KABUPATEN/KOTA JALIN KERJASAMA DENGAN PEMDA

Salah satu kendala untuk memaksimalkan kinerja di lingkungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah adanya dukungan anggaran yang kurang memadai. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Jendral KPU RI Arief Rahman Hakim dalam acara rapat kordinasi KPU se-Jawa Timur di Banyuwangi tadi malam (Rabu, 19/10/2016). Menurut Arif, kebutuhan anggaran KPU untuk tahun ini yang diajukan adalah sebesar  3,3 triliun. Tapi yang bisa  dipenuhi APBN hanya 1,8 triliun atau sekitar 69 prosen. Karena itu, menurut Arief, untuk memaksimalkan kinerja, KPU Kabupaten harus kerjasama dengan pemerintah daerah. “Karenanya,  setiap satker harus punya hubungan baik dengan pemerintah daerah, agar bisa tersupport APBD”, sarannya. Sementara itu Suripto Ketua KPU Kabupaten Trenggalek menyambut baik informasi yang diberikan oleh Sekjen KPU RI tersebut. Ia menyambut baik usulan tersebut karena menyadari bahwa anggaran negara terbatas dan butuh kreativitas di kalangan komisioner dan pegawai KPU di daerah untuk membuat agar kegiatan-kegiatan yang dilakukan bisa terlaksana. Menurut Suripto, selama ini pihaknya memang belum memaksimalkan komunikasi agar kegiatan-kegiatan KPU Kabupaten Trenggalek di luar tahapan seperti Pilkada bisa dibiayai oleh pemerintah daerah. Tapi ia mengatakan bahwa KPU Kabupaten Trenggalek sebenarnya telah melakukan kerjasama dalam sekup tertentu untuk beberapa kegiatan, seperti memanfaatkan struktur Pemda untuk beberapa kegiatan. “Misalnya, sosialisasi demokrasi dan kepemiluan di radio pemerintah daerah, juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk diijinkan masuk sekolah”, paparnya. Suripto menambahkan bahwa saat ini KPU Trenggalek memang sedang mendesain kerjasama untuk pemberdayaan politik lokal tingkat desa yang beberapa kegiatannya akan ditawarkan pada pemerintah daerah agar bisa dibiayai. “Ini hanya ikhtiar, akan kami komunikasikan siapa tahu bisa diterima”, kata pria alumnus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu. [Hupmas]


Selengkapnya