Berita Terkini

42

MAHASISWA TRENGGALEK APRESIASI RUMAH PINTAR PEMILU “VOTE”

Rumah Pintar Pemilu “Vote” yang baru dilaunching KPU Kabupaten Trenggalek juga mendapatkan apresiasi dari mahasiswa. Salah satunya adalah seorang  mahasiswi STKIP PGRI Trenggalek, Ana Retno Mutia. Mahasiswi berkerudung itu adalah sekretaris    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ia datang mewakili Ketua BEM karena sang ketua tidak bisa datang. Selama memasuki ruang RPP ‘Vote’ setelah dilaunching kemarin (Rabu, 29/03/2017), ia terus berkeliling ruangan untuk memanfaatkan informasi yang ada. Bersama pengunjung lainnya, termasuk perwakilan kampus lain di Kabupaten Trenggalek dan beberapa pelajar, ia tampak menikmati sajian informasi dan sesekali melihat tayangan layar yang menayangkan sejarah pemilu yang diputar oleh KPU Trenggalek. Menurut Ana, adanya Rumah Pintar Pemilu (RPP)  di Kabupaten Trenggalek akan menjadi wahana edukatif bagi masyarakat Trenggalek khususnya bagi pelajar dan mahasiswa yang seringkali masih menjadi pemilih pemula yang awam tentang pemilu. Di sini, menurutnya, mereka akan dibantu untuk memahami kegiatan demokrasi dan mengetahui hak pilih yang dimiliki. “Sehingga, apatisme pelajar/mahasiswa menjadi berkurang dan tingkat partisipasinya bisa meningkat”, kata mahasiswi semester VIII jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini. Ana juga bertanya pada pemandu RPP tentang bagaimana caranya berkunjung ke tempat tersebut. Setelah ia tahu, iapun menyatakan bersedia membantu KPU Kabupaten Trenggalek untuk menyosialisikan keberadaan RPP “Vote” pada teman-temannya. “Agar hal ini diketahui dan banyak teman-teman yang berkunjung ke sini”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
45

KPU TRENGGALEK MELAUNCHING RUMAH PINTAR PEMILU

Untuk meningkatkan kualitas pemilu melalui pendidikan pemilih, KPU Kabupaten Trenggalek hari ini melaunching Rumah Pintar Pemilu (RPP). Launching ini dilakukan dengan mengundang berbagai tokoh yang mewakili semua partai politik, organisasi siswa, juga organisasi pemerintah daerah yang terkait dengan peningkatan kualitas demokrasi seperti Dinas Pendidikan, Kantor Kesbangpol, dan lain-lain. Acara ini juga dihadiri dari KPU Propinsi Jawa Timur yang diwakili langsung oleh Ketua KPU Propinsi dan Sekretaris KPU Propinsi. Bupati Trenggalek juga diundang, tetapi karena ada acara ke Jakarta kedatangannya diwakili oleh Ketua Bakesbang yang membacakan sambutan Bupati Trenggalek. Selain Ketua KPU Kabupaten Trenggalek dan perwakilan Bupati, ketua KPU Propinsi Jawa Timur juga memberikan sambutan dan sekaligus meresmikan Rumah Pintar Pemilu dengan menandatangani prasasti. “Rumah Pintar Pemilu yang kami namakan Vote ini berangkat dari niat serius KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih sekaligus menjadi pusat Pendidikan Pemilih di Kabupaten Trenggalek”, tegas Suripto dalam sambutannya. Untuk itu, kata Suripto, dengan ditandainya launching ini, RPP VOTE terbuka untuk umum dan harapannya bisa menjadi pusat untuk membuka luasnya akses informasi dalam rangka meningkatkan pendidikan pemilih. Ditambahkan oleh pria asal Kecamatan Watulimo ini, hadirin yang datang diharapkan untuk menyosialisasikan keberadaan  RPP agar banyak orang yang tahu. Sementara itu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bakesbang, Bupati Trenggalek  mengatakan bahwa dinas pendidikan bisa mendorong tiap sekolah untuk  untuk mengarahkan murid-muridnya untuk berkunjung dan bekerjasama dengan KPU untuk  memfasilitasi pembelajaran tentang demokrasi dan politik. Sementara itu Ketua KPU Propinsi Jawa Timur mengucapkan selamat  atas berdirinya RPP VOTE dan mengharapkan agar rumah ini berperan maksimal untuk mewujudkan  tujuannya. Eko juga meresmikan berdirinya RPP VOTE dengan ditandai dengan ditandatanginya Prasasti RPP VOTE. Setelah acara seremonial, audiens dan undangan langsung diajak memasuki RPP VOTE untuk melihat suasana dan isian informasi dan fasilitas apa saja yang ada. Dipandu oleh Nurani Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat  KPU Kabupaten Trenggalek, para pengunjung yang merupakan para siswa mendapatkan penjelasan tengang materi-materi dan isian yang ada. [Hupmas]


Selengkapnya
51

KPU TRENGGALEK KEDATANGAN TIM RISET TENTANG PARTISIPASI DALAM PEMILU DARI UB

Rabu (16/03/2017), KPU Kabupaten Trenggalek kedatangan tamu dari peneliti Universitas Brawijaya. Kedatangan tamu tersebut dalam rangka melakukan penelitian pengembangan pendidikan pemilih untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Penelitian yang dibiayai oleh Badan Litbang Propinsi Jawa Timur ini menjadikan KPU Kabupaten Trenggalek sebagai informan dalam penelitian tersebut. Tim peneliti tersebut adalah Dr. Lukman Hakim dan Edi Supriyanto, M.Sc dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya. Kedua peneliti yang tergolong masih berusia muda ini datang sekitr pukul 13.30, ditemui Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto dan didampingi oleh Nurani Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat. Mengawali perbincangan, tim peneliti mengutarakan bahwa maksud kedatangan mereka adalah hendak menggali informasi dengan melakukan wawancara teradap KPU Kabupaten Trenggalek dan beberapa pengurus partai politik. Informasi itu dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana peningkatan partisipasi masyarakat dalam tahapan pemilihan dan peran penyelenggara maupun partai politik untuk mendukung capaian tersebut. “Kami ingin melihat apa yang sudah dilakukan oleh KPU dan peserta pemilu untuk meningkatkan partisipasi pemilih”, tegas Lukman. Perbincangan kemudian berlanjut dengan tanya jawab seputar apa saja yang program dan kegiatan yang dilakukan KPU kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan bagaimana modelnya. Tak lupa Suripto menjelaskan batasan antara pendidikan politik dan pendidikan pemilih. KPU, tegas Suripto, ranahnya adalah melakukan pendidikan pemilih. “Sedangkan, pendidikan politik bukan wewenang KPU, itu adalah wilayah parpol dan mungkin juga ormas dan lain-lain”, tegas Suripto. Ditambahkan oleh Suripto bahwa tugas KPU untuk mendidik pemilih berkaitan dengan upaya meningkatkan pemahaman teknis tentang pemungutan suara dan cara mengenali calon. “Selain menginformasikan, misalnya, cara menyoblos yang benar, kami juga mendorong mereka untuk lebih mengedepankan pengenalan visi-misi calon, kami dilarang untuk hal-hal yang mengarah pada partisan atau ideologi partai-partai”, tambah laki-laki alumnus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. Sementara itu, informasi tentang apa saja yang dilakukan KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan pendidikan politik, Nurani banyak menceritakan tentang kegiatan apa saja yang dilakukan. Menurut Nurani, kalau mengandalkan desain program berdasarkan anggaran, tidak bisa maksimal dan standar antara satu daerah dengan lainnya. Sehingga, kata Nurani, kegiatan kerjasama dengan pihak-pihak luar amat diperlukan. “Mulai masuk ke sekolah, upacara hari senin, diklat dan workshop, kerjasama dengan media terutama radio, hingga pembangunan rumah pintar pemilu”, tutur Nurani. Nurani menambahkan bahwa penyadaran pemilih di sesi-sesi pendidikan pemilih untuk sektor perempuan, pemilih, pemula, kaum penyandang disabilitas, kelompok agama menjadi penting. Dalam menyasar sektor ini, menurut Nurani, mereka didorong untuk terus aktif mengawal kepentingan mereka dan aktif membangun kekuatan di sektornya masing-masing. “Jadi, dalam tiap pertemuan, kami arahkan mereka punya kesadaran mengorganisir diri untuk jadi kekuatan kontrol bagi pemerintah dan wakil rakyat, artinya mereka tidak hanya berpartisipasi dalam hal mencoblos ketika pemilu saja”, tegas pria berkepala botak ini. Nurani juga mengatakan bahwa data-data kegiatan pendidikan pemilih bisa dilihat di website. Untuk data-data yang diperlukan untuk mendukung proses penelitian tersebut, kata Nurani, pihaknya  bersedia untuk memberikan guna memperlancar proses riset yang diharapkan akan bermanfaat juga bagi KPU sendiri sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Tim riset mengakhiri wawancara sekitar pukul 16.00. Berikutnya mereka beranjak pamit untuk melanjutkan ke partai politik. Ada tiga partai politik yang akan dijadikan informan, antara lain PDIP, PKB, dan PKS. [Hupmas]


Selengkapnya
54

MUATAN LOKALITAS MATERI RUMAH PINTAR PEMILU KPU TRENGGALEK

Proses pembangunan Rumah Pintar Pemilu (RPP) KPU Kabupaten Trenggalek terus dilakukan. Dalam rapat Pleno pada minggu lalu, bahkan KPU Kabupaten Trenggalek memutuskan bahwa RPP akan dilaunching pada tanggal 30 Maret 2017 ini. Oleh karena itulah, saat ini yang terus dilakukan adalah menyiapkan dan mengadakan isian rumah pintar yang diharapkan akan menyajikan informasi dan data bagi pengunjung  yang datang. Puguh Budi Utomi, Kasubag Teknis dan Hupmas KPU Kabupaten Trenggalek mengatakan bahwa materi yang akan disajikan dalam rumah pintar secara umum sudah distandardisasi oleh KPU RI bersdasarkan  petunjuk teknis yang sudah diterima. Namun, kata Puguh, KPU Kabupaten Trenggalek sudah selayaknya menyajikan informasi-informasi yang bernuansa lokalitas. “Sebab pengetahuan tentang demokrasi lokal juga layak disajikan agar masyarakat juga tahu apa yang terjadi di daerahnya”, tegas Puguh. Puguh mengatakan, salah satu materi dengan tema lokal adalah nama-nama dan foto pemimpin daerah Trenggalek dari masa ke masa. Untuk keperluan itu, Puguh  sudah  berkordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek melalui bagian Humas Dan Rumah Tangga Pemda Trenggalek. Sementara itu, pengerjaan desain fisik RPP Kabupaten Trenggalek sudah mencapai sekitar 90%. Saat ini yang sedang disiapkan adalah isian dan pengadaan barang. “Targetnya, sebelum  Maret berakhir, semuanya sudah siap dan dilaunching akhir maret”, tambah Puguh. [Hupmas]


Selengkapnya
45

SEKRETARIS KPU TRENGGALEK HADIRI SOSIALISASI PERATURAN MENTERI KEUANGAN

Kemarin (Kamis, 09/03/2017), Sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek menghadiri acara Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan tentang Revisi Anggaran.  Acara berlangsung di Aula KPPN Kediri, mulai pukul 08.30 sampai selesai. Sebelum masuk acara sosialisasi,  kegiatan dibuka dengan seremonial yang antara lain menyanyikan lagu Indonesua raya, pembukaan acara oleh Kepala Kantor KPPN Kediri. Memasuki acara inti adalah penyampaian materi yang disosialisasikan oleh Gaguk S dari Kanwil Kediri. Menurut keterangan Wiratno sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek yang hadir dalam acara tersebut, ada beberapa hal penting yang dapat diperoleh dari informasi yang disampaikan narasumber.  Salah satunya adalah ketentuan bahwa revisi anggaran dalam Dipa 2017 dapat dilakukan sepanjang tidak mengubah target kinerja. Tetapi ketentuannya antara lain bahwa hal itu tidak mengubah sasaran program,  tidak mengubah output kegiatan yang sudah terdapat realisasi anggaran, tidak  mengurangi volume out put, dan  tidak menyebabkan volume output yang telah ditetapkan menjadi tidak tercapai. Sementara itu, revisi anggaran pada Kuasa Pengguna Anggaran meliputi pergeseran antar akun, dalam satu komponen yang sama, kecuali pergeseran detil belanja pegawai dalam komponen 001. “Juga pergeseran antar akun, dalam  satu jenis belanja yang sama”, paparnya mengulangi informasi yang disampaikan pemateri. Peraturan yang disosialisasikan adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 10 Tahun  2017 atau  No 10/PMK.02/2017 tentang tata cara revisi anggaran tahun  2017 ini memang cukup penting. Sebab,  tak jarang anggaran harus direvisi dengan tujuan justru untuk meningkatkan kinerja dan serapan anggaran, agar dari anggaran yang ada menjadi kegiatan yang  memang menghasilkan output yang bermanfaat. [Hupmas]


Selengkapnya
44

JUM’AT BERSIH KPU KABUPATEN TRENGGALEK KEMBALI DIGELAR

Jumat kali ini (10/03/2017) menyajikan sebuah pagi yang membawa mataharinya yang mulai bersinar dari arah timur. Sekitar jam 7.30, sinar matahari itu menerangi bumi Trenggalek. Matahari sebagai sumber sinar  memang tidak tampak langsung dari halaman kantor KPU kabupaten Trenggalek. Sebab terhalang oleh bangunan tepat di timur kantor KPU Kabupaten Trenggalek, yaitu kantor KODIM 0608. Tapi fakta bahwa cahaya itu masih bisa menerobos di sela-sela rerimbun daun pohon Mangga yang berada di depan kantor, hal itu membuat pagi begitu cerah. Cahaya itu juga tampak di wajah para pegawai KPU Kabupaten Trenggalek pagi ini. Para pegawai selalu punya semangat lebih pada tiap hari jumat. Mereka mengenakan seragam olahraga masing-masing. Trenggalek bulan-bulan terakhir ini diguyur hujan. Hujan lebat bahkan menimbulkan berbagai bencana seperti banjir dan tana longsor. Tetapi dua hari terakhir ini hujan tampaknya tidak turun. Sejak kemarin, sinar matahari tak lagi dihalangi mendung. Kesempatan inilah yang digunakan para pegawai KPU Kabupaten Trenggalek pagi ini untuk membersihkan halaman yang menyasar pada selokan dan pagar masuk. Selolakan yang selama musim hujan kebak air lalu menyisakan endapan lumpur juga meninggalkan sampah plastik, daun dan ranting kering. “Jika tidak dibersihkan selokan akan gampang kebak dan air bisa naik, dikawatirkan itulah yang memicu Banjir”, ungkap  Agus Widodo, salah satu pegawai honorer yang selalu aktif dalam kegiatan Jumat Sehat. Acara bersih-bersih halaman kantor kali ini memang tidak diikuti oleh semua pegawai dan komisioner. Hari Jumat di KPU Kabupaten Trenggalek memang menyajijakan dua pilihan, yaitu membersihkan kantor yang disebut Jumat Sehat ataukah melakukan aktivitas jalan kaki berkeliling daerah sekitar kantor yang punya udar segar yang disebut Jumat Sehat. Beberapa bulan lalu di beberapa rapat Ketua KPU Kabupaten Trenggalek sering mengingatkan agar kegiatan Jumat Sehat atau Jumat Bersih dilakukan bareng-bareng biar terkesan kompak dan ramai. Tetapi nyatanya, belakangan ini masukan ini telah dilupakan. Sehingga, masing-masing pegawai punya pilihan kegiatan untuk mengisi kegitan hari Jumat. Seperti Jumat hari ini dan Jumat lalu, ada yang jalan sehat, ada juga yang bersih-bersih. [Hupmas]


Selengkapnya