Berita Terkini

46

PPS TASIKMADU ADAKAN RAKOR UNTUK GENJOT KEGIATAN MENDESAK

WATILOMO -- Pada Minggu kemarin (24/12/2017), Panitia Pemungutan Suara (PPS) Tasikmadu mengadakan kegiatan rapat konsolidasi bersama sekretariat di rumah Ketua PPS Tasikmadu. Rapat yang dilaksanakan selepas sholat Magrib ini digelar membahas tentang persiapan kerja PPS dan Sekretaris Desa Tasikmadu, termasuk tahapan yang paling terdekat pemilihan atau pembentukan PPDP di Desa Tasikmadu. Rapat kali ini dilangsungkan dengan sederhana tetapi  sangat kekeluargaan. Apapun yang terjadi nantinya baik di PPS maupun Sekretariat-an, saling melengkapi dan mendukung satu anggota dengan anggota yang lain. Hal itu  disampaikan oleh Fataqulmuawan. "Kita akan saling mendukung untuk kawan-kawan di PPS maupun di sekretariat...Kami juga akan push Surur—satu-satunya sekretariat perempuan Desa Tasikmadu," tambahnya. Sementara itu, Ketua PPS Tasikmadu, Supriadi, juga terus intensifkan komunikasi via group WhatsApp tentang persiapan-persiapan yang telah di-breakdwon oleh PPK pada rapat Sabtu lalu (23/12/2017). "Kita perlu lebih sering lagi komunikasi via group WhatsApp untuk mempersiapkan tahapan-tahapan ke depan, termasuk untuk sosialiasi tahapan pemilihan Pilgub kepada masyarakat atau anggota PPDP yang terpilih nanti," kata Jebrot atau Jabrin (sapaan akrab Supriadi). Selain itu, pada rapat intern di tingkat Desa Tasikmadu ini juga membagi tugas kepada anggota PPS maupun Sekretariat-an. Hal ini dilakukan untuk mempermudah dan mempercepat kerja di tingkat desa. Sebab pada pemilihan Pilgub kali ini, seperti disampaikan oleh PPK Watulimo, harus melaksanakan secara maraton. Untuk itulah, rapat pada malam hari ini sebagai upaya untuk melaksanakan tugas di tingkat desa sekaligus menyukseskan tahapan demi tahapan yang segera berjalan. [Rokhim]


Selengkapnya
38

HARI NATAL TAK KENAL LIBUR, PPS DURENAN RAKOR PEMBENTUKAN PPDP

DURENAN - Hari Natal dan tanggal merah saatnya liburan, sepertinya hal itu tidak berlaku bagi PPS Desa Durenan. Sebab  pagi ini (Minggu, 25/12/2017) bersamaan dengan perayaan Hari Natal umat Kristiani yang membuat tanggal di kalender menjadi merah, tim yang digawangi Hermawan Faisal, Abdul Haris Lutfi, dan Deby Cholid lengkap dengan anggota sekretariat tersebut masih sibuk merapatkan barisan berkumpul di Balai Desa Durenan untuk merembugkan usulan calon PPDP kepada PPK Durenan. “Selama tugas kami belum selesai, kami tidak boleh berleha-leha dulu!”,  ucap ketua PPS Desa Durenan. Memang, bermula dari rapat terakhir dengan pihak PPK Kecamatan, PPS wilayah Durenan seperti berlomba-lomba mengadakan rakor untuk menentukan usulan calon Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 nanti. “Pembentukan PPDP ini kami rasa agak sulit. Karena banyak aturan yang harus kami pertimbangkan. Misalnya, PPDP harus bersedia menjadi anggota KPPS nantinya. Untuk menentukan orangnya, pastilah harus melalui seleksi yang ekstra, padahal tenggat waktu verifikasi usulan ke PPK besok sudah harus dilakukan”, tambahnya. Debi juga menambahkan bahwa hari libur bukan merupakan halangan. “Jika mainstream kita 'hari libur' kita hanya santai santai saja. Pasti akan banyak tugas yang menumpuk selama liburan berlangsung”, imbuhnya. Data usulan calon PPDP ini, nantinya akan disetor ke PPK dan diverifikasi terlebih dahulu, sebelum diserahkan ke KPU Kabupaten paling lambat tanggal 27 Desember 2017. Rencananya, malam ini PPS Desa Malasan juga akan melakukan Rakor PPS terbatas juga mengejar ketinggalan dari desa lain. Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Durenan Mujahidin berharap bahwa semua PPS di Kecamatan Durenan akan bisa mengirimkan anggota PPDP tepat waktu dan tidak terlambat. [Fendi]


Selengkapnya
38

SARAS MENYENTUH YANG TAK BIASA TERSENTUH : KREATIFITAS SOSIALISASI PILKADA 2018 PPK PANGGUL

PANGGUL - Kreatif dan berani. Ungkapan tersebut sangatlah sesuai untuk menilai  apa yang dilakukan oleh Saras Testy yang saat ini memegang Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat di PPK Kecamatan Panggul. Betapa tidak, pada hari Sabtu 23 Desember 2017 kemaren, setelah melakukan pengecekan berkas PPDP, perempuan enerjik ini  melakukan blusukan ke salah satu warung kopi yang ada di wilayah Kecamatan Panggul.   Bentuk sosialisasi model ini  sangat jarang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintah atau lembaga sosial, termasuk oleh penyelenggara pemilu. Di beberapa warkop yang ia masuki, Saras Testy yang lebih akrab dipanggil Testy ini menjumpai sekelompok pemuda yang sedang asyik ngobrol sambil menikmati kopi. Diawali dengan kata “permisi”, Testy yang mempunyai gaya bicara orang kota ini memulai sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018. “Mbak, kok tumben ada pengumuman masalah Gubernuran di sini? Kirain mau jualan rokok tadi...”, tanya seorang pemuda yang sejenak menghentikan sosialisasi Testy. Dengan sabar dan ramah Testy menjelaskan bahwa dia melakukan blusukan ke warung kopi ini agar lebih banyak yang tahu tentang tahapan dari kegiatan pemilihan kepala daerah,  sehingga bisa menyebarkan informasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat yang akhirnya mempunyai pilihan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada Tahun 2018 nanti. Setelah menjawab pertanyaan pemuda tersebut, Testy melanjutkan dengan menjelaskan bahwa sebentar lagi akan ada petugas pemutakhiran data atau PPDP yang keliling untuk mencocokkan data pemilih, dan jika merasa belum dikunjungi petugas tersebut diharapkan segera melapor ke Panitia Pemungutan Suara di desa masing-masing. [Ribut]


Selengkapnya
37

PPK PANGGUL INGIN BIDIK JUGA “PRA KOMUNITAS” UNTUK PERLUASKAN SOSIALISASI

PANGGUL – Bidik “pra-komunitas” agar sosialisasi bisa lebih massif. Itulah salah satu program unggulan program sosialisasi, pendidikan pemilih, dan peningkatan partisipasi masyarakat di Kecamatan Panggul. Hal itu muncul dari ide Ribut Santosa, Ketua PPK Kecamatan Panggul di sela-sela pengecekan berkas persyaratan PPDP pada hari Sabtu 23 Desember 2017. Menurut Ribut, disebut “pra-komunitas” karena pada dasarnya mereka berkumpul dengan tanpa ada tujuan yang jelas. Suatu misal beberapa orang yang kebetulan ngopi dalam satu tempat. Ditambahkan oleh  Ribut, mereka kebanyakan adalah warga yang tidak tersentuh oleh kegiatan-kegiatan sosialisasi yang selama ini sering dilakukan, juga dalam pemilu-pemilu sebelumnya. “Karena biasanya sosialisasi diberikan kepada para tokoh masyarakat, pejabat, komunitas, dan kelompok kelompok yang dibilang sudah puya  “nama” di masyarakatnya”, papar Ribut. Dengan memberikan sosialisasi kepada “pra-komunitas” ini diharapkan yang biasanya tidak tersentuh sosialisasi menjadi tersentuh, dari yang tidak tau menjadi tau sehingga tidak terlalu acuh dengan kegiatan yang selalu dilaksanankan lima tahunan ini, dan tentunya informasi tahapan Pilkada tahun 2018 akan semakin tersebar luas. [Saras]


Selengkapnya
42

KUMPULKAN WARGA PPS JATIPRAHU SOSIALISASIKAN PENYELENGGARAAN TAHAPAN PILGUB 2018

KARANGAN – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Jatiprahu, pada Hari Minggu, tanggal 24 Desember 2017 kemarin  menggelar sosialisasi Penyelenggaraan Tahapan Pilgub 2018, bertempat di sekretariat PPS Jatiprahu Kecamatan Karangan. Sosialisasi disampaikan kepada masyarakat desa yaitu Perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat (tomas), karang taruna, BPD dan perangkat desa. Dalam acara ini dihadiri pula perwakilan Kepala Desa Jatiprahu dan Babinsa. Acara tersebut dimulai sejak pukul 20:00 WIB dengan pembawa acara Lutvi Cristanti dari anggota PPS dengan suara lembut namun tegas. "PPS harus mampu menjaga nama baik Desa Jatiprahu dengan cara mensukseskan Pilgub 2018 ini dengan sebaik mungkin”, begitulah kata Slamet Santoso selaku Wakil dari kepala desa dalam sambutannya. Sementara itu Ketua PPS Jatiprahu Sugeng Riadi mengatakan, “Masyarakat Desa Jatiprahu yang memiliki hak pilih, gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani, jadilah pemilih yang cerdas. Dan ingat tanggal 27 Juni 2018 datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya”. Sosialisasi penyelenggaraan Pilgub 2018 dilanjutkan dengan sambutan Ketua BPD Bapak Parni, yang penyampaiannya singkat padat dan jelas. “Sebagai penyelenggara pemilu PPS, Sekretariat PPS dan KPPS harus kompak, selalu berkoordinasi sebagai mana semboyan Pilgub GUYUB RUKUN”, ujarnya. Kegiatan berlanjut sampai jam 21:30 WIB diakhiri dengan pembacaan do'a. [Sunu]


Selengkapnya
45

PPS DI KECAMATAN SURUH SUDAH MULAI “BERGERAK”

SURUH - Kompak sesama penyelanggara juga kunci utama! Kalimat di atas layak disematkan kepada para panitia ad-hoc tingkat desa, khususnya  untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) Se-Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Pasalanya, terlihat pada tadi malami (24/12/2017), meskipun selang satu hari setelah Anggota, Skretaris dan Staf PPK Kecamatan Suruh mengkomunikasikan pengetahuan atau instruksi yang telah diterima dari jajaran KPU dan sekretariat KPU kabupaten Trenggalek kepada PPS seKecamatan Suruh, beberapa PPS sudah menunjukkan reaksi atau respon yang nyata. Selain PPS Desa Ngrandu yang telah menyelesaikan pembentukan PPDP dan sudah menyerahan berkasnya ke PPK, ialah PPS Desa Suruh yang hingga jarum jam menunjukkan angka 10.00 malam ini masih sibuk dalam kekompakan sesama anggota dan juga sekretariat PPS. Hal ini mereka lakukan untuk menyelesaikan salah satu tahapan sesuai jadwal yang ada, yaitu pembentukan PPDP dan juga menyelesaikan pengadministrasian anggaran. Menurut salah satu anggota PPS, Ratna, Seluruh anggota PPS dan sekrtariat berkomitmen untuk kompak dan semangat dalam menyelesikan tahapan ini, apalagi juga didukung oleh sarana dan prasarana yang sangat memadai, yaitu berupa ruangan dengan fasilitas yang diklaimnya sudah sempurna. Dengan modal ini, ia berharap, selanjutnya agar tahapan demi tahapan bisa diselesaikan dengan sempurna juga. Sehingga ia optimis penyelenggaraan Pilkada yang akan dilaksanakan serentak pada 27 Juni 2018 nanti tidak akan ada kendalanya. “Kami telah diberikan fasilitas yang sangat memadai dan sangat nyaman untuk ditempati dari pemerintah desa, sehingga kami yakin akan sangat mendukung kinerja kami nantinya”, tutur Ratna. Dalam kesempatan yang sama, Puji Wirawan S.Pd, selaku ketua PPS Desa Mlinjon yang TPS-nya dikurangi dari 16 TPS (di pilbup 2015) menjadi 13 TPS dan merupakan salah satu desa dengan pemilih terbanyak seKecamatan Suruh, mengungkapkan bahwa ia beserta anggota, sekretariat dan staf PPS telah bahu membahu memetakan TPS yang baru dengan berpedoman pada PKPU No 2 Tahun 2017 dengan jumlah per TPS maksimal 800 pemilih. PPS Mlinjon tidak asal dalam memetakan TPSnya, Selain dengan kekompakan internal, ia juga membangun koordinasi eksternal dalam pemetaaan ini. Salah satunya tidak segan untuk koordinasi dengan PPS pada masa Pilbup 2015 lalu, yaitu untuk memetakan potensi kerawanan-kerawanan  teknis, dan yang tak kalah penting juga untuk mendapakan data pemilih sebagi salah satu referensi/tolak ukur pemetaan TPS agar mendapatkan hasil yang ideal. “Selain selesainya memetakan TPS, hampir selesai juga dalam pemebentukan PPDP”, pungkas Puji. Sementara, untuk PPS yang lain juga melaksanakan hal yang sama dan akan selesai sebelum penghujung tahun ini. [Harmanto]


Selengkapnya