Berita Terkini

46

KPU TRENGGALEK TELAH REKRUT 55 RELAWAN DEMOKRASI

KAMPAK, 13/01/2019— Untuk memperkuat dan memperluas kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam Pemilu Serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek  merekrut 55 orang  warga Trenggalek untuk bergabung dalam Relawan Demokrasi (Relasi). Program yang dilakukan secara nasional ini diharapkan akan meningkatkan partisipasi warga dalam Pemilu 2019. Menurut Nurani selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, Relawan ini akan bertugas secara massif turun ke segala lini masyarakat, terutama ada 10 segmen masyarakat yang akan diberikan perhatian besar, yaitu segmen calon pemilih perempuan, pemilih pemula, kaum agamawan, masyarakat pinggiran, masyarakat berkebutuhan khusus, segmen keluarga, kaum difabel, segmen pemilih muda, segmen komunitas, segmen warganet. Sejumlah 55 orang yang akan dibentuk itu akan dibagi ke dalam 10 segmen sasaran dan melakukan tugas-tugas sosialisasi dan pendidikan pemilih secara terjadwal. KPU Kabupaten Trenggalek akan melatih mereka dan membekali dengan materi seputar kepemiluan serta kemampuan berbicara (public speaking). “Kemudian mereka akan diterjunkan sesuai jadwal yang akan didiskusikan bersama sesuai penempatan masing-masing”, papar Nurani. Relawan Demokrasi ini akan dikontrak selama tiga bulan. Diharapkan keeradaan mereka akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019. “Baik secara kuantitas, maupun kualitas tentunya’, imbuh Nurani [Hupmas]


Selengkapnya
64

PAK “TIWUL” ALIAS ARSDYAN T-WOOL, SOSOK NYENTRIK RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK

TRENGGALEK, 15/01/2019— Di antara 55 orang Relawan Demokrasi yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek yang telah ditetapkan kemarin, ada salah satu sosok manusia yang unik dan nyentrik. Dialah relawan yang  punya nama lengkap Ardyansyah Anamta Firdauzie atau yang sering dipanggil Ardyan T-Wool. Dikatakan nyentrik karena sosok ini kemana-mana sealu naik motor Vespanya yang penuh dengan lukisannya sendiri, serta kostum model Jawa yang selalu dipakainya. Selain itu, kemana-mana ia juga selalu “menyangklong” tas buatannya sendiri yang terbuat dari anyaman bambu dan dilukis dengan cat yang menggunakan medua tusuk gigi. Ardyan tentunya adalah seorang seniman yang sudah dikenal karena ia melukis dengan menggunakan media berupa Tusuk gigi. Alat  yang biasanya  di gunakan membersihkan makanan di sela-sela gigi itu di tangannya menjadi media kreasi. Sosok berambut panjang yang agak memutih ini juga sering diundang oleh banyak lembaga baik komunitas maupun dinas untuk menjadi narasumber kegiatan yang berbasis ekonomi kreatif, bukan hanya di Trenggalek, tapi juga Tulungagung dan beberapa kota lainnya. Di rumahnya di Desa Panggungsari RT 3 RW 1, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Arsdyansyah Anamta Firdauzie menyulap tusuk gigi dan beragam bahan bekas menjadi bahan seni yang sedikit 'aneh' namun berharga mahal. Sedangkan Vespa miliknya juga sering menjadi perhatian banyak orang, Bahkan tak selalu saja ada orang yang ingin berfoto dengan Vespa unik dan warna-warni itu. Di bagian belakang kendaraan itu sebuah box, berupa  kerajinan anyaman dari bambu berupa tampah yang biasa digunakan penjual kue berjualan keliling, sebagai box dan tempat menaruh ban cadangan. Pak “Tiwul” (T-Wool) ini mendaftar menjadi Relawan Demokrasi dengan motivasi untuk berperan sebagai warga negara yang baik, yaitu membantu KPU untuk menyukseskan pemilu 2019. Melalui esai yang disertakan dalam berkas pendaftaran, ia menyatakan bahwa salah satu cara untuk memberi pembelajaran demokrasi kepada warga negara adalah dengan melakukan pendekatan persuasif. Ia ingin bergabung degan Relawan Demokrasi karena melalui kegiatan ini ia ingin berdiskusi dengan masyarakat. “Diskusi dengan pendekatan person to person biasanya lebih diterima, karena perbincangan yang terjadi adalah dengan format menyesuaikan dan mengikuti pola pikir SDM yang bersangkutan”, tulisnya.


Selengkapnya
56

100 HARI MENJELANG PEMILU 2019 DPTHP-2 DIUMUMKAN DI SELURUH DESA SE-KECAMATAN KARANGAN

KARANGAN, 07/01/ 2019— Tepat 100 hari menjelang Pemilu 2019 diselenggarakan, seluruh PPS Se-Kecamatan Karangan telah mengumumkan DPTHP-2 di wilayah desanya masing masing. Sejumlah 12 desa, 163 TPS dan jumlah DPTHP-2 39.178 Dengan di umumkannya DPTHP-2 ini diharapkan masyarakat, partai politik tim pemenangan bisa mencermati daftar Pemilih tersebut. Bila terdapat Pemilih yang memenuhi syarat tapi belum masuk dalam DPTHP-2 segera melaporkan kepada PPS dengan menunjukkan E-KTP dan KK. Hal ini untuk memudahkan PPS mendata ke dalam Daftar Pemilih Khusus, sehingga semua warga masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya. [PPK-Karangan]


Selengkapnya
49

KPU TRENGGALEK TERIMA LAPORAN PENERIMAAN DAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE DARI PARPOL

TRENGGALEK, 02/01/2019— Kemarin, hari kedua tahun 2019, adalah waktu bagi partai politik peserta Pemilu untuk melakukan  penyerahan Laporan Sumbangan dan Penerimaan Dana Kampanye (LPSDK) ke  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek.   Sesuai dengan Tahapan Pemilu 2019, Tahapan LPSDK terjadwal pada 02 Januari 2019 Pukul 08.00 sampai dengan Pukul 18.00 WIB. KPU Kabupaten Trenggalek menerima LPSDK di aula Rumah Pintar Pemilu (RPP) “Vote” mulai pagi. LPSDK adalah catatan pembukuan yang memuat penerimaan peserta pemilu 2019 yang dialokasikan untuk dana kampanye. Sumber dana kampanye yang dimaksud bisa berasal dari pihak ke tiga, di luar partai politik, atau calon, yakni pihak perseorangan, lembaga, ataupun sumbangan yang sah menurut hukum dengan batasan besaran yang telah ditentukan dalam undang-undang. Sebagaimana dikatakan divisi Hukum KPU Kabupaten Trenggalek, Partai Garuda dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesua (PKPI) tidak menyerahkan LPSDK karena memang tidak ada caleg. Sedangkan, Partai Golkar meyerahkan pukul  22.28 WIB  setelah ada rekomendasi dari Bawaslu Trenggalek untuk menerima sampai pukul  24.00 WIB. “Hasil laporan ini besok akan diumumkan kepada publik, agar prinsip  transparansi dana kampanye bisa diketahui”, papar Sunu. [Hupmas]


Selengkapnya
51

ASN KPU KABUPATEN TRENGGALEK HADIRI RAPAT KOORDINASI APARATUR SIPIL NEGARA KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA SEJAWA TIMUR

Kamis, (21/11/2019) Seluruh Aparatur Sipil KPU Kabupaten Trenggalek menghadiri acara Rapat Koordinasi Aparatur Sipil Negara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Acara ini dihadiri oleh Seluruh ASN KPU Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi dan Kota Madiun. Acara yang diadakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur ini dilaksanakan di Hotel The Sun Madiun pada pukul 09-00 WIB. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya berlanjut pada sambutan dan pemaparan materi dari Choirul Anam, S.Pd Selaku Ketua KPU Provinsi Jawa Timur. Kegiatan Rakor ini merupakan kegiatan pertama di KPU Jawa Timur bahkan diseluruh Indonesia yang digagas Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur bertujuan untuk konsolidasi ASN Seluruhnya. Selain silaturahim kepada seluruh  Komisioner acara ini juga bertujuan untuk pengarahan versi Komisioner karena belum pernah sebelumnya pertemuan antara seluruh ASN dengan Komisoner terlepas dari acara atau kegiatan yang sifatnya membahas tahapan Pemilu. Dalam pemaparan materinya beliau menyampaikan tentang kedisipilnan kepada seluruh ASN. Secara garis besar acara ini membahas tentang kedisplinan dan bagaimana cara menciptakan suasana kerja kantor yang nyaman.  Gogot Cahyo Baskoro, S.Sos selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Parmas menjelaskan bahwa ASN itu ada untuk fasilitator Komisioner dan perannya jelas sangat dibutuhkan karena pelaksana teknisnya adalah ASN. “Yang menciptakan kesejahteraan pegawai itu ternyata bukan soal gaji. Yang menentukan kinerja maksimal atau bukan adalah pemimpin. Mampukah pemimpin menciptakan suasana bahagia dalam lingkungan kerjanya” imbuh beliau. ASN itu harus memiliki rasa “Mulat Sarira Hangrasa Wani, Rumangsa Melu Handarbeni, Wajib Melu Angrungkebi”  yang bilamana diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah Berani Mawas Diri, Merasa Ikut Memiliki, Wajib Ikut Menjaga/Membela, pesan menarik yang disampaikan Gogot Cahyo Baskoro, S.Sos. Acara dilanjut dengan Pengarahan oleh Kepala Bagian (Kabag) Prorgam, Data, Organisasi SDM KPU Jatim, kemudian materi tentang The Future Leader : ASN BerkwalitasI yang disampaikan oleh motivator. [MERIS]


Selengkapnya
68

KPU TRENGGALEK GOES TO SCHOOL, MENGAWAL PILKOSIS DI SMAN 1 MUNJUNGAN

TRENGGALEK, 18/10/2018— Pada Hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018, KPU Kabupaten Trenggalek juga mendampingi kegiatan demokrasi di sekolah, yaitu Pemilihan Ketua OSIS dan Wakil Ketua OSIS periode  2018-2019 SMAN 1 Munjungan.  Dari KPU Kabupaten Trenggalek, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Soeripto hadir langsung ditemani oleh para staf. Acara dimulai sekitar pukul 08.00, dimulai dengan sambutan Kepala SMAN1 Munjungan, Bapak Bachtiar Kholili, yang sekaligus membuka acara dengan menabuh Gong Solodipo. Acara menjadi atraktif dan semarak karena ada hiburan Musikalisasi Puisi dari penggurus OSIS periode 2017-2018. Selanjutnya, juga ada sosialisasi dari Ketua KPU tentang Demokrasi dan Pemilu. Dalam pidatonya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan demokrasi di SMAN 1 Munjungan. Soeripto juga memberikan pemaparan tentang sistem Pemlihan yang Ideal dalam suatu proses pemilihan yang sifatnya demokratis. Tak lupa, pria yang sudah menjabat sebagai komisioner KPU sejak tahun 2003 ini memaparkan tentang poin-poin penting dari Pemilu 2019. Ia berharap para pelajar yang sudah punya hak pilih tidak “golput”. “Gunakanlah hak pilih kita, dan mari berpartisipasi yang baik  apalagi kalian adalah pemilih pemula yang masih punya idealisme tinggi, jangan ikut-ikut jadi pemilih pragmatis-oportunis”, imbuh Soeripto. KPU Kabupaten Trenggalek juga menyaksikan secara langsung jalannya proses Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS,terutama proses berjalannya Debat Kandidat pasangan calon, hingga proses pemungutan suara. Ditemani kepala sekolah, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek juga mengamati secara langsung bagaiman para siswa-siswi sangat antusias menjalankan dan mengikuti proses demokrasi sekolah tersebut. [Meris]


Selengkapnya