Berita Terkini

139

MENGENAL SOSOK BAHTIAR KHOLILI DAN UPAYANYA MEMAJUKAN SMAN 1 MUNJUNGAN

TRENGGALEK, 18/10/2018— SMAN 1 Munjungan, sekolah menengah atas yang dikunjungi oleh KPU Kabupaten Trenggalek pada Hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018 lalu memang merupakan sebuah sekolah yang memiliki konsep pengembangan yang luar biasa. Di bawah pimpinan Bahtiar Kholili, S.Pd, MM.Pd, sekolah ini berupaya melakukan pembinaan terhadap siswa di bidang demokrasi dan menggembleng siswa-siswinya agar punya “soft-skill” yang memadai disamping kemampuan akademik. Sebagaimana disampaikan dalam sambutannya membuka acara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS saat itu, ia mengharapkan adanya proses pemilihan ketua organisasi intra sekolah secara demokratis dan melibatkan partisipasi warga. Pria ini memang dikenal sebagai pendidik yang penuh prestasi. Sebagaimana diinformasikan oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, ia adalah pria yang  punya kemampuan lebih dibanding guru-guru sebayanya. Ia pernah berkali-kali mendapatka prestasi sebagai guru penulis dan peneliti. “Bahkan saking seringnya menang lomba menulis dan penelitian, ia tidak boleh jadi peserta lomba”, tambah Soeripto. Pak Bahtiar Kholili lahir di Kabupaten Lamongan pada 1 Januari 1972. Ia lulus    Pendidikan Kimia  IKIP Malang pada tahu 1994. Sebelum mengajar di Trenggalek, ia sempat bekerja di perusahaan dan laboratorium komputer. Ia menjadi guru PNS sejak diterima dalam tes CPNS tahun 1997. Tetapi prestasinya dibidang  penulisan dan riset sudah dicapainya. Karya tulis ilmiahnya di bidang pendidikan khususnya pembelajaran ilmu kimia banyak mendapatkan penghargaan pemerintah Republik Indonesia juga swasta asing di Indonesia.  Berbagai prestasi yang ia peroleh di antaranya adalah: memenangkan Lomba Kreativitas Guru tingkat Nasional - LIPI pada tahun 1996, 1997 dan 2000 pada bidang MIPA dan Teknologi. Tahun 1999 sebagai pemenang harapan Lomba Integrasi IMTAQ-IPTEK dalam Pembelajaran tingkat Nasional. Tahun 2006 dan 2007 sebagai pemenang Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran tingkat Nasional – Kemendiknas RI. Tahun 2000 ia mendapat Science Education Award dari Indonesia Toray Science Foundation. Penghargaan Mendikbud RI diterimnya pada tahun 2000 karena dipandang sebagai pembaharu metode pembelajaran dan penggunaan teknologi tepat guna bidang pendidikan. Penghargaan Konjen RI di Jeddah - Saudi Arabia atas pengabdiannya sebagai pendidik di Sekolah Indoneisa Jeddah selama rentang waktu 2005-2008. Pada Tahun 2010 terseleksi sebagai Guru Berprestasi dan Berdedikasi Terbaik Provinsi Jawa Timur untuk Presentasi di Jakarta. Karena prestasi dan kompetensinya di bidang riset dan penulisan, serta menguasai dunia pendidikan yang digelutinya, Bahtiar Kholili   sering diminta untuk membimbing kelompok Guru dan Sekolah dalam bidang Penelitian,  Statistik Terapan, dan Media Pembelajaran. Ia juga menjadi dosen. [Meris, Nurani]


Selengkapnya
55

PROSES PEMILIHAN KETUA OSIS DI SMAN MUNJUNGAN SEBGAI MINIATUR PEMILU DAN PILKADA

TRENGGALEK, 18/10/2018— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek merasa senang kembali bisa menyaksikan proses pelaksanaan demokrasi siswa di SMAN 1 Munjungan. Sebagaimana diungkapkan Ketua KPU kabupaten Trenggalek yang secara langsung turun untuk menyaksikan jalannya pemilihan, Pemilihan Ketua OSIS melalui pemilu raya dengan melibatkan partisipasi seluruh siswa merupakan trend demokrasi dan pemilihan langsung. “Di sini, hak tiap individu dihargai, dinilai untuk memilih pemimpinya, buakn sekedar dipilih oleh wakil”, ungkapnya. Pada hari Kamis, tanggal 18 Oktober 2018, SMAN 1 Munjungan mengadakan “pesta demokrasi” untuk memilih Ketua OSIS dan wakilnya.  Secara umum, menurut Suripto, prosesnya sudah demokratis karena ada aturan-aturan yang disepakati. Ada proses melibatkan pemilih dan pendaftaran pemilih. Ada proses kampanye lewat debat kandidat yang disaksik oleh semua calon pemilih. “Kampanye sebagai pemaparan visi-misi, program, dan citra diri juga ada dalam debat kandidat”, papar Suripto. Ada tiga pasangan  calon yang ikut  dalam kontestasi demokrasi sekolah memilih pimpinan OSIS itu. Bahkan setelah mendengar pemaparan visi-misi, juga ada sesi tanya jawab. Bahkan undangan yang terdiri dari KPU, Kepala Sekolah, dan Muspika Kecamatan Munjungan juga diberi kesempatan untuk bertanya, selain  perwakilan siswa calon pemilih. Pemilihan ini melibatkan  467 siswa sebagai pemilih. Paslon I mendapatkan  49 suara. Paslon II mendapatkan  250 suara. Dan  Paslon III mendapatkan  156.  Suara tidak sah ada  12 suara. Dengan demikian, paslon II atas nama Udik Dwi Cahyono dan  Ilham Sahtoti lah yang memenangkan Pemilihan ini. Sama halnya dengan Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Kepala Sekolah SMAN 1 Munjungan Bahktiar Kholili juga  mengungkapkan kegembiraannya melihat proses emilihan yang demokratis dan menyenangkan itu. “Senengnya melhat pemilu yang menggembirakan,  tanpa hujat-menghujat, tanpa membohongi, tanpa memfitnah”, komentarnya. [Nurani, Meris]


Selengkapnya
61

TINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA, KPU TRENGGALEK MENDIKLAT PELAJAR DI BIDANG JURNALISTIK

TRENGGALEK, 20/10/2018— Pada hari Jumat hingga Sabtu, tanggal 19 hingga 20 Oktober 2018, Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Diklat Jurnalistik Sekolah di SMAN 1 Pule. Kegiatan ini adalah tindak lanjut dari kegiatan KPU Goes To School yang diadakan KPU Trenggalek dua hari sebelumnya. Awalnya, dalam acara ‘KPU Goes To School’ Nurani memberikan doorprice tiga buku karyanya pada siswa peserta acara setelah ia memaparkan materi Demokrsi dan Pemilu 2019. Buku itu diberikan pada 3 peserta terbaik yang merupakan bagian dari peserta yang aktif bertanya dan diskusi. Mengetahui hal itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Pule Toyib meminta Nurani menjadi pemateri diklat menulis jurnalistik yang memang akan diadakan di sekolahnya. Maka acara Diklat Jurnalistik Sekolah itupun jadi, yaitu dilaksanakan dua hari, Jumat-Sabtu, tanggal 19-20 Oktober 2018. Dalam mengawali materi, Nurani mengatakan bahwa salah satu cara yang paling bagus untuk berpartisipasi yang dilakukan remana dan kaum muda dalam msayarakat adalah dengan cara menyampaikan ide dan gagasan. “Di sinilah kemampuan bicara dan menulis menjadi sangat penting”. Sementara itu dalam pembukaan acara yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Pule, Toyib Mashuri, S.Pd, MM, dikatakan bahwa menulis merupakan kemampuan yang akan membawa manfaat yang luar biasa bagi generasi muda. “Jadi, manfaatkanlah kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, dan nantinya ada produk tulisan yang akan kita fasilitasi penerbitannya bersama-sama”, tegas pria hitam manis itu. Kegiatan yang berlangsung dua hari ini, selain dari Divisi Parmas-SDM KPU kabupaten Trenggalek sebagai narasumber utama, juga dikawal oleh para pembina sekolah, di antaranya pak Yusuf, Bu Eny, dan Bu Triyana. Tindaklanjut kegiatan ini adalah  akan diterbitkannya majalah sekolah dan buku kumpulan cerpen karya siswa-siswi peserta diklat.  [Hupmas]


Selengkapnya
58

KPU GOES TO SCHOOL DI SMAN 1 PULE

TRENGGALEK, Rabu,17/10/2018— PULE adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Trenggalek. Letaknya di daerah paling pinggiran, ke barat berbatasan dengan Ponorogo, dengan wilayah yang hampir semuanya adalah daerah Pegunungan. Di Kecamatan ini ada satu SMA negeri, yaitu SMAN 1 Pule. Di sekolah inilah KPU Kabupaten Trenggalek melakukan kunjungan untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam tajuk kegiatan “KPU Goes To School”. Dipilihnya SMAN 1 Pule ini didasari pada keinginan untuk menyasar para pemilih pemula yang ada di daerah pinggiran. “Tidak melulu daerah perkotaan yang relatif well-informed  karena akses informasi mudah”, kata Nurani divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek. Acara yang dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 17 Oktober 2018 ini ternyata cukup semarak. Sebab, pemateri yang hadir bukan hanya dari KPU Kabupaten Trenggalek. Bahkan dari KPU Propinsi Jawa Timur juga hadir, diwakili oleh Dewita Hayu Sinta yang kebetulan memang mengadakan kegiatan monitoring kegiatan di Trenggalek. Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMAN 1 Pule Thoyib Mashuri, S.Pd, MM, mengucapkan rasa terimakasihnya kepada KPU karena sekolahnya telah menjadi tempat untuk menyemaikan nilai-nilai demokrasi dan penyebaran informasi terkait dengan Pemilu. “Semoga acara ini bermanfaat bagi anak-anak kami dan nantinya bisa menjadi agen-agen yang ikut menyebarkan pengetahuan tentang Pemilu 2019 di masyarakat”, tegas Toyib. [Hupmas]


Selengkapnya
51

KURSUS DEMOKRASI DAN KEPEMILUAN GELOMBANG I DI TRENGGALEK

TRENGGALEK, 09/10/2018— Kursus Demokrasi dan Kepemiluan Gelombang I digelar oleh KPU Kabupaten Trenggalek di Warung Makan 75 yang beralamatkan di Jalan Soetran, pada Hari Selasa tanggal 09 Oktober 2018. Kursus ini diikuti oleh 30 peserta dari beberapa kecamatan yang masuk zona I, yaitu dari Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Tugu, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Karangan, dan Kecamatan Bendungan. Sejak pagi sekitar pukul 07.30 WIB para peserta sudah hadir dan melakukan proses registrasi. Acara dibuka sekitar pukul 08.30, dimulai dengan pembukaan kemudian lanjut lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek yang sekaligus membuka acara. Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Soeripto mengatakan bahwa kursus Demokrasi dan Kepemiluan ini bertujuan untuk mencetak agen-agen demokrasi di berbagai level dan wilayah. Para peserta diharapkan akan mendapatkan pembekalan terkait dengan kehidupan demokrasi dan kepemiluan untuk kemudian ikut berpartisipasi dalam menciptakan kualitas Pemilu 2019. “Kualitas Pemilu ke depan ditentukan oleh partisipasi aktif kita semua, terutama yang aktif dan sekaligus berkesadaran maju”, tegas Dr. Suripto. Acara dimulai dengan bina suasana yang diisi dengan perkenalan, yang dipandu langsung oleh Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas & SDM), Nurani. Setelah bina suasana, materi pertama disampaikan langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Trenggalek dengan paparan tentang Sistem Pemilu, Manajemen Pemilu, Proses dan Tahapan Pemilu, dan Peradilan Pemilu secara umum. Materi kedua disampaikan oleh Nur Huda tentang Penyelenggara Pemilu. Materi kedua berakhir hingga jam 12.00. Setelah acara istirahat, makan, dan sholat, pada pukul 13.00 materi dilanjutkan dengan paparan dari Divisi Hukum KPU Kabupaten Trenggalek, Patna Sunu, tentang Pelanggaran dan Pengawasan Pelanggaran Pemilu. Materi terakhir disampaikan oleh Nurani dari divisi Parmas-SDM tentang Menjadi Pribadi Partisipasif dan Public Speaking. Acara berakhir pukul 16.30 WIB. [Hupmas]


Selengkapnya
60

ZAENAL AFANDHI ALIAS ALEX, PEGAWAI BERPRESTASI KPU TRENGGALEK 2019

Di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek,  orang-orang memanggilnya Alex. Siapa sangka bahwa ia terpilih sebagai salah satu Pegawai Berprestasi yang membuat namanya dipanggil untuk diminta maju ke depan dan diberikan penghargaan berupa piagam pada acara Upacara 17 Agustus 2019 di halaman KPU kabupaten Trenggalek. Disaksikan oleh tigapuluhan orang KPU Kabupaten Trenggalek yang ikut upacara pada hari itu (Sabtu, 17/08/2019), yang terdiri dari komisioner, PNS, pegawai kontrak, tenaga pendukung, satpam, petugas kebersihan, Alex pun maju ke depan sambil “senyam-senyum” sebagaimana biasanya. Ia bersama empat orang lainnya mendapatkan piagam sebagai apresiasi atas kinerjanya, atas penilaian tim penilai yang dibentuk beberapa hari sebelumnya atas kinerjanya selama setahun terakhir. Nama lengkapnya adalah Zaenal Afandhi, lahir di Trenggalek tanggal 25 September 1982. Sudah enambelas tahun ia mengabdi di KPU Kabupaten Trenggalek, berawal dari pegawai honorer. Laki-laki anak dari  pasangan Siti Rohmah dan Imam Mujani ini di KPU Kabupaten Trenggalek menempati posisi sebagai Staf di Penyiap Administrasi Umum (Staf di Bagian Umum) sejak ia diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak tahun 2007. Pria berumur 37 tahun ini adalah kelahiran Trenggalek, tepatnya Desa Surondakan—sebelum kemudian pindah domisili di Desa Pogalan Kecamatan Pogalan bersama istri dan ketiga anaknya. Masa Sekolah Dasarnya ditempuh di SD Surondakan I lalu berlanjut di SMPN 1 Trenggalek. Ia lalu masuk SMK Karya Dharma dan lulus 2001. Dua tahun kemudian ia masuk KPU (tahun 2003) sebagai honorer. Pria berambu lurus “sigar jambe” ini menikahi  Minuk Wijayanti yang juga merupakan PNS di satu lembaga. Dari pernikahannya ia dikaruniai  3 anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Sosoknya sangat dikenal dekat dengan semua orang, termasuk komisioner yang selalu ia layani dalam tugasnya sebagai penyiap administrasi ketika hendak ada perjalanan dinas. Ia tergolong banyak bicara dan suka bergaul dengan siapapun di kantor. [Hupmas]


Selengkapnya