ABDUL LATIF, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, KEMBALI SOSIALISASIKAN PEMILU 2019
Selengkapnya
TRENGGALEK, 01/02/2019— Sosialisasi tiada henti. Itulah yang tampaknya cocok untuk menyebut apa yang dilakukan oleh Abdul Latif, relawan demokrasi asal Munjungan ini. Kemarin dia sudah masuk ke forum warga untuk menyosialisasikan Pemilu 2019. Hari ini dia juga kembali masuk ke forum warga. Hari ini, Jum'at tanggal 01 Februari 2019 mulai Pukul 13.00 WIB ia sudah berada di Mushola Nurul Iman, Dusun Gembes Desa Masaran Kecamatan Munjungan, masih satu desa dengan tempat tinggalnya. Kali ini ia berhadapan dengan Jama'ah Muslimat NU se- Dusun Gembes yang berjumlah 80an orang. Dengan menggunakan LCD proyektor dan alat peraga, ia memaparkan tentang kepemiluan, calon dan peserta pemilu, surat suara, panduan menyoblos yang benar, hingga menyadarkan agar warga tidak membudayakan politik uang. Pemaparan disambut dengan penuh gembira dari ibu-ibu yang merasa mendapatkan informasi yang selama ini belum pernah didapatkannya. Setelah pemaparan juga dilanjutkan dengan tanya jawab. [Relasi]
Dalam dunia penyelenggaraan pemilu, siapapun dapat berperan aktif didalamnya. Tidak memandang jenis kelamin, laki-laki atau perempuan. Di Kecamatan Watulimo, dalam penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Tahun 2018 ini menempatkan 7 srikandi (baca perempuan) sebagai penyelenggara pemilu baik di tingkat Kecamatan (PPK) maupun di tingkat desa (PPS). Dari 12 Desa se Kecamatan Watulimo terdapat 6 perempuan yang tergabung dalam Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan 1 perempuan dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Mereka adalah Isti Amangku Tiwi (PPK Watulimo Divisi Hukum), Nita Erlina (Div. Data PPS Karanggandu), Lia Pheni Siwi (Div. Data PPS Prigi), Nuralim (Div. Umum PPS Prigi), Dian Fitri Susetyo (Div. Umum PPS Slawe), Khusnul Imroatus Sholihah (Div. Umum PPS Pakel) serta Nursita Ratih (Div. Data PPS Ngembel). Berbeda dengan pemilu sebelumnya, partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan pemilu di Kecamatan Watulimo mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di Kecamatan Watulimo dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2013, keterwakilan perempuan sebagai penyelenggara pemilu khususnya di PPK dan PPS tidak ada. Hal serupa juga terjadi dalam Pileg 2014 maupun Pilpres 2014. Baru pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek pada 2015 kemarin muncul partisipasi perempuan sebagai penyelenggara pemilu di Kecamatan Watulimo, walaupun hanya 1 (satu) yaitu PPS Desa Ngembel. Kenapa partisipasi ini penting? Dalam perspektif gender yang di usung oleh kalangan feminis terdapat adagium yang menyatakan bahwa perempuan harus dilibatkan dalam kedudukan yang sejajar dengan laki-laki di seluruh bidang pembangunan termasuk dalam bidang penyelenggaraan pemilu. Dengan dilibatkannya perempuan dalam bidang penyelenggaraan pemilu, maka dalam setiap pengambilan kebijakan senantiasa menghadirkan sensitifitas gender. Sehingga praktek-praktek diskriminasi terhadap perempuan baik yang bersifat struktural maupun kultural dapat ditiadakan. Adanya keterlibatan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu yang nota bene akan mengambil keputusan publik sedikit tidaknya telah berdampak pada kebijakan yang tidak sensitif gender. Perempuan akan lebih bisa pro aktif untuk masuk dan mengajak kaum perempuan untuk pro aktif meningkatkan partisipasi perempuan dalam Pilkada 2018 ini nantinya. Munculnya perempuan-perempuan muda penyelenggara pemilu di Kecamatan Watulimo ini merupakan angin segar bagi peningkatan partisipasi perempuan dalam pemungutan suara 27 Juni nanti. Mengingat Pilkada 2015, partisipasi perempuan suad berada satu titik di atas laki-laki yaitu 18.742 dari jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya 37.182 pemilih. Atau sekitar 50,4 % dari seluruh pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Baru 69 % pemilih perempuan di Watulimo yang menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2015 kemarin. Dengan adanya perempuan di garda depan penyelenggara pemilu ini diharapkan ada peningkatan partisipasi pemilih khususnya dari pemilih perempuan, kedekatan komunitas akan menjadi daya tarik tersendiri tentunya. Lia, misalnya, salah satu perempuan dari PPS Prigi. Ia mengatakan bahwa ia akan selalu mensosialisasikan kepeda pemilih perempuan khususnya dalam forum yasinan, arisan atau ketika ngumpul-ngumpul bareng. “Jargon 5 detik untuk masa depan jawa timur 5 tahun kedepan akan selalu saya kedepankan untuk penyadaran masyarakat akan pentingnya memilih”, ungkap lia sambil tersenyum. [Irul]
WATULIMO -- Bagi mereka yang belum mengenalnya, cewek tomboi asal Desa Slawe Watulimo Trenggalek ini terkesan jutek. Namun berada dekat pemilik nama lengkap Dian Fitri Susetyo (22 tahun), waktu dua jam terasa sangat singkat. Apalagi kalau bicara tentang pendidikan, dunia yang menjadi profesinya, maka dia akan mengajak kita memasuki pendidikan anak masa kini, tanpa ada kesan dia menyombongkan diri. Dian Fitri Susetyo (22 tahun) merupakan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) termuda di Kecamatan Watulimo. Fitri adalah sapaan akrab perempuan satu ini, perempuan kelahiran 8 Maret 1995. Baru diwisuda 9 September 2017 dengan jurusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar atau yang sering disebut dengan PGSD di Universitas Negeri Malang. Ditemui di sela-sela kesibukannya sebagai Guru Privat di daerahnya (07/01), Fitri mengatakan pada awalnya ia tidak terlalu tertarik untuk menjadi anggota PPS. Dorongan semangat dari keluarganya, membawa ia siap menatap suksesnya penyelenggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 di desa Slawe khususnya. “Kata bapak, maju tidaknya suatu daerah tergantung dari pemudanya sendiri”, ungkapFitri. Walaupun tercatat sebagai PPS termuda se Kecamatan Watulimo, tidak menyurutkan semangat Fitri untuk terus mencurahkan ide gagasan dan pengabdiannya dalam menyukseskan Pilkada 2018 ini di desa Slawe.Terjun langsung ke masyarakat dan mendekatkan diri dengan tokoh masyarakat akan terus ia lakukan untuk mensosialisasikan penyelenggaran Pilkada Jawa Timur 2018 ini. Dengan menjadi penyelenggara pemilu di tingkat desa atau PPS ini, akan dijadikan momentum bagi Fitri untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara. “Saya bertekad untuk totalitas dalam menjalankan amanah menjadi penyelenggara pemilu ini, sesuai mekanisme dan undang-undang yang berlaku dan berharap Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur tahun 2018 dapat berjalan dengan lancer dan masyarakat dapat pro aktif dalam berpartisipasi di dalamnya, serta dapat menjadi pemilih yang cerdas” pungkasnya. Fitri telah menunjukkan bahwa umur muda bukanlah penghalang untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara, namun semangat membangun dan memajukan bangsa.[Irul]
KARANGAN -- Seorang pria berasal dari Desa Sumber, kecamatan Karangan ini patut dijadikan teladan. Dia seorang Guru sekaligus sebagai Wakil Kepala Sekolah Di MTs Swasta Qomarul Hidayah di Kecamatan Tugu. Berstatus Sarjana lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung ini, mengabdi sudah cukup lama. Bahrun Rofiqi, S.Ag, itulah namanya yang akrab di panggil Pak Bahrun. Bapak dari tiga anak yang semuanya perempuan dan didampingi seorang istri yang cantik bernama Rinawati, dalam mengabdikan diri pada penyelenggaraan Pemilu sudah cukup lama. Sejak Tahun 1999, dia sudah mulai merasakan menjadi bagian penyelenggaraan Pemilu. Berawal sebagai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih sampai dengan menjadi anggota komisioner PPK Karangan. Dalam pengalaman kepemiluan beliau sudah dua kali menjadi anggota komisioner PPK Karangan. Hingga saat ini bersama 4 anggota komisioner yang lain dia dipercaya sebagai Ketua PPK. Hal itu salah satu nya adalah pengalaman kepemiluan serta kewibaan dalam penampilan. Disela-sela rapat pleno pemilihan ketua PPK, ia menyampaikan: “Terima kasih kawan atas kepercayaan kalian, tapi keberhasilan penyelenggaraan Pilgub 2018 di PPK Karangan kita harus saling bantu. Keberhasilan ataupun kegagalan adalah milik kita bersama”. Dalam pembagian tugasm, Bahrun memilih sesuai dengan pengalamannya, yaitu bagian Divisi Keuangan, Umum dan Logistik (KUL). Pria yang punya hoby naik sepeda gunung ini penuh wibawa dan patut dijadikan teladan bagi anggota PPK maupun PPS lain. Beliau juga pandai menempatkan diri dalam bergaul, berkordinasi, dan juga memberikan solusi penyelesaian masalah. [Sunu]
KARANGAN -- Jatiprahu, 05 Januari 2018. Acara rutin Yasinan keliling tiap Jumat Malam selepas sholat Magrib kali ini menjadi sasaran sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2018. Kegiatan Yasinan keliling ini bertempat di Rumah Saudara Fakul. Jamaah Yasinan Mushola Al-Huda RT. 19 dan RT. 03 Jatiprahu kecamatan Karangan berdiri sudah lebih dari 8 tahun yang lalu, dengan jumlah anggota saat ini mencapai 84 orang. “Ini termasuk Jamaah Yasinan dengan anggota terbanyak dan insyaallah paling kompak se-Desa Jatiprahu dari semua anggota Yasinan rata-rata yang hadir mencapai 80% - 90% atau sekitar 70 orang”, ujar Bapak KH. Sakurrudin. Ketua jamaah Yasinan ini adalah seorang pensiunan Guru Agama Islam di SDN Sumberdadi Kecamatan Trenggalek. Seperti halnya sore kemarin (05/01/2018), cuaca hujan rintik akan tetapi Jamaah yang hadir hampir 70 orang. Setelah membaca Surah Yasin dan Tahlil, dilanjutkan sholat Isa' berjamaah. Sambil ramah tamah, seperti biasa dilanjutkan dengan siraman rohani. “Sebagai seorang muslim harus bisa memilih antara yang baik dan batil, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang yang menyuap dan disuap dosanya sama. Jadi jangan mau karena hadiah/bingkisan/iming iming kita mau menuruti kehendak orang lain, apalagi tujuannya untuk kepentingan pribadi atau golongan saja”, ujar ketua Yasin KH Sakurrudin. Dilanjutkan oleh anggota komisioner PPK Karangan dari Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (Parmas-SDM), Sunu Eko Basuki yang juga sebagai anggota Jamaah Yasinan Mushola Al – Huda. Ia menggunakan kesempatan untuk melakukan sosialisasi tentang Pilgub 2018. Sunu mengajak Jamaah untuk mensukseskan Pilgub Jatim 2018 Jawa Timur ini dengan suasana Guyub Rukun, agar terselenggara penuh damai, aman, tertib dan kondusif. “Jangan mudah terprovokasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab, beda pilihan itu hal yang wajar tapi persaudaraan dan persatuan tetap harus terjalin. Dan ingat nanti pada hari Rabu Pon tanggal 27 Juni 2018 semuanya memilih jangan sampai golput. Tentukan nasib Jawa Timur dari pilihan anda” tegas Sunu. Sunu juga mengingatkan para Jamaah bahwa mulai tanggal 20 Januari nanti akan ada petugas pemutahiran data pemilih yang akan mendata Jamaah Yasin beserta keluarga. “Mari semuanya proaktif dan berikan data seakurat mungkin”, imbuhnya. Seperti biasa setelah acara menyantap hidangan seadanya, Jamaah berpamitan sambil membaca Sholawat nabi. [PPK-Karangan]
WATULIMO -- Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Watulimo kembali melakukan terobosan untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada masyarakat dengan memasang X-banner terkait tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018. Dan pihak yang digandeng saat ini adalah Kantor Pelayanan Umum Kecamatan Watulimo. Program ini mulai berjalan hari ini, Jum’at (05/01/2018) di ruang pelayanan Kecamatan Watulimo. Pemasangan X-banner ini dimaksudkan untuk memberikan informasi awal Pemilukada Jatim 2018, mengingat intensitas masyarakat yang datang ke Kantor Pelayanan Kecamatan Watulimo cukup tinggi, baik untuk mengurus administrasi kependudukan ataupun hal lain. Divisi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (Parmas-SDM) PPK Watulimo mengatakan, program ini dapat mendukung kegiatan sosialisasi tahapan Pemilukada Jawa Timur. Selain informasi tahapan yang dapat diperoleh masyarakat yang berkunjung ke Kantor Pelayanan Kecamatan Watulimo, harapannya juga merangsang masyarakat untuk sadar memilih di 27 Juni nanti. “Keterbukaan informasi itu penting, ini salah satu wujud transparansi kita”, ungkap Irul (Khoirul Masruri). Irul menambahakan, dengan adanya informasi tentang tahapan ini, bisa mempengaruhi masyarakat Watulimo khususnya paling tidak informasi awal untuk “sadar” pemilu dan memilih/menyalurkan hak pilihnya. Bisa dibayangkan, bagaimana masyarakat mengetahui tahapan, apabila penyelenggara tidak mempublikasikan. Keterbukaan informasi ini akan menarik masyarakat untuk memantau langsung berbagai tahapan yang akan berjalan nantinya, dan ini akan bisa menjadi salah satu indikator partisipasi dari masyarakat. PPK Watulimo juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kecamatan Watulimo yang memberikan ruang lebih untuk bersama-sama mensosialisasikan Pemilukada ini. Terkait sosialisasi kepada masyarakat, PPK Watulimo akan selalu berkomitmen penuh menyuarakan informasi-informasi Pemilukada Jawa Timur 2018 ini, disemua lini dan kegiatan, untuk Watulimo yang sadar memilih. [PPK-Watulimo]