Berita Terkini

49

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR PENYUSUNAN MATERI RELAWAN DEMOKRASI

SURABAYA, 17/01/2019— Dalam rangka memperlancar fungsi keberada Relawan Demokrasi (Relasi) yang sudah dibentuk oleh KPU Kabupaten Trenggalek bersama KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, pada hari Rabu-Kamis, tanggal 17-18 Januari kemarin diadakan rapat kordinasi penyusunan materi Relawan Demokrasi di KPU Propinsi Jawa Timur. Pertemuan yang dikordinasi oleh Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (Sosdiklih-Parmas&SDM) KPU Propinsi Jawa Timur ini berlangsung di aula KPU Propinsi. Pertemuan ini dipandu langsung oleh Gogot Cahyo Baskoro, Divisi Sosdiklih-Parmas-SDM KPU Propinsi Jawa Timur. Ia langsung mengungkapkan bahwa Relawan Demokrasi dalam Pemilu 2019 ini lumayan punya porsi yang lebih banyak dibanding Relasi yang dibentuk pada pemilu sebelum-sebelumnya. “Dulu waktu Pilgub kita di Kabupaten/Kota hanya bentuk 10, sekarang ada 55 personil”, paparnya. Memasuki acara inti, Gogot langsung membagi 38 komisioner Divisi Sosdikih-Parmas-SDM dari 38 kabupaten/kota ke dalam kelompok-kelompok. Masing-masing akan membahas materi-materi  yang akan disampaikan dalam bimtek relawan demokrasi maupun modul materi yang akan dijadikan bahan bagi relawan untuk disampaikan pada masyarakat. Dari rakor ini, masing-masing kabupaten/kota kelihatan antusias dalam mengawal kerja relawan demokrasi yang sebagian besar sudah direkrut. KPU Trenggalek sendiri sudah menetapkan nama-nama Relawan Demokrasi pada hari Senin tanggal 14 Januari 2019. [Hupmas]


Selengkapnya
52

KORP PMII PUTRI TRENGGALEK GELAR SARASEHAN PENGUATAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMILU 2019

TRENGGALEK, 18/01/2019— Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri atau Kopri Cabang Trenggalek mengadakan acara sarasehan bertema “Penguatan Partisipasi Perempuan dalam Demokrasi Menuju Pemilu 2019 yang Berkualitas”. Acara digelar di Galery Djoeang atas kerjasama dengan KPU Kabupaten Trenggalek. Sekitar 60-an perempuan hadir mewakili berbagai lembaga, komunitas, dan ormas perempuan di Trenggalek. Dalam acara ini, hadir sebagai narasumber di antaranya adalah Dr. Dian Fericha, SH, MH dosen Fakultas Syariah IAIN Tulungagung dan Nurani divisi Sosialisasi, Pendidika Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek. Juga hadir Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Soeripto, S.Ag, M.PdI yang membuka acara kegiatan. Dalam sambutannya, Ketua Kopri Cabang Trenggalek Atik Munfarida mengatakan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan dalam Pemilu 2019. “Kaum perempuan harus menjadi subjek dalam demokrasi, terutama Pemilu 2019 ini, jangan jumlah pemilih perempuan hanya jadi angka ikut saja”, tambahnya. Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Dr. Soeripto mengatakan tak lupa menyampaikan jawaban terhadap isu-isu yang berkembang terkait Pemilu seperti isu-isu “Kotak Kardus”, “orang gila mencoblos”, dan berbagai kebijakan KPU untuk melayani masyarakat. Pria berusia 48 tahun ini juga mengatakan bahwa KPU saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi, dan membuka peluang kerjasama dengan komunitas dan organisasi masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Memasuki acara inti, Anis Khusnul memandu jalannya sarasehan. Paparan dari dua orang narasumber berhasil menggugah kesadaran para peserta. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, di mana tiga orang peserta sarasehan bertanya tertkait peran perempuan dalam pemilu. [Hupmas]


Selengkapnya
57

MIFTAKUL HUDA, GENERASI BERENCANA YANG GABUNG RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK

TRENGGALEK, 19/01/2019— Miftakul Huda adalah seorang pustakawan yang bergabung dalam Relawan Demokrasi yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek. Hobinya memang membaca dan menulis. Kuliahnyapun linear dengan kegiatan sehari-hari yang ia geluti, Jurusan Ilmu Perpustakaan yang jadi pustakawan di sebuah sekolah dasar di kampung halamannya, tepatnya SDN 2 Mangis Kecamatan Panggul. Huda lahir di Trenggalek, pada tanggal 18 Nopember 1991. Saat ini ia beralamat di  RT 15 RW 03, Desa Panggul, Kec. Panggul, Kab. Trenggalek. Tidak salah jika KPU menerima proposalnya sebagai Relawan Demokrasi karena pemuda ini aktif di berbagai organisasi seperti  Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja (PIK-R) Kecamatan Panggul. Ia juga aktif di Pramuka dan Generasi Berencana (GenRe) Kab. Trenggalek. Ia juga pernah menyabet Prestasi pada Jambore dan Ajang Kretifitas Remaja GenRe Tingkat Nasional Tahun 2016. Motivasinya ikut Relawan Demokrasi adalah menambah relasi serta mengembangkan dirinya agar  lebih baik lagi. Selain itu, ia juga  sangat termotivasi oleh suatu hal baru dan tantangan untuk menyelesaikan program atau pekerjaan atau masalah lebih awal dari tempo yang diberikan. “Agar bisa mencapai target menjadi yang paling unggul dan serta sukses dalam pekerjaan atau program atau pemecahan suatu masalah”, imbuhnya. Motto hidupnya adalah: “Ikhlas Memberi, Senang Berbagi, Sadar Diri dan Faham Fungsi”. Banyak kreativitas yang ia punyai, salah satunya adalah membuat film pendek. [Hupmas]


Selengkapnya
63

KETIKA KPU TRENGGALEK BLUSUKAN SOSIALISASI KE IBU-IBU JAMAAH YASIN

TRENGGALEK, 18/01/2019— Petang hari sehabis magrib, Jumat tanggal 18 Januari 2019. Lilis, Arin, dan Dita tiba di sebuah dukuh yang bernama Dukuh Tenggong Desa Kedungsigit Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Mereka langsung disambut oleh Nurani, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Trenggalek yang sudah  lebih dulu datang karena harus membawa paket bingkisan berisi Gula dan Minyak Goreng, serta harus sowan pada sesepuh dukuh. Setiap hari Jumat sehabis magrib, di dukuh itu diadakan  Bacaan Yasin oleh para ibu-ibu yang berafiliasi dengan ormas Fatayat dan Muslimat NU di wilayah itu. Beberapa hari sebelumnya, Nurani sudah berkomunikasi dengan pimpinan jamaan yasing tersebut, yaitu Kiai Muyadi yang juga Imam masjid di dukuh itu. Komunikasi inilah yang kemudian membuat acara sosialisasi KPU Kabupaten Trenggalek terjadi, setelah acara pembacaan surat yasin dan berbagai doa selesai dilalukan. Dibantu oleh Lilis, Dita, dan Arin, Nurani langsung memulai acara sosialisasi. Ia bertugas sebagai narasumber sosialisasi, sedang ketiga stafnya berbagai tugas untuk mendokumentasikan acara dan mengedarkan tandatangan daftar hadir. Acara sosialisasi berlangsung sekitar 1 jam. Materi sosialisasi yang rencananya akan dipaparkan dengan bantuan LCD ternyata hanya bisa disampaikan dengan metode ceramah. Untungnya Nurani juga sudah mempersiapkan beberapa contoh spesimen surat suara yang ternyata amat membantu dalam menjelaskan teknik pemungutan suara. Ia mengungkapkan ciri-ciri surat suara yang harus dikenali oleh ibu-ibu yang nantinya akan datang ke TPS dan mendapatkan lima surat suara, termasuk warna  dan isinya. Dipaparkan bahwa yang ada gambar atau foto calon nantinya adalah surat suara presiden-wakil presiden dan calon DPD. “Sedang untuk surat suara caleg dari partai baik tingkat kabupaten, propinsi, dan RI nanti tidak ada foto calonnya, adanya adalah nomor urut dan logo partai, nomor urut calon dan nama calon”, paparnya dengan aksen yang penuh penegasan. Tak lupa ia juga mengajak para ibu untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bermartabat, dengan cara memilih setelah mengenali para calon maupun mencegah  keputusan untuk memilih hanya karena uang. Nurani memaparkan bahwa memang Pemilu 2019 ini tidak mempidanakan penerima uang dan hanya pihak pemberi yang bisa dipidanakan. “Tapi kita harus tetap jadi pemilih yang menjaga martabat ya Ibu-ibu”, ajaknya. [Hupmas]


Selengkapnya
50

NONTON BARENG DEBAT CAPRES-CAWAPRES PUTARAN I DI PPK TUGU

TUGU, 18/01/2019— Menindaklanjuti instruksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar jajaran panitia pemilihan di berbagai kecamatan melakukan nonton bareng Debat Publik pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tugu mengadakan acara nonton bareng. PPK Tugu juga undang PPS untuk nonton bareng debat ke 1 capres dan cawapres pemilu 2019 di aula kantor Kecamatan Tugu. "Meskipun cuaca malam ini hujan deras, acara nobar tetap kita laksanakan", ujar ketua PPK Tugu, Nungky. Faktanya memang cuaca malam itu mempengaruhi antusiasme PPS untuk hadir menjadi menurun. Meskipun demikian acara nobar tetap terlaksana dengan penuh semangat karena dihadiri oleh aparat Kamtibmas serta anggota Koramil Kecamatan Tugu yang memecah suasana ruang aula. [Leny]


Selengkapnya
62

NEBENG PENGAJIAN RUTIN MUSLIMAT-FATAYAT KECAMATAN KAMPAK, KPU TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU SERENTAK 2019

KAMPAK, 13/01/2019— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek terus  bergerak untuk melakukan persebaran informasi terkait dengan Pemilihan Umum serentak tahun 2018 yang semakin mendesak. Kali ini KPU turun ke Kecamatan Kampak untuk menghadiri acara Pertemuan rutin ibu-ibu Muslimat-Fatayat NU. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Sumberdaya (Sosdiklih-SDM), Nurani, hadir bersama para staf untuk memanfaaatkan waktu yang diberikan oleh pengurus Muslimat-Fatayat Kecamatan Kampak untuk berbicara tentang Pemilu 2019. Selama sekitar 45 menit, Nurani membeberkan beberapa informasi penting tentang Pemilu 2019. Selain menginformasikan tentang waktu dan tenis persiapan menuju tanggal 17 April di hari pemungutan suara, Nurani juga mengajak ibu-ibu untuk menjadi pemilih yang cerdas, bukan pemilih yang hanya mau mendatangi TPS hanya karena uang. “Memang di Pemilu kali ini berbeda dengan Pilgub kemarin di mana sekarang hanya pemberi yang bisa kena pidana, tapi kami mohon mari kita jadi pemilih yang tidak aji mumpun demi kualitas demokrasi kita”, papar lelaki botak yang kali ini mengenankan kopyah itu. [Hupmas]


Selengkapnya