Berita Terkini

43

RAPAT PLENO DPTB, HINGGA TANGGAL 17 FEBRUARI ADA 201 WARGA YANG AKAN PINDAH PILIH KE TRENGGALEK

Pada hari Minggu kemarin (17/02/2019) dilakukan Rapat Pleno Penetapan Daftar Pemilih Tambahan. Daftar Pemilih Tambahan yang selanjutnya disingkat DPTb adalah Daftar Pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu TPS yang karena keadaan tertentu Pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Acara Rapat Pleno dilaksanakan di Aula Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Trenggalek. Rapat ini dihadiri oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pimpinan Partai Politik, dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Trenggalek. Hadir dari KPU Kabupaten Trenggalek Ketua KPU dan tiga orang komisioner. Sebelum rapat pleno penetapan DPTb, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Dr. Suripto memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan membuka acara rapat pleno. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek mengatakan bahwa pindah pilih memang menjadi fenomena yang akan selalu terjadi. Ada konsekuensi-konsekuensi bagi yang pindah pilih, terutama pada hak-hak terhadap surat suara karena menyesuaikan dengan Dapil tempat pindah pilih dikaitkan dengan alamat TPS asal. Dikatakan bahwa sekarang tak bisa lagi ada mobilisasi surat suara antar-Dapil karena pindah pilih akan menghilangkan hak surat suara untuk surat suara yang Dapilnya berbeda dengan alamat TPS asal tersebut. “Dan alasan pindah pilih juga harus jelas sebagaimana diatur dalam Peraturan”, tegas Soeripto. Sebagaimana disepakati bersama, penetapan DPTb yang masuk dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 dengan jumlah pemilih sebanyak 201 (Dua Ratus Satu) pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 164 (Seratus Enam Puluh Empat) pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 37 (Tiga Puluh Tujuh) pemilih, tersebar di 9 Kecamatan, 33 (Tiga Puluh Tiga) Desa/Kelurahan, dan 56 (Lima Puluh Enam) TPS. [Hupmas]


Selengkapnya
66

RANGKUL SANTRI PAGAR NUSA RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

Trenggalek,18 Februari 2019, salah satu relawan demokrasi bentukan KPU Kabupaten Trenggalek yang di tempatkan pada segmen warganet ini menyampaikan pesan demokrasi yang akan di hadapi santri Pagar Nusa pada 17 April 2019. Winaryo, salah satu Relawan Demokrasi Trenggalek, menularkan  pengetahuan pendidikan Pemilu 2019 di sela-sela kegiatannya melatih murid-muridnya olahraga pencak silat. Kegiatan penyampaian materi disampaikan seusai latihan, meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 bertempat di Desa Senden Kecamatan  Kampak. Ia mengajak  peserta latihan beladiri memahami kegiatan sosialisasi dengan menunjukkan beberapa spesimen surat suara yang akan dipilih nanti pada 17 April 2019. "Kita sebagai calon-calon pendekar yang merangkul dan menjaga NKRI harus ikut andil dalam menggunakan hak pilih kita tidak ada kata golput bagi calon-calon pendekar”, tegas Winaryo pada murid-muridnya. Ia berharap informasi yang disampaikan pada 30 peserta tersebut menyebar luas untuk dijadikan bahan pedoman dalam menciptkan demokrasi elektoral. Tindakan ini dipuji oleh Relawan Demokrasi yang lain yang kebetulan juga ikut mendampingi Winaryo. “Saya sangat salut kepada tim segmen warganet dalam menciptakan pemahaman pemilu 17 April 2019 dengan menyasar seluruh elemen masyarakat yang pada nantinya akan dijadikan pemahaman ketika hari pemilu nanti", ujar Zamzuri. Dalam hal kegiatan tersebut Winaryo dan Zamzuri juga tak lupa memberi pesan jangan mudah percaya akan berita yang belum jelas referensinya (hoax). Dua relawan basis warganet ini memang bertugas untuk menjamah kehidupan media sosial, termasuk mengajak agar warga tidak  menjadi korban atau penyebar berita hoax. [RDT]


Selengkapnya
54

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 PADA REMAJA PONDOK PUTRI NURUTTAQWA

Senin, 18 Februari 2019. Relawan Demokrasi bentukan KPU Kabupaten Trenggalek melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih terhadap Remaja Pondok (Rempon) Putri Nuruttaqwa, Desa Ngetal. Sore hari, sehabis mengaji kitab kuning, ada sedikit waktu senggang sebelum pelaksanaan sholat ashar berjamaah. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Mufti Albab dari Segmen Komunitas untuk melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilu terhadap Rempon Putri Nuruttaqwa. Sekitar 30-an santri putri dengan seksama mendengarkan penjelasan dari pemateri. Pemilu adalah hal baru bagi mereka. Sebagian besar berusia 17 - 20 tahunan. Ada yang sudah pernah melakukan pencoblosan pada pemilu sebelumnya. Ada juga yang akan merasakan pengalaman pencoblosan pertamanya. Pemateri menjelaskan terkait pentingnya pemilu dan unsur-unsur yang ada di dalam pemilu. Kualitas pemilu dipengaruhi 3 unsur utama; 1. Penyelenggara, 2. Peserta,  dan  3. Pemilih. "Sampean juga bisa lho menjadi penyelenggara pemilu", ucap pemateri. Lontaran pernyataan tersebut membuat penasaran para Rempon Putri. "Caranya, sampean nanti mendaftar sebagai KPPS untuk pemilu 2019. Dengan menjadi KPPS sampean semua sudah termasuk sebagai penyelenggaran pemilu di tingkat TPS", ujar pemateri. Materi ke-pemilu-an disampaikan kurang lebih selama 15 menit. Banyak pertanyaan  yang diajukan pada pemateri. Salah satunya Rempon Putri asal Kalimantan. "Dengan KTP domisi Kalimantan apakah bisa mencoblos di Trenggalek?", tanyanya. "Bisa saja, asal sampean mengurus pindah pemilih di PPS Ngetal sebelum tanggal 17 Maret 2019, nanti sampean mendapat form A5", jawab pemateri. Ada juga pertanyaan tentang bilamana saat ini masih berumur 16 tahun, tapi pada tanggal 9 April nanti sudah genap 17 tahun. Apakah hal tersebut bisa mendapatkan hak pilih? "Tetap bisa mempunyai hak pilih. Syaratnya sampean mengurus Suket (Surat Keterangan) e-KTP ke Dispendukcapil. Walaupun sampean tidak masuk DPT, sampean bisa menggunakan Suket e-KTP tersebut waktu pencoblosan nanti", jawab pemateri. Sosialisasi pemilu diakhiri dengan sesi photo bersama dan ajakan untuk datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019 nanti. Para Rempon Putri Nuruttaqwa berkomitmen untuk ikut menyukseskan gelaran pemilu 5 tahunan tersebut. [RDT]


Selengkapnya
54

IKA RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASI PEMILU DI PANTAI KONANG

Sambil Menyelam minum kopi. Itulah pepatah yang selalu dipakai oleh Ika Prihatingsih, seorang Relawan Demokrasi Trenggalek basis perempuan. Ia memang suka mbolang. Termasuk hari ini, ia hendak mengunjungi acara “Pasar Engah-Engah” di  alun-alun balai kecamatan Panggul. Karena pembukaan masih belum mulai, maka ia ingin memanfaatkan kesempatan untuk melakukan sosialisasi di Pantai Konang, pantai yang tak jauh dari tempat acara. Ia memang selalu membawa alat peraga sosialisasi ke mana-mana. Jok sepeda motornya  cukup muat untuk meletakkan spanduk dan beberapa alat peraga seperti spesimen surat suara dan stiker. Di hadapan kumpulan orang-orang yang berada di pantai Konang, Ika   menyampaikan informasi tentang Pemilu 2019. Ia memperkenalkan  5 jenis  surat suara dan teknik pencoblosan. Ia juga membagikan stiker setelah mengakhiri ceramahnya.  Iapun terus berkeliling  mendatangi kumpulan orang-orang. [RDT]


Selengkapnya
60

RAISA, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, SOSIALISASI PEMILU DENGAN MENDATANGI PARA PENGUNJUNG TAMAN KOTA

TRENGGALEK, 15/02/2019— Pada Hari Jumat sore, sekitar pukul 17.00 WIB, tanggal 15 Februari 2019. Raisa, salah seorang Relawan Demokrasi dari segmen pemilih pemula yang dibentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek datang di Taman Kota Trenggalek atau yang disebut “green park”-nya Trenggalek. Kedatangannya adalah untuk menjalankan tugas membantu KPU Trenggalek untuk melakukan sosialisasi dan menyebarkan informasi terkait Pemilu 2019. Ia mendatangi orang-orang yang berkumpul dan duduk-duduk, baik di atas kursi, maupun di gazebo yang tesebar di taman itu. Dengan menggunakan alat peraga beupa spicemen surat suara dan materi  PPT dilayar androidnya, ia berusaha menjelaskan tentang Pemilu 2019 setelah mohon ijin pada orang-orang yang ditemuinya. Raisa melakukan kegiatan ini dengan pertimbangan karena kebetulan Taman Kota Trenggalek berdekatan dengan rumahnya yang masih satu kelurahan dengan tempatnya tinggal. Selain itu, ia beranggapan bahwa banyak remaja dan pemuda yang merupakan segmen Pemilih pemula yang ia temui di taman kota. “Ini akan menjadi sasaran yang tepat karena bisa memanfaatkan para remaja dan pemuda yang sedang bermain di taman untuk  menyampaikan materi sosialisasi”, tuturnya. Materi yang disampaikan menjelaskan ttg kapan waktu pelaksanaan pemilu,  mengenalkan nama partai dan calon,  ajakan tidak golput, menjelaskan tentang pemilihan DPD, DPRD dan jumlah keseluruhan kursi serta mengenalkan lima  surat suara lewat layar android.  Ternyata banyak anak muda yang kurang tahu tentang kapan dilaksanakan Pemilu,  dan sempat ada yang berkomentar bahwa mau nyoblos kalau “ada uangnya”.   Pemahaman itulah yang langsung dijawab oleh Raisa. “Itu menjadi tugas kami relawan demokrasi untuk  menekankan dan menjelaskan bahaya politik uang. Karna jika pemilih berdaulat, negara kuat”, imbuh Raisa.  Akhirnya para mengunjung memahami apa yang disampaikan.  Setelah selesai dilanjutkan pembagian stiker. [RDT]


Selengkapnya
58

JULIA INDANA, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, TERJUN KE AGROPARK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 16/02/2019— Agro Park Trenggalek adalah salah satu tempat rekreasi terbaru di Trenggalek yang akhir-akhir ini menyerap kunjungan dari berbagai kalangan yang datang di spot wisata yang terdapat di tengahkota ini. Kawasan yang terdiri dari demplot pertanian terpadu (peternakan dan perikanan) ini selalu saja ada pengunjung, terutama sore dan pagi hari, apalagi di saat hari libur. Tempat inilah yang didatangi oleh Julia Indana Zulva, seorang Relawan Demokrasi Trenggalek pada hari Sabtu,16 Februari 2019 lalu. Ia atang untuk mendatangi kumpulan orang-orang yang akan dijadikannya sasaran sosialisasi Pemilu 2019. Kegiatan ini ia lakukan pada  sore hari jam 17.00 WIB. Meski cuaca yang terus tampak mendung seakan mau hujan, Julia  tak gentar untuk menjangkau sasaran. Sosialisasi tatap muka kali ini menginformasikan mengenai warna surat suara, jumlah partai, serta nama calon presiden-wakil presiden dan caleg. Sekaligus tak lupa senantiasa mengajak untuk menolak “money politic” dan ajakan untuk mencoblos pada Hari Rabu tanggal 17 April 2019 nanti. Menurut pengamatan Julia pada sosialisasi ini, terlihat bahwa orang-orang masih belum banyak tahu mengenai Pemilu serentak 2019. “Untuk hari pencoblosan saja masih sedikit bingung ketika ditanya”, tuturnya. Indana menganggap bawha jika minimnya pengetahuan peserta pemilih Pemilu tetap dibiarkan seperti ini, ia khawatir bahwa Pemilu kali ini tidak akan sukses dari sisi partisipasi. Maka dari itu ia bertekad bahwa sosialisasi harus lebih digencarkan lagi demi terwujudnya demokrasi yang melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat. [RDT]


Selengkapnya