Berita Terkini

57

SETIASIH, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 DI IBU-IBU YASINAN DUSUN KEDUNGWARU

TRENGGALEK, 16/02/2019—  Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 oleh Relawan Demokrasi Trenggalek. Setiasih, misalnya. Relawan Demokrasi Trenggalek di segmen komunitas keagamaan ini pada Hari Sabtu kemarin (16/02/2019) masuk komunitas ibu-ibu Yasinan untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2019. Setiasih masuk ke ibu-ibu Jamaah Yasin Dusun Kedungwaru RT 26/27 RW 05 Desa Kedungsigit. Sosialisasi dilakukan setelah bacaan Yasin selesai, sekitar  pukul 18:30 sampai 19:30 WIB. Jamaah Yasin dilakukan di rumah Bapak  perangkat desa Kedungsigit, yaitu bapak Mulyani. Peserta Jamaah Yasin ini ada sekitar 50 orang. Dalam sosialisasi ini Setiasih menyampaikan materi tentang waktu pelaksanaan Pemilu, lima surat suara, teknik pencoblosan, serta menolak ajakan ‘money politic’. “Alkhamdulillah,  dengan waktu satu jam ibu-ibu Jamaah udah pada paham...dengan adanya sosialisasi ini ibu-ibu Jamaah Yasin dapat termotivasi untuk ikut serta dalam Pemilu 17 April 2019 nanti dan tidak golput”, komentar Setiasih selesai acara. [RDT]


Selengkapnya
54

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN PINGGIRAN SOSIALISASI PEMILU 2019 DIKEMAS SARASEHAN DENGAN TEMA ISU LINGKUNGAN

TRENGGALEK, 16/02/2019— Sabtu pagi, sekelompok pemuda berdatangan menuju lokasi acara sosialisasi yang diadakan oleh relawan demokrasi KPU Trenggalek dari segmen Marginal. Lokasi acara yang sangat unik dan nyaman, tepatnya berada di pinggir kali biasa disebut Gupili (Gubuk Pinggir Kali) karena di lokasi tersebut di bangun gubuk-gubuk kecil sebagai wahana ngopi dan berdiskusi. Lengkap dengan panorama alamya, acara sosialisasi yang diadakan oleh segmen Marginal ini dikemas dengan konsep acara sarasehan dengan tema "Adakah Isu Lingkungan & Tambang di Jalur Lintas Selatan dalam Politik Elektoral 2019?", dan mendatangkan 3 narasumber yabg berkualitas. Narasumber pertama yaitu Ridho Saiful, beliau adalah ketua dewan WALHI (Wahana lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Timur, yang telah mempunyai segudang pengalaman mengenai masalah lingkungan hidup khususnya di daerah Jawa timur. Narasumber kedua, dari teman aktifis LSM PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Mangkubumi Tulungagung, beliau aktif dalam isu lingkungan hidup di Tulungagung selatan dan  konservasi sungai Ngrowo yang ada di kota Tulungagung. Kemudian pemateri ketiga adalah komisioner KPU yaitu Nurani Soyomukti, yang kebetulan beliau adalah seorang penulis buku dan pengamat sosial. Dari pemaparan ketiga pemateri tersebut para peserta yang jumlahnya sekitar 90-an sangat antusias mendengarkan setiap materi yang disampaikan dari awal sampai akhir. Dengan menekankan pada perubahan sosial dari adanya Pilpres dan Pemilu Legislatif bulan April mendatang diharapkan menjadi ujung tombak dari perubahan menuju yang baik sistem sosial masyarakat di Indonesia khususnya di wilayah Watulimo dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari komunitas lingkungan, karangtaruna, Ipnu-Ippnu dan masyarakat lokal dekat lokasi acara ikut andil dalam membangun ide untuk susksesnya pemilihan umum pada 17 april 2019 mendatang, menjadi ajang pesta demokrasi yang membahagiakan semua pihak. Disela-sela acara, relawan demokrasi segmen Marginal juga menjelaskan tentang tata cara pencoblosan dari 5 surat suara yang berbeda-beda warna tersebut. Dengan peserta yang terdiri dari para pemuda tersebut, harapannya, mereka bisa menjelaskan kepada sanak keluarga dan teman tentang bagaimana memilah, memilih dan mencoblos capres dan caleg dengan benar, sehingga kedepannya munculah pemimpin yang sangat peduli dengan rakyat khususnya yang mampu membuat perubahan sosial, serta keadilan lingkungan. Acara terakhir yaitu sesi tanya jawab, dari diskusi tersebut dapat diketahui dari pemaparan pemateri, peserta dapat memahami bagaimanakah sistem demokrasi yang baik, sehingga diharapkan dengan adanya acara ini menjadi sebuah motivasi dan pendidikan berdemokrasi untuk mencerdaskan masyarakat dan anak cucu kita nanti. Dan acara yang diadakan pada Sabtu, 16 Februari 2019 ini berakhir pada 12.30 WIB, berada di GuPiLi desa Slawe Kec. Watulimo Kab. Trenggalek berjalan dengan lancar. [RDT]


Selengkapnya
58

IKA RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU DI IBU-IBU FATAYAT-MUSLIMAT DESA KEDUNGSIGIT

TRENGGALEK, 15/02/2019— Hari Jumat tgl 15 Februari 2019, Relawan Demokrasi Trenggalek dari Segmen Keagamaan Ika Prihatiningsih melakukan sosialisasi di Majelis Muslimat-Fatayat ranting Kedungsigit yang bertempat di Masjid Shohibul Mutaqin dusun Njeruk Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan. Dalam pertemuan rutin yang dihadiri kisaran 90-an ibu ibu ini, Ika melakukan  sosialisasi dengan disambut antusiasme yang luar biasa di kalangan ibu-ibu . Ika menyampaikan pentingnya Pemilum mengenalkan lima  surat suara. Ika juga melakukan simulasi pencoblosan di hadapan ibu-ibu.  Ia juga mengajak agar ibu-ibu tidak Golput. Acara yang dimulai dari jam 13.30 WIB itu berakhir jam 15.30 WIB. Dengan penyampaian terimakasih dari para jamaah atas sosialasi tersebut karena disampaikan oleh ibu ketua Majelis tersebut, sosialasi pemilu ini sangat diperlukan mengingat tekniknya berbeda dari sebelumnya. [RDT]


Selengkapnya
55

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALIASASIKAN PEMILU 2019 PADA ORGANISASI "BARONGSAI" DI POGALAN

TRENGGALEK, 12/02/2019— Yenu Rizki Widiyawan salah satu aktivis Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) tergolong cukup antusias dalam menjalankan tugasnya membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek dalam melaksanakan sosialisasi Pemilu 2019. Ia juga termasuk relasi yang cekatan dalam mengambil kesempatan untuk melakukan sosialisasi kepada warga dalam sebuah acara. Salah satunya  bisa dilihat dengan keberhasilannya masuk organisasi Barongsai di Kecamatan Pogalan untuk melakukan sosialisasi. Pada Hari Selasa, tanggal 12 Februari 2019 lalu, sekitar pukul  20.00 WIB, ia datang ke lokasi berkumpulnya komunitas Barongsai tersebut.  Ada kurang lebih  30 orang yang hadir dalam acara tersebut.  Yenu datang  kelokasi tersebut untuk meminta waktu memberikan sosialisasi Pemilu 2019. Berbekal materi yang ia dapatkan dari  Bimtek Relawan Demokrasi Trenggalek yang diberikan   KPU beberapa waktu  yang lalu dan berkat upayanya mempelajari materi terkait secara lebih dalam, akhirnya hal itu membawanya berani menyampaikan materi tentang Pemilu 2019. Dalam sosialisasi malam itu,  ia mengajak agar pada  tanggal 17 April 2019   datang ke TPS untuk ikut memberikan dukungan terhadap pesta demokrasi. Ia menjelaskan bagaimana cara pemilihan, dan mengulas sedikit tentang surat suara yang sah.  Tak lupa ia membawa alat peraga untuk membantu memberikan pemahaman yang lebih gamblang. Di akhir sesi, dengan semangat mereka mengatakan untuk turut ikut mendukung dan mensukseskan Pemilu 2019. Diharapkan sosialisasi ini mendorong masyarakat untuk sadar akan pentingnya memberikan hak suara mereka. [RDT]


Selengkapnya
69

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK DATANGI IBU IBU YASINAN DI DESA JATIPRAHU

TRENGGALEK, 10/02/2019—  Minggu tanggal 10 Februari 2019 sekitar pukul 18.30 WIB, setelah sholat Maghrib. Kelompok Relawan Demokrasi segmen pemilih perempuan mendatangi kelompok ibu-ibu Yasinan di RT 23 Dusun Krajan, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan. Acara sosialisasi ini merupakan hasil inisiatif dari Dwi Safitri (22 tahun), salah satu anggota relawan demokrasi segmen pemilih perempuan yang juga berdomisili di Desa tersebut. Sebelum sosialisasi dilaksanakan, kelompok Relawan Demokrasi mengikuti acara Yasinan bersama seluruh ibu-ibu peserta yang hadir. Setelah acara Yasinan berakhir, barulah tim relawan memberikan materi sosialisasi tentang pemilu 2019. Cukup mengejutkan, ternyata mayoritas ibu-ibu Yasinan banyak yang masih belum tahu kapan pemilu 2019 dilaksanakan. Maka dengan sabar, tim relawan memberikan penjelasan soal kapan pemilu dilaksanakan, yaitu pada hari Rabu tanggal 17 April 2019. Selesai dengan penjelasan tentang kapan waktu pelaksanaan pemilu, tim relawan kemudian menjelaskan tentang apa saja yang dicoblos pada waktu pemilu nanti dan bagaimana mencoblos yang benar. Peserta juga sempat menyatakan rasa bingungnya karena pada tahun ini pemilu setiap orang mendapat 5 jenis surat suara dengan warna yang berbeda. Namun lagi-lagi tim relawan dengan sabar menjelaskan tentang 5 jenis surat suara ini. “Ibu-ibu, njenengan ingat-ingat nggih. Kalau surat suara warna abu-abu itu untuk capres-cawapres, warna merah untuk DPD RI, kuning untuk DPR RI, biru DPRD propinsi, dan hijau untuk DPRD kabupaten Trenggalek”, jelas Dwi kepada ibu-ibu peserta yasinan. Tapi ada juga peserta yang bertanya, “Mbak, kan di surat suara caleg itu gak ada gambar/foto calegnya terus gek ndilalah kulo blas mboten kenal sama calegnya... kulo mesti milih atau nyoblos apanya? Biasanya kalau ada fotonya kulo tinggal nyoblos yang wajahnya paling ganteng atau yang paling cantik gitu.” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Dwi dengan mengatakan bahwa dari lima surat suara Pemilu tahun ini yang ada fotonya haya surat suara untuk capres-cawapres dan DPD RI saja. “Tapi kalau ibu tidak kenal sama Calegnya, ibu bisa nyoblos partainya, itu sudah sah da suara masuk partai”, jelas Dwi. Lalu ia memberitahukan bagaimana caranya kenal para calon. Warga harus aktif mengenali calon, dari berbagai sumber. Ada calon yang mungkin punya media sosial atau profilnya sudah ditulis di media online, warga bisa bertanya pada anak atau adhik atau siapapun yang bisa membuka internet. “Sekarang era milenial, Ibu-ibu, jadi internet juga bisa kita gunakan untuk ngintip siapa calon kita”, tambah Dwi. Acara hari itu ditutup dengan acara foto bersama dan pengambilan video yel-yel “Jangan lupa tanggal 17 April 2019, ayo kito nyoblos!” Lalu Tim Relawan Demokrasi Trenggalek mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Yasinan RT 23 Desa Jatiprahu yang sudah bersedia menerima mereka untuk mengadakan sosialisasi di kelompok mereka. “Semoga ilmunya bermanfaat nggih, ibu-ibu!”, kata Dwi. [RDT]


Selengkapnya
79

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK GERILYA KE SEKOLAH UNTUK SOSIALISASI PEMLU 2019

TRENGGALEK, 13/02/2019—  Hari Kamis kemarin, tepatnya tanggal 13 Februari 2019, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, tim Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen Pemilih Pemula melaksanakan sosialisasi di SMKN 1 Trenggalek  guna memberi wawasan cerdas memilih untuk 17 April 2019. Meurut Raisa, salah satu aktivis RDT, aksi ini didasari karena  pentingnya menyasar pelajar dalam memberitahukan  5 spesimen surat suara yang nanti akan dicoblos pada 17 April 2019. “Para pelajar butuh mengenali minimal surat-surat suara yang jumlahnya lima jenis yang akan mereka coblos nanti”, tutur Raisa. Dengan menunjukkan beberapa contoh surat suara antusiasme pelajar sangatlah tinggi karena rasa penasaran yang akan di hadapi ketika menerima hak pilih pertama nanti. Dengan metode diskusi pada waktu istirahat itu, Raisa dan Julia juga menuturkan   pentingnya menggunakan sikap  anti-golput dan “money politic” dalam menghadapi demokrasi 17 April 2019 nanti. [RDT]


Selengkapnya