Berita Terkini

46

AMRUL, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, KEMBALI SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 06/02/2019— Pada  Rabu tanggal 06 Februari 2019  telah dilaksanakan agenda sosialisasi pemilu serentak 2019 di Desa Prambon oleh Amrullah, salah seorang Relawan Demokrasi. Kegiatan ini menyasar Jama'ah Yasinan Dusun Ngepoh Tengah dan Lor, RT 28 RW 05. Ada  sebanyak 80 peserta dalam forum ini. Amrul memberikan informasi terkait partisipasi Pemilu, politik uang, tata cara mencoblos, dan teknis pemilu. Kepada jamah, dia menjelaskan bahwa masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih (minimal sudah 17 tahun) sudah mempunyai hak untuk memilih. Pemilih akan memilih dengan cara mencoblos sebanyak lima (5) surat suara dan harus dimasukkan kedalam lima (5) kotak suara. Lanjut amrul, jenis surat suara ada lima (5) warna yaitu warna hijau untuk DPRD, warna biru untuk DPR PROVINSI, warna kuning untuk DPRRI, warna merah untuk DPD dan warna abu-abu untuk Capres Cawapres. Amrul menjelaskan, pecoblosan untuk calon DPR, ada ketentuannya. Yaitu pertama, jika dicoblos partainya, maka suara akan masuk ke Partai. Kedua, jika dicoblos nama calonnya, maka suara akan masuk ke calon legislatif. Ketiga bila dicoblos partai dan nama calon, maka suara akan masuk ke partai dan nama calon. Diduga akan ada politik uang dalam setiap pemilihan, dia memberikan gambaran bahwa sebenarnya masyarakat akan dirugikan. Semakin besar memberikan uang kepada masyarakat, maka ongkos pilitik untuk menjadi caleg/capres juga akan besar, hasilnya kedepan mereka jadi wakil rakyat, dimungkinkan akan banyak korupsi. “Seperti halnya DPRD di Malang, sebanyak 43 anggota DPRD terlibat korupsi”, ungkap Amrul. Selanjutnya Amrul memberikan pengarahan tentang pentingnya tidak golput. Golput bukanlah suatu solusi, sebab setiap warga yang sudah 17 tahun mempunyai hak untuk memilih calon pemimpin. Bilamana hak itu tidak digunakan, maka akan rugi sebab tidak mampu memilih pemimpinnya. [Relasi]


Selengkapnya
37

SEBARLUASKAN INFO PEMILU 2019, KOLABORASI TIM RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK BERGERAK MENYASAR TEMPAT WISATA PANTAI MUTIARA

TRENGGALEK, 05/02/2019— Relawan Demokrasi yang dibentuk untuk memberi arahan dan pemahaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan Pemilihan Umum serentak pada 17 April 2019 kembali bergerak. Kali ini mereka  menyasar tempat wisata Pantai mutiara yang terletak di Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten  Trenggalek. Tim  sosialisasi kali ini adalah kolaborasi relawan demokrasi dari tiga segmen yang terbagi dari segmen komunitas, keluarga dan warganet. "Sasaran kami adalah pengunjung wisata yang berdomisili di wilayah Trenggalek dengan tujuan memberikan pemahaman pentingnya memanfaatkan hak pilih masing-masing",  tutur Bejo. Dalam kegiatan tersebut diharapkan partisipasi masyarakat sadar akan pentingnya menggunakan hak pilih dengan baik dan benar, dengan tidak Golput. Dengan adanya kolaborasi antar segmen Relawan Demokrasi tersebut, diharapkan bisa menunjukkan solidaritas tentang pentingnya kesadaran masyarakat untuk ikut andil menggunakan hak pilih tanpa ada ‘money politik’ dan paksaan dari pihak siapapun.   Masyarakat pengunjung wisata pantai sangat antusias ketika tim Relawan Demokrasi menjelaskan contoh spesimen surat suara yang akan digunakan, karena dalam pemilihan nanti ada 5 surat suara yang akan masyrakat pilih. Pengunjung lebih senang berjumpa dan mendapat wawasan ketika mereka sedang berlibur, karena tidak hanya berlibur tapi mendapat wawasan pentingnya pemilihan umum 17 April 2019. “Harapannya, semoga masyarakat selalu ingat betapa pentingnya partisipasi menggunakan hak pilih pada Rabu, 17 April 2019 dengan motto KPU pemilih berdaulat negara kuat”, tutur Aziz dari segmen keluarga.  [Zamzuri]


Selengkapnya
46

SOSIALISASI PEMILU RELAWAN DEMOKRASI SEGMEN PEREMPUAN SASAR IBU-IBU YASINAN DI DESA NGENTRONG KECAMATAN KARANGAN

TRENGGALEK, 02/02/2019—  Pada hari Sabtu tanggal 2 Februari 2019 selepas waktu sholat Isya’ atau sekitar pukul 19.30 WIB, kelompok Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen pemilih perempuan menyasar kelompok ibu-ibu yasinan di RT 15 Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan. Bertempat di rumah sang koordinator acara yang juga sekaligus anggota relasi segmen pemilih perempuan, Efi Kamalasari (31), para anggota Relasi dengan penuh semangat memberikan sosialisasi tentang Pemilu tahun 2019. Cuaca dingin karena guyuran hujan di luar rumah  tak menyurutkan semangat para anggota Relasi serta rasa antusias ibu-ibu peserta yasinan yang penasaran apa saja yang harus mereka pilih dalam pemilu tahun ini dan bagaimana cara mencoblos yang baik dan benar supaya suara mereka sah. “Karena seperti yang kita semua ketahui bahwa satu suara menentukan nasib bangsa selama 5 tahun ke depan”, kata Efi. Selama acara yang dilaksanakan dengan suasana santai sambil menikmati kudapan yang telah disediakan oleh tuan rumah, para ibu-ibu peserta yasinan terlihat begitu antusias mendengarkan materi sosialisasi yang disampaikan oleh para anggota relasi segmen pemilih perempuan. Bahkan ketika anggota relasi membuka sesi tanya jawab mereka tak segan-segan bertanya bagaimana cara mencoblos yang benar, apakah boleh jika golput saja, dsb. Begitu asyiknya para peserta menyimak pemaparan dari anggora Relasi hingga waktu 30 menit yang diberikan telah habis. Peserta mulai beranjak pulang meninggalkan tempat dimana acara digelar. Sebelum para peserta pulang, anggota Relasi tak lupa membagikan stiker yang diselipkan di dalam kardus makanan ringan sebagai pengingat tentang jadwal Pemilu 2019 diadakan dan supaya masyarakat bersedia pergi ke TPS terdekat untuk menggunakan hak pilihnya. Sambil bersalaman dengan para peserta di dekat pintu, para anggota Relawan Demokrasi segmen pemilih perempuan tak lupa mengucapkan terima kasih atas kehadiran ibu-ibu kelompok yasinan RT 15 Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan. "Matur suwun nggih bu rawuhipun", ucap para anggota relawan demokrasi segmen pemilih perempuan yang juga sekalian belajar berbicara menggunakan bahasa Jawa krama inggil yang baik dan benar. [Triska]


Selengkapnya
38

IKA, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, SOSIALIASASIKAN PEMILU 2019 DI IBU-IBU YASINAN KECAMATA SURUH

TRENGGALEK, 02/02/2019— Pada tanggal 02 Februari 2019, salah seorang Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) dari segmen Keagamaan  mengadakan sosialisasi ke Jamaah Yasin ibu-ibu  RW 03 Desa Suruh di rumah Ibu Asih yg di hadiri Jamaah sekitar 65 an jamaah. Jamaah begitu antusias dengan sosialisasi tersebut. Ika menyampaikan mulai dari surat suara yg terdiri dari 5 warna hijau, biru, kuning, merah dan abu abu. Ia juga menjelaskan tentang cara pencoblosannya. Pada sesi  tanya jawab ibu-ibu juga  begitu antusias. Ada yang bertanya, bagaimana kalau coblos-nya hanya 2 surat suara saja, yaitu yang kabupaten dan Pilpres karena yang calon pada surat suara lainnya tidak kenal. Ika menjelaskan kepada jamaah untuk mencoblos dari 5 surat suara tersebut dan mulai dari sekarang untuk mengenali calon-nya yang bisa dilihat atau diketahui dari baliho yang ada di pinggir jalan atau dari sumber-sumber informasi lainnya. Ika juga berharap   bahwa  jamaah di acara sosialasi tersebut tidak ada yang golput, agar semuanya  menggunakan hak pilihnya. [Relasi]


Selengkapnya
40

MASUK KE SMK ISLAM DURENAN, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 04/02/2019— Butuh keberanian bagi Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) untuk melakukan sosialisasi  secara massif tentang Pemilu 2019 yang pemungutan suaranya kurang lebih dua bulan lagi. Mereka harus mengadakan kegiatan dengan masuk ke lembaga-lembaga dan forum-forum dan tidak membawa biaya. Mereka tidak membiayai kegiatannya dalam bertemu dengan audiens, mengingat sosialisasi tatap muka harus dilakukan karena merupakan kegiatan yang penting. Selain mereka  juga harus melakukan sosialisasi dengan metode-metode lainnya seperti menggunakan media sosial dan alat peraga atau bahan sosialisasi lainnya. Seperti dilakukan Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) pada Hari Minggu tanggal 03 Februari 2019. Mereka masuk ke   di SMK Islam Durenan pada pukul 08:30 untuk melakukan sosialisasi tatap muka dengan para calon pemilih pemula yang merupakan para pelajar. Para relawan dari segmen Pemilih Pemula ini memang sudah  berkomunikasi dengan pihak sekolah agar bisa memberikan sosialisasi. Relawan malah difasilitasi dengan diberikan waktu untuk bicara di sebuah acara Pramuka yang diadakan di aula sekolah. Dengan memanfaatkan  LCD Proyektor, Kiki salah satu relawan memamaparkan informasi-informasi penting terkait dengan Pemilu, di antaranya pentingnya  pemilu, calon pasangan Presiden dan wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kab/kota, DPD, ajakan tidak golput, serata cara menyoblos yang sah. Paparan berlangsung selama kurang lebih satu jam. [Relasi]


Selengkapnya
51

KOMUNITAS MUSIK GAMELAN JUGA DIMASUKI RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK UNTUK SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 03/02/2019— Bertempatkan di kediaman bapak Yasir di Jl. Imam Bonjol Nomor  12 Trenggalek, Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT), Farid Bakhtiar, melakukan  sosialisasi Pemilu serentak 2019. Farid adalah salah satu Relawan yang ditempatkan di segmen Komunitas.    Sosialisasi tersebut dilakukan pada pada  waktu bagi komunitas musik gamelan ‘Among Rasa’ berlatih. Farid minta waktu di sela-sela latihan sedang beristirahat. Sosialisasi dimulai pada pukul 22.30 WIB dan dihadiri oleh 11 penggiat musik gamelan. Pemaparan diawali dengan mengingatkan bahwa Pemilu serentak akan diadakan pada 17 April 2019 yang mencakup pemilihan Presiden beserta wakilnya, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi JawaTimur, dan DPRD Kabupaten Trenggalek. Setelah itu, Farid menjelaskan jenis-jenis surat suara yang akan dicoblos dengan media specimen surat suara.  Tak lupa relawan menjelaskan partai pengusul dan pendukung paslon capres dan cawapres;  dan jumlah kursi serta pembagian dapil bagi calon DPD dan legislatif. Begitu pun dengan tatacara pencoblosan juga sudah disampaikan. Sebelum kegiatan sosialisasi diakhiri salah satu anggota komunitas ‘Among Rasa’ menanyakan perihal ‘orang gila’ yang bisa mencoblos. Menanggapi pertanyaan itu, relawan meluruskan bahwa bukan ‘orang gila’ yang terlantar di jalanan yang bias mencoblos melainkan warga yang mengalami gangguan jiwa namun memenuhi syarat sebagai pemilih. Selama pada waktu pencoblosan yang bersangkutan tidak kambuh maka ia bisa  mencoblos.   Karena waktu yang tersedia tak banyak setelah relawan membagikan brosur berisi info-info penting berkaitan Pemilu serentak 2019 maka kegiatan sosialisasi pun diakhiri. [Relasi]


Selengkapnya