Berita Terkini

51

DI HADAPAN RATUSAN IBU-IBU NAHDLIYIN JOMBOK-PULE, IDA RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 17/02/2019— Idammatul Khoiriyah kembali melakukan sosialisasi Pemilu di ibu-ibu Fayatay-Muslimat NU Desa Jombok Kecamatan Pule. Ida sebagai Relawan Demokrasi Trenggalek yang ditempatkan di basis keluarga ini memang  tidak kesulitan untuk masuk ke forum itu. Sebab ia memang tumbuh dari organasisasi massa nahdliyin yang mewadahi para perempuan itu. Acara yang dilakukan pada Hari Minggu, tanggal 17 Februari 2019 ini dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan dilakukan di   Mushola al-Ihsan RT 55 RW 15 Dusun  Ngembak Desa Jombok Kecamatan Pule. Ada 230 orang peserta ibu-ibu Jamaah rutinan. Seperti biasanya, Ida bisa secara penuh untuk mengisi materi sesuai yang ia inginkan. Waktu digunakan sepenuhnya untuk memberikan informasi tentang Pemilihan Umum 2019 yang dilakukan secara serentak. Ia memulai dengan memberikan informasi tentang pentingnya Pemilu. Ia juga mengajak ibu-ibu agar bisa berpartisipasi secara penuh, salah satunya jangan sampai tidak hadir di TPS pada Hari Rabu tanggal 17 April 2019. Ida tak lupa menjelaskan teknis-teknis Pemilu yang perlu dipahami oleh ibu-ibu agar menjadi pemilih cerdas. “Cerdas dalam memilih dengan menentukan pilihan setelah mengenali calon-calonnya, kita juga harus cerdas dalam arti bahwa kalau nyoblos harus sah dan benar”, tegas Ida di hadapan ibu-ibu. Lalu ia dengan menggunakan spesimen surat suara mencoba mensimulasikan cara mencoblos yang benar di hadapan ibu-ibu. Tak lupa ia juga memberikan penjelasan tentang ciri-ciri dari lima surat suara yang punya warna belakang berbeda. ”Mari kita kenali warnanya agar kita nanti tahu mana yang surat suara untuk presiden-wakil presiden, DPD, DPRRI, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten”, jelasnya. [RDT]


Selengkapnya
60

SASAR PENGGIAT MEDIA SOSIAL TIM RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK HADIR DI TENGAH-TENGAH PERTEMUAN KOMUNITAS MEDSOS (IST KORWIL GANDUSARI)

TRENGGALEK, 17/02/2019— Pada hari Minggu, tanggal  17 Februari 2019, Relawan Demokrasi segmen warganet hadir ditengah tengah acara Info Seputar Trenggalek (IST) wilayah  Gandusari. Kehadiran ini digunakan untuk memberikan informasi Pemilu 2019 yang pemungutan saranya tinggal dua bulan lagi. Info Seputar Trenggalek (IST) adalah komunitas facebook dengan anggota yang jumlahnya paling banyak dan aktif melakukan kopi darat. Grup ini juga aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang miskin. Melalui jaringan informasi di media sosial, grup ini juga merepon kejadian secara cepat dan menyampaikannya pada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan solusi. Ulul Ariyadi yang merupakan aktivis IST juga merupakan salah satu Relawan Demokrasi Trenggalek. Penempatannya di segmen/basis warganet memang cukup strategis. Karena itulah dalam pertemuan kali ini ia tak lupa memerankan tugasnya sebagai relawan untuk membantu KPU menyosialisasikan Pemilu 2019. Setelah ijin minta waktu sosialisasi, ia langsung mengajak para anggota IST untuk berpartisipasi dalam Pemilu Serentak 2019. Lalu ia menjelaskan teknis-teknis yang wajib diketahui agar dalam melakukan pemungutan suara nanti pemilih tidak keliru. Ia memberikan penjelasan tentang lima surat suara, lalu   menyampaikan tata cara mencoblos yang benar dan sah menurut peraturan yang ada. Tak lupa Ulul  juga sedikit menyinggung betapa pentingnya sebagai penggiat media sosial untuk serta dalam menjadikan opini positif menuju demokrasi Pemilu 2019 ini. Menyinggung sedikit tentang berita yang belum pasti tentang kebenarannya (hoax) disampaikan secara jelas agar masyarakat penggiat media sosial tidak terpengaruh dalam hal tersebut. Acara diakhiri dengan  membagikan stiker pada para aktivis dan anggota IST wilayah Gandusari. “Dari acara ini diharapkan untuk penggiat sosial mampu menjadi pemilih berdaulat di demokrasi elektoral 17 april 2019 nanti”, tegas Ulul. [RDT]


Selengkapnya
40

PACU KEGIATAN PEMILU 2019, KPU HADIRI RAPIM DI SIDOARJO

SIDOARJO, 16/02/2019— Hari ini Sabtu,  16 Pebruari 2019, Ketua KPU dan Sekretaris KPU Kabipaten Trenggalek mengikuti Kabupaten Kabupaten Rapat Pimpinan "Pengelolaan Program Kegiatan dan Anggaran KPU Kabupaten/Kota Se-Jatim Tahun 2019”. Acara yang digelar selama dua hari di The Sun Hotel Sidoarjo Jl. Pahlawan No. 1 Sidoarjo tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU Jatim Eko Sasmito,  SH,  MH. Rangkaian seremonial acara dimulai tepat pukul 15.00 dengan menyanyiksn lagu Indonesia Raya dan Mars Jingle Pemilu, laporan panitia oleh Suharto,  dan sambutan selamat datang Ketua KPU Sidoarjo Zaenal Abidin. Dalam sambutannya Eko menegaskan agar rakor-rakor kegiatan selanjutnya lebih teknis yang dilakuksn oleh masing-masing divisi.  Sekretaris juga harus men-support terhadap kegiatan yang dilakukan KPU demi suksesnya seluruh tahapan pemilu. Seremonial acara diakhiri tepat pukul 15.45 dengan doa yang dipimpin oleh Ketua KPU Kediri Agus Rofiq. Acara selanjutnya di-handle langsung oleh Ketua KPU Jatim dengan melakukan review hasil temuan BPK dalam pemeriksaan anggaran. Terkait dengan hal tersebut Eko mengintruksikan agar Kabupaten/Kota yang masih belum tuntas laporan keuanganya misalnya ada selisih di Simonika untuk segera dituntaskan. Setelah itu diteruskan paparan dari Divisi Perencanaan dan Data Choirul Anam tentang Implementasi PKPU 37 Tahun 2018 pasca penetapan DPTHP-2.  Jawa Timur memiliki pemilih terbesar lebih dari 30 juta,  karenanya kompleksitas pemilih yang selalu dinamis, Anam menghimbau agar KPU Kabupaten/Kota lebih pro aktif untuk membuat posko pendataan DPTb dan DPK. Paparan berikutnya disampaikan oleh divisi hukum,  Insan Qoriawan. Menurut Insan, Divisi hukum sebagai selimut KPU tidak akan bicara teknis pemilu,  tetapi harus tahu seluruh rangkaian tahapan pemilu.  Seluruh regulasi tahapan pemilu sudah diatur dalam Peraturan KPU agar semua dipahami dan ditaati. Jangan sampai kalau ada persoalan hukum justru didiskusikan dengan pihak lain yang ada diluar KPU. Tugas lain terkait divisi hukum adalah LPPDK agar segera disosialisasikan kepada peserta pemilu,  agar laporan yang disampaikan ke KAP sesuai dengan regulasi dan PKPU. Tepat pukul 16.53 acara diskors dan ak as n dimulai lagi pukul  19.30 WIB. [Hupmas]


Selengkapnya
53

IKA, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, GERILYA SOSIALISASI PEMILU 2019 DALAM PERTEMUAN NAHDLIYIN DI DESA SUKOWETAN

TRENGGALEK, 17/02/2019— Sebagai Relawan Demokrasi, di manapun tempatnya memang harus melakukan sosialisasi terutama saat ada orang berkumpul. Prinsip itulah yang dipegang oleh Ika Prihatiningsih. Saat hari ini ada acara  Nahdlatul Ulama Turbo MWC Karangan yang bertempat di rumah kepala desa Sukowetan dan dihadiri ratusan jamaah Nahdiyin, sebagai warga NU ia tak menyia-nyiakan keberadaan ibu-ibu yang berkumpul di salah satu ruangan tempat acara. Berbekal bahan dan alat peraga sosialisasi yang dibawanya, Ika memanfaatkan kesempatan untuk memberikan sosialisasi kepada para ibu ibu Nahdiyin dengan menyampaikan mengenai pemilu dan diakhiri dengan pembagian stiker.  Meskipun pemerian informasi tidak berlangsung lama, setidaknya ia sudah bisa menyebarkan informasi tentang Pemilu 2019. Semua sangat antusias dan para peserta bahkan berharap bahwa sosialisasi ini juga bisa dilakukan ke majelis-majelis tingkat ranting di setiap desa. Harapan disampaikan oleh ibu Umu salah satu pengurus Fatayat-Muslimat yang hadir ke acara itu. [RDT]


Selengkapnya
47

SETIASIH, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 DI IBU-IBU YASINAN DUSUN KEDUNGWARU

TRENGGALEK, 16/02/2019—  Sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu 2019 oleh Relawan Demokrasi Trenggalek. Setiasih, misalnya. Relawan Demokrasi Trenggalek di segmen komunitas keagamaan ini pada Hari Sabtu kemarin (16/02/2019) masuk komunitas ibu-ibu Yasinan untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2019. Setiasih masuk ke ibu-ibu Jamaah Yasin Dusun Kedungwaru RT 26/27 RW 05 Desa Kedungsigit. Sosialisasi dilakukan setelah bacaan Yasin selesai, sekitar  pukul 18:30 sampai 19:30 WIB. Jamaah Yasin dilakukan di rumah Bapak  perangkat desa Kedungsigit, yaitu bapak Mulyani. Peserta Jamaah Yasin ini ada sekitar 50 orang. Dalam sosialisasi ini Setiasih menyampaikan materi tentang waktu pelaksanaan Pemilu, lima surat suara, teknik pencoblosan, serta menolak ajakan ‘money politic’. “Alkhamdulillah,  dengan waktu satu jam ibu-ibu Jamaah udah pada paham...dengan adanya sosialisasi ini ibu-ibu Jamaah Yasin dapat termotivasi untuk ikut serta dalam Pemilu 17 April 2019 nanti dan tidak golput”, komentar Setiasih selesai acara. [RDT]


Selengkapnya
43

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN PINGGIRAN SOSIALISASI PEMILU 2019 DIKEMAS SARASEHAN DENGAN TEMA ISU LINGKUNGAN

TRENGGALEK, 16/02/2019— Sabtu pagi, sekelompok pemuda berdatangan menuju lokasi acara sosialisasi yang diadakan oleh relawan demokrasi KPU Trenggalek dari segmen Marginal. Lokasi acara yang sangat unik dan nyaman, tepatnya berada di pinggir kali biasa disebut Gupili (Gubuk Pinggir Kali) karena di lokasi tersebut di bangun gubuk-gubuk kecil sebagai wahana ngopi dan berdiskusi. Lengkap dengan panorama alamya, acara sosialisasi yang diadakan oleh segmen Marginal ini dikemas dengan konsep acara sarasehan dengan tema "Adakah Isu Lingkungan & Tambang di Jalur Lintas Selatan dalam Politik Elektoral 2019?", dan mendatangkan 3 narasumber yabg berkualitas. Narasumber pertama yaitu Ridho Saiful, beliau adalah ketua dewan WALHI (Wahana lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Timur, yang telah mempunyai segudang pengalaman mengenai masalah lingkungan hidup khususnya di daerah Jawa timur. Narasumber kedua, dari teman aktifis LSM PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Mangkubumi Tulungagung, beliau aktif dalam isu lingkungan hidup di Tulungagung selatan dan  konservasi sungai Ngrowo yang ada di kota Tulungagung. Kemudian pemateri ketiga adalah komisioner KPU yaitu Nurani Soyomukti, yang kebetulan beliau adalah seorang penulis buku dan pengamat sosial. Dari pemaparan ketiga pemateri tersebut para peserta yang jumlahnya sekitar 90-an sangat antusias mendengarkan setiap materi yang disampaikan dari awal sampai akhir. Dengan menekankan pada perubahan sosial dari adanya Pilpres dan Pemilu Legislatif bulan April mendatang diharapkan menjadi ujung tombak dari perubahan menuju yang baik sistem sosial masyarakat di Indonesia khususnya di wilayah Watulimo dan sekitarnya. Para peserta yang terdiri dari komunitas lingkungan, karangtaruna, Ipnu-Ippnu dan masyarakat lokal dekat lokasi acara ikut andil dalam membangun ide untuk susksesnya pemilihan umum pada 17 april 2019 mendatang, menjadi ajang pesta demokrasi yang membahagiakan semua pihak. Disela-sela acara, relawan demokrasi segmen Marginal juga menjelaskan tentang tata cara pencoblosan dari 5 surat suara yang berbeda-beda warna tersebut. Dengan peserta yang terdiri dari para pemuda tersebut, harapannya, mereka bisa menjelaskan kepada sanak keluarga dan teman tentang bagaimana memilah, memilih dan mencoblos capres dan caleg dengan benar, sehingga kedepannya munculah pemimpin yang sangat peduli dengan rakyat khususnya yang mampu membuat perubahan sosial, serta keadilan lingkungan. Acara terakhir yaitu sesi tanya jawab, dari diskusi tersebut dapat diketahui dari pemaparan pemateri, peserta dapat memahami bagaimanakah sistem demokrasi yang baik, sehingga diharapkan dengan adanya acara ini menjadi sebuah motivasi dan pendidikan berdemokrasi untuk mencerdaskan masyarakat dan anak cucu kita nanti. Dan acara yang diadakan pada Sabtu, 16 Februari 2019 ini berakhir pada 12.30 WIB, berada di GuPiLi desa Slawe Kec. Watulimo Kab. Trenggalek berjalan dengan lancar. [RDT]


Selengkapnya