Berita Terkini

41

SAMBANGI PANTI ASUHAN, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK JUGA MEMBERIKAN SOSIALISASI PEMILU 2019

TRENGGALEK, 11/02/2019—  Tim relawan bentukan KPU ini menunjukkan kesolidannya dalam mewujudkan demokrasi berdaulat merata sambangi panti sosial Al-Muhajirin yang bertempar di  Desa  Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Acara tersebut bergandengan dengan kegiatan IST Korwil Pogalan yang pada kesempatan itu sedang ulang tahun, tak ambil waktu banyak tim sosialisasi merapat ke panti sosial tersebut. Dalam kegiatan tersebut ada beberapa pemilih pemula yang perlu diberikan  wawasan tentang pentingnya peran pemilih pada tanggal 17 April 2019. “Kalau bisa kita sebagai pemuda harus mengikuti demokrasi dalam Pemilu 2019”, tutur Bejo salah seorang relawan dengan penuh semangat. Sebelumnya ia mohon ijin minta waktu untuk memberikan informasi terkait Pemilu. Ia mengatakan, selain sebagai aktivis IST (Info Seputar Trenggalek) yang merupakan wadah bagi para fasebooker Trenggalek, Bejo juga memberitahukan posisinya sebagai Relawan Demokrasi Trenggalek. Lalu ia menjelaskan info-info penting terkait Pemilu 2019. Berlanjut ke penjelasan teknis, Bejo dibantu relawan lainnya juga membawa  5 spesimen surat suara yang ditunjukan dalam hal pemberian wawasan tentang jenis-jenis surat suara dan cara mencoblos yang benar. Zamzuri, relawan ini, juga  memberikan pengetahuan betapa ruginya sebagai pemilih pemula membiasakan menerima Money Politik atau Golput karena ujung tombak masa depan bangsa ada di pemuda pemilih pemula.   Menyinggung sedikit tentang perkembangan media sosial di era saat ini, ia menyampaikan bahwa kita  harus bisa mengendalikan ambisi sehingga tercipta  opini positif bagi pengguna media sosial, sehingga demokrasi elektoral bisa terlaksana secara  aman dan damai. [RDT]


Selengkapnya
115

MELIHAT PILKADES DI DESA PRAMBON KECAMATAN TUGU TRENGGALEK

TRENGGALEK, 10/02/2019— Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Trenggalek telah berjalan dengan  lancar. Hasilnya juga sudah dihitung dan diketahui oleh masyarakat. Ada petahana yang masih bertahan, ada pula petahana yang kalah dalam bertanding. Beberapa  Relawan Demokrasi Trenggalek juga mengikuti dan memantau proses tersebut, utamanya di desanya masing-masing. Salah satunya adalah Amrullah,  Relawan Demokrasi Trenggalek yang menjadi warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Sebagaimana dilaporkan Amrul, dalam perhelatan pemilihan kepala desa Prambon yang dilaksanakan hari Sabtu tanggal 09 Februari 2019, petahana dikalahkan oleh penantangnya.  Suwarji unggul di semua dusun di Desa Prambon. Suwarji, yang juga merupakan mantan kepala desa Prambon, mengungguli lawannya yang salah satunya adalah seorang Petahana desa setempat. Keunggulan Suwarji terlihat jelas ketika dimulai perhitungan pertama di kotak suara dusun Tenggar. Dia mendapatkan suara terbesar yaitu 468 suara, mengungguli sang petahana Anang Irwanto yang hanya mendapatkan 165 suara. Sedangkan calon satunya, Mustajab,  mendapatkan 133 suara. Desa Prambon mempunyai lima dusun, di antaranya dusun Tenggar, Krajan, Pakel, Sooko dan Mloko. Dari kelima dusun tersebut, bapak Suwarji terlihat sangat kokoh mengungguli suara kedua lawannya. Perolehan  Suwarji dari dusun Tenggar sebesar 468 suara, Krajan 744 suara, Pakel 657 suara, Sooko 524 suara dan Mloko 372 suara. Total perolehan suara adalah 2.765 suara. Dari hasil perhitungan suara yang berakhir jam 23.13 tersebut dipastikan bapak Suwarji memenangi pemilihan kepala desa Prambon, sebab sang petahana hanya mendapatkan 1.397 suara, sedangkan Mustajab 1073 suara. Dari penuturan sekretaris panitia pemilihan, Muklisin, Daftar Pemilih Tetap untuk pilihan Kepala Desa Prambon adalah sebanyak 6.961, jumlah pemilih yang hadir dan memberikan suara sebanyak 5.285. [Amrul]


Selengkapnya
49

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASI PEMILU SERENTAK 2019 DENGAN KELUARGA BESAR ONDER PONTJO SOEDIRO

TRENGGALEK, 06/02/2019— Pada hari Selasa, 5 Pebruari 2019 kemarin, Ardyans, salah satu Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT)  meluncur ke Panggul untuk mengikuti Rapat Koordinasi Panitia Event Pasar Engah-Engah Panggul, yang akan diselenggarakan pada 19 Pebruari 2019 di Balai Rakyat Kecamatan Panggul. Rapat kali ini bertempat di rumah Ibu Siti Komariyah, Dsn. Kentheng, Ds. Nglebeng, Kec. Panggul, Kab. Trenggalek, Jawa Timur. Setelah rapat koordinasi tersebut berakhir, ternyata dilanjutkan dengan kegiatan Arisan Komunitas Keluarga Besar Onder Pontjo Soediro, yang beranggotakan para pelaku UMKM, Seni, Kreatifitas & Budaya di wilayah Kecamatan Panggul. Sebagai Relawan RDT, Ardyans tentunya tidak membuang yang ada. Jurus awal segera diterapkan dengan mulai mendekati tuan rumah untuk meminta ijin agar bisa melakukan Sosialisasi Pemilu Serentak 17 April 2019. Bersyukur sekali, jurus ini tidak bertepuk sebelah tangan, karena baik tuan rumah serta anggota yang hadir ternyata memberikan ijin, bahkan mereka antusias sekali serta ingin tahu lebih detail mengenai informasi tentang Pemilu Serentak, 17 April 2019. Dengan berbekal alat peraga yang selalu dibawa, Ardyans mulai menyampaikan materi sosialisasi seperti: jumlah & warna surat suara, cara memilih dan  menyoblos yang benar, cara pengecekan DPT, himbauan untuk Menolak Pemberian Uang dari Caleg, dll. Anggota arisan yang hadir menyimak penjelasan demi penjelasan yang disampaikan, dan tak jarang pula celetukan-celetukan lucu terlontar, yang makin menghidupkan dan  mengakrabkan suasana saat itu. Saat relawan sedang dijelaskan bahwa dalam surat suara tidak lagi memuat foto-foto caleg, tetapi hanya tertulis nomor urut dan  nama caleg, Ibu Tini, salah satu anggota arisan nyeletuk, "Waah, berarti sekarang tidak bisa nyoblos berdasarkan wajah caleg yang ganteng dan cantik!". Karuan saja seluruh anggota yang hadir tertawa bersamaan. Pada saat sesi tanya jawab, Tholib, yang dari awal terlihat serius mendengarkan sosialisasi ini, menyampaikan terima kasih karena sudah mendapat pencerahan tentang betapa ruginya masyarakat saat menerima uang kisaran Rp. 50.000,- s/d. Rp. 100.000,- dari para caleg. Masih menurut Tholib, "Memang saat menerima uang itu, sepertinya lumayan besar. Tetapi setelah dibagi selama 5 tahun, ternyata benar-benar tidak ada artinya sama sekali". Sebagai tuan rumah, Ibu Siti Komariyah, mengucapkan terima kasih karena pada acara arisan Keluarga Besar Onder Pontjo Soediro yang biasanya hanya diisi dengan kumpul bareng, pengundian arisan dan ditutup dengan makan bersama, kali ini secara tidak terduga sebelumnya, ternyata juga mendapat tambahan informasi dan wawasan baru tentang Pemilu Serentak 2019. Tanpa terasa waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, sehingga Ardyans harus mengakhiri sosialisasi tersebut, mengingat sudah saatnya untuk pamitan dan meluncur kembali ke rumahnya di wilayah Kecamatan Durenan. [RDT]


Selengkapnya
67

MELIHAT “PESTA DEMOKRASI” DI DESA SUKOREJO, MENCARI PEMIMPIN DARI 5 ORANG CALON KADES

TRENGGALEK, 09/02/2019— Proses demokrasi desa juga mendapatkan perhatian dari Relawan Demokrasi. Salah satunya adalah Aziz Prasetya, seorang Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) yang kali ini melaporkan beritanya tentang Pemilihan Kepala Desa di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Aziz menganggap bahwa proses demokrasi yang pada tanggal 17 April 2019 ternyata diberikan sebuah simulasi yang tidak lain pada proses pemilihan kepala desa pada Hari Sabtu, tanggal 09 februari 2019 serentak yang ada di kabupaten Trenggalek. “Proses ini ternyata memberikan gambaran hiruk-pikuk proses pemilihan yang sangat diminati oleh warganya’, papar Aziz. Desa Sukorejo punya luas wilayah 750.000 Ha dengan jumlah pemilih diatas 7.500, termasuk terbesar di Kecamatan Gandusari. Sedangkan calon yang bertarung berebut suara ada 5 orang,  di antaraya adalah Suprianto dengan Nomor Urut 1; Sunarto dengan Nomor Urut 2; Imam Muslim dengan Nomor Urut 3; Abdullah Sahon di Nomor Urut 4; dan M. Nur Huda dengan Nomor Urut 5. Menurut Aziz, dari berbagai lima kandidat tersebut pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Semuanya punya niatan baik untuk warga Sukorejo, semuanya berusaha membuat warna demokrasi Pemilu yang ada disukorejo semakin damai dan kondusif. Proses-proses tersebut mereka semua berharap menjadi catatan sejarah bagi proses pemilu yang damai dan tenang. Mereka adalah saksi sejarah penggerak pemilu Pilkades serentak se-Trenggalek pada tahun 2019 ini. “Mereka pelaku dalam proses mendidik dan menjembatani aspirasi warganya”, imbuh Aziz. [Relasi]


Selengkapnya
51

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN PEMILIH PEREMPUAN DATANGI KELOMPOK IBU-IBU YASINAN DI DESA WONOKERTO, KECAMATAN SURUH

TRENGGALEK, 08/02/2019— Tim Relawan Demokrasi Trenggalek segmen pemilih perempuan bergerak ke Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh, tepatnya mendatangi kelompok ibu-ibu Yasinan Jumat Wage Masjid Al-Hidayah di RT 07 RW 03, Dusun Jirak, Desa Wonokerto, Kecamatan Suruh. Berbekal keberanian demi memenuhi tugas sebagai anggota Relawan Demokrasi rombongan perempuan-perempuan (setengah) tangguh ini akhirnya menaklukkan medan jalan yang menanjak dan berkelok-kelok menuju ke Desa Wonokerto di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Meskipun sempat bolak-balik berhenti karena harus memastikan tidak ada anggota yang tertinggal maupun kesasar, akhirnya sampai jugalah rombongan di lokasi sosialisasi tepat selesai sholat Jumat. Acara kali ini diadakan atas inisiatif  Yayuk (22), salah seorang Relawan Demokrasi segmen pemilih perempuan dan yang juga bertempat tinggal di Desa Wonokerto. Sambutan hangat dari para peserta langsung menyapa begitu Tim  Relawan Demokrasi Trenggalek ini memasuki tempat acara. Terlihat sekali kalau mereka sangat antusias terhadap  apa yang akan disampaikan oleh Relawan Demokrasi. Yayuk, sebagai inisiator acara membuka acara dan menyampaikan materi sosialisasi dengan menggunakan bahasa “campur-aduk” antara bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Namun itu tidak menghalangi para peserta untuk tetap bersemangat memahami materi sosialisasi. Materi tentang tujuan Pemilu, calon, surat suara, pencoblosan, hingga politik uang disampaikan oleh tim Relasi. Selama acara sosialisasi berlangsung, para peserta ternyata dengan cepat menyerap apa yang sudah disampaikan oleh Relawan sehingga pada sesi tanya jawab tidak muncul permasalahan yang berarti. “Sekali lagi salut untuk antusiasme dan kecerdasan ibu-ibu yasinan ini!”, kata Yayuk. Sebelum acara diakhiri, para peserta juga diminta untuk berfoto bersama dan mengambil video dengan yel-yel "Tanggal 17 April 2019 Ayo Kita Nyoblos! ". Namun ternyata kesenangan tim Relasi segmen pemilih perempuan tidak berakhir di situ saja. Begitu beranjak dari tempat acara, mereka dijamu secara khusus oleh sang tuan rumah, yaitu keluarga Yayuk yang sudah begitu baik dan ramahnya bersedia menerima rombongan relawan demokrasi untuk singgah sejenak di rumah daerah pegunungan yang terkesan sejuk dan asri tersebut. Sajian berupa sayur ikan laut dengan kulupan daun Soman lengkap dengan nasi Thiwulnya sudah siap menanti untuk disantap. Di tengah cuaca dingin setelah hujan ditambah rasa puas setelah sukses melakukan sosialisasi, tim Relawan Demokrasi Segmen Pemilih Perempuan dengan sukacita menikmati menu makan siang yang sudah disiapkan oleh tuan rumah. “Sungguh perpaduan yang sempurna untuk menutup agenda sosialisasi di Jumat sore ini”, ujar Triska yang satu tim dengan Yayuk. [Relasi]


Selengkapnya
48

WAHYU SETYOBUDI, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, MASUK KE JAMAAH YASIN DUSUN JOKETRO PANGGUL SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 07/02/2019— Hari Kamis, 07 Februari 2019, sekitar pukul 19.00 WIB. Relawan Demokrasi Trenggalek melalui salah satu relawannya yang bernama Wahyu Setyobudi melakukan sosialisasi pada masyarakat Dukuh Waraan, Dusun Joketro, Desa Nglebeng, Kecamata Panggul Kabupaten Trenggalek. Mekanisme pelaksanaan sosialisasi menyasar pada jemaah Yasinan keliling yang dilakukan secara rutin oleh masyarakat setempat setiap malam Jum’at. Dalam jemaah tersebut terdapat sekitar 60 orang yang sudah pada usia 17 tahun ke atas atau  sudah mempunyai hak pilih dan sudah termasuk dalam Daftar Pemilih Tetap pada pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang. Masyarakat yang menjadi sasaran sosialisasi rata-rata berprofesi sebagai petani hutan sehingga perlu diberikan soisalisasi terkait pelaksanaan Pemilu karena akses informasi mereka sangat terbatas. Sehingga kedatangan Wahyu Styobudi sebagai Relawan Demokrasi disambut dengan antusias dan penuh respon oleh masyarakat. Masyarakat sasaran sosialisasi merasa sangat terbantu dengan pemberian informasi terkait dengan pelaksanaan pemilu serta tata cara mencoblos surat suara yang dianggap sah dan tidak sah. Dalam sosialisasi tersebut  disampaikan bahwa  pelaksanaan pemilu akan berbeda dengan pemilu-pemilu yang sebelumnya. Pemilu pada 17 April 2019 merupakan pemilu serentak untuk memilih DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan Presiden dan Wkil Presiden beserta Partai Politik. Selain itu menyampaikan tentang teknis mengenal  surat suara dan teknik mencoblos yang benar, juga disampaikan oleh Wahyu beberapa hal terkait dengan sistem politik demokrasi yang menjadikan hak pilih seseorang menjadi sangat berarti untuk kemajuan bangsanya. “Dengan pembekalan pengetahuan mengenai Demokrasi diharapkan masyarakat mampu melakukan filterisasi terhadap praktik-praktik money politic yang sebenarnya tidak diperkenankan oleh pihak penyelenggara Pemilu Serentak 17 April 2019”, tegas Wahyu. [Relasi]


Selengkapnya