Berita Terkini

59

JULIA INDANA, RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK, TERJUN KE AGROPARK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 16/02/2019— Agro Park Trenggalek adalah salah satu tempat rekreasi terbaru di Trenggalek yang akhir-akhir ini menyerap kunjungan dari berbagai kalangan yang datang di spot wisata yang terdapat di tengahkota ini. Kawasan yang terdiri dari demplot pertanian terpadu (peternakan dan perikanan) ini selalu saja ada pengunjung, terutama sore dan pagi hari, apalagi di saat hari libur. Tempat inilah yang didatangi oleh Julia Indana Zulva, seorang Relawan Demokrasi Trenggalek pada hari Sabtu,16 Februari 2019 lalu. Ia atang untuk mendatangi kumpulan orang-orang yang akan dijadikannya sasaran sosialisasi Pemilu 2019. Kegiatan ini ia lakukan pada  sore hari jam 17.00 WIB. Meski cuaca yang terus tampak mendung seakan mau hujan, Julia  tak gentar untuk menjangkau sasaran. Sosialisasi tatap muka kali ini menginformasikan mengenai warna surat suara, jumlah partai, serta nama calon presiden-wakil presiden dan caleg. Sekaligus tak lupa senantiasa mengajak untuk menolak “money politic” dan ajakan untuk mencoblos pada Hari Rabu tanggal 17 April 2019 nanti. Menurut pengamatan Julia pada sosialisasi ini, terlihat bahwa orang-orang masih belum banyak tahu mengenai Pemilu serentak 2019. “Untuk hari pencoblosan saja masih sedikit bingung ketika ditanya”, tuturnya. Indana menganggap bawha jika minimnya pengetahuan peserta pemilih Pemilu tetap dibiarkan seperti ini, ia khawatir bahwa Pemilu kali ini tidak akan sukses dari sisi partisipasi. Maka dari itu ia bertekad bahwa sosialisasi harus lebih digencarkan lagi demi terwujudnya demokrasi yang melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat. [RDT]


Selengkapnya
62

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019 DI KELOMPOK IBU-IBU YASINAN di DESA MALASAN

TRENGGALEK, 16/02/2019— Pada Hari Sabtu (malam minggu), tanggal  16 Februari 2019, kelompok Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen pemilih perempuan mendatangi kelompok ibu-ibu yasinan di RT 03 dan  04  Dusun Ngompak, Desa Malasan, Kecamatan Durenan. Meskipun sore itu kawasan Trenggalek diguyur hujan deras, namun tim relawan tetap melanjutkan kegiatan sosialisasi yang sudah dikoordinasi oleh Novi (22),  anggota relasi segmen pemilih perempuan yang juga bertempat tinggal di Desa Malasan. Selepas sholat Maghrib, masih dengan cuaca yang diguyur hujan deras, tim relawan bergerak menuju ke lokasi acara yasinan. Dusun Ngompak sendiri merupakan wilayah Desa Malasan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung. “Sebelah barat persawahan ini masih ikut kawasan Kabupaten Trenggalek, sementara yang di sebelah timur sana sudah masuk Kabupaten Tulungagung”, demikian jelas Novi, selaku koordinator acara. Begitu tiba di lokasi acara, tim relawan langsung disambut dengan hangat oleh tuan rumah dan juga para peserta yang sudah lebih dulu tiba di lokasi acara. Tim relawan pun mengikuti acara pembacaan Surah Yasin dengan khidmat bersama peserta lainnya. Kurang lebih 30 menit kemudian, setelah acara Yasinan ditutup dengan acara sholat Isya berjamaah, barulah tim relawan melakukan kegiatan sosialisasi pemilu. “Ibu-ibu, tahun ini kita di pemilu akan memilih 5 calon sekaligus. Jadi nanti waktu ibu-ibu datang ke TPS untuk nyoblos, masing-masing orang akan mendapat 5 jenis surat suara sekaligus. Terus ini ibu-ibu sudah tahu kapan kita ada acara pemilu?”, tanya Novi. “Tanggal 17 April 2019, hari Rabu, mbak!”, jawab salah satu peserta dengan antusias. “Nah, benar sekali, ibu. Jadi, pemilu serentak tahun ini akan dilaksanakan tanggal 17 April 2019, pas hari Rabu”, jawab Novi. “Kebetulan Desa Malasan ini untuk wilayah dapilnya ikut dapil 1, jadi nanti waktu ibu-ibu nyoblos caleg DPRD Kabupaten Trenggalek, hanya akan mendapat surat suara dengan daftar caleg yang dari dapil 1”, tambah Dian Meiningtias (24), anggota tim relasi asal Watulimo. Ia juga melanjutkan penjelasannya tentang Dapil untuk Pemilu legeslatif tingkat nasional (DPRRI) dan propinsi (DPRD Jawa Timur). Tak  lupa pula ia menjelaskan tentang Pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Dian juga memandu ibu-ibu untuk memahami ciri-ciri surat suara dari kelima calon tersebut. Diberitahukan bahwa ketika datang ke TPS, pemilih akan diberi surat suara yang dilipat. Di bagian belakang akan kelihatan warna yang berbeda dari tiap jenis pemilihan. “Warna abu-abu untuk presiden-wakil presiden, warna merah untuk DPD, kuning untuk DPRRI, biru untuk DPRD Propinsi, dan kalau hijau untuk DPRD Trenggalek”, jelas Triska. “Lalu untuk masalah caleg yang suka memberi amplop apa masih ada Bu di wilayah sini?”, tanya Yayuk, anggota tim relasi asal Wonokerto, Suruh. “Kalau di sini sudah tidak ada mbak caleg yang ngasih amplop atau bingkisan”, jawab salah satu peserta. “Wah, bagus kalau begitu, ibu. Daerah sini sudah bebas dari yang namanya politik uang ya. Asal ibu-ibu tahu, yang namanya politik uang itu dilarang. Daripada milih tapi dibayar, alangkah lebih baik kalau ibu-ibu milihnya sesuai dengan hati nurani”, sambung Yayuk. Selepas sosialisasi dan sesi tanya jawab, acara diakhiri dengan pembagian stiker oleh tim relawan yang dilanjutkan dengan foto bersama dan pengambilan video yel-yel “Jangan lupa tanggal 17 April 2019, mari kita nyoblos!”. [RDT]


Selengkapnya
63

SOSIALISASIKAN PEMILU 2019, TIM RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SEGMEN PEMILIH PEREMPUAN DATANGI IBU-IBU ARISAN DESA KARANGSOKO

TRENGGALEK, 17/02/2019— Pada Hari Minggu pagi 17 Februari 2019 sekitar pukul 10.30 tim relawan mendatangi kelompok ibu-ibu arisan di RT 03 dan 04, Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko. Apalagi kalau bukan untuk minta waktu nebeng kumpulan orang itu untuk melakukan sosialisasi Pemilu 2019. Bu Karomah selaku pimpinan Arisan minta maaf karena yang hadir dalam arisan kali ini tidak maksimal. Bu Karomah menceritakan, sebenarnya jumlah total peserta kalau hadir  semua ada sekitar 90 orang. Tapi berhubung banyak yang ikut rewang di rumah pak RT 03 sama sebagian masih sibuk kerja di tegalan, akhirnya yang bisa datang ke sini hanya 25 orang sementara yang lainnya pada nitip uangnya. Bagi tim relawan, jumlah peserta yang hadir cuma sedikit tidak mengurangi semangat untuk melakukan kegiatan sosialisasi. Jadi, siang itu ditemani suasana santai tim relawan memberikan materi sosialisasi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Cukup mengejutkan, kegiatan sosialisasi kali ini menjadi lebih hidup. Peserta yang merasa belum jelas dengan apa yang disampaikan oleh tim relawan tidak segan untuk meminta diulangi lagi dan bertanya apa saja seputar pemilu. Yayuk dari Relawan Demokrasi Trenggalek segmen perempuan menjelaskan bahwa  nanti waktu pemungutan suara setiap pemilih akan menerima 5 jenis surat suara. Yang warna abu-abu untuk calon presiden dan wakil presiden. Merah untuk DPD RI, kuning untuk DPR RI, biru untuk DPRD Propinsi, dan hijau untuk DPRD Kabupaten Trenggalek. “Untuk Dapil, Desa Karangsoko ini ikut dapil 1, ibu-ibu”, jelas Yayuk dengan sabar. Seorang peserta arisan sempat kaget dengan banyaknya  surat suara. “Lha kita-kita yang sudah tua-tua begini apa gak bingung pas nyoblos nanti?”, tanyanya untuk menyuarakan kebingungannya. Pertayaan itu dijawab oleh Dian Meiningtyas dengan mengatakan bahwa hal itu karena Pemilu 2019 adalah Pemilu Serentak. “Oleh karena itu, kami dari tim relawan demokrasi KPU mendatangi ibu-ibu untuk melakukan sosialisasi pemilu supaya ibu-ibu tidak bingung waktu nyoblos nanti”, jawab Dian dengan senyum simpul. Tak terasa waktu yang sedianya hanya diberi 20 menit untuk sosialisasi menjadi molor sampai 1 hampir jam karena harus menjawab berbagai macam pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta. Dan sebagai penutup acara, para peserta diminta untuk berfoto bersama dan mengambil video yel-yel. Namun berhubung banyak peserta yang malu untuk diajak berfoto bersama maka jadilah hanya beberapa yang bersedia ikut pengambilan gambar. “Waduh, mbak. Saya cuma pakai daster terus wajah kusam begini gara-gara belum mandi, saya gak mau ah difoto. Nanti kelihatan parah jeleknya. Nanti saya malah bikin jelek hasil fotonya”, ucap salah satu peserta yang menolak untuk diajak berfoto bersama sambil tertawa. Sebelum meninggalkan tempat, aktivis Relawan Demokrasi Trenggalek segmen perempuan ini mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu kelompok arisan RT 03 dan  04 Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko yang sudah bersedia menerima tim relawan untuk mengadakan acara sosialisasi. [RDT]


Selengkapnya
63

DI HADAPAN RATUSAN IBU-IBU NAHDLIYIN JOMBOK-PULE, IDA RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

TRENGGALEK, 17/02/2019— Idammatul Khoiriyah kembali melakukan sosialisasi Pemilu di ibu-ibu Fayatay-Muslimat NU Desa Jombok Kecamatan Pule. Ida sebagai Relawan Demokrasi Trenggalek yang ditempatkan di basis keluarga ini memang  tidak kesulitan untuk masuk ke forum itu. Sebab ia memang tumbuh dari organasisasi massa nahdliyin yang mewadahi para perempuan itu. Acara yang dilakukan pada Hari Minggu, tanggal 17 Februari 2019 ini dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan dilakukan di   Mushola al-Ihsan RT 55 RW 15 Dusun  Ngembak Desa Jombok Kecamatan Pule. Ada 230 orang peserta ibu-ibu Jamaah rutinan. Seperti biasanya, Ida bisa secara penuh untuk mengisi materi sesuai yang ia inginkan. Waktu digunakan sepenuhnya untuk memberikan informasi tentang Pemilihan Umum 2019 yang dilakukan secara serentak. Ia memulai dengan memberikan informasi tentang pentingnya Pemilu. Ia juga mengajak ibu-ibu agar bisa berpartisipasi secara penuh, salah satunya jangan sampai tidak hadir di TPS pada Hari Rabu tanggal 17 April 2019. Ida tak lupa menjelaskan teknis-teknis Pemilu yang perlu dipahami oleh ibu-ibu agar menjadi pemilih cerdas. “Cerdas dalam memilih dengan menentukan pilihan setelah mengenali calon-calonnya, kita juga harus cerdas dalam arti bahwa kalau nyoblos harus sah dan benar”, tegas Ida di hadapan ibu-ibu. Lalu ia dengan menggunakan spesimen surat suara mencoba mensimulasikan cara mencoblos yang benar di hadapan ibu-ibu. Tak lupa ia juga memberikan penjelasan tentang ciri-ciri dari lima surat suara yang punya warna belakang berbeda. ”Mari kita kenali warnanya agar kita nanti tahu mana yang surat suara untuk presiden-wakil presiden, DPD, DPRRI, DPRD Propinsi, dan DPRD Kabupaten”, jelasnya. [RDT]


Selengkapnya
72

SASAR PENGGIAT MEDIA SOSIAL TIM RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK HADIR DI TENGAH-TENGAH PERTEMUAN KOMUNITAS MEDSOS (IST KORWIL GANDUSARI)

TRENGGALEK, 17/02/2019— Pada hari Minggu, tanggal  17 Februari 2019, Relawan Demokrasi segmen warganet hadir ditengah tengah acara Info Seputar Trenggalek (IST) wilayah  Gandusari. Kehadiran ini digunakan untuk memberikan informasi Pemilu 2019 yang pemungutan saranya tinggal dua bulan lagi. Info Seputar Trenggalek (IST) adalah komunitas facebook dengan anggota yang jumlahnya paling banyak dan aktif melakukan kopi darat. Grup ini juga aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu orang miskin. Melalui jaringan informasi di media sosial, grup ini juga merepon kejadian secara cepat dan menyampaikannya pada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan solusi. Ulul Ariyadi yang merupakan aktivis IST juga merupakan salah satu Relawan Demokrasi Trenggalek. Penempatannya di segmen/basis warganet memang cukup strategis. Karena itulah dalam pertemuan kali ini ia tak lupa memerankan tugasnya sebagai relawan untuk membantu KPU menyosialisasikan Pemilu 2019. Setelah ijin minta waktu sosialisasi, ia langsung mengajak para anggota IST untuk berpartisipasi dalam Pemilu Serentak 2019. Lalu ia menjelaskan teknis-teknis yang wajib diketahui agar dalam melakukan pemungutan suara nanti pemilih tidak keliru. Ia memberikan penjelasan tentang lima surat suara, lalu   menyampaikan tata cara mencoblos yang benar dan sah menurut peraturan yang ada. Tak lupa Ulul  juga sedikit menyinggung betapa pentingnya sebagai penggiat media sosial untuk serta dalam menjadikan opini positif menuju demokrasi Pemilu 2019 ini. Menyinggung sedikit tentang berita yang belum pasti tentang kebenarannya (hoax) disampaikan secara jelas agar masyarakat penggiat media sosial tidak terpengaruh dalam hal tersebut. Acara diakhiri dengan  membagikan stiker pada para aktivis dan anggota IST wilayah Gandusari. “Dari acara ini diharapkan untuk penggiat sosial mampu menjadi pemilih berdaulat di demokrasi elektoral 17 april 2019 nanti”, tegas Ulul. [RDT]


Selengkapnya
50

PACU KEGIATAN PEMILU 2019, KPU HADIRI RAPIM DI SIDOARJO

SIDOARJO, 16/02/2019— Hari ini Sabtu,  16 Pebruari 2019, Ketua KPU dan Sekretaris KPU Kabipaten Trenggalek mengikuti Kabupaten Kabupaten Rapat Pimpinan "Pengelolaan Program Kegiatan dan Anggaran KPU Kabupaten/Kota Se-Jatim Tahun 2019”. Acara yang digelar selama dua hari di The Sun Hotel Sidoarjo Jl. Pahlawan No. 1 Sidoarjo tersebut dibuka langsung oleh Ketua KPU Jatim Eko Sasmito,  SH,  MH. Rangkaian seremonial acara dimulai tepat pukul 15.00 dengan menyanyiksn lagu Indonesia Raya dan Mars Jingle Pemilu, laporan panitia oleh Suharto,  dan sambutan selamat datang Ketua KPU Sidoarjo Zaenal Abidin. Dalam sambutannya Eko menegaskan agar rakor-rakor kegiatan selanjutnya lebih teknis yang dilakuksn oleh masing-masing divisi.  Sekretaris juga harus men-support terhadap kegiatan yang dilakukan KPU demi suksesnya seluruh tahapan pemilu. Seremonial acara diakhiri tepat pukul 15.45 dengan doa yang dipimpin oleh Ketua KPU Kediri Agus Rofiq. Acara selanjutnya di-handle langsung oleh Ketua KPU Jatim dengan melakukan review hasil temuan BPK dalam pemeriksaan anggaran. Terkait dengan hal tersebut Eko mengintruksikan agar Kabupaten/Kota yang masih belum tuntas laporan keuanganya misalnya ada selisih di Simonika untuk segera dituntaskan. Setelah itu diteruskan paparan dari Divisi Perencanaan dan Data Choirul Anam tentang Implementasi PKPU 37 Tahun 2018 pasca penetapan DPTHP-2.  Jawa Timur memiliki pemilih terbesar lebih dari 30 juta,  karenanya kompleksitas pemilih yang selalu dinamis, Anam menghimbau agar KPU Kabupaten/Kota lebih pro aktif untuk membuat posko pendataan DPTb dan DPK. Paparan berikutnya disampaikan oleh divisi hukum,  Insan Qoriawan. Menurut Insan, Divisi hukum sebagai selimut KPU tidak akan bicara teknis pemilu,  tetapi harus tahu seluruh rangkaian tahapan pemilu.  Seluruh regulasi tahapan pemilu sudah diatur dalam Peraturan KPU agar semua dipahami dan ditaati. Jangan sampai kalau ada persoalan hukum justru didiskusikan dengan pihak lain yang ada diluar KPU. Tugas lain terkait divisi hukum adalah LPPDK agar segera disosialisasikan kepada peserta pemilu,  agar laporan yang disampaikan ke KAP sesuai dengan regulasi dan PKPU. Tepat pukul 16.53 acara diskors dan ak as n dimulai lagi pukul  19.30 WIB. [Hupmas]


Selengkapnya
🔊 Putar Suara