Berita Terkini

50

IKA RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASIKAN PEMILU DI IBU-IBU FATAYAT-MUSLIMAT DESA KEDUNGSIGIT

TRENGGALEK, 15/02/2019— Hari Jumat tgl 15 Februari 2019, Relawan Demokrasi Trenggalek dari Segmen Keagamaan Ika Prihatiningsih melakukan sosialisasi di Majelis Muslimat-Fatayat ranting Kedungsigit yang bertempat di Masjid Shohibul Mutaqin dusun Njeruk Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan. Dalam pertemuan rutin yang dihadiri kisaran 90-an ibu ibu ini, Ika melakukan  sosialisasi dengan disambut antusiasme yang luar biasa di kalangan ibu-ibu . Ika menyampaikan pentingnya Pemilum mengenalkan lima  surat suara. Ika juga melakukan simulasi pencoblosan di hadapan ibu-ibu.  Ia juga mengajak agar ibu-ibu tidak Golput. Acara yang dimulai dari jam 13.30 WIB itu berakhir jam 15.30 WIB. Dengan penyampaian terimakasih dari para jamaah atas sosialasi tersebut karena disampaikan oleh ibu ketua Majelis tersebut, sosialasi pemilu ini sangat diperlukan mengingat tekniknya berbeda dari sebelumnya. [RDT]


Selengkapnya
45

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALIASASIKAN PEMILU 2019 PADA ORGANISASI "BARONGSAI" DI POGALAN

TRENGGALEK, 12/02/2019— Yenu Rizki Widiyawan salah satu aktivis Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) tergolong cukup antusias dalam menjalankan tugasnya membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek dalam melaksanakan sosialisasi Pemilu 2019. Ia juga termasuk relasi yang cekatan dalam mengambil kesempatan untuk melakukan sosialisasi kepada warga dalam sebuah acara. Salah satunya  bisa dilihat dengan keberhasilannya masuk organisasi Barongsai di Kecamatan Pogalan untuk melakukan sosialisasi. Pada Hari Selasa, tanggal 12 Februari 2019 lalu, sekitar pukul  20.00 WIB, ia datang ke lokasi berkumpulnya komunitas Barongsai tersebut.  Ada kurang lebih  30 orang yang hadir dalam acara tersebut.  Yenu datang  kelokasi tersebut untuk meminta waktu memberikan sosialisasi Pemilu 2019. Berbekal materi yang ia dapatkan dari  Bimtek Relawan Demokrasi Trenggalek yang diberikan   KPU beberapa waktu  yang lalu dan berkat upayanya mempelajari materi terkait secara lebih dalam, akhirnya hal itu membawanya berani menyampaikan materi tentang Pemilu 2019. Dalam sosialisasi malam itu,  ia mengajak agar pada  tanggal 17 April 2019   datang ke TPS untuk ikut memberikan dukungan terhadap pesta demokrasi. Ia menjelaskan bagaimana cara pemilihan, dan mengulas sedikit tentang surat suara yang sah.  Tak lupa ia membawa alat peraga untuk membantu memberikan pemahaman yang lebih gamblang. Di akhir sesi, dengan semangat mereka mengatakan untuk turut ikut mendukung dan mensukseskan Pemilu 2019. Diharapkan sosialisasi ini mendorong masyarakat untuk sadar akan pentingnya memberikan hak suara mereka. [RDT]


Selengkapnya
59

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK DATANGI IBU IBU YASINAN DI DESA JATIPRAHU

TRENGGALEK, 10/02/2019—  Minggu tanggal 10 Februari 2019 sekitar pukul 18.30 WIB, setelah sholat Maghrib. Kelompok Relawan Demokrasi segmen pemilih perempuan mendatangi kelompok ibu-ibu Yasinan di RT 23 Dusun Krajan, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan. Acara sosialisasi ini merupakan hasil inisiatif dari Dwi Safitri (22 tahun), salah satu anggota relawan demokrasi segmen pemilih perempuan yang juga berdomisili di Desa tersebut. Sebelum sosialisasi dilaksanakan, kelompok Relawan Demokrasi mengikuti acara Yasinan bersama seluruh ibu-ibu peserta yang hadir. Setelah acara Yasinan berakhir, barulah tim relawan memberikan materi sosialisasi tentang pemilu 2019. Cukup mengejutkan, ternyata mayoritas ibu-ibu Yasinan banyak yang masih belum tahu kapan pemilu 2019 dilaksanakan. Maka dengan sabar, tim relawan memberikan penjelasan soal kapan pemilu dilaksanakan, yaitu pada hari Rabu tanggal 17 April 2019. Selesai dengan penjelasan tentang kapan waktu pelaksanaan pemilu, tim relawan kemudian menjelaskan tentang apa saja yang dicoblos pada waktu pemilu nanti dan bagaimana mencoblos yang benar. Peserta juga sempat menyatakan rasa bingungnya karena pada tahun ini pemilu setiap orang mendapat 5 jenis surat suara dengan warna yang berbeda. Namun lagi-lagi tim relawan dengan sabar menjelaskan tentang 5 jenis surat suara ini. “Ibu-ibu, njenengan ingat-ingat nggih. Kalau surat suara warna abu-abu itu untuk capres-cawapres, warna merah untuk DPD RI, kuning untuk DPR RI, biru DPRD propinsi, dan hijau untuk DPRD kabupaten Trenggalek”, jelas Dwi kepada ibu-ibu peserta yasinan. Tapi ada juga peserta yang bertanya, “Mbak, kan di surat suara caleg itu gak ada gambar/foto calegnya terus gek ndilalah kulo blas mboten kenal sama calegnya... kulo mesti milih atau nyoblos apanya? Biasanya kalau ada fotonya kulo tinggal nyoblos yang wajahnya paling ganteng atau yang paling cantik gitu.” Pertanyaan tersebut dijawab oleh Dwi dengan mengatakan bahwa dari lima surat suara Pemilu tahun ini yang ada fotonya haya surat suara untuk capres-cawapres dan DPD RI saja. “Tapi kalau ibu tidak kenal sama Calegnya, ibu bisa nyoblos partainya, itu sudah sah da suara masuk partai”, jelas Dwi. Lalu ia memberitahukan bagaimana caranya kenal para calon. Warga harus aktif mengenali calon, dari berbagai sumber. Ada calon yang mungkin punya media sosial atau profilnya sudah ditulis di media online, warga bisa bertanya pada anak atau adhik atau siapapun yang bisa membuka internet. “Sekarang era milenial, Ibu-ibu, jadi internet juga bisa kita gunakan untuk ngintip siapa calon kita”, tambah Dwi. Acara hari itu ditutup dengan acara foto bersama dan pengambilan video yel-yel “Jangan lupa tanggal 17 April 2019, ayo kito nyoblos!” Lalu Tim Relawan Demokrasi Trenggalek mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu Yasinan RT 23 Desa Jatiprahu yang sudah bersedia menerima mereka untuk mengadakan sosialisasi di kelompok mereka. “Semoga ilmunya bermanfaat nggih, ibu-ibu!”, kata Dwi. [RDT]


Selengkapnya
49

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK GERILYA KE SEKOLAH UNTUK SOSIALISASI PEMLU 2019

TRENGGALEK, 13/02/2019—  Hari Kamis kemarin, tepatnya tanggal 13 Februari 2019, dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, tim Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen Pemilih Pemula melaksanakan sosialisasi di SMKN 1 Trenggalek  guna memberi wawasan cerdas memilih untuk 17 April 2019. Meurut Raisa, salah satu aktivis RDT, aksi ini didasari karena  pentingnya menyasar pelajar dalam memberitahukan  5 spesimen surat suara yang nanti akan dicoblos pada 17 April 2019. “Para pelajar butuh mengenali minimal surat-surat suara yang jumlahnya lima jenis yang akan mereka coblos nanti”, tutur Raisa. Dengan menunjukkan beberapa contoh surat suara antusiasme pelajar sangatlah tinggi karena rasa penasaran yang akan di hadapi ketika menerima hak pilih pertama nanti. Dengan metode diskusi pada waktu istirahat itu, Raisa dan Julia juga menuturkan   pentingnya menggunakan sikap  anti-golput dan “money politic” dalam menghadapi demokrasi 17 April 2019 nanti. [RDT]


Selengkapnya
49

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK MASUK KE IBU-IBU JAMAAH YASIN DESA KARANGSOKO

TRENGGALEK, 12/02/2019— Pada hari Selasa tanggal 12 Februari 2019,  selepas sholat Maghrib, tim Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen pemilih perempuan bergerak menyambangi Jamaah Ibu-ibu Yasinan RT 02 Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko. Jamaah Yasin ini diketuai oleh Ibu Hj. Amin, istri dari tokoh masyarakat setempat, Bapak H. Kento. Sedangkan yang bertindak sebagai tuan rumah Yasinan kali ini adalah Ibu Maslamah yang juga ketua kader Posyandu Desa Karangsoko. Acara yasinan di jamaah yasin RT 02 Dusun Sukorejo ini rutin diadakan setiap malam Rabu. Triesca (27), anggota RDT segmen pemilih perempuan yang bertempat tinggal di Desa Karangsoko bertugas untuk mengkoordinir acara sosialisasi di bu-ibu Jamaah Yasin kali ini. Ia menyampaikan materi tentang cara mengenali calon, menjelaskan lima jenis surat suara dan cara mencoblosnya yang benar. Selesai pemaparan materi sosialisasi, peserta kebanyakan bertanya tentang ‘amplop’ dan ‘sodaqoh politik’ atau yang dalam istilah gamblangnya “money politic”. Secara tegas, tim relawan menghimbau kepada peserta untuk menolak semua bentuk politik uang karena hal tersebut bisa diperkarakan secara pidana, meskipun untuk Pemilu 2019 ini pidana hanya berlaku untuk pemberi. “Ibu, kan hal yang seperti itu sami mawon kalih suap alias menyogok. Jadi, yang memberi suap dan yang menerima suap sama-sama dapat dosa lo, ibu-ibu”, demikian jawaban yang diberikan oleh tim relawan demokrasi. Selain itu, tim relawan juga menghimbau kepada peserta untuk tidak golput, karena satu suara dari tiap pemilih sangat menetukan masa depan bangsa selama 5 tahun ke depan. Seperti biasa, sebelum acara diakhiri, tim relawan meminta kepada ibu-ibu peserta untuk foto bersama plus video yel-yel “Ayo Nyoblos!” [RDT]


Selengkapnya
47

TANGKAL HOAX, RELAWAN DEMOKRASI WARGANET GANDENG PENGGIAT SOSIAL MEDIA DI TRENGGALEK

TRENGGALEK, 09/02/2019— Dalam mewujudkan demokrasi yang berdaulat relawan demokrasi yang di bentuk KPU Trenggalek menggandeng Komunitas Warganet diwilayah Trenggalek dalam acara "Pesan-Trend Demokrasi". Acara tersebut dihadiri dari beberapa kalangan penggiat sosial media diantaranya, Info Seputar Trenggalek, Conten Creator Trenggalek, dan HMI Trenggalek. Tujuan relawan demokrasi tersebut untuk meminimalisir opini yang tidak benar (hoax) yang beredar dalam dunia maya, karena sangat mempengaruhi berjalannya demokrasi yang ada saat ini. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di 75 Caffe & Resto yang beralamat di Jln Brigjen Soetran Rt 01 Rw 03 Sidomuloyo tersebut, hadir kurang lebih 125 penggiat media sosial di wilayah Trenggalek. Juga dihadiri dari ketua KPU Trenggalek dan pemateri bijak bermedia sosial dari pembina "Hoax Buster Trenggalek". “Dalam kegiatan tersebut paling tidak masyarakat mau tahu tentang pentingnya bermedia sosial dengan baik dan benar”, tutur Zamzuri salah satu aktivis Relawan Demokrasi Trenggalek segmen warganet. Dalam acara juga team relawan demokrasi KPU Trenggalek memberikan sosialisai menjadi pemilih yang baik dan benar dengan menunjukkan contoh spesimen surat suara yang akan dipakai pada pemilihan nanti, guna menciptakan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya. Candra Khalifah dari pembina “Hoaxbuster”  menyinggung perkembangan sosial media yang semakin lambat laun semakin berkembang. Kondisi ini merupakan  tantangan untuk menjadi pengguna media sosial tentu sangat lebih profesional. “Karena sangat sensitif memicu dampak opini negatif pengguna sosial media”, tutur Candra. Para Relawan Demokrasi segmen warganet berharap semoga penggiat media sosial di Trenggalek yang tergabung dalam Komunitas atau non komunitas dapat bisa memahami tentang perkembangan media sosial di era saat ini sehingga bisa menjadikan dampak opini positif bagi masyarakat. “Tak lupa sebagai penggiat media sosial harus berpartisipasi menggunakan hak pilihnya pada 17 April 2019 karena golput bukan pilihan”, tegas Zamzuri yang juga menjadi pemandu acara. [RDT]


Selengkapnya