Berita Terkini

63

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK MASUK KE GEREJA SOSIALISASIKAN PEMILU 2019

Pada Minggu, 24 Maret 2019, telah dilakukan sosialisasi Pemilu 2019 di Gereja Baptis Indonesia, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek dengan pemangku jemaat adalah Pendeta Yoyon asal dari Blitar. Sosialisasi diikuti sekitar 20 orang yang rata-rata  semua umuran rata-rata manula. Sosialisasi ini secara suka rela dilakukan secara bersama oleh Ardian (Tiwool) dan Aziz dari basis keluarga, Zamzuri dari basis warganet, Ika dari basis keagamaan, dan Saliman dari basis disabilitas. Ada juga  simpatisan Relawan Demokrasi Trenggalek yang baru saja terpilih sebagai Kepala Desa Jajar, seorang pemuda tampan bernama Imam Mukaryanto Edi (IME), yang secara sukarela mau mengawal dan mendampingi kegiatan dalam melakukan sosialisasi tentang pentingnya aktif berperan dalam Pemilu 17 April 2019. Dalam kegiatan sosialisasi ini, ada yang sedikit unik dan menegangkan, yaitu salah satu relawan demokrasi (Relasi), Ika,  terjadi kecelakaan sekitar pukul 15.30 ketika mau berangkat. Sedangkan  sosialisasi di Gereja di Karang Anyar sudah disepakati jam 16.00 WIB. Meski Ika tak bisa memilih pulang karena lukaya harus disembuhkan, ia tetap menyemangati teman-temannya agar acara sosialisasi tetap dilanjutkan. Meskipun acara dimulai agak molor, pihak gereja tampaknya sangat antusias dan ingin benar-benar tahu dan paham tentang tata cara dan pedoman dalam pencoblosan yang akan dilakukan pada tanggal 17 April 2019 itu seperti apa. Sedangkan salah satu pendeta yang ada di gereja tersebut bernama Pdt. Yoyon sangat berterima kasih dalam penyampaian dan sharing dari Relawan Demokrasi yang telah  mensosialisasikan yang  dilakukan di depan Jamaat pada sore tersebut. Adapun sosialisasi yang di informasikan antara lain berupa pentingnya mencoblos, hari kegiatan Pemilu 17 April 2019, menjelaskan ada 5 surat suara, tata cara dan apa saja yang akan dilakukan ketika di TPS, tentang persyaratan pindah pilih. Juga disampaikan bahaya Politik Uang. [RDT]


Selengkapnya
56

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASI PEMILU 2019 PADA TOKOH-TOKOH AGAMA KARANGAN

Sabtu, 09 Maret 2019. Kembali,  Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) mengadakan acara sosialisasi dan pendidikan pemilih dalam Pemilihan Umum Serentak tahun 2019. Kali ini ditempatkan di Kecamatan Karangan, tempat acara di Aula KUD Desa Kedungsigit. Acara ini mengundang para warga yang dianggap sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Karangan. Mereka terdiri dari kepala desa,ulama dan kiai, pimpinan surau, tokoh ormas keagamaan baik laki-laki maupun perempuan. Sedangkan sebagai narasumber dihadirkan langsung komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Nurani selaku divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Juga ada tamu istimewa dari penceramah muda dari Kecamatan Tugu, yaitu Ustadz Anang Wahid, LC lulusan Universitas Al Azhar Mesir. Para narasumber juga didampingi oleh  para perwakilan forum pimpinan Kecamatan Karangan. Dari KPU Kabupaten Trenggalek, Nurani memamaparkan secara lengkap proses, sistem, dan teknis Pemilu 2019. Lebih dalam ia mengajak para hadirin agar menggunakan haknya untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat sesuai hati nurani. Teknisnya, mengenali calon dengan baik serta memilih dengan benar. Cara memilih yang secara teknis benar ditunjukkan dengan wujud lima surat suara yang harus dikenali ciri-cirinya dan cara menyoblos dengan benar. Dengan membawa lima jenis surat suara (spesimen), Nurani mensimulasikan bagaimana cara menyoblos yang benar. “Monggo dihafal, karena kalau cara nyoblos kita salah suara kita tak ada gunanya”, tegasnya. Sedangkan Ustadz Anang Wahid banyak mendalamkan landasan agama kenapa umat harus mengikuti Pemilu dan memilih pemimpin yang baik. Ia mengemukakan bahwa memilih adalah wajib. Sebab dalam hukum Islam memilih itu tidak bisa diwakilkan, seperti Sholat yang merupakan ibadah wajib karena tak bisa diwakilkan oleh orang lain jika tidak melakukannya. Acara yang dimulai pukul 13.30 itu berlangsung hingga selesai pukul 16.00 WIB. Setelah ditutup dengan doa bersama, pembawa acara membubarkan kegiatan pada sore hari yang dihadiri hampir seratus tokoh di Kecamatan Karangan. [RDT]


Selengkapnya
47

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK SOSIALISASI PEMILU 2019 DENGAN HIBURAN SENI TRADISI TIBAN

Minggu, 10 Maret 2019. Ruang demokrasi dibuka di sebuah tanah lapang, di bawah pohon pohon besar dan rindang. Pohon Trembesi yang usianya lebih satu abad. Desa Jajar, kecamatan Gandusari, Trenggalek. Desa yang tepat berada berdinding gunung. Di situlah Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) segmen Keluarga menggelar acara Sosialisasi Pemilu Serentak 2019. Mulai pukul 08.30-an sudah mulai banyak orang yang berdatangan, lapak-lapak sudah tertata menampilkan sajian kuliner tradisional Desa  Jajar. Panggung terbuka berlatarbelakang baliho berisi foto-foto partai politik, surat suara, dan cara nyoblos. Di sampig kiri alat-alat musik tradisional Gamelan sudah mulai ditata. Mulai pukul 09.00 gamelan itu sudah mulai ditabuh. Para penonton sudah membludak. Jumlahnya hampir seribuan. Beberapa saat kemudian rombongan dari pimpinan kecamatan datang. Pak Camat Gandusari, Pak Kiki, kapolsek dan danramil juga hadir. Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto dan Komisioner Divisi Sosdiklih-Parmas-SDM Nurani bersama staf juga hadir. Para tamu ini dibimbing duduk di bawah tenda yang berada tepat di sisi panggung. Maka atraksipun dimulai sebagai pembuka, yaitu Tari Remong yang disajikan oleh para gadis yang bergabung dalam Komunitas JTC (Jajar Tangguh Community). Setelah itu acara seremonial dimulai, dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama dari Kordinator Relawan Demokrasi Ardian Tiwool, dilanjut dengan sambutan dari Kepala Desa Terpilih Imam Edy (IME). Dalam sambutannya Ime mengatakan bahwa ia mengucapkan terimakasih atas kehadiran Relawan Demokrasi dan KPU Trenggalek yang menempatkan acara sosialisasi di desanya. Tak lupa ia memperkenalkan potensi alam yang ada di desanya, termasuk tempat yang saat itu digunakan sebagai tempat acara, sebuah lapangan yang punya pohon-pohon besar yang nantinya akan dikelola sebagai Bumi Perkemahan sekaligus sarana edukasi. Sambuan selanjutnya adalah dari Bapak Camat, kemudian disambung dengan sambutan dan penjelasan tentang Pemilu 2019 dari Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Suripto. Suripto mengingatkan agar masyarakat nantinya berbondong-bondong ke TPS pada tanggal 17 April 2019 untuk menggunakan hak pilihnya. Ia juga menjelaskan tentang teknik-teknik pemilu yang penting untuk dipahami. Acara selanjutnya yang cukup atraktif adalah penampilan Fragmen Sejarah Tiban yang ditampilkan oleh para pemuda desa Jajar (dari JTC). Fragmen ini menggambarkan bagaimana munculnya sejarah Tiban, yaitu olahraga tradisional yang menyuguhkan duel saling mencambuk secara bergantian dengan alat cambuk dari lidi pohon aren. Penampilan drama ini amat menghibur karena diselingi dengan humor-humor dengan bahasa lokal. Setelah fragmen Tiban selesai, masyarakat menunggu olahraga Tiban yang sebenarnya. Ini merupakan puncak acara yang juga akan diselingi dengan sosialisasi cara menyoblos dan mengenali surat suara dari Relawan Demokrasi. Setelah dua pasang lelaki duel Tiban, maka dua orang Relawan Demokrasi Trenggalek Amrul dan Aziz naik ke panggung. Dengan memafaatkan pengera suara, mereka mengajari para hadirin untuk mengenali ciri-ciri surat suara yang jumlahnya ada lima dan mensimulasikan cara menyoblos yang sah dan tidak sah dengan menggunakan spesimen surat suara yang dipersiapkannya. Selesai sosialisasi tersebut, pertunjukan Tiban dilanjutkan. Penonton menyaksikan salah satu hiburan rakyat yang sudah berpuluh-puluh tahun ada di Desa Jajar dan belakangan selalu diadakan tiap tahun oleh para pemuda Desa. [RDT]


Selengkapnya
48

KPU TRENGGALEK HADIRI RAPAT PLENO DPTb JAWA TIMUR

Setelah diawali dengan mengikuti  Rapat Kordinasi sehari sebelumnya, pada hari Kamis, 21 Maret  2019  KPU Kabupaten Trenggalek mengikuti Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPTb-2  yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Timur. Acara yang berlangsung di Hotel Narita Surabaya dihadiri langsung oleh Suripto didampingi Gembong Derita Hadi selaku Divisi Perencanaan Data dan Rudi Susanto bersama para Ketua, anggota Divisi Perencanaan data dan operator sidalih dari 38 KPU Kabupaten/Kota se-Jatim. Acara ini juga  dihadiri oleh utusan 16 Parpol Peserta Pemilu 2019 tingkat Provinsi, Tim Kampanye Paslon Presiden/Wakil Presiden, Calon DPD, Bawaslu Jatim, Bakesbangpol, Kanwilkumham  Dispendukcapil, perwakilan dari Kodam V Brawijaya, Polda Jatim dan instansi terkait dimulai tepat pukul 10.49. Seremonial acara dimulai denga menyanyikan lagu Indonesia Raya diikuti seluruh peserta dilanjutkan dengan do'a yang dipimpin oleh Ahmad Hudri, ST Ketua KPU Kota Probolinggo. Berikutnya acara inti langsung dimulai dipimpin oleh Choirul Anam Ketua KPU Jatim didampingi seluruh anggota Komisioner dengan formasi kengkap. Adapun dari Bawaslu Jatim pada kesempatan tersebut diwakili oleh Aang Khunaifi, SH, MH. Setelah Rapat Pleno dibuka, Anam langsung membacakan hasil rekapitulasi DPTb-2 dari 38 Kabupaten/Kota se-Jatim. Rekapitulasi tersebut menyangkut daftar pemilih yang melakukan pindah memilih keluar Jawa Timur dan pindah memilih masuk ke Jawa Timur. Pindah memilih keluar terdiri dari pindah memilih keluar yang mengurus A-5 di daerah asal dan mengurus  A-5 di daerah tujuan. Demikian juga halnya terkait dengan pindah memilih masuk yang mengurus A-5 dari daerah asal dan mengurus A-5 di daerah tujuan. Berdasarkan hasil rekapitulasi DPTb-2 tersebut total pemilih se-Indonesia yang akan melakukan  pindah memilih ke Jawa Timur dengan mengurus A-5 terdapat 112.256 pemilih. Sedangkan yang mengurus pindah memilih keluar Provinsi Jawa Timur ada sebanyak 85.243 pemilih. Proses rekapitulasi berjalan dengan lancar  dan ketika dibuka untuk melakukan tanggapan dari peserta, hanya dari Bawaslu yang melakuksn tanggapan yang sepenuhnya menerima hasil rekapitulasi DPTb-2 dan mengapresiasi kerja KPU Jatim beserta 38  KPU Kabupaten/Kota. Adapun dari Peserta pemilu dan Tim Kampanye tidak ada tanggapan sama sekali, maka rekapitulasi langsung ditetapkan dan diterima oleh semua pihak. Selanjutnya Rapat Pleno Terbuka ditutup pada pukul 11.34 WIB. [Hupmas]


Selengkapnya
51

MILITAN LAKUKAN SOSIALISASI, ACARA HAJATAN PUN DIMANFAATKAN SEBAR INFORMASI PEMILU

Pada hari Minggu (03/03/2019), Relawan Demokrasi Trenggalek basis Disabilitas menghadiri perayaan pernikahan Danny, alumni siswa tunarungu SLB Kemala Bhayangkari, yang diadakan di Kantor kelurahan Surodakan, Jl.P. Diponegoro no 23, Kel.Surodakan, Trenggalek. Moment tersebut dimanfaatkan pula untuk sosialisasi Pemilu 2019. Sebagai relawan basis disabilitas, Tarya, Asih, dan Devi memanfaatkan moment pernikahan disabilitas untuk melakukan sosialisasi. Alasan mereka, karena dapat dipastikan banyak tamu disabilitas yang hadir dalam acara nikahan. Tepat pukul 14.48 WIB, ruang utama penuh sehingga teman-teman disabilitas menunggu di luar. Ada sepuluh disabilitas yang duduk, terdiri dari satu orang tunadaksa, satu orang tunagrahita, dua orang tunarungu dan enam orang tunanetra (total & low vision). Devi yang notabene juga disabilitas tunanetra (low vision) menjelaskan tentang pelaksanaan pemilu 2019, tempat mencoblos, macam-macam surat suara serta bagaimana cara mencoblos yang benar sehingga surat suara menjadi sah.  "Untuk tunanetra yang total akan ada petugas pendamping atau keluarga, karena untuk surat suara warna biru dan hijau tidak ada braillenya", ungkapnya Devi juga memberikan kesempatan pada disabilitas ‘low vision’ untuk melihat dari jarak dekat contoh specimen surat suara dengan lima warna yang berbeda. Tarya juga menghimbau agar teman-teman disabilitas  tidak golput dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019 ini, karena disabilitas harus cerdas berdemokrasi. Sebelum mengakhiri sosialisasi, Asih membagikan gantungan kunci dan stiker yang berisi himbauan untuk menggunakan hak pilih serta penjelasan lima macam surat suara yg akan diterima di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019. [RDT]


Selengkapnya
70

RELAWAN DEMOKRASI TRENGGALEK KEMBALI SOSIALISASI, KALI INI MASUK KARANG WERDA SURUH

Tanggal 02 Maret 2019. Kembali Ika Prihatiningsih beraksi, setelah sehari sebelumnya dia sosialisasi pemilu di komunitas Petani Vanili, maka paginya dia berkesempatan sosialisasi pemilu di karang Wreda Ngudi Waras suruh. Bertempat di balai desa Suruh dan dihadiri kisaran 125 bbapak-ibu lansia. Ika yang kali ini ditemani teman satu segmen yaitu Setiasih memberikan sosialisasi tentang Pemilu 2019. Ika menyampaikan secara jelas mulai dari 5 surat suara, cara pencoblosan, dan teknik membuka dan  melipat  surat suara. Ia juga menghimbau agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dan bermartabat, yang jangan memilih hanya karena uang saja. Antusiasme Karang Wreda Ngudi Waras Suruh luar biasa. Pertanyaan-pertayaan muncul dan langsung dijawab dengan lancar dan dipahami oleh penanya. Salah satu pertanyaannya adalah tentang bagaimana kalau yang dicoblos 2 tempat (kotak di surat suara), satu kotok dicoblos partainya dan nyoblos pilihan calegnya di kotak partai lain. “Apakah hal itu sah?”, tanya seorang ibu. Ika  menjawab bahwa hal itu tidak sah. “Sebab, prinsipnya mencoblos harus hanya satu saja, satu kotak, kalau dua kotak, baik itu nyoblos untuk partai atau caleg sama saja”. [RDT]


Selengkapnya