Berita Terkini

51

RAPAT PLENO PERDANA PASCA-DILANTIKYA KOMISIONER PERIODE 2019-2024

Rapat pleno perdana dihadiri lima orang komisioner periode 2019-2024 bersama para pegawai sekretariat dilakukan pada hari Senin 17 Juni 2019. Acara ini diawali dengan perkenalan komisioner, terutama  tiga orang komisioner baru yang memang belum banyak dikenal secara mendalam oleh para pegawai di sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB dan bertempat di Ruang Diskusi Rumah Pintar Pemilu (RPP) Vote ini juga dimanfaatkan untuk membahas kondisi lembaga dan visi ke depannya. Gembong Derita  Hadi selaku ketua terpilih memaparkan keinginannya untuk memperbaiki KPU Kabupaten Trenggalek berpilar pada manajemen sumber daya manusia, pembagian tugas, serta menyoroti keberadaan kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Rapat pleno ini dilakukan dilakukan untuk meningkatkan kekompakan di internal. Rapat juga membahas persiapan KPU Kabupaten Trenggalek dalam menghadapi sengketa perselisihan hasil Pemilu (PHPU) yang akan dimulai pada bulan Juli 2019. Dalam rapat ini juga dibahas persiapan KPU Kabupaten Trenggalek dalam menghadapi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020 mendatang (tahun depan).  [Hupmas]


Selengkapnya
50

SEHABIS DILANTIK, KOMISIONER KPU TRENGGALEK LANGSUNG BAHAS KEGIATAN PILKADA 2020

Trenggalek, Sabtu 15 Juni 2019. Dua hari  setelah dilantik dan melakukan rapat pleno memilih ketua dan pembagian divisi, Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek langsung mengadakan rapat. Rapat perdana ini untuk membahas rencana kegiatan dan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020 yang tahapannya akan sudah dimulai pada bulan September tahun ini. Pembahasan rencana kegiatan dan biaya Pilkada 2020 ini memang harus segera dibahas karena harus diserahkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk kemudian dibahas dalam Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Acara rapat dimulai sekitar pukul 09.00 di ruang diskusi Rumah Pintar Pemilu. Dalam rapat ini dibahas  berbagai kegiatan yang dibutuhkan selama tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek (Pilbub) 2019 mulai tahapan persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pelaporan. Berbagai item kegiatan dan pengadaan barang dan jasa terkait pelaksanaan Pilbub dibahas dengan menyesuaikan harga yang sesuai aturan yang berlaku. Dari pembahasan kegiatan dan biaya Pilbub 2020 ini, diperkirakan biaya yang dibutuhkan adalah 30-an miliar. Jumlah ini akan diusulkan pada Pemerintah Daerah Trenggalek dan nantinya akan dibahas dan ditetapkan sebagai dana hibah dari pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek pada KPU Trenggalek untuk pembiayaan Pilkada 2020.   [Hupmas]


Selengkapnya
60

ADA TIGA WAJAH BARU KOMISIONER DI KPU TRENGGALEK

Setelah melalui proses seleksi yang cukup melelahkan selama lebih dari satu bulan, akhirnya Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) menetapkan nama-nama komisioner KPU di 36  Kabupaten/kota di Jawa Timur. Para komisioner inipun telah dilantik pada tanggal 13 Juni 2019 lalu. Ada 180 komisioner yang dilantik. Mayoritas adalah wajah baru.  Dari 180 orang komisioner tersebut, wajah barunya ada 115 orang dan wajah lamanya ada 65 orang. Termasuk di KPU Kabupaten Trenggalek, dari lima komisioner dua orang adalah wajah lama, yang terbanyak adalah wajah baru, yaitu berjumlah 3 orang. Tiga wajah baru tersebut adalah Istati’in Nafiah, Imam Nurhadi, dan Indra Setiawan.  Dalam pelantikan yang dilaksanakan di Hotel JW Marriot Surabaya tersebut, Ketua KPU RI Arif Budiman berpesan agar para komisioner KPU kabupaten/Kota yang telah terpilih bisa mengemban tugas dengan berprinsip pada profesionalitas dan integritas. [Hupmas]


Selengkapnya
66

GEMBONG DERITA HADI TERPILIH SEBAGAI KETUA KPU TRENGGALEK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek yang baru saja dilantik setelah ditetapkan oleh KPU RI di Hotel JW Marriot pada tanggal 13 Juni 2019  langsung melakukan rapat Pleno. Rapat pleno ini bahkan juga dilakukan di tempat itu juga karena komisioner KPU RI Ilham Syahputra mengharapkan hari itu juga dilakukan. Rapat pleno juga dilakukan oleh anggota KPU Trenggalek terpilih, yaitu Istatiin Nafiah, Nurani, Gembong Derita Hadi, Indra Setiawan, dan Imam Nurhadi. Dalam rapat pleno yang dilakukan sehabis isya’ ini dibahas tentang ketua dan pembagian divisi. Setelah masing-masing memberikan paparan dan diskusi kecil, secara aklamasi rapat pleno menyepakati Gembong Derita Hadi sebagai Ketua KPU Kabupaten Trenggalek. Ia sekaligus merangkap sebagai Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik. Sedangkan kesepakatn lainnya adalah tentang posisi divisi dari masing-masing. Di antaranya adalah Nurani di Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia. Istatiin Nafiah di Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu. Indra Setiawan di Divisi Perencaaan dan Data. Sedangkan Imam Nurhadi menempati Divisi Hukum dan Pengawasan.  Di akhir Rapat Pleno, Gembong Derita Hadi mengatakan bahwa posisi sebagai ketua bukanlah hal yang istimewa karena hanyalah pembagian tugas saja. Ia  juga mengajak komisioner lainnya untuk kompak dan mendasarkan diri pada prinsip kolektif kolegial tetapi tetap berpilar pada tanggungjawab pada peran sesuai masing-masing divisi. “Kolektif kolegial bukan berarti masing-masing divisi menggantungkan divisi lain, tapi tetap tanggungjawab dan saling membantu”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
58

LITERASI DEMOKRASI MELALUI BUKU SASTRA BERTEMA PEMILU 2019 OLEH RELASI TRENGGALEK

Relawan Demokrasi Trenggalek (RDT) bentukan KPU Kabupaten Trenggalek tampaknya memang lain daripada yang lain. Mereka mencoba mengakhiri masa tugas relawan demokrasi dengan menerbitkan karya berupa tulisan yang merupakan hasil workshop dan bimbingan menulis di grup WA yang dilakukan selama masa kerja sejak Februari hingga 14 April 2019. Karya sastra itu kemudian dibukukan dan diberi judul “Matinya Golput”—yang diambil dari salah satu judul cerpen karya Latifah dari SMAN 1 Trenggalek yang merupakan seorang Pemilih Pemula yang menjadi peserta kegiatan Relawan Demokrasi. Inisiatif pengerjaan buku ini datang dari  beberapa Relawan Demokrasi yang kebetulan aktif di komunitas literasi yang direkrut oleh KPU Kabupaten Trenggalek. Sebagaimana dikatakan Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek yang membimbing Relawan Demokrasi, inisiatif tersebut lalu oleh KPU Kabupaten difasilitasi penerbitannya. Karya yang terkirim lalu diedit dan dicetak sebagai sebuah karya sastra, dengan Cerita Pendek (Cerpen) sebagai bentuk karya sastranya. Nurani menegaskan bahwa kegiatan ini sesuai dengan apa yang diatur dalam Peraturan KPU. Buku adalah media kreasi, apalagi buku sastra (cerita pendek) yang bisa dijadikan sebagai media kreasi untuk sosialisasi dan pendidikan pemilih. Menurut Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2018 Pasal 9, Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih dalam Pemilu bisa dilaksanakan salah satunya dengan Media Kreasi. “Di PKPU tersebut dikatakan bahwa salah satu media kreasi, sebagaimana diperjelas dalam Pasal 13, salah satunya adalah seni sastra”, tegasnya. Ditambahkan bahwa buku kumpulan cerita pendek (cerpen) yang diberi judul “Matinya Golput” ini menandai sebuah terobosan sosialisasi berbasis literasi yang selama ini jarang dilakukan.  Isi tulisan (cerita) dalam buku tersebut  secara umum adalah mengajak masyarakat untuk berpikir optimis dan positif terhadap pelaksanaan Pemilu 2019. Ajakan untuk tidak golput, kampanye menolak politik uang, seputar pencalonan, hingga kejadian di TPS menjadi latar cerita. Gambara riil masyarakat terkait dengan demokrasi elektoral  mampu di potret secara bagus dalam buku ini. “Harapan-harapan untuk menghadirkan demokrasi yang lebih baik dan berkualitas baik dalam konteks karakter pemilih, calon, dan penyelenggara juga muncul dalam tulisan-tulisan ini”, kata Nurani. [Hupmas]


Selengkapnya
54

PERLUAS SOSIALISASI DAN PENDIDIKAN PEMILIH, IBU-IBU PKH JUGA DISASAR KPU TRENGGALEK

Pada Hari Jumat (12/04/2019) lalu, sekitar pukul 13.00 WIB, ibu-ibu yang menjadi penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Gandusari Trenggalek sudah berkumpul di rumah salah satu anggota. Banner acara yang menunjukkan acara apa yang akan diikuti hari itu sudah terpasang di tembok rumah, tepatya ruang tamu. Sekitar pukul 13.15 tim sosialisasi dari KPU Kabupaten Trenggalek datang. Kemudian acara dimulai sekitar pukul 13.40 WIB. Acara hari itu adalah Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih untuk Perempuan dalam Pemilu Serentak 2019. Hadir sekitar 60-an ibu-ibu penerima manfaat program PKH dan Tenaga Pendamping yang berjumlah empat orang. Selain dari KPU Kabupaten Trenggalek, dalam kegiatan ini juga hadir Kepala Seksi (Kasi) Sosial dari Kecamatan Gandusari yang juga memberikan sambutan dan membuka acara. Masuk ke pemaparan materi, Nurani dari KPU Kabupaten Trenggalek memaparkan berbagai pengetahuan tentang Pemilu 2019, mulai dari waktu pelaksanaan, pentingnya Pemilu, peserta Pemilu, teknis mencoblos yang benar dan cara mengenali surat suara yang jumlahnya lima, alasan tidak golput, hingga bahaya “politik uang”. Dalam sesi teknik mencoblos yang benar, Nurani menunjukkan spesimen surat suara dan perbedaan dari kelima surat suara. Bukan hanya menjelaskan secara detail tentang teknik mencoblos yang sah dan tidak sah, ia juga memperkenalkan konsepsi Dapil. “Dapil Pilpres nasional, DPD Propinsi, DPRRI dan DPRD Propinsi dapilnya gabungan antar kabupaten kota, sedangkan Dapil DPRD Kabupaten Trenggalek adalah gabungan kecamatan”, papar Nurani. Terkait konsep tentang Dapil, Nurani   juga mengingatkan tentang pentingnya fungsi keterwakilan. Ia mengingatkan agar keterwakilan berjalan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, komunikasi antara rakyat dengan wakil. Kedua, hindari politik uang. “Karena kalau kita dibeli di muka, berarti kita sudah merusak komitmen tentang penyatuan semangat antara politis yang harus mewakili secara tulus dan pemilih yang memilihnya tidak secara tulus—akhirnya tidak ada ketulusan dan keikhlasan dalam politik”, paparnya secara tegas. [Hupmas]


Selengkapnya