Berita Terkini

53

KPU TRENGGALEK SOSIALISASI PROTOKOL KESEHATAN DALAM PEMILIHAN 2020

Pada Hari Kamis (06/08/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengadakan kegiatan sosialisasi protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Lanjutan Serentak tahun 2020. Acara dilaksanakan di Auditorium STKIP PGRI Trenggalek mulai pukul 09.30 WIB.  Hadir dalam kegiatan ini sebagai peserta adalah panitia ad hoc tingkat kecamatan baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) dari empat belas kecamatan. Sedangkan pemateri kegiatan ini adalah Nurani selaku Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek. Juga hadir pemateri lain, yaitu Widarsono yang mewakili Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Trenggalek.  Dalam paparannya, Nurani menerangkan bagaimana protokol kesehatan harus dipatuhi dalam pelaksanaan demokrasi elektoral tingkat lokal karena peraturan terkait hal itu sudah keluar, yaitu Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2020 yang terbit pada tanggal 19 Juni 2020 dan Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-Alam Corona Virus Desease 2-19 (Covid-19).  Dalam peraturan tersebut diatur bagaimana kegiatan pelaksanaan Pemilihan tahun 2020 dalam hal kegiatan bertatap-muka secara langsung, kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang dalam jumlah tertentu, kegiatan yang bersifat penyampaian  berkas dan/atau perkengkapan secara fisik, dan kegiatan yang dilaksanakan di dalam ruangan berupa rapat pleno terbuka, rapat kordinasi, bimbingan teknis, sosialisasi atau kegiatan lainnya. “Intinya harus menggunakan protokol kesehatan, kalau barang dan tempat maupun dokumen harus disterilisasi, sedangkan orangnya harus pakai APD, dan jaga jarak”, tegas Nurani.  Sementara itu, Widarsono dari Gugus Tugas menyampaikan bagaimana pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek melaksanakan pembuatan kebijakan terkait persebaran  Covid-19. Ia juga menyampaikan perkembangan jumlah warga yang terkena wabah  virus yang sedang menjadi perhatian semua pihak itu. [Zam]


Selengkapnya
47

MONITORING COKLIT PPDP KOMISIONER KPU JAWA TIMUR DI KECAMATAN WATULIMO

Pada Hari Kamis, 6 Agustus 2020 bertempat di Aula Kecamatan Watulimo, kegiatan Monitoring Kerja PPDP dalam Pemutakhiran Data Pemilih oleh KPU Provinsi dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan KPU pada masa tahapan pemutakhiran data pemilih. Kegiatan tersebut dihadiri oleh PPS yang ada di Kecamatan Watulimo, PPK, Komisioner KPU Trenggalek dan KPU Provinsi Jawa Timur dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Serangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Ketua PPK Watulimo, dilanjutkan pemaparan rekapitulasi data hasil pencoklitan PPDP selama dua minggu oleh Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek Divisi Perencanaan Data dan Informasi, M. Indra Setiawan. Mas Indra sapaan akrabnya menyampaikan bahwasanya progress hasil coklit yang dikirim melalui divisi data baik yang online maupun offline berjalan cukup baik. Sementara itu, Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Divisi SDM dan Litbang, Rochani mengapresiasi semangat penyelenggara dalam mengawal terpenuhinya hak pilih masyarakat dalam menyukseskan pemilihan serentak lanjutan Tahun 2020 ini. “Saat ini penyelenggara diberi mandat utk mengawal dan menjaga data hak pemilih dalam pemilihan 9 desember nanti”, tuturnya. Rochani juga menambahkan, penyelenggara dalam melaksanakan tugas tidak boleh mengesampingkan protocol kesehatan karena kita menjalani pemilihan ditengah bencana non alam. Koordinasi di setiap tingkatan wajib dilakukan secara intensif untuk menghindari permasalahan-permasalahan yang akan muncul nantinya. “Jika hari ini bermasalah, besok tidak ada masalah”, pungkasnya. Selanjutnya sebagai tolok ukur kegiatan dilakukan pengecekan buku kerja baik PPDP maupun PPS oleh Tim dari KPU Trenggalek. Adapun untuk hasil koreksi kerja PPDP menunjukkan bahwa Watulimo merupakan daerah dengan hasil coklit dan perhitungan yang baik. Kegiatan Monitoring Kerja PPDP dalam Pemutakhiran Data Pemilih oleh KPU Kabupaten Trenggalek bersama KPU Provinsi Jawa Timur kemudian melaksanakan kegiatan kaji mutu lapangan dalam kegiatan pencoklitan yang dilaksanakan di Desa Karanggandu sebagai satu wilayah terjauh dari Kabupaten Trenggalek. Kegiatan ini merupakan tahapan dari pengajian hasil kerja PPDP di wilayah terluar dan tersulit. [PPK Watulimo]


Selengkapnya
50

KETIKA KOMISIONER KPU JAWA TIMUR NAIK GUNUNG SETEKIL UNTUK MONITORING COKLIT DI TRENGGALEK

Rabu, 5 Agustus 2020. Waktu menunjukkan pukul 13.00 WIB ketika Komisioner KPU Jawa Timur, Rochani, datang di kantor KPU kabupaten Trenggalek. Ia didampingi Nurita Paramita, seorang Kasubag yang membidangi SDM di KPU Propinsi Jawa Timur. Setelah disambut oleh Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek yang ada di kantor, Nurani dan Istatiin Nafiah, Komisioner KPU Jawa Timur Divisi SDM itu diantar ke tempat monitoring coklit PPDP di Kecamatan Kampak. Butuh sekitar tiga puluh menit untuk sampai di Kantor Kecamatan Kampak di mana para anggota PPK dan PPS se-Kecamatan Kampak sudah berkumpul. Setelah beramahtamah di kantor PPK Kampak, Rochani pun diminta memasuki aula yang sudah dipenuhi para anggota PPS se-Kecamatan Kampak. Mereka tampaknya sengaja didatangkan untuk mendengarkan arahan-arahan dari Komisioner KPU Jawa Timur tersebut. Arahan-arahan yang cukup bernas disampaikan untuk memotivasi para anggota PPS dalam bekerja, khususnya di masa pemutakhiran data pemilih. Arahan juga diberikan oleh Muhammad Indra Setiawan selaku divisi yang membidangi pemutakhiran data tersebut. Maka tiba saatnya aksi terjun untuk monitoring coklit PPDP. Sasaran monitoring adalag Desa Karangrejo, sebuah desa tempat ditemukannya Prasasti Mpu Sendok yang dinarasikan dalam sejarah Trenggalek. Desa yang indah ini terdiri dari dataran yang di antaranya terdapat pemukiman dan sawah yang menghampar. Air mengalir di parit-parit pinggir jalan meskipun Trenggalek memasuki musim kemarau. Dan tentu saja, di pinggiran desa terdapat gunung dan bukit yang berbaris-baris, yang membatasi Desa tersebut dengan desa dan kecamatan lain. Atas petunjuk PPS dan PPDP, rombongan monitoring dibawa ke sebuah rumah warga yang letaknya di atas gunung. Gunung Setekil namanya. Seorang PPDP bernama Suci mengajak Komisioner KPU Propinsi ditemani komisioner dan staf KPU Kabupaten Trenggalek untuk menaiki jalan setapak yang berkelok-kelok. Tanjakan jalan tak bisa dikatakan biasa. Pun jalan yang ditempuh cukup panjang. Beberapa kali rombongan istirahat. Hampir semuanya terengah-engah, keringat mengucur deras. “Ini kok kayak long march-nya Tentara merah pimpinan Mao”, komentar Nurani komisioner KPU Kabupaten Trenggalek. Jalan setapak naik dan berkelok itu ternyata membawa pada tiga rumah yang letaknya terpencil dan menyendiri tepat di puncak Gunung Setekil. Tiga rumah itu masuk wilayah RT 22 RW 07 Dusun Ngasem Dukuh Nganggrek desa Karangrejo Kecamatan Kampak. Rochani dan rombongan tak menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan wawancara terhadap tuan rumah terkait dengan pencocokan dan penelitian. Dalam status facebooknya pada tanggal 5 Agustus 2020, Komisioner perempuan KPU Propinsi Jawa Timur itu memposting foto ia sedang naik jalan setapak. Ia menulis: “Mengikuti Jejak semangat dan ketegaran Mbak Suci—PPDP di TPS 07 Dusun Ngasem—Dukuh Nganggrek Desa Karangrejo Kec. Kampak Kabupaten Trenggalek untuk memastikan 3 rumah yang dituju telah didaftar sebagai Pemilih pada Pemilihan Tahun 2020”. [Zam]


Selengkapnya
50

MAKSIMALKAN HASIL COKLIT, PPK WATULIMO AJAK KOORDINASI PPS

Tahapan pencocokan dan penelitian data pemilih Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek Lanjutan Tahun 2020, PPK Watulimo lakukan koordinasi dengan PPS se Kecamatan Watulimo. Rapat koordinasi dihadiri PPS divisi data, dilaksanakan di café PPN Desa Tasikmadu, Rabu (5/8/2020). Pada kesempatan tersebut, Ketua PPK Watulimo, Rohmad, saat membuka langsung kegiatan menyampaikan, bahwa rapat koordinasi hari ini sebagai evaluasi dari pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian data yang telah dilakukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang sudah berada di minggu ketiga. “Kita harus memastikan PPDP sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku dan hak pilih masyarakat sudah benar-benar terdaftar”. Sementara itu, Sugeng Santoso, Divisi Perencanaan Data dan Informasi langsung memandu rakor, satu persatu PPS memaparkan progress serta kendala coklit di masing-masing desa. Inventarisasi masalah yang muncul di rakor langsung didiskusikan pada kegiatan tersebut. Dari seluruh laporan yang masuk, dipastikan kegiatan coklit di lapangan sudah selesai hari ini. [PPK Watulimo]


Selengkapnya
42

SINERGIKAN KINERJA HADAPI TAHAPAN PENCALONAN, KPU KABUPATEN TRENGGALEK IKUTI RAKOR DI KPU PROVINSI JAWA TIMUR

Bertempat di Aula Lantai 2 KPU Provinsi Jawa Timur, mulai hari ini (Rabu, 22 Juli 2020) sekitar pukul 15.00 WIB, KPU Kabupaten Trenggalek mengikuti Rakor Persiapan Penyerahan Syarat Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dan Persiapan Tahapan Pencalonan serta Sosialisasi Pedoman Teknis Pendaftaran Pemantau, Lembaga Survey/Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 bersama 19 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Acara tersebut diikuti oleh KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020. Acara dibuka secara resmi oleh Choirul Anam, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, Anam menyampaikan bahwa kegiatan pencalonan merupakan tahapan penting karena pencalonan itu untuk menetapkan peserta Pemilihan. Mengingat pentingnya Tahapan tersebut, Anam berharap agar seluruh penyelenggara Pemilihan mulai dari KPU, Sekretariat, maupun badan adhoc meningkatkan soliditas dan kompetensinya dalam bidang kepemiluan. “Semua regulasi harus dipahami dengan baik, dilaksanakan dengan cermat, jeli, hati-hati dan perlu meningkatkan soliditas”, ujar Anam. Anam menambahkan bahwa perlu ada koordinasi, konsultasi, diskusi untuk mendapatkan pemecahan masalah (problem solving). Selain itu juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 karena Tahapan Pemilihan Serentak Lanjutan ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari seluruh anggota KPU Provinsi Jawa Timur dan pada sesi kedua diisi oleh Insan Qoriawan komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Divisi Teknis Penyelenggaraan, Gogot Cahyo Baskoro komisioner KPU Provinsi Jawa Timur Divisi Sosdiklih dan Parmas, dan Nurul Amalia Komisioner KPU Propinsi Jawa Timur Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi. Sekitar pukul 17.00 WIB acara dipending untuk istirahat, sholat, dan makan. Berikutnya, sehabis magrib, acara dibagi menjadi dua ruang. Untuk pembahasan terkait Pencalonan yang diikuti oleh Divisi Teknis dan Ketua KPU Kabupaten/Kota dari 19 daerah bertempat di alua lantai II KPU Propinsi Jawa Timur. Sedangkan untuk pembahasan tentang Lembaga Survei, Pemantau, dan Lembaga Hitung Cepat bertempat di Media Center. [Woro]


Selengkapnya
55

PERJUANGAN RARA MENCOKLIT MBAH TUMIJEM : KISAH PPDP DI MEDAN SULIT TRENGGALEK

Pelaksanaan coklit sebagai tugas utama PPDP kali ini adalah pertama kali bagi Rara, nama panggilan dari Vera Kristayuana. Ibu muda  berumur 26 tahun yang punya anak kembar ini merasa senang sekali bisa bergabung membantu pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020. Meskipun belum pernah menjadi anggota PPDP, setidaknya ia pernah menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KKPS) dalam Pemilu 2019 lalu.  Hari ini (Selasa, 21/07/2020) adalah hari keenam bagi Rara dalam melakukan coklit. Jalan yang dilalui secara umum sama, karena ia bertugas di daerah yang medannya tak bisa dibilang mudah, bahkan bagi Rara sendiri yang memang tinggal di desa yang sama. Desa Terbis kecamatan Panggul adalah desa yang terletak di punggung dan kepala pegunungan di kecamatan yang berada di kawasan selatan Trenggalek.  Ada 9 TPS di desa ini. Rara bertugas di TPS 008. Untuk  bisa menyelesaikan tugasnya, Rara harus menjadwal terjun dari  keluarga ke keluarga. Pagi ini, sekitar pukul 08.00 WIB, ia bertekad untuk mendatangi rumah mbah Tamijem. Seorang perempuan yang umurnya sudah uzur itu konon hanya tinggal dengan suaminya yang juga sudah berumur senja, Mbah Katiman.  Di sinilah kesabaran Rara harus diuji. Karena orang yang didatangi kali ini adalah orang dengan usia yang jauh berbeda. Sedangkan medan menuju rumah yang posisinya menyendiri dari pemukiman penduduk lain itu harus dilalui dengan jalan kaki. Setelah memarkir motor Vario di jalan rabat. Lalu ia  harus menuruni jalan setapak karena tak mungkin jalan turun menuju rumah Mbah Jem itu dilewati Motor.  Awalnya ia melewati jalan kecil yang sebelahnya adalah ‘kalen’ (parit) di daerah perbukitan itu. Lalu ia harus menjumpai jalan setapak yang  dibalut batu-batu besar yang tak tertata rapi. Di sebelah jalan pohon-pohon jati tumbuh dengan besar batang seukuran Paha orang dewasa, ada dua atau tiga yang lebih besar seukuran tubuh orang dewasa.  Jalan berbatu yang ditempuh Rara kira-kira  panjangnya 200 meter. Ia tampak harus berjalan pelan dan memiringkan badan, karena  telapak sepatunya harus memilih bagian jalan yang  batunya masih kokoh. Juga harus mengawasi jalan setapak itu agar telapak kakinya tidak menyandung batu-batu yang berserakan dan tanah mengunduk yang mengeras.  Ujian kesabaran bagi perempuan lulusan jurusan akuntansi sekolah kejuruan di Jakarta ini benar-benar datang ketika ternyata ia tak menjumpai Mbah Jem dan suaminya tidak ada di rumah. Rumah di pinggir jurang yang bawahnya masih ada sawah itu sepi.  Rara menahan nafas, lalu masih mencoba menelisik apakah memang benar-benar tak ada orang sama sekali. “Saya lanjutkan dulu mencoklit ke keluarga lain. Tak apa-apa karena ini adalah resiko tugas”, kisahnya melalui WA pada tim Humas KPU Kabupaten Trenggalek. [Hupmas]


Selengkapnya