Berita Terkini

54

MAKSIMALKAN PARTISIPASI MASYARAKAT, KPU TRENGGALEK “ROADSHOW” SOSIALISASI FORUM WARGA DI SELURUH KECAMATAN

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek dalam Pemilihan Serentak Lanjutan Tahun 2020 di tengah wabah pandemi Corona Virus Disease-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Komisi pemilihan Umum (KPU) Trenggalek dalam melakukan  sosialisasi dan pendidikan pemilih (Sosdiklih) terhadap masyarakat. Meski demikian, dengan memperhatikan rambu-rambu protokol kesehatan,  pertemuan tatap muka harus tetap dilakukan meski dengan peserta yang tidak bisa dalam jumlah besar sebagaimana Pemilu sebelumnya. Disampaikan Nurani, Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Trenggalek, bahwa pertemuan sosialisasi tatap muka tetap masuk desain karena masih bisa dilakukan sepanjang mematuhi ketentuan protokol kesehatan. “Selama jaga jarak, pakai masker, tempat steril dan ada handsinitizer, apalagi pakai faceshield untuk pematerinya”, kata Nurani. Upaya inovasi tak henti diberikan untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat di Kabupaten Trenggalek, Nurani Komisioner yang membidangi Sosialisasi meluncurkan gerak cepat meluangkan waktu di 14 Kecamatan untuk melaksanakan pendidikan demokrasi di tengah pandemi covid-19. Nurani mengatakan bahwa sosialisasi bersama forum warga tersebut merupakan jembatan utama dalam memberikan wawasan tentang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek 09 Desember 2020. KPU Kabupaten Trengalek terus berupaya agar masyarakat di 14 Kecamatan melalui Sosialisasi Forum Warga yang dihadiri masyarakat menjadikan awal wawasan terkait Pemilihan 09 Desember mendatang. “Jadi kami datang dan memberikan pendidikan terhadap tokoh masyarakat yang diambil dari desa yang berada di 14 Kecamatan”,  tutur Komisioner KPU alumni Universitas Jember ini. Demokrasi tidak hanya sekedar tahu kapan tanggal memilih namun juga pendidikan demokrasi juga kita imbangi, supaya benar-benar faham betul dan punya bekal cukup sebelum 09 Desember nanti. Desain tatap muka punya pengaruh lebih daripada dialog lewat dalam jaringan (daring).  Karena itulah, dengan desain tatap muka diharapkan ada proses pemahaman yang lebih dan pesan yang disampaikan lebih masuk pada pikiran audiens. Selain meluncurkan inovasi sosialisasi di 14 Kecamatan KPU Trenggalek juga merancang beberapa inovasi sosialisasi terhadap masyarakat di Kabupaten Trenggalek, sehingga benar-benar sistematis dan masif dalam membentuk karakter "Pemilih Berdaulat Negara Kuat". [Zamz]


Selengkapnya
70

FORUM WARGA DI KECAMATAN POGALAN, TEKADKAN SOSIALISASI GENCAR PEMILIHAN 2020

Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020 adalah kegiatan yang terus dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek. Di tengah situasi pandemi, meskipun Trenggalek masuk kategori “zona kuning”, sosialisasi berupa pengumpulan orang masih bisa dilakukan. Salah satu kegiatan sosialisasi tatap muka yang dilakukan adalah Sosialisasi Forum Rembug Warga di Kecamatan Pogalan pada Hari Selasa (08/09/2020). Bertempat diaula terbuka Kantor Kecamatan Pogalan, tim sosialisasi KPU Kabupaten Trenggalek menyampaikan berbagai macam strategi sosialisasi dan informasi terkait tahapan Pemilihan Serentak Lanjutan tahun 2020 di Trenggalek. Acara dimulai sekitar pukul 13.30 WIB, secara seremonial dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diteruskan dengan sambutan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pogalan, Kholil Arifi. Baru kemudian memasuki acara inti, yaitu penyampaian materi dari Nurani, Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Trenggalek. Dihadapan para tokoh masyarakat yang merupakan perwakilan dari sepuluh desa. Pertemuan ini dimanfaatkan Nurani untuk mengajak tokoh-tokoh masyarakat yang kebanyakan adalah anak-anak muda itu untuk menjadi agen-agen sosialisasi dan pendidikan pemilih. Nurani menyampaikan tahapan-tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020, serta menyampaikan bagaimana menyampaikan strategi sosialisasi-pendidikan pemilih yang efektif untuk dilakukan. Nurani menyampaikan kewajiban KPU untuk menyasar segmen-segmen masyarakat yang harus disasar. Ia juga menyampaikan bagaimana taktik aksi sosialisasi yang efektif dan massif. Di tengah Pandemi, katanya, sosialisasi yang paling efektif harus dimaksimalkan dengan menggunakan media sosial. “Mari gencarkan sosialisasi di media sosial, karena di masa ini sosialisasi lewat tatap muka terbatas dan tak boleh dilakukan pengumpulan masa dalam jumlah besar”, tegas Nurani. [Zam]


Selengkapnya
61

RAPAT PLENO TERBUKA PENETAPAN DAFTAR PEMILIH HASIL PEMUTAKHIRAN DIGELAR DI BENDUNGAN

Pada hari ini (Senin, 31/08/2020), secara serentak di wilayah masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS) se- Kecamatan  Bendungan menyelenggarakan agenda Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) hasil COKLIT PPDP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juli - 13 Agustus  dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020.  Kegiatan ini memang dibuat serentak dengan dikordinasikan oleh PPK Bendungan. Dalam kegiatan tersebut telah dijadwalkan di masing -masing desa dimulainya acara sejak pagi pukul 09.00 WIB yaitu di Desa Botoputih dan selebihnya (tujuh desa) dilaksanakan setelah pukul 12.00 WIB. PPK memberikan arahan bahwa agar kegiatan ini turut mengundang  Kepala Desa,  Babinsa dan BKTM Desa,  PPK Kecamatan, PKD Desa (pengawas),   Ketua atau Pengurus Partai di wilayah Desa masing-masing, Ketua PPS beserta Anggota, Sekretariat PPS Desa, dan tentunya adalah para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).  Dari hasil Pemutakhiran PPDP di wilayah TPS masing-masing semua data yang di sampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka dinyatakan sesuai dan dengan hasil untuk disepakati bersama dengan dituangkan kedalam Berita Acara. Kegiatan   ini  berjalan dengan lancar tanpa ada halangan satu apapun. [Dani]


Selengkapnya
74

KUNNI ANISA DAN KADO PEREMPUAN UNTUK DEMOKRASI “PILIH-MEMILIH”

Kuni Annisa Fathimah adalah Juara I Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek dalam rangka meningkatkan pendidikan pemilih tahun 2020. Dalam pengumuman yang ditayangkan di laman KPU tanggal 27 September 2020 itu, namanya muncul sebagai juara I dengan judul esai “Kado Perempuan untuk Demokrasi Pilih-Memilih”.  Kunni Anisa Fatimah lahir di Trenggalek tanggal 9 Oktober 19921. Ia memang terbilang perempuan muda yang cerdas dan aktif. Lulusan Kampus Brawijaya jurusan Agribisnis ini  saat ini adalah pendamping sosial dan mentor program Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan. Ia juga aktifdi Komunitas KIPAS (Komite Independen Perempuan untuk Aksi Sosial).  Esai yang ia lombakan menegaskan bahwa tidak ada demokrasi yang sejati, termasuk demokrasi elektoral (“demokrasi pilih-memilih”), tanpa adanya partisipasi perempuan. Ia menyampaikan gagasannya secara terstruktur dengan narasi yang runtut dan enak dibaca. Pesannya jelas, yaitu menunjukkan apa saja partisipasi yang bisa diambil perempuan dalam demokrasi. Bahkan ia juga menunjukkan apa hambatan-hambatannya. Misalnya, Kunni melihat bahwa masih ada hambatan untuk berperan, seperti penyelenggara Pemilu dan Pemilihan Perempuan yang pada saat harus berperan di bidang demokrasi tapi juga harus ada tuntutan untuk memperhatikan anak. Maka, masalah-masalah itu harus diperhatikan dan diatasi oleh regulasi dan kebijakan di lembaga demokrasi.  Itulah yang membuat Juri memilih esau Kunni sebagai juara. Hingga pada  Hari ini (29/08/2020) esainya juga dipajang di Harian Jawa Pos (Radar Trenggalek halaman depan). Nurani selaku divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), mengatakan bahwa tujuan dipublikasikannya esai tersebut adalah agar dibaca publik. “Karena tujua awalnya adalah mendapatkan gagasan kritis yang bisa disuarakan lewat tulisan, dan percuma jika tidak disebarluaskan melalui media”, kata Nurani. [Zam]


Selengkapnya
89

KPU UMUMKAN PEMENANG LOMBA MENULIS ESAI LITERASI DEMOKRASI

Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengumumkan pemenang Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020. Pengumuman diunggah pada tanggal 27 Agustus 2020 via website KPU dengan surat pengumuman   Nomor: 738/PP.06.2-Pu/3503/KPU.Kab/VIII/2020.  Dasar pengumuman ini adalah   Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek Nomor: 169/PP.06.2 – BA/3503/KPU.Kab/VIII/2020 tentang Rapat Pleno Penetapan Pemenang Lomba Literasi Demokrasi Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Trenggalek Tahun 2020 dan Keputusan Dewan Juri yang dituangkan dalam Berita Acara.    Dalam pengumuman disebutkan bahwa juara I lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” adalah Kuni Anisa Fatimah dengan judul Esai “Peran Perempuan dalam Demokrasi Elektoral”. Pemenang kedua adalah Evi Triningsih dengan judul esai “Hak Perempuan di Ruang Politik Elektoral: Kilas Balik Sejarah”. Sedangkan Juara III adalah Melani Iga Mawarda dengan judul esai “Kualitas Pemilih Sebagai Pilar Kualitas Demokrasi: Menjadi Pemilih Berdaulat dan Tolak Politik Uang”.  Lomba ini memperebutkan hadiah total 7,5 Juta rupiah. Selain itu, tiga juara ini telah mendapatkan workshop dari para Penulis Senior yang sekaligus sebagai juri bersama 17 peserta lainnya. Para juri yang dihadirkan diantaranya adalah Sunu Dyantoro, seorang redaktur Koran TEMPO Jakarta yang berasal dari Trenggalek, Misbahus Surur, seorang dosen dari UIN Maliki Malang yang juga penulis produktif dari Trenggalek dan tak ketinggalan Nurani komisioner KPU Kabupaten Trenggalek yang juga seorang penulis esai dan buku. [Zam]


Selengkapnya
74

EVI TRININGSIH DAN KEBANGKITAN PEREMPUAN DALAM DEMOKRASI

Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek sudah berakhir setelah pengumuman pemenang disiarkan di laman KPU Kabupaten Trenggalek kemarin (27/08/2020). Mulai kemarin hingga besok, tiga esai terbaik juga dimuat di Harian Radar Trenggalek (Jawa Pos Group) di halama palig depan bagian atas.  Karya esai yang hari ini dimuat adalah Esai berjudul “Kebangkitan Perempuan dan Kesetaran Gender di Ruang Demokrasi Elektoral” yang ditulis seorang perempuan muda berparas cantik dari Desa Srabah Kecamatan Bendungan, Evi Triningsih. Ia adalah seorang guru SD yang ternyata juga aktif melakukan pendampingan literasi anak di sekolah. Perempuan ini juga pernah menjadi juara Lomba Menulis yang diadakan oleh lembaga lainnya, seperti Lomba Menulis Sejarah Desa yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip.  Evi lahir di Trenggalek, 13 Februari 1992. Saat ini ia beralamatkan di RT 04 RW 02 Desa Srabah Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Ia adalah lulusan  MTsN Model Trenggalek, dan pada tahun 2010 lulus dari  SMKN 1 Pogalan. Pada tahun 2014 ia lulus dari STKIP PGRI Trenggalek jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk bisa menjadi pegajar SD, manta bendahara Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Trenggalek ini  masuk Universitas Terbuka jurusan PGSD dan lulus tahun  2017.     Esai “Kebangkitan Perempuan dan Kesetaran Gender di Ruang Demokrasi Elektoral”  yang mendapatkan juara II tersebut menarasikan partisipasi perempua dari perspektif sejarah, termasuk sejarah Perempuan di Indonesia. Ia mencatat bahwa hak pilih dan hak dipilih bagi perempuan adalah capaian gerakan perempuan. Jika saat ini kaum perempuan sudah ditempatkan setara dengan laki-laki dalam demokrasi elektoral seperti hak  pilihnya dijamin sama halnya laki-laki, bahkan ada kuota 30% perempuan dalam pencalegan, dan munculnya para kepala daerah perempuan, hal itu adalah hasil perjuangan dan hasil gerakan.  Esai itu juga menagih komitmen KPU agar terus menjamin agar kaum perempuan bisa berpartisipasi maksimal. Banyak hal yang masih perlu dijadikan “pekerjaan rumah” bagi penyelenggara dan pihak terkait untuk menjadikan kepentingan kaum perempuan bisa masuk dalam ruang demokrasi elektoral. [Zam]


Selengkapnya