RAPAT PLENO TERBUKA PENETAPAN DAFTAR PEMILIH HASIL PEMUTAKHIRAN DIGELAR DI BENDUNGAN
Selengkapnya
Pada hari ini (Senin, 31/08/2020), secara serentak di wilayah masing-masing Panitia Pemungutan Suara (PPS) se- Kecamatan Bendungan menyelenggarakan agenda Rapat Pleno Terbuka Penetapan Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) hasil COKLIT PPDP yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juli - 13 Agustus dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020. Kegiatan ini memang dibuat serentak dengan dikordinasikan oleh PPK Bendungan. Dalam kegiatan tersebut telah dijadwalkan di masing -masing desa dimulainya acara sejak pagi pukul 09.00 WIB yaitu di Desa Botoputih dan selebihnya (tujuh desa) dilaksanakan setelah pukul 12.00 WIB. PPK memberikan arahan bahwa agar kegiatan ini turut mengundang Kepala Desa, Babinsa dan BKTM Desa, PPK Kecamatan, PKD Desa (pengawas), Ketua atau Pengurus Partai di wilayah Desa masing-masing, Ketua PPS beserta Anggota, Sekretariat PPS Desa, dan tentunya adalah para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Dari hasil Pemutakhiran PPDP di wilayah TPS masing-masing semua data yang di sampaikan dalam Rapat Pleno Terbuka dinyatakan sesuai dan dengan hasil untuk disepakati bersama dengan dituangkan kedalam Berita Acara. Kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan satu apapun. [Dani]
Kuni Annisa Fathimah adalah Juara I Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek dalam rangka meningkatkan pendidikan pemilih tahun 2020. Dalam pengumuman yang ditayangkan di laman KPU tanggal 27 September 2020 itu, namanya muncul sebagai juara I dengan judul esai “Kado Perempuan untuk Demokrasi Pilih-Memilih”. Kunni Anisa Fatimah lahir di Trenggalek tanggal 9 Oktober 19921. Ia memang terbilang perempuan muda yang cerdas dan aktif. Lulusan Kampus Brawijaya jurusan Agribisnis ini saat ini adalah pendamping sosial dan mentor program Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan. Ia juga aktifdi Komunitas KIPAS (Komite Independen Perempuan untuk Aksi Sosial). Esai yang ia lombakan menegaskan bahwa tidak ada demokrasi yang sejati, termasuk demokrasi elektoral (“demokrasi pilih-memilih”), tanpa adanya partisipasi perempuan. Ia menyampaikan gagasannya secara terstruktur dengan narasi yang runtut dan enak dibaca. Pesannya jelas, yaitu menunjukkan apa saja partisipasi yang bisa diambil perempuan dalam demokrasi. Bahkan ia juga menunjukkan apa hambatan-hambatannya. Misalnya, Kunni melihat bahwa masih ada hambatan untuk berperan, seperti penyelenggara Pemilu dan Pemilihan Perempuan yang pada saat harus berperan di bidang demokrasi tapi juga harus ada tuntutan untuk memperhatikan anak. Maka, masalah-masalah itu harus diperhatikan dan diatasi oleh regulasi dan kebijakan di lembaga demokrasi. Itulah yang membuat Juri memilih esau Kunni sebagai juara. Hingga pada Hari ini (29/08/2020) esainya juga dipajang di Harian Jawa Pos (Radar Trenggalek halaman depan). Nurani selaku divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM), mengatakan bahwa tujuan dipublikasikannya esai tersebut adalah agar dibaca publik. “Karena tujua awalnya adalah mendapatkan gagasan kritis yang bisa disuarakan lewat tulisan, dan percuma jika tidak disebarluaskan melalui media”, kata Nurani. [Zam]
Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek mengumumkan pemenang Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020. Pengumuman diunggah pada tanggal 27 Agustus 2020 via website KPU dengan surat pengumuman Nomor: 738/PP.06.2-Pu/3503/KPU.Kab/VIII/2020. Dasar pengumuman ini adalah Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek Nomor: 169/PP.06.2 – BA/3503/KPU.Kab/VIII/2020 tentang Rapat Pleno Penetapan Pemenang Lomba Literasi Demokrasi Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Trenggalek Tahun 2020 dan Keputusan Dewan Juri yang dituangkan dalam Berita Acara. Dalam pengumuman disebutkan bahwa juara I lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” adalah Kuni Anisa Fatimah dengan judul Esai “Peran Perempuan dalam Demokrasi Elektoral”. Pemenang kedua adalah Evi Triningsih dengan judul esai “Hak Perempuan di Ruang Politik Elektoral: Kilas Balik Sejarah”. Sedangkan Juara III adalah Melani Iga Mawarda dengan judul esai “Kualitas Pemilih Sebagai Pilar Kualitas Demokrasi: Menjadi Pemilih Berdaulat dan Tolak Politik Uang”. Lomba ini memperebutkan hadiah total 7,5 Juta rupiah. Selain itu, tiga juara ini telah mendapatkan workshop dari para Penulis Senior yang sekaligus sebagai juri bersama 17 peserta lainnya. Para juri yang dihadirkan diantaranya adalah Sunu Dyantoro, seorang redaktur Koran TEMPO Jakarta yang berasal dari Trenggalek, Misbahus Surur, seorang dosen dari UIN Maliki Malang yang juga penulis produktif dari Trenggalek dan tak ketinggalan Nurani komisioner KPU Kabupaten Trenggalek yang juga seorang penulis esai dan buku. [Zam]
Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek sudah berakhir setelah pengumuman pemenang disiarkan di laman KPU Kabupaten Trenggalek kemarin (27/08/2020). Mulai kemarin hingga besok, tiga esai terbaik juga dimuat di Harian Radar Trenggalek (Jawa Pos Group) di halama palig depan bagian atas. Karya esai yang hari ini dimuat adalah Esai berjudul “Kebangkitan Perempuan dan Kesetaran Gender di Ruang Demokrasi Elektoral” yang ditulis seorang perempuan muda berparas cantik dari Desa Srabah Kecamatan Bendungan, Evi Triningsih. Ia adalah seorang guru SD yang ternyata juga aktif melakukan pendampingan literasi anak di sekolah. Perempuan ini juga pernah menjadi juara Lomba Menulis yang diadakan oleh lembaga lainnya, seperti Lomba Menulis Sejarah Desa yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Arsip. Evi lahir di Trenggalek, 13 Februari 1992. Saat ini ia beralamatkan di RT 04 RW 02 Desa Srabah Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Ia adalah lulusan MTsN Model Trenggalek, dan pada tahun 2010 lulus dari SMKN 1 Pogalan. Pada tahun 2014 ia lulus dari STKIP PGRI Trenggalek jurusan pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Untuk bisa menjadi pegajar SD, manta bendahara Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Trenggalek ini masuk Universitas Terbuka jurusan PGSD dan lulus tahun 2017. Esai “Kebangkitan Perempuan dan Kesetaran Gender di Ruang Demokrasi Elektoral” yang mendapatkan juara II tersebut menarasikan partisipasi perempua dari perspektif sejarah, termasuk sejarah Perempuan di Indonesia. Ia mencatat bahwa hak pilih dan hak dipilih bagi perempuan adalah capaian gerakan perempuan. Jika saat ini kaum perempuan sudah ditempatkan setara dengan laki-laki dalam demokrasi elektoral seperti hak pilihnya dijamin sama halnya laki-laki, bahkan ada kuota 30% perempuan dalam pencalegan, dan munculnya para kepala daerah perempuan, hal itu adalah hasil perjuangan dan hasil gerakan. Esai itu juga menagih komitmen KPU agar terus menjamin agar kaum perempuan bisa berpartisipasi maksimal. Banyak hal yang masih perlu dijadikan “pekerjaan rumah” bagi penyelenggara dan pihak terkait untuk menjadikan kepentingan kaum perempuan bisa masuk dalam ruang demokrasi elektoral. [Zam]
Setelah melalui proses beberapa tahap, akhirnya Pemenang Lomba Menulis Esai “Literasi Demokrasi” yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek sudah diumumkan tad malam. Mulai hari ini (27/08/2020), tiga esai karya para pemenang dimuat di Harian Radar Trenggalek (Jawa Pos Group) di halaman palig depan bagian atas. Esai yang dimuat pertama adalah karya yang masuk Juara II, yaitu “Pemilih Milenial yang Berdaulat dan Tolak Politik Uang!” karya Melani Iga Mawarda. Perempuan yang baru saja lulus sekolah setahun lalu ini lahir di Trenggalek, 24 Agustus 2000, dan saat ini tinggal di Desa Puyung Dusun Sendang, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Sejak lulus sekolah di SMAN 1 Pule setahun lalu, belum ada niat untuk melanjutkan kuliah. “Kegiatan saya di rumah adalah banyak membaca saja sementara ini”, ujarnya. Iga memang tergolong perempuan yang rajin ikut kegiatan, si antaranya Paguyuban Kakang Mbakyu, di sekolah ia juga ikut kegiatan Pramuka dan Jurnalistik. Ia juga menjuara lomba meulis, seperti Lomba yang diadakan oleh jurusan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Trenggalek dan Lomba menulis Surat untuk Para Pembuang Sampah dan Limbah Festival Sungai Trenggalek tahun 2018. Dalam Lomba Menulis Esai kali ini ia ingin menyampaikan politik uang. Ia membahas pengertian politik uang dan dampaknya bagi demokrasi elektoral. Politik uang, tulis Iga, menjadi tantangan bagi kaum milenial yang merupakan kaum yang idealis dan kalangan yang akan menanggung efek bagi kebijakan pemerintah karena kaum milenial adalah pewaris kehidupan. Iga juga menawarkan gagasan bagaimana caranya menyikapi tradisi yang merusak tatanan politik dan mengakibatkan kebiasaan korupsi itu. [Mer]
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek terus melakukan sosialisasi dengan menyasar berbagai sektor dan segmen. Setelah melakukan sosialisasi bersama tokoh perempuan tingkat kabupaten, Hari Sabtu tanggal 15 Agustus 2020 KPU Kabupaten Trenggalek kembali terjun menuju Dukuh Tenggong Desa Kedungsigit. Acara sosialisasi dengan desain kerjasama dengan stakeholder/komunitas ini menggandeng ibu-ibu Jamaah Yasin bertempat di Masjid Al Ikhlas. Dengan menyasar segmen pemilih Perempuan di daerah pedesaan, kegiatan sosialisasi ini dimaksudkan untuk memperluas informasi tentang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020. “Agar tidak hanya di pusat kota Trenggalek saja, desain sosialisasi kita lakukan di daerah-daerah pedesaan”, tegas Nurani di sela-sela acara. Acara tersebut dihadiri oleh Nurani sebagai narasumber utama yang datang bersama para staf dan tenaga pendukung. Acara dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian berlanjut sambutan yang disampaikan oleh Ketua Jamaah Yasin Setiasih sekaligus menyampaikan materi berupa pesan-pesan moral. Dalam sambutannya, Setiasih mengatakan bahwa ia mengucapkan terimakasih karena KPU Kabupaten Trenggalek berkenan hadir dan memberikan informasi tentang kepemiluan. Perempuan yang merupakan aktivis Fatayat NU di Desa Kedungsigit itu berpesan agar ibu-ibu tidak golput dan memilih sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Ia juga meminta agar apa yang akan disampaikan oleh KPU dalam penyampaian materi diikuti dengan baik. “Serta jangan lupa, informasi yang nanti kita dapatkan dari sini kita sampaikan pada keluarga kita dan siapapun yang kita jumpai”, imbuhnya. Acara yang dihadiri oleh tiga puluh ibu-ibu ini berlangsung dengan gayeng. Dibantu dengan penayangan materi yang disorotkan ke layar, Nurani menjelaskan tahapan-tahapan penting Pemilihan 2020 mulai dari pembentukan panitia ad hoc, pemutakhiran data, pencalonan, hingga kemudian pada tahapan Pemungutan suara. Dengan jeli Nurani membimbing ibu-ibu untuk memahami bagaimana cara menyoblos yang benar dengan mempraktikan contoh surat suara yang ditayangkan di layar. Acara berakhir pada pukul 16.30 WIB. [Mer]