Berita Terkini

85

SARASEHAN MEMBAHAS DIM (DAFTAR INVENTARISASI MASALAH) PILKADA 2015 DI TRENGGALEK

Senin kali ini (22/08/2016) adalah hari yang disibukkan dengan rapat dan diskusi. Selain rapat Pleno yang membahas tentang pelayanan informasi dan dokumentasi online lewat E-PPID, juga ada rapat yang diikuti semua komisioner dan pegawai sekretariat, yaitu rapat membahas DIM (daftar inventarisasi masalah) Pilkada 2015. Acara ini dilaksanakan sekitar pukul 10.30, setelah selesai rapat Pleno mingguan. Sebagaimana dikatakan Suripto, ketua KPU Kabupaten Trenggalek, tujuan acara ini adalah untuk memahami  permasalahan yang terjadi dalam penyelenggaraan Pilkada 2015 di Trenggalek, juga untuk menghasilkan rekomendasi yang akan dijadikan bahan masukan untuk perbaikan dalam pemilihan mendatang. Rapat ini mendiskusikan semua tahapan dalam Pilkada 2015. Beberapa yang menimbulkan persoalan antara lain soal penyusunan regulasi (Undang-Undang, Peraturan dan Keputusan) yang mengatur Pilkada; Perencanaan, Pembahasan, Alokasi, dan Pencairan, serta Pertanggungjawaban Anggaran; Pendaftaran, Seleksi, Pengumuman, dan Pelantikan PPK, PPS, PPDP/Pantarlih, dan KPPS serta Pembentukan Sekretariat PPK dan Sekretariat PPS; Pendaftaran, Pemutakhiran, Penyusunan, dan Penetapan Daftar Pemilih Pilkada; Sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati; Kampanye dan Audit Dana Kampanye; Pengadaan, Penataan, dan Distribusi Logistik Pilkada; Pemungutan dan Penghitungan Suara; dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara. Di luar tahapan tersebut tidak ada masalah yang berarti. Rapat berlangsung selama hampir dua  jam. Dipandu oleh moderator yang langsung ditangani Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, dengan memanfaatkan notulen dan draft daftar permasalahan yang ditayangkan  lewat LCD dan dibahas satu persatu. Dari diskusi ini memang terlihat banyak persoalan yang harus diperbaiki dalam pelaksanaan Pilkada 2015. Dari permasalahan yang diinventarisir juga dicarika tawaran solusi atau rekomendasi agar pelaksanaan Pilkada ke depan bisa lebih baik. Suripto mengatakan bahwa meskipun UU Pilkada yang baru sudah ada, kegiatan pembahasan daftar inventarisasi masalah ini  bukan berarti kehilangan makna. “Kegiatan ini adalah kegiatan untuk belajar memahami masalah, ini akan menambah wawasan kita dan mempertajam nalar kita terhadap apa yang kita lakukan selama ini dan seterusnya nanti”, tegas pria yang humoris ini. [Hupmas]


Selengkapnya
97

UPAYA MENARASIKAN SEJARAH PEMILU DI TRENGGALEK

Upaya untuk menarasikan sejarah kepemiluan di Trenggalek dari Divisi SDM dan Parmas dalam website merupakan upaya yang baik untuk menambah wawasan tentang dinamika kepemiluan dari masa ke masa. Demikian dikatakan oleh Ketua KPU Suripto di meja kerjanya pada hari Jumat (19/08/2016) kemarin. Suripto menilai bahwa upaya ini  justru akan menambah nilai kinerja KPU Kabupaten Trenggalek karena masyarakat yang  membaca narasi tersebut bisa bertambah wawasannya. “Ini bisa jadi bagian dari upaya kita mencerdaskan masyarakat, khususnya calon pemilih”, kata Suripto. Sementara itu, ditemui di meja kerjanya, Divisi SDM dan Parmas Nurani mengatakan bahwa sejarah pemilu lokal adalah bagian dari sejarah yang tak bisa dipisahkan dari sejarah nasional. Sejarah lokal memberi makna yang lebih dalam bagi apa yang terjadi secara nasional yang kadang diabaikan. “Sejarah pemilu di Trenggalek dari masa-ke-masa bisa memberikan tambahan catatan bagi sejarah yang lebih luas, sayangnya jarang sekali yang meliriknya untuk ditulis”, kata Nurani. Oleh karena itu, tambahnya, KPU bisa memainkan peran untuk sejarah lokal terutama yang berkaitan dengan kepemiluan dan politik lokal. Nurani menambahkan bahwa bahan-bahan untuk menarasikan sejarah kepemiluan di Trenggalek lumayan bisa didapat. Bahan tersebut bisa didapat dari laporan pemilu dari masa ke mas, juga dari sumber lain seperti tokoh politik yang masih hidup. “Jadi yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan pencarian arsip-arsip pemilu dari mas-ke-masa”, kata pria berkepala botak ini. [Hupmas]


Selengkapnya
83

JUMAT SEHAT : LEWAT PINGGIR SUNGAI, SAWAH, HINGGA JALUR “TRENGGALEK STREET CARNIVAL”

Seperti biasanya, tiap hari Jumat pagi KPU Kabupaten Trenggalek mengadakan kegiatan Jumat Sehat atau Jumat bersih. Dua kegiatan ini kadang bisa dilakukan salah satu, kadang juga dilakukan semuanya. Tapi untuk Jumat kali ini (19/08/2016) para komisioner dan pegawai KPU Kabupaten Trenggalek memilih melakukan Jumat Sehat. Tampaknya pengaruh kegiatan Gerak Jalan peringatah HUT RI beberapa waktu sebelumnya masih terasa. Hingga jumat pagi ini, masih dipilih kegiatan Jalan Sehat, seperti jumat seminggu sebelumnya. Tapi kali ini jalurnya lain. Jalur Jalan Sejat kali ini berbeda dengan minggu sebelumnya. “Jumat minggu lalu kita dari kantor ke utara barat, kali ini kita ke selatan timur”, kata Atok Kris Supanto. Jalan sehat dimulai pada pukul 07.45. Dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek mengambil arah ke barat, perempatan lampu merah belok kiri (selatan)—berbeda dengan seminggu sebelumnya yang mengambil ke arah kanan (utara). Lampu merah tersebut tak jauh dari kantor KPU Kabupaten Trenggalek, sekitar 30-an meter. Dari lampu merah ke arah selatan, tak sampai 1 Km ada jembatan besar. Ada jalan belok ke kiri (timur) yang tepat berada di pinggir sungai. Dari situlah perjalanan menuju perkampungan dimulai. Awalnya kanan kiri ada pagar dengan berbagai pohon, di sela-sela rumah-rumah penduduk. Kemudian tak sampai sepuluh menit akan melewati persawahan. Hawa udara pagi amat sejuk. Sinar matahari juga tak terhambat mendung. Pada hal dua hari sebelumnya hujan lebat pada jam-jam yang sama. Setelah melewati perkampungan dengan jalan berkelak-kelok dan melewati jembatan besar, maka tak jauh kemudian akan sampai  di stadion Menaksopal Trenggalek. Depan stadion tersebut adalah jalur bus  antar kota, jalan besar membujur dua ruas dari selatan ke utara. Mulai dari sebelah kiri stadion ke arah utara hingga alun-alun dengan jarak sekitar 3 Km ada stand-stand Trenggalek Street Carnival. Di sinilah suasana jalan sehat menjadi lain karena jalan lajur kiri yang seharusnya dilewati  kendaraan umum dipenuhi dengan stand-stand eksposisi. Akhirnya jalan sehat menyusuri sisa jalan depan stand-stand ini. Sebelum sampai diujung stand di alun-alun, pejalan sehat ambil belok kiri di perempatan Pasar Pon (lampu merah). Jalan inilah yang membawa arah ke kantor KPU, setelah melalui jalan berkelok-kelok juga tentunya. [Hupmas]


Selengkapnya
106

RAKOR BEDAH TUPOKSI DIVISI UMUM, KEUANGAN, DAN LOGISTIK

Rapat kordinasi (Rakor) mingguan pertama pasca penamaan dan pembagian divisi  di KPU Kabupaten Trenggalek tampaknya memang dimanfaatkan tiap-tiap divisi untu melakukan pembahasan tentang tugas dan fungsi dari divisi-divisi tersebut. Setelah sebelumnya Divisi Teknis dan SDM-Parmas, kali ini Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik juga melakukan bedah tugas dan fungsinya. Divisi Umum, keuangan dan logistik tetap digawangi oleh  Nur Huda.  Sebelumnya nama divisi yang dibidangi pria asal Karangan ini adalah Divisi Perencanaan, Keuangan, dan Logistik. Bidang perencanaan hilang, dijadikan satu dengan Data, jadi Divisi Perencanaan dan Data yang digawangi oleh Gembong Derita Hadi. Nur Huda mengatakan bahwa divisinya yang baru tak jauh beda dengan sebelumnya. “Dibanding divisi lainnya, divisi kami tak jauh berbeda, hanya ketambahan Umum dan kehilangan Perencanaan”, paparnya sambil tersenyum.  Dalam rapat kordinasi kali yang dimulai setelah Jumatan, sekitar pukul 13.00 WIB ini, Nur Huda menjelaskan bahwa tugas  dan fungsi divisinya yang baru antara lain mencakup  administrasi perkantoran, kearsipan, protokol dan persidangan, pengelolaan dan pelaporan barang milik negara, kerumahtanggan kantor, keamanan,  pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan, logistik, pengadaan barang dan jasa. Menurut Nur Huda, rakor menghasilkan kesepahaman akan masing-masing tugas fungsi yang ada. Termasuk menghasilkan gambaran tentang apa saja  kegiatan yang berkaitan dengan hal-hal tersebut, baik yang bisa dilakukan sesuai DIPA maupun yang non-budgeter. “Prinispnya adalah bagaimana dari tugas dan fungsi ini nanti bisa dipahami dan kinerjanya meningkat”, papar alumnus IAIN Tulungagung tersebut. [Hupmas]


Selengkapnya
101

DIVISI SOSIALISASI KPU TRENGGALEK : PERUBAHAN FITUR WEBSITE KPU TRENGGALEK PENTING

Untuk membantu komunikasi melalui media online, tampilan website KPU Kabupaten Trenggalek harus terus diperbaiki. Karena, bagaimanapun, tampilan website membuat pengunjung website akan senang dan kemudian akan tertarik untuk mengunjungi media online milik KPU Kabupaten Trenggalek tersebut. Alasan itulah yang membuat Rudi Susanto merubah fitur dan tampilan website KPU Kabupaten Trenggalek. Sebagai operator website KPU Kabupaten Trenggalek, ia mendapatkan tugas untuk melakukan maintenance dan mengupayakan bagaimana supaya tampilan  laman lembaga kepemiluan di kabupaten Trenggalek itu menarik. “Saya mendapatkan amanat dari Divisi SDM dan Parmas untuk membuat web ini bisa enak dipandang mata”, katanya saat ditanya di meja kerjanya di ruang operator. Sementara itu Nurani Divisi SDM dan Parmas KPU Kabupaten Trenggalek mengakui bahwa upaya untuk memperbaiki tampilan website tak kalah penting. “Bukan hanya memaksimalkan update berita, tapi juga mengenai wajah laman itu sendiri agar menarik membutuhkan ketrampilan khusus untuk mendesainya”, kata lulusan Hubungan Internasional Universitas Jember ini. Ia menambahkan bahwa hal itu juga menjadi keputusan dalam rapat kordinasi divisinya, termasuk setelah penamaan divisi dilakukan. Meskipun tak ada tuntutan untuk membuat website yang “indah” mengingat websitenya adalah milik lembaga publik, tapi tidak salah jika ada upaya untuk tampil menarik. “Biasanya web milik lembaga pemerintah itu dibuat asal-asalan, tapi setidaknya kami coba untuk mengawal penampilan website kami melalui diskusi agar tampilannya sesuai dengan keinginan bersama, bukan hanya selera operator dan divisi”, tegasnya. [Hupmas]


Selengkapnya
93

PROFIL KOMISIONER DARI MASA-KEMASA SUDAH TERPASANG DI AULA KPU TRENGGALEK

Upaya KPU Kabupaten Trenggalek untuk memajang foto dan nama Komisioner KPU Trenggalek dari masa-ke-masa sudah berhasil dilakukan. Sejak beberapa hari ini, foto-foto dan nama komisioner tersebut sudah terpampang di tembok Aula KPU Kabupaten Trenggalek. Foto-foto itu ditata berjajar, mulai dari kiri ke kanan, mulai dari Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek periode 2003-2009, 2009-2014, 2014-2019. Sujoko, Kasubag Data KPU Kabupaten Trenggalek, mengatakan bahwa upaya memajang foto dan nama para komisioner tersebut adalah amanat dari rapat perencanan sebelumnya. Secara teknis, untuk menjalankan tugas tersebut, yang dia lakukan pertama-tama adalah membuka file penyelenggaraan pemilu masa lalu, mengumpulkan foto-foto komisioner, dan kemudian membingkainya. “Setelah semuanya terbingkai, kemudian kami pajang”, tutur pria asal Kecamatan Suruh tersebut. Kemudian foto itu terpampang di tembok sisi selatan aula KPU Kabupaten Trenggalek, ruangan yang tergolong bukan ruang yang besar. “Tapi memang tak ada lagi tempat lain yang paling layak untuk memampangnya”, kata Sujoko. Ia menambahkan, ruangan itu adalah ruangan yang sering dipakai rapat dan pertemuan dengan pihak-pihak luar lembaga KPU Kabupaten Trenggalek, sehingga foto-foto itu akan bisa dilihat oleh publik yang masuk di ruangan tersebut. Sementara itu, sekretaris KPU Kabupaten Trenggalek Wiratno mengatakan bahwa tujuan memampang foto-foto para komisioner sejak adanya lembaga KPU di Kabupaten Trenggalek tersebut adalah untuk memperlihatkan pada publik siapa saja tokoh-tokoh yang berperan penting dalam penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, bagaimanapun namanya komisioner adalah tokoh penting di lembaga KPU karena merekalah pengambil kebijakan, dinamika politik pemilihan tergantung pada sosok-sosok itu. “Dalam sejarah politik Trenggalek, jelas nama dan sosok mereka tak boleh diabaikan, sebab kalau tak ada mereka proses politik elektoral  tak mungkin ada”, tegas pria hitam manis ini. [Hupmas]


Selengkapnya