Berita Terkini

53

PARTISIPASI PEREMPUAN TRENGGALEK DALAM SELEKSI PENYELENGGARA PEMILIHAN TINGKAT KECAMATAN DAN DESA

Dahulu kaum perempuan dianggap sebagai kaum terpinggirkan bahkan tidak dianggap dlam hal berpolitik. Hal itu disebabkan karena kodrat perempuan yang harus mengabdi kepada keluarga. Hal itu cukup mempengaruhi perempuan dalam hal bekarir. Seiring dengan perkembangan jaman ada secercah harapan bagi kaum perempuan dalam sektor ekonomi, sosial bahkan politik. Hal tersebut bisa dilihat dari partispasinya yang berperan aktif dalam semua sektor. Sebagai contoh,  dapat dilihat dari partisipasi masyarakat Trenggalek. Terbukti dengan adanya seleksi PPS dan PPK dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018, partisipan perempuan terlihat memenuhi daftar seleksi. Terhitung kurang lebih 250 perempuan yang sudah lolos seleksi tulis berlanjut menuju seleksi wawancara. Hal ini membuktikan bahwa jiwa masyarakat Trenggalek sudah mulai meninggalkan budaya ‘patriarki’. Dimana budaya tersebut disebabkan oleh ketidakadilan gender yang sangat kuat dalam struktur budaya masyarakat Indonesia.   Sesuai dengan penggalan Pasal 28D Ayat 1 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang berbunyi “setiap orang berhak atas perlakuan yang sama di hadapan hukum”, itu berarti hak laki-laki dan perempuan sama di segala bidang termasuk politik. Dengan hal itu pula maka Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek akan tetap menjadikan wanita sebagai kaum yang diprioritaskan dalam pendidikan pemilih. Menurut Divisi SDM-Parmas partisipasi perempuan merupakan hal yang penting, apalagi untuk mementum demokrasi seperti penyelenggaraan pemilu. Partisipasi perempuan yang meningkat berpotensi memajukan kualitas demokrasi. “harapan ke depan, ya semoga bukan partisipasi perempuan dalam penyelenggaraan saja, tapi juga partisipasi dan  kualitas pemilih perempuan juga meningkat.”, imbuhnya. [Meris]


Selengkapnya
50

HARI PERTAMA TES WAWANCARA CALON PPK KABUPATEN TRENGGALEK

Mulai hari ini (02/11/2017) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek melakukan tes wawancara untuk 140 peserta calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah dinyatakan lulus tes tulis, dalam rangka Pilgub 2018. Menurut penjadwalan hari ini terjadwal 7 kecamatan yang akan melakukan tes wawancara. Kecamatan tersebut adalah ; Dongko, Panggul, Bendungan, Durenan, Suruh, Gandusari, dan Karangan. Tes ini dimulai pukul 08-00 pagi sampai 12.00 siang di kloter pertama. Berlanjut pada pukul 13.00 sampai dengan selesai pada kloter kedua. Wawancara dilakukan oleh 5 komisaris KPU. Sedangkan Kecamatan yang lainnya (Pule, Munjungan, Watulimo, Pogalan, Tugu, Kampak, Trenggalek) dijadwalkan besok (03/11/2017), dengan jam dan tempat yang sama. Tes dilakukan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek bertempat diruang Vote. Menurut Nurani Ketua Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM-Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek, tes wawancara ini dilakukan untuk melakukan uji kelayakan calon, memperdalam pemahaman teoritis dan teknis calon tentang penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2018. “Kami akan memilih yang terbaik dari 10 besar ini, agar Pilgub tahun depan bisa terlaksana dengan maksimal”, ujar Nurani. [Meris]


Selengkapnya
46

HARI INI DIUMUMKAN CALON PESERTA TES WAWANCARA PPS

Pasca diumumkannya hasil 6 besar calon anggota panita pemungutan suara (PPS) dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 sedikitnya 439 peserta dinyatakan lolos seleksi tulis. Pengumuman ini diumumkan melalui website KPU Kabupaten Trenggalek dan lampiran yang dikirimkan ke desa masing-masing. Setelah tahapan seleksi administrasi dan seleksi tulis calon anggota panitia pemungutan suara (PPS) akan menuju tahapan selanjutnya yaitu tes wawancara. Menurut jadwal yang sudah ditetapkan, tes wawancara anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilakukan selama 3 hari dimulai pada minggu (05/11/2017) hingga selasa (07/11/2017). Menurut jadwal, desa dari 5 kecamatan yang terdiri dari Kecamatan Bendungan, Panggul, Tugu, Karangan dan Trenggalek akan melakukan wawancara pada hari pertama, yaitu minggu (05/11/2017). Dilanjutkan dengan desa dari kecamatan Suruh, Dongko, Munjungan, Kampak, Gandusari. Dan desa dari kecamatan Pule, Pogalan, Durenan dan Watulimo dijadwalkan pada hari Selasa. Semangat masyarakat untuk berpartisipasi dalam seleksi Panitia Pemilihan Suara (PPS) ini sangat luar biasa. Terlihat dari jumlah pendaftar yang mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek sejak hari pertama dibukanya pendftaran, tercatat 913 calon peserta PPS dari 157 desa se-Kabupaten Trenggalek. Diharapkan dengan ini menjadikannya sinyal bagus bagi kualitas demokrasi. [Meris]


Selengkapnya
42

SEMARAKNYA JALAN SEHAT GERAKAN SADAR PEMILU DI TRENGGALEK

Bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU), tampaknya ‘gawe’ pesta demokrasi mulai tahun ini mulai digemakan. Jauh hari sebelum pemungutan suara  baik untuk pemilihan kepala daerah 2018 serentak maupun Pemilu 2019 yang juga dilakukan secara serentak untuk memilih anggota legeslatif dan presiden-wakil presiden, ajakan pada masyarakat untuk sadar pentingnya pemilu sudah mulai digaungkan. Minggu, 29 Oktober 2017, merupakan hari yang menjadi saksi bahwa upaya  KPU (KPU RI, KPU/KIP Propinsi, KPU/KIP  Kabupaten/Kota untuk melakukan sosialisasi dan penyadaran bagi warga negara tidak main-main. Acara Jalan Sehat dengan tema Gerakan Sadar Pemilu dan Pemilukada digelar secara serentak di Jakarta dan semua propinsi dan kabupaten/kota. Acara Jalan Sehat Gerakan Sadar Pemilu tentu saja tak ketinggalan juga dilakukan di Kabupaten Trenggalek yang diorganisir KPU Kabupaten Trenggalek. Acara pada Minggu pagi (29/10/2017) ini diikuti oleh hampir seribu orang. Mereka terdiri dari seluruh komisioner dan pegawai KPU Kabupaten Trenggalek, para peserta tes tulis seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pengurus parpol, lembaga/dinas terkait, ormas, organisasi pemuda, serta masyarakat umum. Acara dimulai pada sekitar pukul 07.00 dengan start di jalan depan pendopo Kabupaten Trenggalek dan sisi timur alun-alun Trenggalek. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek, Ali Mustofa, mewakili bupati Trenggalek yang sedang berada di luar kota. Setelah peserta mendengarkan sambutan Ketua KPU RI Arif Budiman yang dibacakan oleh Ketua KPU Trenggalek, Suripto, Sekda Trenggalek melepas peserta jalan sehat dengan ditandai  dengan pelepasan balon udara. Dengan mengambil rute jalan sehat di jalan utama sekitar alun-alun, kira-kira butuh sekitar satu jam bagi  barisan gerak jalan untuk sampai lagi di finish, yaitu di panggung hiburan di sisi timur utara dalam alun-alun Trenggalek. Di sinilah diundi kupon untuk peserta yang memperebutkan puluhan doorprice seperti mesin cuci, sepeda, kipas angin, kompor gas, dan lain-lain. Diselingi musik sebagai hiburan, ratusan penonton dan peserta gerak jalan sangat antusias mengikuti acara ini. Acara  berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. [Meris]


Selengkapnya
47

MELIHAT PARTISIPASI TES TULIS PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN (PPK)

Hari ini (Senin, 30/10/2017) diumumkan 10 besar calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk tiap kecamatan di 14 kecamatan se-Kabupaten Trenggalek. Mereka adalah calon panitia ad hoc tiap kecamatan untuk pendukung penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 yang sudah mulai tahapannya. Sepuluh besar calon PPK tiap kecamatan tersebut merupakan hasil dari tes tulis yang diadakan pada hari Jumat, tanggal 27 Oktober lalu. Pemilihan 10 besar (“Big Ten”) ini didasarkan pada penilaian atas tes tulis tersebut dan mereka akan berlanjut pada tes/uji kelayakan dan ketepatan melalui proses wawancara. Dari “fit and proper test” itulah nantinya akan dipilih 5 orang anggora PPK untuk 14 kecamatan di kabupaten Trenggalek. Menurut Nurani Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (SDM-Parmas) KPU Kabupaten Trenggalek, animo  masyarakat untuk berpartisipasi dalam seleksi PPK ini luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pendaftar yang masuk ke panitia. Meskipun persebaran jumlah tidak merata, setidaknya secara umum keinginan anak-anak muda untuk terlibat sebagai panitia merupakan sinyal yang bagus bagi kualitas demokrasi. “Sebab, salah satu ukuran keberhasilan demokrasi adalah partisipasi aktif, bukan hanya sebagai pemilih, tapi juga sebagai panitia”, papar Nurani. Nurani menambahkan bahwa sejak penutupan waktu pendaftaran, ada 257 pendaftar yang masuk ke panitia dan dinyatakan lolos penelitian administratif. Meski demikian, di waktu pelaksanaan tes tulis, ada beberapa pendaftar yang tidak hadir dalam tes, tersebar dibeberapa kecamatan. Di Kecamatan  Munjugan ada 1 yang tidak hadir dari 21 pendaftar; di Dongko ada 2 yang absen dari 16 pendaftar; di Tugu ada 1 yang absen dari 27 pendaftar; di Karangan ada 2 yang absen dalam tes dari 25 pendaftar; di Bendungan, absen 2 orang dari 13 pendaftar; di Gandusari ada 5 yang absen dari 30 pendaftar;  di Trenggalek, dari  27 pendaftar yang absen 1 orang; di Pogalan, dari  21 peserta yang lolos administrasi, ada  4 orang yang absen; di Durenan, ada 1 orang yang absen dari 16 peserta; di Suruh ada 1 orang absen dari 14 pendaftar. Sementara itu, di Kecamatan Panggul (11 pendaftar), Kampak (9  pendaftar), Watulimo (9 pendaftar), Pule (18 pendaftar) hadir semua. Dari penelisikan yang dilakukan, menurut Nurani, ketidakhadiran peserta tes disebabkan oleh berbagai macam faktor. Ada yang lupa meskipun sudah pernah membaca jadwal. Ada pula yang tidak tahu karena berada di luar kota. “Misalnya, ada peserta di Kecamatan Pogalan, yang tidak tahu karena setelah daftar ia langsung balik ke Surabaya karena posisinya memang kerja di sana”, tutur Nurani. Nurani menambahkan bahwa di pengumuman pendaftaran sudah disertakan jadwal lengkap, mulai pendaftaran, pengumuman, tes, dan penetapan. “Jadi, para pendaftar logikanya sudah tahu sejak awal tentang jadwal tes, ditambah pengumuman tentang siapa yang lolos untuk ikut tes selanjutnya”, tegas pria berkepala plonthos ini. [Meris]


Selengkapnya
45

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR VERIFIKASI PARPOL DI BATU

Untuk menjalankan tahapan menuju pemilu tahun 2019, hari ini (Rabu, 25/10/2017) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur melaksanakan rapat koordinasi penyuluhan penilitian administrasi dan evaluasi penelitian penerimaan salinan bukti keanggtoaan partai politik tingkat kab/kota se-jawa timur yang diselenggarakan di kota Batu Malang. Dalam sambutannya, Rochani selaku  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu menyampaikan bahwa acara rapat koordinasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kab/kota se-jawa timur yang sudah dilakukan kedua kalinya ini adalah kegiatan yang cukup penting.  Rochani memberikan apresiasi yang baik atas kepercayaan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur menjadikan Kota Batu sebagai tuan rumah. “Saya berharap seusai acara ini dapat memberikan aura positif yang bisa dibawa pulang pleh semua peserta atas permasalahan-permasalahan yang dihadapinya”, kata Ketua KPU Kabupaten Batu dalam sambutan acara rapat tersebut. Acara berlanjut pada penyampaian tugas dan kewajiban divisi hukum disampaikan oleh HM. Eberta Kawima selaku sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur. “Tugas dan kewajiban divisi Hukum diantaranya melakukan pengawasan. Untuk itu agar divisi hukum melaksanakan SPIP di Internal satkernya”, ujar Wima. Selain hal tersebut sekretariat KPU Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan agar ketua divisi hukum masing-masing kota melakukan pengawasan internal terhadap semua tahapan yang berlangsung. Patna Sunu selaku divisi hukum Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek ikut hadir untuk mewakili rapat tersebut. Dari tempat acara, Sunu menginformasikan bahwa saat ini sedang berlangsung pelaporan masing-masing divisi hukum kab/kota tentang daftar investarisasi masalah terkait penelitian administrasi.[Meris]


Selengkapnya