Targetkan Peningkatan Partisipasi Pemilih Pemula, KPU Kabupaten Trenggalek Selenggarakan Pendidikan Pemilih di SMKN 1 Trenggalek
Hari ini, Kamis, 9 Maret 2026, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek menyelenggarakan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada pemilih pemula. Kegiatan yang diselenggarakan di SMKN 1 Trenggalek tersebut diikuti oleh seluruh pengurus ekstrakurikuler di SMKN 1 Trenggalek didampingi beberapa orang Bapak dan Ibu Guru SMKN 1 Trenggalek. Hadir dari KPU Kabupaten Trenggalek adalah Imam Nurhadi, Anggota KPU Kabupaten Trenggalek Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, dan Yohanes Mustika Hadi, Kepala Subbagian Partisipasi Masyarakat dan SDM beserta beberapa orang pelaksana Sekretariat KPU Kabupaten Trenggalek. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Hari Purwanto. Dalam sambutannya, Hari Purwanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Trenggalek, menyampaikan terima kasih kepada KPU Kabupaten Trenggalek yang memilih SMKN 1 Trenggalek sebagai tempat sosialisasi dan pendidikan pemilih. Ia meyakini bahwa dengan adanya sosialisasi dan pendidikan pemilih dapat membentuk kesadaran memilih siswa-siswi yang merupakan pemilih pemula. Acara dilanjutkan pemaparan narasumber oleh Imam Nurhadi, Anggota KPU Kabupaten Trenggalek Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia. Dalam pemaparannya, Kang Nuha, panggilan akrab Komisioner Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah, guru, beserta siswa-siswi SMKN 1 Trenggalek yang memberikan waktu kepada KPU Kabupaten Trenggalek untuk melaksanakan pendidikan pemilih pemula. Dijelaskannya, bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kepedulian terhadap pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan sehingga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu dan Pemilihan selanjutnya. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa partisipasi pemilih tidak hanya terkait angka tetapi juga secara kualitatif pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan harus benar-benar langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sehingga terwujud demokrasi partisipatif/partisipatoris. Ia menjelaskan bahwa dalam demokrasi, rakyat sebagai subjek yang aktif mempengaruhi keputusan dan diberi akses serta ruang untuk turut terlibat dalam proses-proses politik, pembuatan kebijakan serta implementasi program-program pembangunan. Untuk itu, ia mengajak agar pemilih menjadi pemilih yang rasional dan berdaulat, yaitu pemilih yang memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian dalam menggunakan hak pilihnya pada Pemilu dan Pemilihan tanpa paksaan serta memilih dengan menggunakan hak pilih tanpa tekanan, ancaman, ataupun suap (money politics). Ia juga berharap agar pemilih tidak menyia-nyiakan hak pilih karena merupakan hak politik yang konstitusional. Acara berakhir pada pukul 11.30 WIB.(Wro)
Selengkapnya