Berita Terkini

43

RUMAH PINTAR PEMILU VOTE KPU TRENGGALEK MENDAPATKAN KUNJUNGAN FATAYAT NU

Kamis, 26 September 2019, puluhan perempuan berdatangan ke Rumah Pintar Pemilu VOTE KPU Kabupaten Trenggalek. Mereka berdatangan mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 sudah berada di ruangan RPP VOTE dan memulai acara fasilitasi pendidikan pemilih. Mereka adalah para perempuan dari organisasi Fatayat NU (Nahdlatul United) Cabang Trenggalek. Organisasi ini dipimpin oleh Nadhirotul Ulfa, yang baru saja terpilih menggantikan ketua lama sehak 04 September 2019. Organisasi perempuan ini menginginkan diberi wawasan terkait dengan Pilkada 2020 dan peran kaum perempuan dalam menyikapinya. Diterima oleh Nurani selaku Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kabupaten Trenggalek dan ditemani Merischa Rahma selaku staf di Rumah Pintar Pemilu VOTE, para pengurus dan anggota Fatayat Trenggalek mendapatkan penjelasan tentang fungsi Rumah Pintar Pemilu. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait regulasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek tahun 2020. Sebelumnya, Ketua Fayatat NU Cabang Trenggalek juga menyampaikan maksud kedatangannya di RPP VOTE dan mengucapkan terimakasih karena para aktivis di organisasinya telah diterima dengan baik. Ia juga ingin membangun kerjasama yang erat dengan KPU Kabupaten Trenggalek ke depannya. “Kami punya forum bulanan dan bahkan mingguan, di sini KPU bisa masuk untuk memberikan sosialisasi terkait Pemilu atau nantinya Pilkada 2020”, papar Ulfa. Pemaparan materi dari KPU berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan diskusi. Setelah diskusik berakhir, acara dilanjut dengan acara internal Fatayat, yaitu membahas recana kerja organisasi yang pengurusnya masih baru dan belum dilantik itu. [Meris]


Selengkapnya
50

KPU TRENGGALEK HADIRI KONSOLNAS DI JAKARTA

Sebelum masuk pada tahapan Pemilihan Guberur-Wakil Guberbur, Bupati-Wakil Bupati, dan Walikota-Wakil Walikota yang akan dilakukan secara serentak pada tahun 2020 nanti, tampaknya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia terus melakukan konsolidasi. Kali ini, konsolidasi dilakukan dengan mengundang seluruh komisioner dan sekretaris KPU di seluruh propinsi dan kabupaten/kota. Konsolidasi diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 24 September 2019 di Jakarta. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek juga hadir dalam pertemuan nasional ini. Lima komisioner KPU Kabupaten Trenggalek (Gembong Derita Hadi, Nurani, Indra Setiawan, Imam Nurhadi, Istatiin Nafiah) dan sekretaris KPU Trenggalek (Wiratno) tidak absen dalam kegiatan ini. Tempat konsolidasi langsung dibagi enam tempat dan sudah dibagi-bagi dalam lima divisi dan satu sekretaris. Acara dibuka juga sesuai divisi masing-masing. Misalnya Divisi Sosialisasi-Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia berada di Hotel Aston Grogol. Pada Hari  Sabtu (21/09/2019), di hotel ini acara dibuka oleh Wahyu Setiawan, komisioner KPU RI. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa pelaksanaan pemilu tak terbantahkan sukses dengan partisipasi masyarakat yang tinggi hingga 82%. “Sukses ini juga harus diikuti dengan evaluasi yang serius, agar dapat ditemukan hal baru guna perbaikan pada pemilu berikutnya,” paparnya. Wahyu juga menambahkan, tingkat partisipasi masyarakat disebagian besar provinsi paling tinggi dalam sejarah pemilu. Bahkan sejumlah provinsi partisipasi mencapai 85 hingga 86%.  Ia berharap, partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020 juga akan baik baik secara kuantitas maupun kualitas. [Hupmas]


Selengkapnya
50

RUMAH PINTAR PEMILU VOTE KPU TRENGGALEK IKUT GERAKAN PEMASYARAKATAN MINAT BACA (GPMB)

Pada hari Selasa (17/09/2019), Rumah Pintar Pemilu (RPP) “VOTE” Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek ikut berpartisipasi dalam mendirikan sebuah gerakan literasi yang dinamakan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) bersama komunitas masyarakat, komunitas literasi, perpustakaan desa, dan taman bacaan masyarakat yang ada di Trenggalek. Dalam kegiatan yang diorganisir oleh Dinas Perpustakaan da Arsip Daerah Kabupaten Trenggalek ini, RPP Vote diwakili oleh Nuran (Komisioner KPU Kabupaten Trenggalek divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia) dan Merischa Rachma (tenaga pendukung bidang humas). Bahkan Nurani diminta untuk memimpin jalannya rapat pembentukan. Selain RPP Vote, yang hadir dalam rapat pendirian Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Trenggalek ini dihadiri antara lain adalah Quantum Litera Center (QLC), Taman Bacaan SEKAR, Yayasan Taman Ilmu, Lembaga Penerbitan Mahasiswa Galery STIT Sunan Giri Trenggalek, Komunitas Belajar Budi Acarya, Komunitas Sembilan Mutiara, Perpustakaan Sekolah SMAN 1 Karangan, dan para tokoh literasi. Para pegiat literasi sepakat untuk membentuk pengurus yang akan melakukan kegiatan-kegiatan kampanye budaya baca melalui kerja bidang-bidangnya. Menurut Nurani, kegiatan pemasyarakatan budaya baca sangat sesuai dengan visi misi Rumah Pintar Pemilu Vote KPU Kabupaten Trenggalek yang ingin mencerdaskan masyarakat dengan cara membaca buku atau tulisan terkait upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan. “Termasuk wawasan tentang demokrasi, politik, pemilu dalam upaya menciptakan pemilih yang cerdas dan punya pengetahuan agar partisipasinya lebih aktif”, tegas Nurani. Acara dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB di Aula lantai II Kantor KPPM Trenggalek. Dimulai dengan sambutan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Drs Catur dan testimoni budaya baca dari Komunitas QLC trenggalek. Setelah itu langsung dilanjutkan pembentukan pengurus dan pembagian bidang-bidang. Muhammad Zamzuri dari QLC terpilih sebagai ketua GPMB Trenggalek. Rencananya pengurus akan dilantik setelah menunggu SK dari Bupati Trenggalek dan surat dari Pengurus GPMB Jawa Timur. [Hupmas]


Selengkapnya
43

ARAHAN KETUA DKPP PADA KOMISIONER KPU DI MANADO

Salah satu pesan yang menarik kepada para komisioner KPU yang hadir  dalam pembukaan acara Konsolidasi Partisipasi Masyarakat di Manado Sulawesi Utara pada tanggal 12 September malam adalah dari Prof. Dr. Harjono Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ia mengatakan bahwa ketika komisioner KPU mau menjadi penyelenggara Pemilu, artinya harus berani dan mau menghibahkan atau mengurangi haknya, yaitu hak kebebasan berpendapat. “Karena pada saat menjadi penyelenggara Pemilu harus independen”, tegas Prof. Haryono. Ia  menilai bahwa penyelenggara Pemilu merupakan sebuah profesi yang mulia. Ditambahkan bahwa ada perbedaan besar antara penyelenggara Pemilu dengan warga negara biasa. Setiap warga negara, kata Harjono, memang memiliki hak yang sama untuk berserikat, berkumpul dan menyatakan pendapat. Tetapi untuk komisioner KPU hal itu harus dibatasi. “Di tengah-tengah hak yang dijamin konstitusi, Bapak/Ibu sekalian bersedia untuk independen. Oleh karena itu, patutlah para penyelenggara pemilu dianggap sebagai pahlawan-pahlawan demokrasi,” imbuhnya. Harjono mengingatkan agar semua penyelenggara Pemilu tetap memiliki tekad dan usaha untuk memperbaiki sistem kepemiluan di Indonesia. Perbaikan ini disebutnya tidak hanya dalam aspek prosedural saja, melainkan juga pada aspek substantif. “Marilah kita bangun, karena dengan membangun demokrasi di negara kita, insya allah NKRI akan tetap bertahan,” kata mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini. Selain Harjono, ada pembicara lainnya dalam acara diskusi publik yang dilaksanakan setelah pembukaan oleh Ketua KPU RI, di antaranya adalah    Zainudin Amali (Ketua Komisi II DPR RI) dan Moh. Afiffudin (Anggota Bawaslu RI). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua dan semua Anggota KPU RI, yaitu Arief Budiman, Ilham Syahputra, Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi dan Evi Novida Ginting Manik. Tak hanya itu, hadir juga Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Steven Kandouw, Ketua dan Anggota KPU Provinsi Sulawesi Utara serta Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara. [Hupmas]


Selengkapnya
46

KETUA KPU RI : PEMILU 2019 MENDAPATKAN APRESIASI INTERNASIONAL

Dalam sambutannya di acara pembukaan rapat Kordinasi Partisipasi Masyarakat di Manado pada tanggal 12 September 2019, Ketua KPU RI Arif Budiman juga menyampaikan informasi yang menggembirakan. Salah satunya adalah tentang bagaimana Pemilu 2019 yang dilakukan secara serentak mendapatkan apresiasi dari publik internasional. “Pemilu yang paling besar dan paling rumit di dunia ternyata berhasil dengan baik dan transparan, itulah yang membuat mereka kagum pada apa yang kita lakukan”, paparnya. Pernyataan ketua KPU RI tersebut kontan mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari hadirin, hingga gedung pertemuan Pemprov Sulawesi Utara Kota bergemuruh. Ketua KPU Arif Budiman juga menyampaikan ucapan terimakasih pada semua jajaran KPU daerah yang hadir yang telah mendukung terlaksananya Pemilu 2019 secara aman dan sukses. Ia melanjutkan, negara lain merasa kagum karena  peserta pemilu tidak hanya menerima hasil akhir namun dapat melihat semua proses termasuk dokumen penghitungan mulai dari tingkat TPS hingga rekapitulasi berjenjang hingga tingkat nasional. “Kecepatan proses dan hasil merupakan hal yang mengagumkan, meskipun efeknya pada nasib penyelenggara ad hoc perlu kita jadikan catatan untuk perbaiki Pemilihan berikutnya”, tambahnya. [Hupmas]


Selengkapnya
40

KPU TRENGGALEK HADIRI RAKOR PARTISIPASI MASYARAKAT DI MANADO

Untuk melakukan evaluasi terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum Serentak 2019 dan mempersiapkan peningkatan partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) melakukan kegiatan rapat kordinasi regional. Dalam acara yang dilaksanakan mulai tanggal 12 hingga 14 September 2019 di bertempat di Manado, ibukota Sulawesi Utara ini, KPU Kabupaten Trenggalek juga hadir, diwakili oleh Komisioner divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) Nurani dan Kasubag Teknis-Hupmas Puguh Budi Utomo. Hadir pula   anggota KPU Provinsi dan KPU Kab/Kota di 10 provinsi, antara lain dari  Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi, hingga Papua. Acara dibuka di kantor Gubernur Sultra, yang juga menghadirkan selain KPU RI, antara lain dari  Bawaslu RI, Ketua DKPP serta Komisi II DPR RI serta Pimpinan Pemprov Sulawesi Utara. Ketua KPU RI Arif Budiman dalam sambutannya mengatakan bahwa  ada beberapa catatan-catatan penting yang layak dicatat dalam Pemilu 2019. Diinformasikan oleh Arif Budiman bahwa pada Pemilu 2019, baik pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta pemilu DPR, DPD dan DPRD tingkat partisipasi masyarakat mampu mencapai angka 82%. Jumlah ini jauh melebihi target yang ditetapkan secara nasional sebesar 77,5%. “Bahwa meskipun partisipasi masyarakat pada pemilu 2019 melebihi target, namun harus tetap dilakukan evaluasi menyeluruh”, tegas Arif. Meskipun partisipasi meningkat dan memuaskan, setidaknya ada gejala-gejala yang perlu diwaspadai untuk masa-masa mendatang, misalnya adalah gencarnya berita hoaks yang masih akan muncul dalam Pilkada 2020. Juga terkait penyelenggara pemilu dalam peningkatan partisipasi masyarakat, strategi sosialisasi termasuk pengelolaan akses informasi terhadap melalui media web KPU yang perlu dimaksimalkan. [Hupmas]


Selengkapnya