KPU Kabupaten Trenggalek Hadir secara Daring dalam Sosialisasi Persiapan Penulisan Ilmiah Tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024
Hari ini, Selasa, 10 Maret 2026, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Trenggalek mengikuti secara daring sosialisasi persiapan penulisan ilmiah tahapan Pemilu dan Pemilihan serentak tahun 2024 bersama KPU Kabupaten/Kota lainnya se-Provinsi Jawa Timur. Peserta dari KPU Kabupaten Trenggalek terdiri atas Anggota KPU Kabupaten Trenggalek Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Kepala Subbagian beserta Pelaksana Subbagian Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hukum. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Aang Kunaifi, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur, tepat pada pukul 10.00 WIB.
Dalam sambutan pembukaannya, Aang, Ketua KPU Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa penulisan ilmiah tahapan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 sangat penting. Hal tersebut, menurutnya bertujuan untuk menambah referensi ilmiah kepemiluan yang sumbernya dari penyelenggara Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Ia berharap agar penulisan tersebut juga memenuhi kaidah penyusunan karya tulis ilmiah yaitu logis, sistematis, objektif, dan faktual serta memenuhi standar sistematika penulisan. Hal tersebut agar mudah dipahami.
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Anggota KPU Provinsi Jawa Timur Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan, Choirul Umam. Dalam pengarahannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan penulisan ilmiah ini salah satu bagian dari program KPU, yang selanjutnya melalui Surat Dinas Nomor 248/PL.01-SD/06/2026, KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota diperintahkan untuk membuat tulisan/artikel ilmiah berbasis pengalaman teknis manajerial Pemilu dan Pemilihan 2024. Dijelaskannya, tulisan ini tidak hanya menyajikan kronologi atau data faktual tetapi memperkuat pembahasan melalui literature akademis yang berfokus pada masalah dan analisis.
Acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Sekretaris KPU Provinsi Jawa Timur, Nanik Karsini. Dalam pengarahannya, ia menyampaikan bahwa penulisan karya tulis ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baku, lugas, dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Hal tersebut menurutnya agar karya tulis tersebut mudah dipahami oleh seluruh pembacanya yang tidak hanya berasal dari penyelenggara namun seluruh lapisan masyarakat. Lebih lanjut, ia berharap agar penyusunan karya tersebut memenuhi etika dan kaidah penulisan karya tulis ilmiah
Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi, peserta dipersilakan untuk bertanya terkait teknis penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. Acara berakhir pada pukul 12.00 WIB.(Wro)